Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
special part of little prince and princess Wiguna


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya 🌹...


Kita seling dulu ya...jangan berat-berat!


Karena kemarin ada yang minta part Archa lagi,baiklah mari kita seling dulu ya guys...


Baikan El 😌



...♣️.....♣️...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...♣️.......♣️...


Detik demi detik telah berlalu,anak lelaki kecil duduk bertopang dagu dengan wajah murung.


Sedang di sampingnya,berbaring terkurap seorang gadis remaja manis yang terlihat bosan menatap sebuah film Disney di laptopnya.


"Huft......kak Archa! Shura mau makan cheese cake! Daddy Arkansas dan mami kayra adalah monster! lihat...bahkan ayah shura berkomplot dengan mereka menjauhkan kita dari surga gula kita! " Shura.


Anak laki-laki imut itu mengomel kesal ,duduk dengan bertopang dagu.


Gadis remaja manis yang berbaring tengkurap itu mengangguk lesu.


Bibir mungil ceri-nya mengerucut lucu,menatap bosan iklan dilayar laptop yang kini sedang tayang.


"AHA!! SHURA PUNYA IDE!!" Anak laki-laki imut itu terpekik heboh,Archa menutup kedua telinganya kaget.


"IHHH.... Shura jangan teriak, kuping kakak sakit!" Gadis itu melotot dengan mata bulat yang terlihat lucu,Shura mencubit pipi lembut kakaknya dengan gemas.


Disini yang adik sebenarnya siapa? terkadang Shura merasa Tuhan tidak adil,mengapa bukan dia yang menjadi kakak dan Archana adik saja?


" Ide apa?" Tanya Archana mulai bangkit dari acara berbaring dan menatap senyum pongkah penuh rencana licik dari anak itu.


Archana menggeleng ribut.


Bahaya....


"Shura jangan aneh-aneh! nanti kalau Daddy tau hukuman kita bisa lebih berat! " Peringatan Archana benar-benar tak digubris oleh anak laki-laki yang sudah merindukan rasa manis kembali dalam hidupnya.


"Dengar ya kak.....kalau kita diam-diam dan kembali sebelum para monster itu pulang,kita akan aman! cheese cake....rainbow cake....macaron.....coklat cake....nyam...nyam....kak...toko kue yang disamping kampus kakak yang baru buka itu!! ayo kita ke sana!!!" Seru Shura cepat.


Berdiri bangkit berjalan kearah lemari,meraih sebuah jaket rajut,topi juga kaca mata hitam.


Memang aneh anak tunggal Tristan ini!.


Archana bangkit dan terdiam berfikir keras.


"Tapi Shura... bagaimana kita kesana? tidak mungkin meminta supir nanti orang mansion tau! apalagi paman butler! " Archana panik berdiri gusar.


Shura menggeleng dengan senyum licik.


"Bukankah kakak bisa mengemudi? lalu apa masalahnya?!" Shura terpekik heboh sendiri.


Archana menggeleng lemah.


"Kakak memang bisa,tapi tidak mahir! lagipula kakak belum boleh membuat sim oleh Daddy! bagaimana kita keluar coba?" Archana duduk dengan murung.


"Lagipula mau pakai apa! kunci mobil yang tidak terpakai semua disimpan oleh butler Dyazel!" Archana menghela nafas panjang.


Shura nampak berfikir,melotot dengan binar bahagia lantas berlari keluar dibawah tatapan mata binggung Archana.


10 menit kemudian anak itu kembali dengan sebuah kunci yang berputar di jarinya.


"Ayo pergi kak! Shura tau jalan tikus dan kita bisa kembali dengan cepat! " Archana mengangga takjub.


Anak ini luar biasa penuh akal.


"Itu kunci milik siapa?!" Archana bertanya kala tangannya dengan cepat membuka pintu kamar shura,kamar anak-anak khusus di mansion Wiguna.


Shura mengikuti langkah Archana menuju kamar pribadi gadis itu.


"Ini kunci mobil bunda! bunda hari ini ke klinik tidak bawa mobil karena ayah mengantar sebelum ayah pergi bersama papa James.Heheh..untung kuncinya Shura tau bunda simpan dimana!" Shura terkekeh riang.


Pintu kamar manis putri kecil Wiguna telah terbuka.


Anak laki-laki kecil itu terkekeh geli bahkan setiap kali memasuki kamar kakak perempuan mungilnya itu.



Dekorasi ala Disney feminim benar-benar terasa disetiap sudut kamar.


"Kamu tunggu sini...kakak mau ambil jaket sama topi dulu!" Shura mengangguk dan duduk menunggu sang kakak berganti baju.


Archana membuka pintu kecil walk in closet minimalis.



Tidak sebesar walk in closet anggota keluarganya yang lain,karena gadis itu akan merasa takut.


Seakan dibalik baju-baju yang tergantung itu ada sesosok monster bertaring yang mengintainya.


Aneh!...

__ADS_1


Itulah putri Wiguna!.


Dengan jaket bulu berwarna abu-abu lembut,Archana bersama Shura berjalan mengendap-endap menuju basemen parkir mansion.


Ini pukul 8 pagi,dan semua keluarganya sudah keluar untuk bekerja.


Arkansas,Rion,Tristan juga si kembar R telah pergi sedari pukul 7 pagi tadi.


Sakura telah menuju klinik kecantikan miliknya tepat setelah para suami berangkat.


Dua R baru saja meninggalkan mansion dan kini para maid sibuk membereskan meja makan juga bersiap bersih-bersih.


Archana tertegun melihat mobil lucu yang kuncinya kini ada ditangannya.


"HAHAH... SHURA INI YANG BENAR MOBIL BUNDA?! LUCUNYA!!" Gadis itu terpekik melihat warna mencolok mobil milik ibu kandung Shura itu.



Anak laki-laki itu mendengus malu.


"I..itu salah ayah yang membeli mobil sembarang! padahal bunda tidak mau, akhirnya mobil ini tidak mau dipakai bunda....habis ayah memang bodoh!" Kesal Shura yang merasa malu akan pilihan asal tebak Tristan kala membeli mobil ini sebagai habis ulang tahun sakura.


Dan begitu pintu mobil terbuka.


"HIHIHI..ADUH AYAH TRISTAN LUCU YA!! KURSINYA BULU-BULU!!' Archana terkekeh menahan tawa.



Wajah putih shura semakin memerah malu.


Akhirnya keduanya memasuki mobil akward kesalahan beli yang dilakukan oleh Tristan.


Archana terdiam sejenak menormalkan rasa gugupnya kala stir mobil berlapis kain pelindung berbulu menyentuh kulit telapak tangan halus miliknya.


"Shura kakak takut....." Archana mencicit tak berani,apalagi kini mereka pergi tanpa izin dari siapapun!.


Namun......


Akhirnya mobil dengan kesan feminim garis keras itupun melaju kencang dibawah tawa renyah Archana dan Shura yang berhasil meloloskan diri dari gerbang belakang mansion,tempat dimana para pelayan dapur keluar masuk untuk menerima stok persediaan dapur jangka panjang.


Selain kebutuhan harian yang biasanya kayra maupun Dyazel beli sendiri di pusat perbelanjaan.


.........♣️.........


"KAMU ITU HARUSNYA MENGALAH! KUE INI ITU STOK TERAKHIR HARI INI...DAN ITU PUNYA AKU!!"


"ENAK SAJA! KAMU GENDUT JELEK...KUE ITU PUNYA SHURA....KAK ARCHA YANG AMBIL DULUAN....ANAK BADAK JANGAN MENGAKU-NGAKU YA!!"


Para penghuni kantor polisi menggeleng miris melihat perkelahian sengit keempat orang berbeda gender dan usia yang kini terlihat nampak naas dengan pakaian berantakan,rambut acak-acakan serta lebam lecet akibat perkelahian beberapa waktu lalu.


"Tante jangan begitulah!! mengalah sama kita kenapa coba?! anak Tante itu sudah makan lima donat kentang keju yang adik archa mau...bagi dua potong pelit sekali!!" Archana kesal,menarik adiknya kebelakang tubuhnya saat gadis yang mungkin baru tamat junior high school itu hendak maju lagi untuk menyerang Shura.


"EHHH..KAMU ANAK KURANG AJAR BERANI MEMERINTAH DAN MENGHINA SAYA HAH?! TIDAK DIAJARKAN SOPAN SANTUN KAMU?! LIHAT BIBIR ANAK SAYA LUKA KARENA TONJOKAN ADIK NAKAL KAMU ITU!!" wanita paruh baya dengan lipstik merah dan sanggul tinggi itu menghardik emosi.


Archa melotot garang,namun sungguh para polisi itu menahan mati-matian agar tak menyemburkan tawa.


Gadis muda ini sangat menggemaskan!.


Entah putri dari keluarga mana ?.


"Tapi putri bibi sudah menarik rambut kakakku! dan dia juga sudah mencakar lenganku! lihat..tubuh putri bibi itu sudah bengkak seperti ba*i! " Shura mendongak dari belakang tubuh Archana dan membalas sengit .


Plak....


"SHURA!!"


Brakhhhh...


Archana mendorong kuat tubuh wanita paruh baya itu yang telah menampar cepat wajah imut adiknya.


Anak laki-laki itu berkaca-kaca sembari menyentuh pipinya yang terasa terbakar.


"Nyonya cukup! anda tidak bisa menganiaya anak dibawah umur!!" Kepala polisi maju dan membatu memisahkan Archana yang bersiap menjambak rambut wanita dewasa itu.


Sedang anak perempuan gemuk yang berdiri dengan dress hijau polkadot itu mendekat disamping ibunya dengan senyum profokatif kearah Archana yang sudah jatuh akibat dorongan kuat ibunya.


"KAKAK....DASAR INDUK B*BI DAN ANAK BAB*!! BERANINYA KALIAN MENYAKITI KAKAKKU!!" Shura meraung emosi,berlari menerjang anak perempuan itu dengan satu pukulan telak yang menghantam pipi berlemak gadis itu.


"ORANG MISKIN APA?!! BAHKAN KAKAK KAMI LEBIH KAYA DARIMU...!!" Shura meraung keras,setelah berhasil memukul anak perempuan gemuk yang sedari awal memancing amarahnya.


"Hahaha..lihat mulut sampah anak ini?! pakaian kalian saja seperti gembel begitu? kaya apa?! cepat telpon wali mereka untuk mengganti rugi biaya pemeriksaan mental putriku karena serangannya pak polisi!" Wanita itu berucap tak masuk akal.


Para polisi menghela nafas miris.


"Baik tunggu saja akan kubiarkan para monster itu membuat bangkrut keluargamu! bahkan membeli sepotong donat saja nanti kalian tak akan sanggup!" Kesal Shura merasa emosi terus dianggap remeh.


Salahkan saja para keluarganya yang selalu membuat kakak perempuannya selalu low profile agar terbebas dari masalah musuh keluarga.


Kacau.....


Setelah kata-kata Shura turun,anak perempuan gemuk itu justru terpancing oleh ejekan telak Shura,berlari dengan lamban dan langsung menubrukan tubuhnya menimpa tubuh kecil Shura.


Archana dihalangi oleh ibu dari gadis itu yang mencengkram kuat lengannya hingga mulai memerah kebas.


Para polisi disana dengan wajah tertekan mencoba melerai meski terkadang akan mendapat cakaran dari kuku panjang wanita itu.


........♣️........


Tiga buah mobil mewah mendekat dengan kecepatan tinggi memasuki halaman parkir kantor kepolisian Inggris.


Semua aktifitas diarea luar gedung berhenti seketika.


Roll Royce phantom silver terbuka dengan bantingan kasar pada pintu mobil,pria paruh baya sang duda Taipan nomor satu di Inggris keluar dengan kerutan tidak senang yang terbaca jelas dibalik tatapan mata tajamnya.



Arkansas berjalan dengan mantel jubah hitam yang membuat setiap orang segera menyingkir memberi jalan akan raut gelap dari pria itu .



Mesereti Granturismo,Rayga keluar dengan tergesa-gesa.



Rayga keluar bersama dengan pintu mobil Range Rover dimana Rion dan Tristan berada.


__ADS_1


"Sebenarnya ada-apa ini?!! mengapa putri kecil kita dan putra nakalmu bisa ditahan di kantor polisi?!!" Rion menatap gusar wajah panik Tristan yang berjalan bersamanya .


Keduanya mengikuti dibelakang Arkansas dan Rayga, sepasang ayah dan anak yang kini terlihat bak monster yang siapa menelan siapapun penghalang mereka!.


"Mana aku tau! petugas Herman yang menghubungi diriku untuk mengurus masalah Archana hingga aku segera memberi tau big brother Arkansas!" Tristan menjawab kalut sembari mulai membayangkan apa yang sebenarnya dilakukan kedua anak nakal itu!.


Tiga pria paruh baya dan seorang pria muda tampan berjalan memasuki kantor dengan wajah gelap mereka.


Petugas yang berjalan di pos lapor segera berlari begitu melihat sosok Arkansas!.


Sang taipan raja perekonomian negara!.


Dan satu sosok Pria muda tampan yang memiliki wajah duplikat pria itu,meski lebih tajam!.


Petugas itu mengingat sosok itu.


Sang Zeus!....


Pria yang dulu pernah menjadi teror di kantor polisi pusat dengan melakukan pembunuhan langsung secara live dengan sebuah layar besar yang ditonton hampir seluruh anggota kepolisian yang bertugas!.


Polisi muda itu mengigil kala tatapan pria itu mendarat padanya.


"M....Tuan Wiguna! ada hal apa hingga anda datang kemari? saya...saya akan segera melaporkan pada atasan kami!" Polisi itu mengigil dibawah tatapan dua tiran berbeda generasi itu.


"Archana Angelica Wiguna! dimana,adik saya?!"


Degggg


Tubuh polisi itu semakin mengigil.


Gadis manis itu lagi?.


Suara berat dengan lapisan es penuh ancaman sukses membuat kaki setiap orang yang mendengar melemas seketika.


Arkansas menyeringai dingin,diam melihat putranya menangani situasi.


"Se..sebaiknya anda masuk dan tanya kebagian informasi..." Meski gemetar,polisi itu segera mencari jalan aman agar tak berlama-lama menghadapi dua mata predator itu.


Rion mendengus,melenggang pergi bersama Tristan yang sudah lelah mendengar ucapan gagap polisi muda itu.


Arkansas berlalu dengan langkah cepat Rayga mendahului para ayah.


Kantor polisi seketika hening kala udara menjadi begitu berat dan mencekam saat dua orang yang begitu besar dengan taring dan cakar clan yang menancap di seluruh kehidupan kota London tiba,membuka pintu dengan kasar.


"Opsir Herman! " Panggil Arkansas langsung tanpa basa-basi.


Para petugas langsung melirik pintu putih yang tertutup rapat dengan nama petugas yang tengah keempat pria itu cari.


Brakkk....


Rayga dengan sekali sentak membuka kasar pintu kepala polisi itu.


Dan apa yang keempat pria itu lihat cukup membuat manik mereka membola kaget.


"LEPASKAN RAMBUTKU DASAR BIBI BERMUKA TEPUNG!!"


"DASAR ANAK KURANG AJAR! KAU... LEPASKAN TANGAN KOTORMU DULU DARI RAMBUT MAHALKU!!"


Shock.....


Arkansas menatap syock kearah putrinya yang tengah menjambak brutal rambut seorang wanita seusia kayra,dengan wanita itupun sama menarik bahkan mencakar tubuh putrinya .


"BA*I GEMUK..... BANGUN DARI TUBUHKU.....KAU AKAN MEMBUATKU MATI DITIMPA TRUK GANDENG SEPERTIMU!!"


Sementara itu Rion dan Tristan saling melirik horor,itu bisa mati putra kecil mereka tertindih anak perempuan yang tubuhnya dua kali lipat dari tubuh Archana!.


Rayga menatap dingin kearah para polisi itu,adiknya terlihat mengenaskan dengan rambut berantakan juga darah disudut bibir.


"ENOUGH!!" Raung Rayga murka.


Hening.....


Wanita paruh baya itu terdiam,wajahnya yang semula merah padam akibat emosi terganti wajah terpesona kala menatap sosok pria paruh baya yang berdiri angkuh menatap dingin semua orang.


Itu sang duda Taipan incaran para wanita dewasa seantero Inggris!.


Apakah ini mimpi?.


Segera ia melepas jambakan pada rambut Archana dan bergegas merapikan penampilan serta senyum manis diwajahnya.


"Tuan Arkansas Wiguna? anda kemari ada hal apa?" Wanita itu bertanya dengan senyum genit.


Abai...


Para pria itu justru berjalan cepat kearah dua sosok bungsu kesayanganya mereka.


Rion dan Tristan membantu Syura berdiri dan membiarkan anak itu meneguk segelas air kala wajah imut anak laki-laki itu terlihat pucat.


Arkansas berjalan menghampiri Opsir Herman,dan Rayga menarik tubuh sang adik menghadap dirinya.


Grephhh.....


Rayga memeluk tubuh adik manisnya dengan wajah gelap,merapikan rambut bak terjangan badai Archana dengan sakit hati.


"Ka...kakak...." Cicit Archana mulai takut akan wajah gelap Rayga.


Brakhhhh...


"CHA-CHA!!" Pekik Raino yang entah datang dari mana,mendobrak pintu dan berdiri disana dengan wajah dramatis.


hingga....


BRUKHHH...


"Minggir no...kau menghalangi pintu!" Raider menghantam dari belakang tubuh saudara kembarnya itu hingga dengan naas pria model majalah internasional itu terjungkal ke depan dengan wajah jengkel.


Berdiri mengelus dada,hendak melangkah namun.


"Awas...awas...mami mau masuk!!" Kayra mendorong kembali tubuh Raino dengan sakura yang mengikuti dari belakang.


Raino menatap para keluarganya dengan mata berkaca-kaca,mengelus dada dan menatap kearah atap dengan senyum nanar.


"Oh Tuhan...apakah aku ini adakan anak pungut yang selalu ternistakan? mengapa pria tampan ini mendapatkan keluarga bar-bar seperti mereka?! " Rion menggeleng miris melihat kelakuan putranya itu.


"Kau gila son?" Tanya Rion menggeleng miris.


"Kau yang gila tuan Arion!!" Dengus Raino melenggang pergi ingin melihat adik manisnya saja dari pada menghadapi ayahnya yang gila!.

__ADS_1


...🌹...


...TBC...


__ADS_2