
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan komen...
...🍃 Happy reading and keep smile 🍃...
3 Bulan telah berlalu....
Seorang wanita cantik nampak berjalan dengan sedikit kesulitan.
Perutnya yang membuncit benar-benar membuatnya kesulitan bergerak.
Kini usia kandungannya sudah memasuki bulan ke 5,besar perutnya bahkan setara dengan wanita hamil 9 bulan!.
"Aduh baby jangan ditendang perut mom....astaga bernafas saja aku terasa sesak!" Asline menghela nafas panjang,ibu muda itu berjalan meraih shower taman dan mulai menyiram kebun bunga miliknya.
Kebun yang sangat indah dengan berbagai macam mawar juga tulip mekar cantik dibawah sinar fajar.
Dengan senyum lembut asline mulai menyirami semua taman bunganya.
Satu telapak tangannya mengelus perutnya dimana gerak aktif sang bayi begitu terasa.
"Hahaha.... bayi-bayi mommy semangat ya? ini yang tendang perut mom siapa? kakak sulung? tengah atau adik bungsu? hahaha..." asline tertawa renyah,duduk di ayunan gantung ditengah taman sembari mengusap perutnya lembut.
"Selamat pagi...nyonya muda hari ini bangun pagi sekali?"Yansen datang dan menyapa dengan senyum jenaka.
Asline tertawa oleh sifat terlalu kaku butler muda ini.
Yansen menyapa namun wajahnya sedatar papan pencuci baju!.
Entah bagaimana Imanuel yang jenaka bisa punya saudara sekaku Yansen?.
"Tidak pagi juga butler..ini sudah pukul 6.30...ini sudah kebiasaan.." Aslien menjawab sembari mulai meraih sebutir apel dari piring camilan yang di bawa seorang maid.
Yansen mengangguk,melirik jam tangannya.
Sarapan mulai pukul 8,jadi ini sudah waktunya menentukan menu apa yang akan dihidangkan.
"Nyonya muda..hari ini anda ingin koki memasak apa sebagai menu breakfast?" Yansen bertanya sembari menunggu dengan sabar saat nyonya mudanya ini terlihat mulai berfikir.
"Hm....minta saja koki buat sandwich,salad buah,jus apel,kopi untuk suamiku...dan croissant" Aslien berucap sembari menatap jendela balkon kamarnya.
"Baik nyonya muda..kalau begitu saya permisi.." Yansen berbalik dan pergi dengan langkah tegas.
Benar-benar mantan anggota Delta yang beralis profesi menjadi kepala pengurus rumah tangga !.
Asline menggeleng geli.Dibanding Imanuel,Yansen ini terlalu kaku juga tidak bisa diajak bercanda!.
Tring...
From : Sister Ria
...line maaf ya .. sepertinya aku tidak bisa menemanimu berbelanja..Rexion habis fight dengan papi-nya dan kini anak itu merajuk tidak mau makan!....
...Maaf ya line......
Read...
Asline menggeleng geli membaca pesan dari Victoria.
Sudah biasa!.
Jika Raino disatukan dengan Rexion,anak dan ayah itu tak lebih dari tom and Jerry!.
"Aduh....Ria tidak bisa..yang lain juga sibuk.Pergi sama pengawal tidak enak! sama siapa ya?"
"Sama aku..."
"Eh?" Asline menoleh kebelakang dan menatap horor sosok tampan yang keluar hanya dengan celana training tanpa atasan!.
Apa-apaan Zeus ini?! mau pamer body?!.
Rayga mengangkat sebelah alisnya geli melihat wajah sinis istrinya.
Ada-apa? masih pagi dan dia bukanya disuguhkan senyuman manis ini sudah di tatap bengis?.
"Kenapa?" Rayga menarik kedua pipi tembem yang kian hari semakin bulat itu gemas.
Astaga mengapa istrinya jadi menggemaskan begini?.
Mencubit gemas sembari menariknya bak adonan moci!.
"Ih lepas! jangan cubit-cubit ya..." Sinis asline sembari melirik para pelayan muda yang wajah mereka sudah memerah melihat eight pack diperut suaminya itu!.
Cup....
"Bibir jangan maju-maju..ini sengaja minta dicium ya?" Rayga tergelak,atas reaksi bumil muda cantik ini!.
Manik melotot garang,kedua tangan lentik yang menutup bibirnya waspada dan tatapan sinis!.
__ADS_1
"Aku tak suka pria murahan ya...jangan berani cium aku!!!" Raung asline sembari melirik roti sobek menggiurkan itu frustasi.
Rayga mengikuti arah pandangan malu-malu istrinya,dan seringai picik itu terbit.
"RAYGA!!" asline menjerit saat tanganya ditarik dan dibawa merasakan sentuhan dari eight pack diperutnya.
Para pelayan wanita menjerit iri,teriakan mereka tak mampu dibungkam oleh Yansen maupun para penjaga !.
Sungguh iblis penggoda yang tampan !.
"Apa?" Dan dengan santainya rayga menjawab sembari meneguk jus apel yang sudah tersisa setengahnya.
Ini....
Ciuman tak langsung!..
Blushhhh...
Asline mengigit bibirnya menahan jeritan atas kelakuan iblis tampan ini!.
"Manis...semanis orangnya..."
"Hubby....." Asline dengan senyum malu-malu memukul lengan kekar suaminya.
Rayga terbahak dengan senyum puas.
"Kenapa tidak pakai bajunya?" Akhirnya aslien menyerah dan menyindir langsung.
"Kamu tau sendiri dear..aku kalau habis gym malas pakai baju..keringat makanya aku keluar cari angin dulu.." Rayga menjelaskan dengan sabar.
Hingga..
"Ihhh...mandi sana kamu bau!!" Asline menutup hidungnya, menampilkan ekspresi ngeri.
Rayga memicing,melihat lirikan asline pada para maid wanita dibelakangnya.
Rayga terkekeh,mendekatkan wajahnya tanpa asline sadari.
Cuphhhh...
Manik grey itu terbelalak.
Setan mesum ini?!!
"Hukuman! berani ya bilang suami bau? perlu kupeluk wanita lain dan lihat hidung siapa yang bermasalah.. hidung mungilmu ini..atau hidung oplas mereka?" Rayga menyeringai licik.
Asline mendelik dan tanpa aba-aba segera menghantamkan bantal ayunan pada wajah sombong suaminya.
"Dear..sudah...sudah..lihat sudah sesak nafasnya!" rayga berhenti tertawa setelah melihat nafas istrinya nampak terengah-engah.
"Siapa penyebabnya?! kamu! masih berani bicara lagi?!" Asline melempar bantal mungil itu kesal,melempar tubuhnya kearah suaminya dan berbaring bersandar nyaman pada tubuh atletis beraroma hutan Pinus itu puas.
"Katanya bau..siapa yang sekarang tidur nyenyak berbantal tubuhku?" Rayga memancing jahil.
Asline mendongak dan menatap bengis wajah tampan dengan senyum jahil itu.
Tangan lentik itu terulur,dengan gerakan sadis kulit perut penuh otot itu terpelintir.
"ASTAGA!! DEAR SAKIT....BABY LIHAT MOMMY KALIAN SUKA SEKALI MENGANIAYA DADDY..." rayga meraung kaget,sumpah demi apapun rasanya kulitnya akan lepas jika tangan lentik ini tak berhenti.
Asline membola saat sebuah tendangan terasa pada perutnya.
"Oho..bahkan kalian juga membela Daddy kalian? siapa yang menganiaya siapa? anak sama ayah sama saja! awas ya kalau kalian lahir mommy buang ketempat kakek Arkansas!" Asline menepuk perutnya gemas,seketika tendangan itu berhenti.
"Bayi pintar...." Asline terkekeh atas reaksi alami ketiga calon bayinya.
Rayga menggeleng gemas dengan sekali gerakan ,pria itu mengubah posisi kemudian mencium brutal perut istrinya setelah menaikkan sedikit piyama tidur itu.
Rayga merasa lucu melihat betapa besar perut istrinya,asline yang jengkel menekuk bibir itu dengan senyum ancaman.
"All right...sekarang mari mandi dan sarapan..kemudian aku akan menemani istriku berbelanja.. bagaimana,sekarang aku dimaafkan? si cantik tidak merajuk lagi? " Rayga bertanya dengan senyum tampan.
Wajah asline memerah dan akhirnya menerjang tubuh atletis itu dengan pelukan malu-malu!
Wajahnya terbenam di dada bidang polos itu,mendengar detak jantung suaminya perasaannya menjadi tenang.
..........
"Aku itu mintanya pakai mobil Audi saja..kenapa pakai Ferarri?! bagaimana kita akan bawa barang-barang baby? kamu sengaja ya mau tebar pesona? pergi ke mall saja harus pakai sport car?! kamu itu sudah jadi suami orang..bukan anak muda lajang! dengar tidak? Hubby... hubby!!!!"
Rayga mengelus dada sabar,istrinya yang cantik dan kalem sudah berubah layaknya kayra kedua!.
Cerewet....
Suka marah-marah..
Dan yang pasti,senggol dikit bacok!..
Rayga tersenyum sabar.
"Istriku yang cantik.....maunya pakai Audi..tapi kedua bocah kera itu..Rexion dan Raindres merusak semua mobil di garasi ku..kau ingat? ada yang rem-nya blong...kursi penuh tempelan permen karet..juga ban yang hilang satu persatu! mereka fikir aku tidak tau?lihat saja akan kubuat masuk rumah sakit anak-anak nakal itu!" Rayga berucap sembari tersenyum manis pada asline.
__ADS_1
Glek....
"Kamu..kamu ini jangan begitu..namanya anak-anak! " Asline merutuk saat nada bicaranya bahkan terdengar gagap.
"Anak-anak ya...?" Rayga memicing,asline merinding!.
"Ah..sudah aku mau turun!" Akhirnya asline bergerak cepat seperti dikejar penagih hutang!.
Rayga tertawa dengan tangannya menyugarkan rambutnya frustasi.
Kenapa dan kenapa punya istri begitu cantik dan menggemaskan?!
Sungguh dirinya tak kuat iman!
"Kyaaaaaa...itu CEO Z industri?!"
"Tampan sekali....!"
"Mau jadi selingkuhan juga tidak masalah!!"
"Tuan muda rayga senyum sedikit!"
"Istrinya cantik ya?"
"Best couple!!"
"Jadi istri kedua bisa tidak ya?"
Asline mendelik,menatap sekumpulan wanita yang sibuk menjerit sembari mengambil foto suaminya.
Pria yang berjalan acuh sembari tersenyum padanya.
"Jangan senyum!" Asline menutup bibir suaminya geram.
Satu alis rayga naik binggung.
Asline melenggang pergi dengan jengkel,memasuki area ritel perlengkapan bayi dan anak-anak.
"Dear..kenapa tidak minta saja Morio yang beli..kamu tinggal kasih daftar saja jadi tidak perlu jalan susah begini.." Rayga menatap istrinya cemas.
Bagaimana tidak?.
Berjalan 15 langkah saja nafas istrinya sudah seperti habis lari maraton.
" Ini bayi morio apa bayimu?" Asline tersenyum mengancam.
Rayga terkekeh kikuk.
"Ya..ya bayiku tentu saja! yang buat aku masa si muka pucat itu yang punya...?" Rayga berucap kikuk.
"Cih...."Asline membuang wajah lalu kembali menulusuri rak berisi jejeran sepatu bayi dengan model lucu.
"Yang ini lucu.. tapi harganya mahal sekali..lagipula dipake nanti juga tidak lama.. mubazir kalau kata nenek..." Asline merenung mengingat kembali nasihat Anggi.
Hidup harus selalu bersyukur dan belilah barang yang benar-benar kamu butuhkan,beli karena butuh bukan karena khilaf mata!.
Rayga melihat sorot mata istrinya.
Begitu wanita cantik itu berlalu setelah meletakkan sepatu bayi itu kembali.
"Bungkus sepatu itu..ambil tiga pasang dengan warna dua hitam dan satu putih!" Titah rayga pada manager toko yang diam-diam berdiri tak jauh dari sosok bos besar Z industri itu.
Pria baya itu mengangguk dan tersenyum profesional.
"Bajunya lucu.....TAPI MASA HARGANYA SETARA UANG 1 JUTA RUPIAH?" Jerit asline didalam hati,manik wanita cantik itu membola horor.
Meletakkan piyama bayi itu dengan senyum frustasi.
Rayga yang berjalan di belakang istrinya hanya mampu menggeleng gemas.
"Kau lihat itu..apapun yang dilihat,disentuh oleh istriku..bungkus semua dalam tiga set dan buat dua warna berbeda.." Titah rayga diam-diam pada manager toko.
Satu jam berlalu...
Asline duduk di toko dengan wajah lelah,mencari baju bayi ternyata sangat melelahkan terutama untuk tiga bayi sekaligus!.
Rayga dengan lembut menyeka keringat didahi istrinya.
"Sudah belanjanya?" Rayga bertanya sembari memberikan segelas teh dingin yang baru saja diantarkan oleh pramuniaga toko.
Pelayanan ekstra pelanggan berkantong tebal!.
Asline menatap tiga kantung berisi tiga set piyama bayi.
Menghela nafas berat.
"Amour..aku itu kerja buat kamu dan anak-anak kita! buat apa uang banyak kalau istriku justru ragu memakainya? " Rayga berucap sembari tersenyum hangat.
"Baby sudah...sekarang belilah baju untukmu dear.." Asline menatap suaminya berbinar.
Dan akhirnya,lelah itu sirna kala asline berlalu menuju bagian pakaian khusus ibu hamil.
__ADS_1
.....TBC.....