
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Happy reading...
...And...
...Stay here...
...🍃...
Pagi hari menyapa dengan sinar lembut sang surya,para pekerja bungalow terlihat mulai sibuk beraktivitas.
Terlihat dapur adalah tempat dimana segala aktivitas dimulai.
"Ani akan lebih baik petik beberapa buah segar yang ada di kebun untuk membuat jus.Tuan dan nyonya muda pasti lelah setelah semalam...."
"Hihihi...aku sampai kaget saat mendengar jeritan nyonya! apakan tuan muda tidak lelah setelah perjalanan?"
"Hahaha..namanya juga masa muda pak koki! tidak seperti kita yang sudah berumur ini!"
"Hahaha...tidak disangka kota ini menjadi pilihan tuan dan nyonya muda berlibur sekalian honey moon! padahal kan negara Eropa sendiri adalah pusat dari hal yang berbau Romantis!"
"Iya..kau benar.Selain Paris ada banyak sekali yang bisa dijadikan destinasi perjalanan romantis... tidak disangka nyonya tua menghubungi kita yang ada di sini!"
"Sudah jangan ribut terus..cepat siapkan sarapan biarkan semua siap saat tuan dan istrinya bangun! setelah semua siap kembalilah ke rumah belakang dan datang saat pergantian kerja!"
Para pekerja sibuk bercengkrama dengan wajah sumringah,takjub atas kejadian semalam.
Sementara itu...
"Apa lihat-lihat?!" Asline berucap ketus.
Rayga terkekeh gemas dan menatap intens manik grey itu.
"Senyum...kalau tidak aku akan lakukan yang lebih gila....mau?" Rayga berucap sembari bibirnya menyeringai penuh ancaman.
Wanita itu terduduk di atas ranjang dengan wajah kesal dan tentu saja senyum itu akhirnya terbit meski terlihat tak rela, rambutnya kusut dan tubuhnya terbalut selimut dari ujung kaki sampai batas dada.
Menatap suaminya nyalang dan pria tampan itu justru tertawa tak berdosa!.
Rayga terkekeh geli sembari menopang kepalanya di atas satu tangan,berbaring sembari menatap istrinya geli.
"Padahal tidak kugempur semalam...kenapa marah?" Rayga berucap dengan kerlingan jahil.
Asline mendelik,lihatlah wajah rupawan yang kini tersenyum miring seakan tak berdosa.
"Memang! memang ka...kamu tidak gempur! tapi..tapi kamu habis mengerjai tubuhku!!! aku tidak bisa tidur nyenyak...lihat kantung mata ini! Hitam seperti si kembar panda dan aku nampak seperti wanita tua kamu tidak tau bagaiman-"
Cup.......
Manik asline terbelalak,lahar panas yang meletus seketika terhenti saat bibir hangat itu mencium bibirnya lembut.
"Pagi-pagi jangan bawa emosi dear..kenapa memangnya kalau ada lingkaran hitam? kamu tetap wanita tercantik sejagad raya....lihat mataku...apa ada tanda lain selain cinta? jangan mengomel terus nanti sakit tenggorokannya ...." Asline kehilangan kata-kata.
Mengapa?! dan mengapa dirinya selalu luluh oleh si penebar bujuk rayuan setan ini?!.
Asline menutup seluruh kepalanya dengan selimut,wajahnya panas dan ingin sekali ia berteriak atas ucapan manis iblis penggoda ini!.
Rayga tertawa,bangkit dengan tubuh atas shirtless hanya tersisa celana kain hitam selutut.
Lihatlah seluruh otot perut juga dada bidang dengan bahu kokoh serta rambut yang acak-acakan!.
Bukanya terlihat buruk,pria ini benar-benar reinkarnasi iblis jantan penggoda!.
Srakhhh...
"HUBBY.....WHAT ARE YOU DOING?!!!!" Jerit asline saat selimut yang menutupi tubuh polosnya tersingkap,wajah tampan itu menyeringai dengan tatapan bak predator.
"Se*si Angel....." Rayga bergumam dengan suara serak basahnya.
__ADS_1
Asline tertunduk malu,benar.
Rayga semalam tidak membobol goa,hanya bermain-main dengan tubuhnya hingga kini tubuh itu penuh kissmark dari leher hingga paha!.
Rayga terkekeh,meraih tubuh telanj*ng menggoda itu dan menggendongnya menuju kamar mandi.
"Mandi dan sarapan dulu...setelah itu kita akan menjelajahi kota Jogja...bukankah istriku ini ingin berburu street food....?" Rayga berucap jenaka,namun tangannya dengan jahil mencubit bo*ong sintal istrinya.
Asline dengan wajah panas dan manik melorot geram hanya bisa terdiam pasrah atas ulah ca*ul pria ini,pria yang sayangnya adalah suaminya.
"Tangan.....!"
Ucap aslien dengan mata menatap tajam wajah tampan suaminya.
Rayga semakin tertawa,pria itu menunduk dan mengecup kening yang terus mengernyit dalam itu.
"Kenapa dengan tanganku?" Rayga membalas santai,sungguh menggoda si cantik ini benar-benar hobi yang menyenangkan baginya.
Asline mendengus dan dengan senyum manis memelintir perut rayga dengan tangannya yang bebas.
Rayga mengernyit dalam,sakit cukup membuatnya kaget.
"Dear...."
"Apa?" Asline menjawab panggilan peringatan itu dengan senyum polos.
Rayga tersenyum miring,menjilat bibirnya yang terasa kering.
Sial,betapa sintal body istirnya ini!.
"Jangan memancing...hanya aku yang boleh memancing,wanita cantik tidak boleh nakal atau seekor naga akan masuk kedalam goa surgawi itu dan aku jamin rencana jalan-jalan ini akan batal....." Asline mendelik,mengerti jelas ucapan penuh simbolis pria tampan ini!.
Akhirnya,dalam langkah menuju kamar mandi yang diisi oleh sikap tiran rayga dan korbannya yang malang.
Begitu pintu bathroom dibuka, asline menatap takjub bathup besar bergaya Italian itu.
" Kamu bisa mandi dibalik kaca itu dengan tubuh sek*imu.. sementara aku menatap dari dalam kolam air panas itu..bukankah itu pemandangan yang indah?..." Rayga kembali melempar godaan iblis.
Handuk itu hanya mampu menutup setengah dada juga setengah paha!.
lebih baik dari pada dirinya harus sepolos bayi dihadapan iblis cab*l ini!.
"Mimpi!" berucap sengit dan asline tanpa banyak kata lagi segera menutup pintu kaca dan segera menarik tirainya.
Hahahaha.....
Asline mendengus kala tawa lepas itu kembali terdengar,rayga menatap pintu kaca itu geli.
Apa istirnya ini berfikir hanya dengan sebuah kaca tipis bisa menghentikannya? Sungguh pemikiran yang lucu!.
Tapi,rayga segera berbalik mandi dibagian sisi lain.Sudah cukup menggoda istirnya atau pada akhirnya dirinya akan menyesal jika si cantik ini merajuk!.
..........
Rayga menuruni tangga seorang diri,istrinya belum selesai bersiap dan dirinya hanya bisa pasrah turun menuju ruang makan seorang diri.
Para pelayan telah kembali ke halaman belakang,hanya menyisakan kepala pengurus bunglow.
"Selamat pagi tuan muda...apakan istirahat anda dan nyonya muda baik?" Wanita dengan pakaian pelayan hitam dan putih dengan sebuah pin berlambang elang berlapis emas tersemat didada kiri menyapa ramah.
Rayga menatap wanita seusia sang nenek itu dengan senyum samar.
"Cukup...apa kabar anda bibi sari?" Rayga membalas dengan cukup baik,meski wajahnya tetap dingin seperti saat remaja dulu,Sari.
Kepala pengurus bungalow itu tak merasa tersinggung.
Sudah sebuah kemajuan jika sang tuan muda sulung ini mau sekedar membalas sapaan.
Sari,wanita berusia 50 tahun itu tersenyum lembut dan mengangguk samar.
"Alhamdulillah saya baik tuan muda..senang bisa melihat anda lagi diusia tua saya..."
__ADS_1
Rayga tersenyum tipis duduk dikursi utama meja makan.
"Nasi kuning?" Rayga berucap heran.
Sari tersenyum maklum.
"Sambutan selamat datang dari kami untuk tuan dan istri... " Rayga tersenyum,wanita tua ini punya hati yang begitu tulus.
"Bibi akan berumur panjang...sama seperti nenek,kalian adalah wanita hebat!" Rayga membalas dengan anggukan sembari menatap menu sarapan pagi yang sangat menu ala Indonesia.
Hingga...
Taph...taph...
Suara kaki mendekat dengan halus.
Rayga mengangkat wajah dari arah meja makan menuju tangga.
"Cantiknya istriku...." Batinya dengan senyum lembut bergerak meraih tangan istrinya agar segera duduk bersama menikmati waktu sarapan.
"Selamat pagi ....." asline berucap kikuk saat belum tau pasti siapa yang kini sedang ia ajak bicara.
"Saya sari nyonya muda...saya kepala pengurus bungalow.." Sari menjawab maklum.
"Ya.. selamat pagi bibi sari...."
Rayga menarik wajah cantik itu agar menatapnya,menyodorkan sesendok nasi kuning dan asline menerimanya dengan wajah merona malu.
"Saya akan tinggalkan tuan muda dan nyonya menikmati sarapan.." sari undur diri dengan senyum hangatnya.
"Setelah ini kita akan kemana?" Asline bertanya ditengah menikmati suapan suaminya.
"Rahasia....." Rayga tersenyum penuh arti,mengecup bibir yang ternoda sambal itu gemas.
Asline mengerang dan menyentil bibir nakal itu gemas.
"Jangan cium-cium lagi makan!" Rayga hanya membalas tawa atas ucapan kesal istrinya.
Yah,setelah sarapan pukul 8 pagi mobil Lamborghini hitam milik rayga saat pria itu masih remaja akhirnya keluar dari garasi lagi setelah sekian lama.
"Ini mobil kamu? serius? tahun berapa?!" Asline bertanya tak percaya.
"Aku beli saat berusia sekitar 14 tahun...sejak pertama kali dikirim Daddy ke Indonesia.Sekarang usiaku sekitar 27-28? mungkin 14 tahun yang lalu?" Rayga berucap sembari mengingat kapan mobil ini ia beli .
Tentu saja beli dari uang hasil usahanya sendiri,bukan uang milik Daddy apalagi kakeknya.
"Wow...." Asline tak mampu berkata.
Mobil ini sudah cukup lama,tapi masih terjaga seperti baru!.
"Sudahlah...selain mobil ini aku punya sebuah motor saat menjadi ketua dark eagle..want a see that?" Asline mengangguk semangat.
Terasa seperti menyelami masa remaja seorang rayga yang terkenal sebagai pangerannya ekonomi Eropa!.
Perasaan ini semakin kuat saat melihat kuda besi yang pernah dijadikan sebagai ikon dari kelompok geng motor dark eagle dulu.
"Kamu tau dear....belum ada satupun perempuan yang pernah naik di jok belakang Thunder! bahkan archa,dan kamu adalah yang pertama dan untuk selamanya!" Asline terdiam,menatap manik tajam yang terlihat teduh itu .
Kebenaran terlukis disana.
Asline dapat membayangkan teriakan para gadis remaja pada rayga muda saat pria tampan itu datang ke sekolah dengan motor hitam nan gagah ini!.
Yah,sudah dapat dipastikan.
Rayga, dulu dapat asline pastikan merupakan seorang most wanted boy di masa remajanya dulu!.
__ADS_1
.....TBC.....