
Hai...
Ini up terakhir,El bakal lanjut setelah lebaran ya guys.....
...🍃...
.......
.......
.......
.......
...🍃...
Sepasang suami istri terlihat tengah duduk santai sembari menikmati tea time disebuah taman dengan berbagai macam bunga menghiasi.
Wanita paruh baya yang duduk anggun sembari bersandar nyaman dilengan suaminya yang terlihat duduk menatap lurus dengan pandangan penuh wibawa.
"Sayang....bukankah hari ini putra kita akan kembali?" Wanita dengan pakaian santai berupa gaun putih setinggi lutut itu berucap sembari meraih sepotong cookies di salah satu piring dan memakannya.
"Hm....." Sang pria hanya berdehem samar,meraih cangkir teh camomile miliknya dan menyesapnya dengan santai.
Hingga..
"Mohon maaf mengganggu waktu anda yang mulia raja,yang mulia ratu...pangeran Brixton sudah tiba di Paviliun miliknya dan meminta bertemu pukul 1 nanti!" Seorang pria dengan setelan kemeja formal berucap dengan kepala tertunduk sopan.
Sang raja...
Brizian Kingsley menatap sang ajudan dengan anggukan samar,sementara sang ratu terbelalak begitu senangnya.
"Oh astaga! putraku kembali...cepat suamiku kita harus bersiap untuk menuju aula utama,pasti Brixton akan melapor tentang tugasnya selama menjadi duta besar Inggris!"
"Ayah.. ibu...."
Pasangan itu tercengang tak lama begitu sosok yang tengah mereka bicarakan justru sudah berdiri di depan pintu masuk taman khusus raja.
Pria muda yang begitu tampan dengan senyum yang begitu memabukkan.
Para pelayan wanita sekitar tenggelam oleh rona merah diwajah mereka,pangeran mahkota adalah pria dengan pesona luar biasa!.
Bahkan hampir setara dengan putra sulung clan Wiguna yang dikatakan sebagai pria paling rupawan di seluruh negara Eropa!.
"Oh sayangku...akhirnya ibu melihatmu! kemari nak biar ibu lihat wajahmu!!" Sang ratu Katherina bangkit dan menarik lengan putranya yang sudah berjalan mendekati mereka.
Brizian memggeleng lemah,istrinya akan langsung lupa padanya begitu anak mereka datang! sungguh,pria yang berstatus sebagai raja kerajaan Inggris itu menatap sinis wajah tampan duplikat dirinya itu.
"Come on darl...jangan mulai menarik pipi anak itu lagi! dia bukanya anak manis berusia 5 tahun seperti dulu lagi....dia itu sudah 23 kath! menjijikan sekali melihatmu menarik pipinya seperti itu!" Brizian menggomel,sungguh.
Daripada memanjakan anak berwajah datar itu,bukankah lebih baik Katherina membelai wajah dirinya? bukankah dia masih sama tampannya seperti saat muda dulu? Brizian terkekeh menyombongkan dirinya sendiri.
"Diamlah kau Zyan! mau 5 bahkan saat Rixton menua nanti,dia tetap putraku yang manis! Oh..andai aku punya anak perempuan yang manis seoerti boneka Barbie!! sayang sekali Briana,adikmu itu seperti boneka anebel kelakuannya...." Katherina meratap nanar,sungguh menjadi ratu dengan tiga orang anak yang berwatak seperti suaminya sungguh adalah bencana bagi jiwa keibuannya.
Kedua pria berbeda generasi itu menatap satu sosok wanita yang duduk diantara mereka.
Mulai lagi drama sang ratu!...
Huft.....
Brizian menatap Brixton tajam.
Dan pria tampan itu mengangkat alisnya acuh.
Memangnya itu semua salahnya? Brixton mencibir pada tatapan sinis ayahnya.
"Jadi...bukankah kamu bilang pada Clark kau akan menunggu di aula pukul 1,mengapa tiba-tiba sudah datang?' Brixton mulai memfokuskan diri pada wajah putranya yang tetap dingin,sejak anak itu berusia 5 sampai 22 tahun ini.Entah bagaimana kelakuan minis emosi Brixton lebih parahnya darinya selaku ayah sendiri.
Brizian menghela nafasnya...
Brixton,meraih secangkir teh yang baru diseduhkan oleh sang ibu,meneguk minuman hangat itu perlahan dan meletakkan kembali cangkir itu sebelum kembali menatap tegas wajah sang ayah bergantian dengan sang ibu.
"Sebenarnya....." Brixton melirik kearah ajudan sang ayah yang berdiri tak jauh,dan pria itu mengerti dengan segera menarik pergi para pelayan istana.
" Jadi?' Brizian bertanya jengkel,kenapa anaknya justru melamun?!.
"Rixton? we are waiting..." Katherina juga mulai mendesak sang putra yang terlihat tengah tenggelam dalam lamunan yang terlihat cukup serius,dapat dilihat bagaimana dahi putra mereka mengeryit dalam dengan alis mengerut sesekali helaan nafasnya terdengar memberat.
"Ayah..ibu...mungkin kalian akan terkejut jika aku menyampaikan ini.Tapi....aku rasa pemilihan calon putri mahkota tidak perlu kita lakukan ka-"
"APA?! KAU BICARA APA KAK? KAU MAU JADI RAJA BUJANGAN NANTI SEUMUR HIDUP? UNBELIEVABLE!!!" Ketiganya seketika menoleh kebelakang cepat dan menatap tajam sosok yang masuk dengan tidak sopan itu.
Pangeran kedua!.
Bryan Kingsley!...
" Mulailah kembali kelas tata keramamu!" Ucap Brizian kesal akan kelakuan putra keduanya itu.
"Hehehe..sorry father! well..lanjutkan !" Dan dengan santainya pangeran kedua itu duduk didepan katherina yang memggeleng miris.
Melahap sepotong kue dengan senyuman bodoh,sungguh tak terlihat layaknya bangsawan!.
Miris...
__ADS_1
Katherina rasanya ingin menangis akan sikap dan kelakuan putranya itu!.
"Kak benar-"
"Shut up Bryan!" Putus Brizian jengkel,dan pria muda itu akhirnya menarik tubuhnya berdecak malas atas sikap dingin nan tegas ayahnya.
"Sayang.. lanjutan" Katherina meraih telapak tangan Brixton dan menggenggamnya lembut.
Menarik nafas....
Ketegangan seketika terjadi.
"Aku sudah punya seseorang yang aku cintai ayah.. ibu.Dan kalian kenal benar siapa keluarganya!" Ucap Brixton tegas,dan sepotong kue ditangan Bryan jatuh dengan mata terbelalal horor.
Kakaknya yang tak pernah menyukai satu gadispun sejak masa sekolah dulu kini mengatakan mencintai seorang gadis?!.
Bryan mengigil ngeri...
Putra mahkota menyukai seorang gadis!
Ini berita terbaru!..
Hingga...
"Dan aku ingin kalian datang melamarnya untukku!"
"TIDAK!! KAK BRIXTON SALAH MINUM OBAT!! AYAH..IBU..PANGGILKAN DOKTER SHANE!! KAKAK SALAH MIN-"
Plak...!!.
Satu pukulan menampar wajah histeris Bryan.
Pria yang sibuk berteriak heboh sedari tadi itu seketika terdiam linglung.
Brixton menepuk kedua tenaganya puas melihat wajah dengan cap lima jari ditangan adiknya yang berisik itu.
Bryan menatap sang kakak dengan dramatis.
"Kaka.. huhu..kau..kau memukul adikmu yang tampan ini?" Racau Bryan dengan wajah teraniaya.
"Jadi Rixton..siapa gadis yang beruntung itu?" Tanya Katherina mengabaikan wajah drama anak keduanya itu.
Berita tentang gadis yang disukai putra sulungnya lebih menarik dari rengekan drama putra keduanya,jadi Katherina mulai memasang telinga tajam.
Brixton memasang senyum tulus untuk pertama kalinya didepan semua orang,bayang wajah manis seorang gadis dengan pembawaan lugu dan polos namun cerdas juga penuh kasih itu.
"Archana Angelica Wiguna,putra Tuan muda Arkansas Dimitri Leander Wiguna dan cucu perempuan satu-satunya dari tuan besar Rafendra Adyaksa Wiguna"
Duarrrrr!!!
Bukan tentang gadis itu...
Ini tentang kawanan iblis tiran yang berada di belakang gadis berwajah manis itu!.
Hingga..
"HAHAHAHA!! Beginilah putraku memilih!!" Brizian terbahak puas,menantikan wajah Arkansas yang akan mengamuk oleh lamarannya nanti!.
Betapa indahnya!....
Katherina maupun Bryan menatap suami dan ayah mereka dengan ngeri,sedang Brixton hanyut dalam fikiranya sendiri .
"Calon besan...hahaha..aku datang " Batin Brizian penuh kegembiraan mengingat wajah Arkansas rival bebuyutannya nanti kala putrinya akan direbut oleh putranya yang tampan ini,Brizian tertawa penuh kemenangan.
.........🍃.........
Sementara itu.....
Diruang rawat inap putri clan Wiguna.
Manik itu perlahan terbuka,nasal canula yang bertengger dihidungnya membuatnya menyadari.
Dirinya tengah dalam perawatan medis.
Hiks......
Arkansas melepas gadgetnya saat mendengar suara isakan samar.
Deggg..
"PRINCESS!!" Arkansas,pria itu memekik melihat putrinya telah bangun dan sibuk melepas alat bantu pernafasan juga selang infusnya.
Gadis itu terlihat panik juga sedih.
Anggi maupun Rafendra segera bangkit dari sofa tempat mereka duduk,kayra yang berada tepat disisi brangkar gadis manis itu segera menahan pergerakan archana hingga lengan kokoh Arkansas menarik tubuh gadis itu kepelukannya.
"Hay sayang tenang,lihat Daddy!!" Arkansas mengguncang bahu anak gadisnya itu dengan perasaan tertekan.
"Hiks..no Daddy...hiks...archa lihat sendiri...hiks..Chara...Chara tidak bisa membantu kak asline! pria itu hiks....dia menakutkan!!! hiks...demi archara kak asline terluka....dimana...dimana kakak ipar archa daddy?!! cari dan bawa pulang dia..." Archana meracau pilu,tak peduli rasa sakit yang merajam tubuhnya.
Hanya satu yang gadis itu fikirkan,dimana dan bagaimana kakak iparnya?!.
Arkansas memeluk erat tubuh putrinya,giginya bergemeratuk keras dengan nafas tercekat.
Kayra mundur dengan linglung.
"Archara...Chara sampai kalah? jadi...jadi saat kejadian archara yang keluar dek? bagaimana bisa kalah? mami sendiri yang melatih Chara bertarung jarak dekat! kalah... bagaimana bisa?!" Kayra terguncang,selama ini bahkan gangster sekalipun putrinya akan hadapi seorang diri,namun ini hanya seorang pria? dan anak gadisnya kalah?.
__ADS_1
Tidak bisa dipercaya?!.
Rion mengelus bahu istrinya dengan senyum nanar,tau benar bagaimana kayra dulu melatih sisi lain archana dengan segala jenis teknik bela diri.
Dan pastinya,Rion tau jelas bagaimana kemampuan sisi lain anak perempuan mereka itu, kalah? sungguh sesuatu.
"Ada kabar dari anak-anak bodoh itu?" Rafendra bertanya entah pada siapa,kemarahan didalam hatinya membuatnya malas mengingat bahwa para pria muda itu adalah cucunya.
Anggi menghela nafas panjang,terdiam dan berfikir dalam.
Rupanya musuh dan masalah generasi para cucunya ini tidak semudah dua generasi sebelumnya,jika dulu dirinya maupun Liora harus berurusan dengan para rival cinta suami mereka,itu bisa teratasi karena cinta mereka diatas pengorbanan.
Terutama Anggi,pria itu mengingat dua nama pria yang ada di kehidupannya dan menantunya.
Mereka tidak menyakiti,meski harus bertarung sampai titik penghabisan dengan Rafendra maupun Arkansas dulu.
Tapi ini, seorang pria yang tengah dibahas sengit oleh para pria keluarga mereka.
Zergan,pemimpin dari segala jenis sumber kejahatan di Rusia.
Dan pria kasar yang tak segan melukai cucu menantunya,Asline.
Obsesi buta!.
"Rafendra...tolonglah redam kemarahanmu.Saat ini lebih baik kita sebagai orang tua membantu dan menuntun cucu-cucu kita...mereka bukan anak kemarin sore yang tak tau bagaimana bertindak.Dan,Kansas tenangkan archa,hubungi alarik tanya dia bagaimana kondisi pencarian?" Anggi berucap dengan senyum menjaga ketenangan fikiranya,untuk saat ini ketenangan adalah hal utama sembari berfikir dan bertindak tepat.
"Aku akan segera menghubungi alarik mom!" Rion berucap sembari meraih ponsel di saku celananya.
"Apakah kasus ini polisi ada tau?" Amber berucap disela keheningan.
"Polisi apa Am? kasus ini adalah antar para pemain underground! kamu fikir mereka akan dengan mudah ikut campur? penakut seperti mereka jangan harap akan bertindak cepat,terlalu banyak protokol!" Ucap Jessy disisi lain sofa sengit.
Gion menggeleng melihat wajah sinis istrinya,benar.
Sedari dulu Jessy memang tak pernah suka hal-hal yang berhubungan dengan aparat hukum,itu semua karena suatu hal dimasa lalu saat wanita itu kecil dan keluarganya masihlah dibawah taraf masyarakat menengah.
"Alarik sudah berhasil meraih cctv terakhir sebelum sempat pihak musuh hapus total,plat mobil sudah diketahui dan rayga sudah menurunkan puluhan drone menyusuri jalan kota,mereka tengah berburu!" Axel berucap sembari terus menatap sosok archana yang sudah mulai tenang dipelukan Arkansas.
Hingga.....
Brakhhhh...
"HAH.....TU..TUAN BESAR GAWAT!!!" Semua mata memandang tajam pada pintu masuk yang dibuka kasar oleh sosok pria muda dengan slayer penjaga .
"Morio apa kau bosan bekerja padaku?" Arkansas berucap rendah dengan tatapan dingin menusuk.
Glek....
Morio,kepala penjaga gerbang itu merinding ngeri,namun ini bukan saatnya dia berbasa-basi pada rasa takut.
"Apa ya-"
"TUAN BESAR.. ROMBONGAN KELUARGA KERAJAAN DATANG DAN MEMBAWA IRINGAN MAHAR!!" Morio berucap panik sekali tarikan nafas.
Anggi yang tak sempat selesai berucap terdiam membeku, Rafendra dan Arkansas saling melirik geram.
"Apa maksudmu?!" Rion bertanya sembari mendekat cepat dan mencengkram kerah kemeja morio yang berdiri horor.
"Dimana mereka?" Kayra berucap dengan jantung berdebum.
"Mereka di mansion besar nyonya..kami tak berani mengusir langsung hingga kepala butler Dyazel membawa mereka ke pelataran tamu mansion utama..."Jelas Morio setelah Rion melepas cengkraman kerahnya dengan kasar.
"Bedebah itu!" Arkansas benar-benar geram,sedari remaja hingga kini dirinya tau benar akal licik Brizian,dan tentu saja hal itu pasti menurun pada putraya pria itu.
Beraninya dia mencoba berniat mencuri putri kesayangannya!.
Rafendra memeijit pelipisnya pening,mengingat bagaimana dulu kelakuan Arkansas dan Brizian kala muda dulu.
"Daddy....keluarga kerajaan datang bertamu? bukankah itu kak Brixton?" Archana yang sudah tenang bertanya kembali dalam kepolosannya.
"Kakak apa?! kakakmu hanya ada dari clan Wiguna, Lumiro,Smith,Stevano, Houston,Luksius,wishutama dan Alfa tidak ada marga Kingsley! jangan sebut pria itu sebagai kakak!" Omel Rion panjang lebar.
Archana menggaruk kepalanya tak paham,gadis itu menatap ayahnya yang satu itu dengan lugu.
"Kenapa papi marah sama archa?" Bertanya dengan nada merajuk.
"Papi tidak marah!" Elak Rion frustasi.
"Marah!" Archa,gadis itu tak mau kalah.
Rion meremas remote AC yang ia sambar disampingnya,memelototi putrinya itu dengan gemas.
"Daddy!! lihat papi...masa melotot begitu smaa archa? huaaaa...mami papi marah!!!" Pecah sudah tangis kesal archana atas tingkah ayahnya yang satu itu.
Rion mengelus dada sabar,sudahlah !.
"Baik...Daddy dan Arkansas akan kembali kalian tetap disini jaga archa,dan jika ada rayga menelpon segera beritahu!" Titah Rafendra yang bangkit bersama Arkansas,mereka harus segera mengurus keluarga menjengkelkan itu!.
Entah apa yang ada di kepala putra mahkota Britania raya itu?!.
...🍂...
...TBC...
__ADS_1