
...Vote,like dan komentar ya ❣️...
...🍹...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🍹...
Kini ketiga keluarga politikus itu sudah lengkap datang memenuhi kantor kepolisian.
Mata para pasangan paruh baya itu menatap sosok gadis mungil yang bahkan tak berani mengangkat wajahnya melihat keributan yang disebabkan olehnya.
Acella merasakan entah mengapa punggungnya menjadi dingin,entah iblis mana yang akan dikirim mengurusi kasus adik kecil mereka!.
"Inikah yang menghancurkan telapak tangan putraku?!!" Sosok pria paruh baya berdasi putih bergaris menatap tajam sosok mungil yang terlihat rapuh dengan tak percaya.
"Benarkah? apa dia juga yang sudah menghancurkan kepala putraku?! tidak bisa dipercaya!!" Pria paruh baya lain dengan jas formal hitam memicing menatap dua orang gadis yang duduk di kursi interogasi.
Gadis yang satu terlihat sedikit tomboy dan acuh tak acuh,sedang yang satu lagi gadis mungil yang terlihat lemah lembut dan sangat manis.
Apa penglihatan mereka tidak salah?.
"Tuan kepala polisi,anda jangan main-main dengan kami! kami ini sibuk dan butuh melihat pelaku sebenarnya dengan jelas! anda jangan mempermainkan kami dengan menunjukkan gadis kecil ini!!" Pria paruh baya dengan kemeja putih serta kumis tebal menghardik kepala polisi yang sudah menghela nafas frustasi.
"Suami!! kepala polisi itu benar,bahkan anak-anak kita sudah mengakui bahwa gadis itulah yang memukul mereka!! percayalah" Istri dari politikus berdasi putih itu menekan dengan jengkel.
Mengapa para suami mereka tidak percaya?.
Sungguh menjengkelkan!.
Gadis remaja mungil itu menghancurkan kepala seseorang dengan sebuah pot tanaman hanya karena terdorong sedikit? para ibu dari remaja nakal itu memaki geram.
Tidak tau saja!.
Nyonya Murfei,istri dari ketua parlemen partai oposisi maju,menunjuk wajah manis Archana dengan emosi.
"Kau!! kepala putraku hancur seperti telur!! dan para dokter hampir tak bisa menyelamatkan anakku!! sekarang kau harus bertanggung jawab jika sampai putraku terjadi apa-apa!!" Wanita bernama Murfei itu benar-benar meraung membuat tubuh kecil Archa mengigil.
Acella sudah memeluk adiknya dengan menatap tajam wajah wanita itu kejam.
"JAWAB... KAU YANG MENGHANCURKAN TELAPAK TANGAN PUTRAKU?!!" Ayah dari remaja yang dihantam telapak tangannya dengan tongkat besi membentak tepat didepan sosok Archana yang sudah terisak.
"I..hiks...ia,tapi...tapi-" Wajah mungil itu terangkat dengan pipi bakpao memerah serta hidung mungil yang kembang-kempis.
Lucu sekali!
Puftttt.........
Acella mendengus mendengar para polisi muda itu mati-matian menahan tawa.
Apakah mereka tidak bisa serius?.
Acella merutuk,mengapa kakaknya lama sekali tiba?.
"Mengapa kamu ikut campur dan apa alasanmu memukul putra kami?!" Wanita paruh baya itu bertanya dengan tidak tau malunya.
Sungguh para polisi itu menggeleng miris.
Sudah jelas gadis kecil itu hanya membela diri saat diganggu,yah meski reaksinya memang sedikit berlebihan,namun siapa yang tega memarahi gadis remaja manis bak boneka Barbie itu?.
"Huft....Archa hiks..lelah ditanya terus kakak!! memangnya perlu alasan apa lagi untuk memukul orang-orang jahat?!!" Acella terkekeh,adiknya ini benar-benar polos atau pura-pura lempar batu sembunyi tangan?.
"APA?!! KAU SEBUT PUTRA KAMI ORANG-ORANG JAHAT?!! APA KAU INGIN KAMI TAMPAR SAMPAI MATI HAH?!! BERANINYA GADIS RENDAHAN SEPERTI KALIAN MENGHINA ANAK-ANAK KAMI!!"
Suasana jatuh kembali dalam ketegangan.
Brakhhhh....
Acella sudah geram, kesabaranya sudah habis .
Gadis cantik itu menggebrak meja dan menunjuk wajah istri kepala parlemen itu dengan emosi.
"TUTUP MULUT SAMPAHMU WANITA TUA!! KAU FIKIR SIAPA KALIAN BISA MELUKAI ADIKKU?!! SEBELUM ITU KALIAN AKAN JADI MAYAT!!" Raung Acella berapi-api.
Ruang interogasi semakin memanas.
"Hahaha...lihat...lihatlah gadis tidak beretika ini!! sudah salah justru melawan orang yang lebih tua darinya,apa orang tua kalian tidak pernah mendidik etika pada kalian berdua? apa ibumu yang mengajari kami jadi calon penjagal?!!" Suara sinis terdengar dari salah satu ibu para remaja itu.
Hingga...
Hiks......
Acella menunduk menegang kala mendengar suara tangis pilu adiknya.
"Hiks...ya...benar...Archa memang tidak punya ibu dari kecil! hiks...tapi...tapi tolong jangan menyalahkan ibu Archa karena kesalahan Archa nyonya,hiks....ibu Archa akan menangis di surga nanti!" Tangis Archana lirih.
"Hahaha.. pantas saja,ternyata anak yatim tanpa ibu.Jelas saja tempramennya begitu buruk!!" Wanita bergaun ungu pekat itu menghina sinis.
Wajah sembab itu sungguh menyedihkan.
Acella mengepalkan kedua tangannya menahan sakit hatinya.
PLAKKKKKKK........
__ADS_1
Brakhhhhh......
Suara tamparan keras itu menggema diseluruh ruangan.
"BERANINYA KAMU MENAMPAR ISTRIKU!!"
Pria dengan kumis tebal itu bergerak membantu istrinya yang terlihat shock menyentuh pipinya yang memerah dengan darah disudut bibir akibat tamparan tiba-tiba dari gadis muda itu.
Acella bergeming,mengusap air mata di pipi adiknya.
"Menampar? harusnya kau bersyukur aku tidak membunuh istrimu! bahkan di kantor polisi sekalipun aku tak takut bahkan untuk membuat keluarga kalian semua musnah!! kalian menantang orang yang salah!!" Acella memeluk tubuh bergetar adiknya menatap wajah semua orang dengan dingin.
"Sampah!"
Kata-kata gadis itu sungguh kejam dan pedas!.
Para pasangan itu menatap dengan wajah murka,bahkan para polisi sudah menahan kedua wanita paruh baya yang terlihat sangat ingin membunuh sosok cantik itu
"Semuanya,tolong tenang dan jangan lupa ini adalah kantor polisi!!" Bentakan tajam Kepala polisi muda itu terdengar cukup keras.
"Hahaha..kenapa kalian marah? bahkan jika aku harus mendekam disini,tak masalah selama aku bisa merobek mulut istrimu itu tuan !!" Sinis Acella terdengar tidak main-main.
BANGGGGGG.......
Dan keributan tak lagi bisa dihindarkan saat ketiga wanita paruh baya itu tiba-tiba maju dan menyerang Acella yang berusaha melindungi adiknya.
Para wanita itu sudah tersulut,mereka menjambak memukul dan menampar keras pipi Acella yang kedua tangannya telah terkunci oleh kedua wanita paruh baya lainya.
Para polisi berusaha melerai namun para suami menghadang dengan kekuasaan mereka setidaknya gerak polisi itu sedikit terhambat.
Kekacauan......
Para bodyguard yang dibawa tiga keluarga itu menahan anggota kepolisian dan membiarkan para majikan mereka bertindak kasar.
"Tuan Murfei!! tidakkah anda merasa tindakan kalian ini sangat keterlaluan?! " Kepala polisi benar-benar miris melihat dewan rakyat ini benar-benar menyalah gunakan kekuasaannya.
"Tuan kepala polisi,anda jangan ikut campur jika tak ingin jabatan anda kami lengserkan!! keterlaluan? apa anda sudah bosan menjabat?! keputusan kami adalah hak mutlak dan anda harus setuju,suka tidak suka! karena disini anak kamilah yang jadi korban!! pengawal....cepat bawa gadis kecil itu keluar!!" Murfei menyerigai bengis,jika putranya tak selamat maka gadis mungil ini harus membayar dengan nyawanya.
Archana terdiam mematung melihat sang kakak sudah kacau akibat menjadikan tubuhnya tameng untuk melindungi dirinya.
BRUKHHH....
Acella mendorong tubuh seorang wanita paruh baya dengan dress ungu yang menahan tangan kanannya.
Brakhhhhh...
ARKHHHHHHH....
Wanita itu menjerit begitu tubuhnya jatuh menghantam sisi meja kerja polisi.
"Kau!!! " Acella menunjuk pada pria paruh baya yang ia ketahui bernama Murfei.
"Langkahi dulu mayatku jika kau berani membawa adikku!!" Acella yang sudah berhasil lepas segera berdiri didepan tubuh kecil Archana dengan tangan meraih pisau belati dari tas tangannya.
"HAHAHAH......" Suara tawa keras terdengar.
Murfei menggulung lengan kemejanya.
"Gadis muda...apakah kamu sungguh tidak sayang nyawa dan masa depan sampai berani melawan kami? kalian...tunggu apa lagi seret gadis itu kemari dan bawa dia ke rumah sakit tempat putraku berjuang hidup!!" Sentak Murfei dengan wajah datar.
"Dan kau gadis muda! lihatlah apa yang baik dan tidak,menyingkir dan jika kau menghalangi kami,jangan salahkan aku jika kau terluka,aku sudah peringatkan dirimu menjauh!!"
Pintu ruang interogasi sudah diblokir oleh para anak buah politikus itu,para istri mereka tertawa sinis puas melihat keputusan suami mereka.
Archana menunduk menutup mata saat pendengarannya mulai tak menangkap suara apapun.
Acella mengigil,saat ia berbalik untuk melihat kembali sang adik.
Deg.........
Manik coklat madu itu telah berubah gelap!.
Seringai terlihat jelas diwajah manis nan sembab itu.
"Hoammmm....padahal aku baru saja tertidur dan para tikus ini sudah kembali berulah!"
Archana berucap malas,bukan!.
Itu bukanlah Archana,Acela tau.
Gadis ini adalah Archara!.
Archara,gadis itu meraih sebuah pita yang menjadi hiasan tas acella di kursi,meraih dan mengikat asal rambut panjangnya.
Krakhhhhh.....
Krakhhhhh......
Suara tulang leher terdengar disertai manik gadis itu yang menatap dingin semua orang.
"Archa?" Panggil Acela kala adiknya itu berjalan menuju meja polisi dimana tongkat besinya berada.
Hingga, tiba-tiba.
BENGGGGGG......
Brakhhhh.....
Wanita bergaun ungu itu terpental oleh hantaman tongkat yang semula kecil tiba-tiba memanjang dan memukul dengan keras.
"Aku sudah bosan!!" Archara meludah,bergerak cepat menghantamkan tongkat layaknya sebuah mainan.
Mengigil.......
Suara hantaman keras bersahut-sahutan,tubuh yang tumbang kelantai dan darah yang berceceran .
Para polisi serta para politikus itu tersentak kaget.
Apakah mereka melihat ilusi yang begitu mengerikan dengan nyata?!.
15 orang pengawal,dari tiga kepala keluarga politisi sudah tumbang 8 orang.
Kepala mereka bocor dengan sekali hantaman keras dari tongkat bisball modifikasi itu .
Tapi,bukan itu masalahnya!.
Gadis mungil itu menyerang dengan bengis namun,air mata di manik indahnya jatuh berderai.
__ADS_1
Apakah gadis itu manusia atau Iblis berwujud gadis manis?.
Terlalu mengerikan.
Bughhhh.....
Archara menghindari serangan serempak pengawal yang tersisa,mengayunkan tongkatnya hingga tubuh pengawal itu terhempas mengantam meja-meja.
Gemetar!.
Para istri politikus itu mengigil ngeri.
Bughhhh.....
"Archa tidak!!!!!" Acella berteriak kala tubuh adiknya terhempas oleh kepala pengawal,pria yang memiliki badan lebih besar dari pengawal lainya.
Yah,pria itu berhasil merampas tongkat bisball Archana dan meninju perut gadis itu hingga tubuh mungilnya terhempas mengantam dinding.
"Uhukkkk... sialan!!" Umpat Archara kala darah keluar saat ia terbatuk.
Bulu mata lentik nan tebal gadis itu telah basah oleh air mata,jiwa Archana dan Archi menangis keras dalam fikiran Archara.
WUSHHHH....
Archara melompat kala sebuah tinju mengarah pada wajahnya.
Rambut indahnya telah kusut dan berantakan.
Sembari menghindari kepala pengawal,ia menghantamkan tinjunya pada pengawal lain yang mencoba mengunci pergerakkanya.
Tiga orang polisi yang berada di ruang interogasi tidak bisa berbuat lebih saat melihat sebuah pisau terarah di leher Acella.
Manik indah itu semakin basah oleh Cristal bening yang terus berjatuhan.Rambut berkuncir asal terlihat berantakkan dan dibawah manik cerahnya berkilau dingin melihat sang kakak dijadikan sandera.
Murfei tersenyum remeh melihat gerak gadis mungil itu terhenti saat pengawalnya begitu cepat menyandera kakak perempuan gadis itu .
Hingga....
Wushhhhhhhhh.....
Manik indah itu berkilat haus darah,Archara sudah tidak lagi perduli sekitar.
Gadis itu berlari cepat dan bersiap menghantamkan pukulannya kearah wajah Murfei.
1 Detik semakin dekat.
HAPHHHHH......
Grephhhh.......
Dibawah tatapan ngeri semua orang,sosok pria muda tinggi dengan jas Armani hitamnya tiba-tiba entah datang sejak kapan?.
Wajah tampannya begitu tenang,semua orang jatuh terdiam.
Bahkan entah kapan pintu ruangan itu terbuka?.
Pria itu menarik tubuh mungil Archara dan memeluknya lembut.
"Sudah.....tenang sayang....ini kakak" Suara Pria muda itu begiru lembut penuh kasih,meski wajah itu terlihat tanpa emosi,namun dapat Acela tangkap dengan jelas kemarahan yang siap membakar.
"Hiks......"
Pelukan itu mengerat,aroma padang rumput dengan samar kehangatan samudra terasa menyelimuti tubuh Archara yang masih dederai kehausan akan darah.
"Tenang....tarik nafas my stroberi" Yah,Sosok itu adalah Rayganta!.
Pria tampan itu menutup mata sang adik dengan telapak tangannya sementara manik tajamnya melirik Alarik yang berhasil menarik acella keluar dari bahaya.
Satu tangan Rayga menepuk punggung kecil adiknya dengan lembut.
"Archara...jadilah baik dan tidurlah,Archana kembali sayang...." Suara magnetis yang begitu dalam dan berat Rayganta membuat sosok kecil penuh amarah itu tenang.
Gadis remaja manis itu mengangkat wajah dari balik dada bidang sang kakak sulung.
"Kakak.......jangan marah...." Cicit Archana yang sudah kembali saat Archara telah tenang dan tertidur.
Rayga mengusap darah di pipi sang adik,entah darah siapa? Rayga tak perduli selama itu bukan darah sang adik.
"Hmmm...kakak tidak marah sayang... " Balasan hangat itu mengangkat semua beban hati Archana.
Gadis manis itu mengangguk ribut dan menghambur memeluk tubuh tegak sang kakak dengan penuh keluhan.
"Hiks...Archara tidak sengaja melukai orang lain....hiks..lihat kakak,sakit......mereka memukul Archa dan melukai kak cella,huuuuu... lihat,bibir Archa sakit!! HUAAAAA DADDY!!!" Rayganta menatap tajam wajah sang adik,luka disudut bibir,lebam dikulit putih Archana.
Semua itu tak lepas dari mata tajam sang Zeus.
Hati pria itu mendingin dengan badai yang siap mengamuk.
Hufffff...
"Masih sakit sayang...bilang sama kakak mana lagi yang luka" Rayga memeluk dengan sakit hati tubuh lembut adik kesayangannya,meniup lengan kecil yang belum lama ini dijadikan sang adik untuk mempertahankan diri.
Krakhhhhh......
Semua mata membola saat suara patahan tulang terdengar.
Mereka menunduk kebawah.
Sepatu kulit hitam itu menginjak tangah seorang pengawal yang sudah jatuh tak sadarkan diri sejak hantaman pertama Archana jatuh.
"Well...kemana kakiku ini melangkah?" Terkekeh,dan seketika bulu kuduk semua orang berdiri.
Pria tampan itu menghancurkan tangan seorang pengawal dengan sekali pijakan!.
Para polisi menatap pias gadis mungil yang baru saja membatai para pengawal dengan tak percaya.
Air mata buaya yang sangat mengerikan!.
Raygan menyerigai,menatap kearah para politikus yang menatapnya mengigil.
Diseluruh negara Eropa ini,siapa yang tak mengenal sosok Rayganta Alzeus Theodore Wiguna? sang pebisnis kejam yang bisa melenyapkan siapapun tanpa jejak!.
Kali ini,apakah mereka tanpa sengaja telah melemparkan diri ke liang lahat tanpa sadar?.
Mengigil dengan penyesalan!.
...TBC...
__ADS_1
.........🍷..........