Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Bad feeling


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya...



...✴️...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...✴️...


Alarik,pria berwajah tampan dengan kaca mata bertangkai hitam itu menatap sebuah layar bernomor 27 disalah satu sudut cctv pemantau.


Jemarinya dengan cepat mulai berselancar dengan kening mengeryit dalam.


"What's going on?!!" Pria dengan julukan jenius IT itu bergumam dengan manik menatap dalam deretan kode angka dan huruf yang nampak mulai memenuhi setiap sudut layar komputer canggihnya.


"Hell!!"


Duakhh..


Alarik,pria itu mengumpat kala mendapati sesosok pria berpakaian serba hitam yang baru saja keluar dari gerbang utama gradian dengan postur sangat mencurigakan.


Benar!.


Cctv area dalam rusak total,dan masih beruntung dengan otak dan kinerja cepat.Alarik setidaknya mampu meretas cctv luar area vila gradian.


Yah,pria itu.Sang jenius IT tengah mengamati keanehan yang terjadi kala sistem bahaya berbunyi dari salah satu kamera pengintai.


Bangkit kalap hingga kursi kebesaran terjungkal hingga membuat satu ruang penuh para ahli teknologi menatap dirinya kaget.


"Mr Al..what happened?" Seorang pria muda dua tahun dibawahnya bertanya heran.


"Nothing! kerjakan saja tugas kalian aku akan keruang CEO dulu!!" Bangkit dan dengan wajah kesal mulai bergerak cepat keluar dari ruang devisi kekuasaannya.


.........🍃...........


Srakhhhh..


Kertas-kertas dalam sebuah map tebal terhempas menghantam wajah-wajah pucat para pria maupun wanita yang kini sibuk menunduk ngeri.


Para kepala bagian!.


Kertas bertebaran dan terhambur di atas lantai marmer ruang khusus CEO itu.


Manik Rayga menyorot dingin,sangat menakutkan!.


"Kalian tidak bisa menghandle ini ?! bagaimana proyek resort di Singapura bisa memakan waktu begitu lama?!! urus dengan benar!!"


Rayga benar-benar meraung, waktunya habis hanya untuk mengurusi orang-orang yang katanya cerdas namun ternyata begitu bodoh dimatanya.


Raider menatap para kepala proyek perencanaan, pemantau, keuangan bahkan hubungan masyarakat.


Semua dipanggil dengan kenyataan harus menggadapi kemarahan pemimpin mereka yang dingin nya melebihi gunung Everest.


"Kepala proyek!! jelaskan!" Rayga menatap pria berusia 35 tahun yang tengah berdiri gemetar itu dengan manik bak predator yang tengah memindai mangsanya!.


Jadi katakan, bagaimana mereka semua tidak mati kutu?!.


"Be..begi-"


"AKU TIDAK MENGGAJI BESAR ORANG GAGAP!! BICARA YANG BENAR!"


Duakhh..


Pria itu langsung jatuh bersimpuh dengan keringat dingin.


Sungguh, belakangan ini tempramen bos mereka ini benar-benar mengerikan!.


Raider menggeleng lelah,ia tau benar mengapa emosi saudaranya ini benar-benar mengerikan.


Tentu saja, sebentar lagi pria itu akan menikahi pujaannya .


Namun dengan kejamnya para ibu juga nenek mereka justru membuatnya harus menahan rindu dengan menjauhkan asline dan tidak mengizinkan Rayga melihat gadisnya meski dari jauh sedikitpun!.


Tentu saja zeus itu frustasi!.


Dan korban dari frustasi iblis itu tentu saja para bawahan malangnya!.


Dan para inti tidak terkecuali!.


"Para penduduk menolak pindah,mereka berkata biaya ganti rugi tidak sesuai....kami sudah berusaha menjelaskan namun para penduduk itu begitu keras kepala tuan Alzeus...kami bahkan sudah menawar 3 juta dollar untuk satu hektar tanah..." Kepala proyek berucap tegang kala melihat wajah dingin namun sayangnya begitu tampan tak manusiawi itu dengan hati-hati.

__ADS_1


"Kau bilang 3 juta dollar?..Kalian mau mati ??!!"


Degggg


Para kepala devisi itu jatuh lemas dengan wajah pias.


Inilah bagian yang paling mengerikan bekerja dengan seorang yang seperti iblis yang sayangnya berwajah bak dewa Yunani.


Gaji lebih besar dari perusahaan manapun,asuransi yang mengalir hingga bernilai jutaan dollar,fasilitas juga segala bonus liburan bernilai fantastis.


Tentu saja,semua itu dibayar mahal dengan tempramen big bos mereka.


Dan inilah salah satu contohnya!.


"Tanah itu bahkan bukan milik mereka! itu milik pemerintah yang akhirnya menjualnya pada perusahaan ini! pemerintah disana butuh biaya besar untuk dana militer mereka..dan mereka memutuskan menjualnya pada kita..berani sekali para penduduk itu meminta melebihi hak mereka!! masih untung masih diberi kompensasi! jika itu perusahaan lain...mereka sudah diusir tanpa biaya sepeserpun!!" Raider berucap jengah.


"Beri mereka 1 juta dollar..tidak lebih..jika masih membuat drama,tekan pemerintah disana..kuberi batas waktu..3 hari dari sekarang kosongkan lahan itu!!" putus Rayga benar-benar tanpa basa-basi.


1 Juta dollar?!...


Bahkan 3 juta dollar saja mereka anggap kurang!.


"Raider..tahan W'finansial untuk mencairkan dana! jika pemerintah disana tidak juga bisa mengatur rakyat mereka.. kesepakatan batal!" Rayga menyeringai licik,raider mengangguk paham.


Hingga...


Brakhhh..


"Kau mau mati Rik?!" Raider menatap tajam wajah gusar alarik yang menerobos masuk tanpa sopan santun.


"Hah...hah..ma..matinya nanti saja! ini lebih penting!!" Alarik menatap wajah sengit raider dengan nafas memburu.


Yah,dia berlari dari ruang IT lift,lalu berlari lagi hingga ruang CEO.


Banyangkan,jaraknya saja hampir membuat kakinya lemas!.


"Katakan?" Rayga mengeryit kala alarik justru melenggang membuka kulkas mini dan meneguk sekaleng isotonik.


"Hah....lega...." Alarik meneguk habis isi kaleng, raider mengkode agar para kepala devisi itu keluar.


"Alarik....."


Degggg..


Alarik menoleh horor,sial karena haus dia bahkan lupa tujuan awalnya hingga iblis itu memanggilnya dengan senyum lurus yang mengerikan!.


"Alright....dengar big bos...Vila gradian ada seseorang yang menyus-"


Brakhhh...


Wushhhh...


Blam......


"Sudah?begitu saja,dia pergi tanpa mendengarkan aku selesai bicara begitu? wah.....bedebah!!" Alarik berucap datar.


Rayga tanpa kata bangkit bergerak meraih kunci mobilnya dan pergi begitu saja dengan bantingan keras pada pintu yang terbuat dari kayu mahoni dengan ukiran rumit itu.


Raider mendengus dingin,dan bergerak pergi meninggalkan alarik yang mengumpat keduanya habis.


"Nasib...nasib.... inilah jika punya saudara yang merangkap sebagai bos setan!! kalau di Indonesia,paman Lucas akan bilang ' Bocah edan'!!" Alarik mengelus dada sabar,melangkah keluar dengan cepat mengikuti langkah sang Zeus,yah.Meski tetap akan tertinggal juga.


.........🍃.........


Mesereti hitam itu berhenti dan menatap gerbang vila gradian dengan manik berkilat.


Cengkraman pada stir mobil itu begitu kuat.


Gebang itu meski tertutup tapi sudah jelas sistem keamanannya telah rusak.


Jelas saja, keamanan di vila itu adalah sistem lama.


Turun dari mobilnya dan berjalan cepat memasuki vila.


Kini Rayga telah berdiri didepan pintu masuk,memutar kenop namun rupanya sudah kembali terkunci.


Dan senyum tipis pria itu terbit kala melihat rupanya bagian pintu masuk telah terpasang sistem keamanan dari perusahaannya.


Yah,meski terlihat baru dipasang.


Mengangkat lengannya dan mulai membuka kaca arlojinya.


Ting...


" Enter the password..."


Rayga menyeringai puas,memutar jarum arlojinya hingga semua laser tak kasat mata yang mengelilingi dalam vila mulai dari pintu masuk mati seketika.


Yah,sistem canggih yang membutuhkan password kala orang asing hendak memasuki,namun untuk pemilik cukup memindai DNA mereka saja.


Sepi.....


Satu kata yang terlintas.


"Big bro.... !" Alarik yang baru tiba mendekat cepat setelah mematikan mesin mobilnya.


Pria berkacamata itu mendekat,menatap keterdiaman sang bos dengan helaan nafas panjang.


Sudah ia duga!...


Darah berceceran di beberapa tempat,mengotori dingin dan lantai ruang tamu.


Ada sebuah belati tertancap di dinding dan dua buah pedang anggar yang tergeletak dengan sedikit noda darah segar disana.

__ADS_1


"Damn it!!!!"


Alarik melirik horor begitu umpatan dingin keluar dari mulut Zeus itu.


"Aku rasa metode penyerangan ini sama dengan penyerangan di hotel dulu! tapi sampai kini Zergan belum bisa ketemukan...kau tau bagaimana aku menggeledah seluruh kota hingga ke negara bagian Eropa lainya dan tidak berhasil, sia-sia.." alarik berucap sembari melangkah cepat mengikuti sang bos kelantai dua.


"Ular jantan itu menghilang..." Alarik melirik reaksi apa yang akan dikeluarkan oleh saudaranya ini.


Nihil..


Wajah itu tetap lurus,ketenangan yang begitu mengerikan!.


"Kembali...kita bicara di markas!" Rayga berucap tanpa menatap alarik,kini keduanya telah berdiri didepan sebuah pintu yang terlihat terkunci rapat.


Tiada satu orangpun penghuni vila yang terlihat,dan Rayga tak peduli.


Dirinya hanya ingin memastikan keadaan gadisnya,masa bodoh dengan larangan sang nenek.


Saat ini dirinya hanya ingin melihat keadaan calon istrinya.


Alarik mengangguk,begitu Rayga masuk pria itu menatap sisi ujung lorong.


Kamar Sagara!.


Entah mengapa,Alarik melangkah dengan wajah dingin kesana.


.........🍃..........


Rayga meneliti keadaan kamar.


Lega...


Tidak ada kerusakan pada kamar gadisnya.


Itu artinya penyusup itu tidak memasuki kamar yang hanya dirinyalah, pria yang boleh memasuki kamar itu selain kakak asline sendiri.


Degggg..


Manik tajam itu bergetar,wajahnya mengeras dengan kedua tangannya terkepal erat.


Disana.


Dapat ia lihat diatas sebuah ranjang,terbaring calon istrinya dengan wajah dipenuhi keringat dingin.


Meski tertidur,kening gadis itu mengeryit dalam.


Menatap kesudut kamar,disebuah tempat sampah.


Terlihat ceceran kapas yang dipenuhi noda darah juga bekas kain kasa dan perban instan siap pakai .


"Dear......" Lirik Rayga sakit hati.


Mendekati kearah ranjang dan menyingkap selimut yang menutupi separuh tubuh gadis itu.


"Breng*ek...i Will find....and i promise to kill !!" Rayga mengelus lengan asline yang terbabat pernah juga leher jenjang itu yang terlihat sama dibalutnya.


Asline tertidur lelap.


Begitu lelap hingga tak menyadari kedatangan Rayga.


Entah,rasa nyaman tiba-tiba datang kala mata itu tertutup.


Cup....


Bibir hangat itu mengecup bibir ranum asline yang tertutup rapat.


Mengecap dengan penuh kasih sayang.


Rayga berdiri tegak,puas mengobati rindunya.


Meraih ponselnya dan mendial dengan nama.


"Ya..tidak perlu bicara lagi big bro..aku meluncur,alarik sudah memberi tah-"


"**Bagus!"


Tut**.....


Rayga memutus sepihak tanpa perduli reaksi Gion disana.


Yah,Rayga memang menghubungi Gion karena Diego tengah mengecek Deli yang tengah hamil muda.


Meletakkan ponsel pintar itu diatas nakas,menaiki ranjang perlahan dan berbaring disisi asline.Meraih lembut tubuh rapuh itu dan memeluknya penuh kasih.


"Dear...tidurlah...tidur karena aku disampingmu..aku akan menjagamu...sampai aku temukan siapapun yang melukaimu,melukai kalian keluargaku....mari kuperlihatkan saat zeus itu bangkit..."


Menatap kearah wajah cantik yang kini telah tertidur lebih tenang,tersenyum begitu damai dibalik mimpinya.


"Aku cinta kamu sayang...kamu membuatku tidak berdaya...kamu membuat benteng baja ini runtuh...."Rayga bergumam dengan senyum tulus,mengusap pipi lembut asline penuh kasih sayang.


Dan...


Siapa yang tau, sampai kapan sang antagonis pria.Zergan mampu mengulur waktu?.


Dia memang mampu bersembunyi,namun tidak akan lama!.


...🍃...


...TBC...


Reader sabar ya..


Cerita tidak akan menarik tanpa konflik dan para antagonis!.

__ADS_1


__ADS_2