Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Wake up


__ADS_3

...Jangan lupa tinggalkan jejak ya 🌹...



...🥀...


...H...


...a...


...p...


...p...


...y...


...R...


...e...


...a...


...d...


...i...


...n...


...g...


...🥀...


Healthy Hospital...


Morning 08.00 Two day later....


Setelah terpejam hampir tiga hari lamanya,kini mata indah itu perlahan terbuka.


Tubuhnya terasa kaku,wanita cantik dengan seluruh tubuh terbalut perban itu menghela nafas panjang.


Menatap seluruh ruangan yang terlihat dipenuhi aroma jasmine,tidak seperti ruang rawat pada umumnya, asline.Tersenyum melihat beberapa orang yang terlihat familiar masih nampak terlelap disebuah sofa panjang dan beberapa lagi berada di lantai berlapis karpet bulu tebal.


"Eghh..kemana kakimu kau letakkan idiot?" Diego,pria yang tengah terlelap dibawah lantai itu mendorong sebuah kaki entah kaki siapa yang bertengger manis diatas dadanya, karena sang pemilik tidur tengkurap dan asline tak melihat wajahnya,meracau dengan mata terpejam.Diego kembali tertidur pulas.


" Mami kaos kakiku mami letak dimana?" Asline hampir terbahak melihat sosok lain dari seorang raider,pria itu meracau dengan wajah merajuk yang terlihat lucu.


" Hiks...kenapa kau memukulku Ria? kau jahat! "Dan satu lagi,asline menggeleng geli melihat Raino yang nampak mengguncang bahu Arshenio dalam kondisi setengah sadar.Menganggap arshenio sebagai Victoria!.


" Papi jangan berebut donat denganku!" Asline menatap Xain tak percaya,pria berwajah tembok itu?! Sungguh ajaib melihatnya bergumam kekanakan!.


Pufttt....


Hahahaha......


Akhirnya,tak perduli akan rasa sakit akibat tawa yang pecah tak terbendung.Asline sukses membuat para pria tampan itu terbangun dengan wajah linglung!.


"Saudari ipar kau sudah bangun?!" Raino bangkit setelah menghempas tubuh arshenio yang seenaknya memeluknya bak sebuah guling!.


Pria itu berlari semangat mendekat,tak perduli dengusan jengkel para saudaranya.


"Hm..kalian kenapa bisa tidur disini?" Asline bertanya geli,wanita cantik itu mencoba bangun,namun tubuhnya terasa remuk walau hanya gerakan ringan saja.


Raider yang sudah berdiri disisi ranjang segera mendorong lembut tubuh asline agar kembali berbaring dengan tenang kembali.


"Bagaimana kau bisa bangun begitu cepat saudara ipar?! kemarin baru saja kau mengalami operasi besar! cepat berbaring!!!"Gusar Diego.


Asline terkekeh rendah, hatinya menghangat oleh kasih sayang para saudara suaminya itu .


Seakan dia punya begitu banyak kakak laki-laki!.


"Jangan meremehkan ku Diego,aku bahkan bisa bertarung dengan tubuh terluka! aku istri Rayga aku tidak bisa begitu lemah!"Asline berkelakar,senyum tulus juga wajah khawatir mereka begitu nyata.Tidak seperti apa yang keluarga pamannya Dante!.


Diego mengangguk,menatap dengan sorot sendu hingga tepukan xain menyadarkan pria itu.


"Tapi..hanya kalian? dimana yang lain? Kakek,para ayah,ibu? juga....suamiku?" Asline bertanya dengan senyum tipis diwajahnya yang masih pucat.


Para pria tampan itu saling melirik,dan akhirnya tertawa kikuk.


"Aduh saudari ipar ku yang cantik! para ayah laknat itu tentu saja harus mengurus bisnis..kakek sudah terlalu tua untuk menginap dirumah sakit,jadi dia pulang bersama nenek.Dan para ibu,mereka akan datang setelah mengurus rumah dan para suami mereka tentu saja....dan big bro...dia......" Raino melirik bengis raider agar membantunya mencari alasan,enak saja mereka membiarkan dirinya susah sendiri!.


Asline menatap Raino aneh,mengapa para pria tampan ini saling melirik?.


"Hahaha..saudara Rayga tengah melihat kondisi Maxim...kau tidak tau bukan bahwa dia hampir mati saat perjalanan menemukanmu? selain itu archa juga masih dirawat oleh karena itu yah.... seperti itulah" Akhirnya Diego yang berbicara setelah melihat raider yang membisu.


Yah,tentu saja itu hanya alasan.Karena sejatinya kedua orang yang pria itu sebutkan sudah dalam keadaan baik-baik saja setelah beristirahat kurang dari dua hari dalam perawatan ekstra!.


Dan tentu saja,raider itu tipe pria yang sulit merangkai kebohongan!.


Jadi,jangan pernah berharap padanya!.


Asline mengangguk tanpa kata.


"Bagaimana kondisi max dan archa sekarang?" Para pria itu menatap asline dengan segala pemikiran.


"Archa sudah hampir pulih, Maxim juga begitu..hanya saja selama beberapa minggu ini harus memakai kursi roda atau penyangga karena luka pada kakinya" Jelas xain sabar.


Ceklek.....


Semua mata dengan cepat menoleh kearah pintu begitu suara pintu terbuka terdengar.


"OH TUHAN...CUCU MENANTU NENEK AKHIRNYA SADAR!!!" Anggi memekik senang,wanita tua itu berjalan cepat dengan memberi eat box kepada suaminya dengan gusar.


Para pria muda itu hanya bisa mengelus dada sabar akan pekikan maut sang nenek.

__ADS_1


Rafendra meratap akan sederet kotak sarapan yang kini berada ditangannya.


Tak ada harga diri sekali dibuat oleh sang istri!..


Sabar.......


"Nenek!!" Asline menyapa dengan senyum penuh kebahagiaan.


Senang rasanya melihat wanita tua baik hati itu lagi!.


"Oh sayangnya nenek...betapa malangnya kamu nak!" Anggi menangis dan memeluk tubuh asline dengan mengecup pucuk kepala cucu menantunya itu dengan sakit hati.


"Kamu sudah menderita sayang....sekarang nenek akan selalu berdoa agar ini tak pernah terjadi lagi!"Asline dengan tangan terulur lembut mengusap wajah tua itu dengan penuh kasih .


"Tidak apa-apa nenek..sekarang semua sudah baik-baik saja, Line ditengah keluarga lagi.Orang-orang yang mengasihi juga menyayangiku dengan tulus.Semua baik-baik saja....aku tau itu" Asline berucap menenangkan tangisan Anggi yang kian menyayat.


Kayra dibelakang berdiri dengan bibir bergetar dan tatapan mata penuh kesedihan,namun bibir tak mampu berkata-kata.


"Bagaimana kondisimu nak? jika butuh sesuatu katakan saja pada kakek!" Rafendra mendekat mengusap rambut panjang dengan wajah terbalut perban dengan penuh itu dengan tatapan dalam.


Asline menggeleng samar dan menatap kakek mertuanya itu dengan senyum manis.


"Tidak kakek... sekarang aku merasa jauh lebih baik..mungkin tinggal luka-luka yang tertutup perban saja...." Rafendra mengangguk dan terkekeh geli melihat manik grey itu sibuk menyebar pandangan kearah pintu .


"Mencari anak laknat itu?" Rafendra berceletuk dengan santainya.


Kayra menggeleng takjub akan sang ayah mertua.


Pangeran mahkota clan ini saja dikatai anak laknat, lalu bagaimana dengan para putra mereka yang lain?!.


Orang tua yang begitu arogan!.


Sayangnya itu adalah ayah mertuanya tersayang!.


"Dad......" Kayra memperingatkan dengan sabar.


"Apa? apa lagi salah pria tua ini?" Rafendra menyahuti kayra dengan wajah tanpa beban.


Para inti yang ada hanya bisa tertawa paksa,mau menyahuti balik yang ada nanti mereka terkena siraman panas kembali dari sang kakek!.


"Saudari ipar....setelah jahitan luka diseluruh tubuhmu kering,maka aku dan Gion sendiri yang akan membantu merekonstruksi jaringan kulit baru bersama mama sakura nanti,dia dokter bedah plastik paling hebat di kota ini!" Diego berucap sembari meraih sebuah piring yang baru saja disajikan oleh kayra dari kotak bekal.


" Terimakasih mami" Ucap Diego setelah meraih piring sarapannya.



Kemudian Kayra memberi dua lagi untuk kedua putra kembarnya.



Eat box telah disajikan untuk lima orang pria muda yang memang tidur dan menginap diruang rawat itu,Asline meraih sebuah mangkuk berisi bubur dengan suwiran ayam juga kuah kaldu.


"Mami ini...?" Asline bertanya kaget.



Setelah semua mendapat sarapannya,Anggi duduk sembari terus membelai rambut panjang asline dengan tatapan sendu.


"Asline..."


"Ya kakek..." Asline menyahut saat rafendra memanggil namanya dengan senyum hangat.


"Bagaimana perasaanmu nak?" Rafendra menatap sosok cantik itu dalam.


"Baik kakek...han-"


Ceklek....


Asline terhenti saat pintu kembali terbuka.


"KAKAK IPAR!!"


Dan dua sosok masuk dengan seorang pria yang berjalan dengan sebuah kruk yang menyangga kakinya dan seorang gadis remaja manis dengan seorang pria bersurai pirang memapahnya.


Asline tersenyum lebar,dan sosok manis itu berlari riang dengan pekikan horor para kakak juga sang pria bersurai pirang.


Rafendra menghela nafas sebelum memanggil geram.


"Archana Angelica Wiguna! ingat kakimu.......!"


Dan ruang inap itu jatuh hening seketika.


"Ku menangis merasakan betapa kejamnya dirimu pada diriku...." Gumam gadis itu dengan dramatis.


Dan tawa pecah seketika begitu sejengkal lirik yang berasal dari seorang penyanyi Indonesia itu diucapkan gadis itu dengan ekspresi tertekan.


...........


Dikeheningan yang mencekam.


Disebuah padang yang begitu luas dengan tak ada apapun yang tumbuh diatasnya.


Sebuah mobil Range rover hitam berhenti tepat ditengah Padang.


Trangkkkkk...


Tak lama,tanah didepan mobil itu bergemuruh dan mulai terbelah.


Sebuah lorong panjang mulai terlihat dengan deretan lampu memenuhi sisi dinding lorong yang terlihat tamaram.


Rayga,pria dengan wajah berkabut badai itu turun dari dalam mobilnya.


bibir tipisnya terkatup lurus,sepasang mata kelam itu terlihat menatap tajam hingga seakan menjadikan sebuah fatamorgana jurang kelam yang begitu gelap.

__ADS_1


Melangkah dengan langkah berat nan membawa aura peringatan yang kejam.



Tangga demi anak tangga mulai terbentuk.


Kakinya yang jenjang nan kokoh membawanya masuk semakin dalam.


Padang eksekusi!...


Sebuah lorong bawah tanah dibentuk dibawah padang dengan begitu banyak alat dan beragam cara penyiksaan paling kejam yang tak pernah dilihat secara langsung oleh mata.


Sederet penjaga dengan topeng separuh wajah putih bermotif mawar hitam menunduk dengan bibir terkatup rapat.


Malam ini....


Para penjaga itu tersentak begitu melihat sang pemimpin turun langsung tanpa para inti mengambil tanggung jawab mengambil peran sebagai Deadly Angels!.


Kedatangannya,bak sosok gunung es yang berdiri tinggi.Menyendiri dengan berbagai kekejaman yang telah dirinya buat selama 25 tahun hidup sebagai sulung clan Wiguna.


Klanggg...


Sebuah pagar besi terbuka dengan satu sosok pria berwajah tampan yang berdiri tanpa ekspresi menunggu.


"Big boss......silahkan!" Sosok itu memberi jalan begitu sebuah pintu terbuka.


Rayga tak menatap hingga sosok itu bertepuk tangan dan dua orang pria dengan cambuk besi keluar dan memberi penghormatan dengan kepala tertunduk sejenak.


"Kerja bagus Cristian.. pergilah..." Rayga berucap dengan sosok Cristian,putra angkat dari Cristal dan Nixon itu menatap dengan sorot mata penuh tekanan.


"Big boss..biarkan kami saja y-"


"Aku menyuruhmu pergi,apa perlu aku memotong kedua telingamu?" Senyum dingin itu terbit,Rayga memotong ucapan Cristian tanpa mau mendengar apapun lagi.


Putra Cristal itu bungkam dengan tubuh menegang.


Menyadari sang pemimpin tengah dalam suasana hati tak bisa dibantah,Cristian mengangguk dan pergi dengan dua orang anggota BE yang bertugas menyiksa tawanan mereka sebelumnya.


Cristian akhirnya pergi.


Rayga berjalan masuk dengan wajah dingin terbalut badai emosi.


Udara terasa jatuh ketitik beku saat ruangan berlokasi semakin masuk kedalam tanah,terasa dingin menyesakkan disertai aroma amis juga udara yang pengap.


Kakinya berhenti begitu menatap satu sosok yang terlihat mengenaskan dengan tubuh penuh luka cambuk juga kedua kaki tangan terikat dengan posisi terbalik.


Rayga menyeringai dingin.


"Bagaimana rasanya? kau yang terbiasa menyiksa orang kini berada diposisi itu? aku bisa memberimu kematian lambat atau sebaliknya....tapi kurasa,kau tidak ingin mati dengan cepat" Suara jenaka rayga terdengar dingin dipenuhi ejekan.


Zergan,pria itu membuka matanya dengan susah payah.


"Bedebah keparat kau Wiguna!" Pria itu mendesis dengan tatapan sengit.


Darah memenuhi seluruh wajahnya dengan lebam dimana-mana.


Rayga menyeret sebuah kursi kayu dan duduk dengan bersilang angkuh.


"Bedebah? keparat? bukankah kau menyebut dirimu sendiri..." Kekeh rayga sinis.


Tatapan penuh kebencian juga amarah dilayangkan zergan pada sosok yang kini duduk menatap dirinya layaknya seorang kaisar yang menatap rendah bawahannya.


"Bersiaplah..malam ini akan menjadi malam terakhirmu" Rayga bangkit dan berjalan pergi dengan senyum dingin diwajahnya.


"APA MAKSUDMU SIALAN?! KEMBALI DAN BERTARUNG SECARA JANTAN! BEDEBAH WIGUNA KEMBALI KAU!!!!!!" Rayga acuh berjalan seakan tuli akan raungan kemarahan zergan yang masih terikat kuat disebuah katrol dengan tiang baja.


Trangkkkkk..


Pintu tertutup otomatis.


Cristian berdiri diluar dengan wajah terdistorsi.


" Siapkan empat mobil sport dan panggil Raino, Arshenio,Diego juga Raider" Ryuga pergi setelah selesai memberi perintah.


Cristian mengangguk meski raut tak mengerti terukir.


Empat mobil sport? untuk apa?.


Rayga melangkah pergi dengan senyum lembut begitu menatap layar ponsel yang memberi informasi bahwa bunganya telah mekar kembali,istrinya telah sadar!.


Keluar dari lorong bawah tanah dan memasuki mobil kemudian melaju pergi dengan senyum bahagia diwajahnya seakan aura gelap tadi hanya bayangan ilusi sesaat.


.........🥀..........


Para gadis cantik dengan dua orang pria muda, dengan wajah lelah baru saja memasuki sebuah bandara internasional Jepang untuk kembali menuju London.


"Huft....tak kusangka pernikahan ala Jepang itu sangat rumit!" Gadis cantik dengan rambut terikat ponitail berucap lemas.Victoria menghela nafas panjang.


"Kau benar,tapi selama ini fikiranku tak fokus.Semoga saat kita kembali asline baik-baik saja!" Aira berucap cemas.


"Beruntung ayah Ryuga dan ibu Angel mengerti akan ketidak hadiran kakek dan yang lainya pada pernikahan Ryu dan Rubi!"Raels menimpali.


"Sudahlah..bukankah kakek sudah mengutus kita semua sebagai perwakilan!" Acella berucap santai dengan ponsel yang terus berbunyi nyaring.


"Hm..bahkan Mr Arkansas sampai membeli sebuah kapal pesiar sebagai hadiah dan permohonan maaf karena tidak bisa hadir! gila memang keluarga taipan itu...." Kini suara berat menimpali,Jaiden dan Aldo mengangguk atas ucapan sahabatnya itu.


"Sudahlah...kata alarik asline sudah sadar..kita bisa langsung ke rumah sakit dulu atau pulang dan malam baru menjenguk!" Acella berucap begitu pemberitahuan lepas landas terdengar .


"Malam mungkin lebih baik!" Usul Aldo dan para gadis itu mengangguk setuju.


Yah,setidaknya mereka tau semua akan kembali membaik.


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2