
...Vote,like dan komentar ya ❣️...
...🔱.....🔱...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🔱.....🔱...
Rayganta,pria tampan dengan wajah penuh noda darah itu berdiri angkuh dengan satu kaki menginjak dada seorang pria dengan wajah babak belur serta kedua lengan yang sudah habis penuh luka sayatan dari belati yang kini berputar indah di jari seorang Zeus.
"Rupanya kau belum mau buka mulut? Well...sepertinya kematian rekanmu belum membawa dampak besar ya?" Suara maskulin bernada jenaka itu terdengar memecah suasana hening diruang tamaram yang penuh dengan berbagai macam alat eksekusi itu.
Suara jenaka dan sorot mata predator itu benar-benar tak singkron.
Raino mengigil melihat satu jasad yang tak jauh dari dirinya dan Ryu berdiri tengah disantap buas oleh tiga ekor serigala besar dengan satu ekor harimau putih yang duduk malas setelah puas mengisi perutnya.
Krakhhhhh....
"Ughhh...perutku mual dan telingaku berdenging mendengar gigi ketiga peliharaan Rayga itu mengunyah daging dan tulang!!" Raino memeluk tubuhnya sendiri ngilu.
Jika ia dan para saudaranya suka membunuh dengan langsung dan cepat,maka lain ceritanya dengan pemimpin mereka itu.
Sang Zeus.
Pria tampan berwajah bak pahatan dewa perang Yunani itu justru suka bermain pelan,melukis dan memotong tubuh korbannya hingga puas.
Setelah itu,maka para peliharaan pria itulah yang akan membersihkan hingga habis tanpa tersisa.
Bahkan tulang dari korban sang Zeus akan pria itu awetkan lalu dipajang dalam sebuah ruang rahasia sebagai kenang-kenangan.
Gila bukan?.
Uhukkkk...
"Hehehe..tidak tau kenapa,mengapa sampai tuan muda Wiguna yang terhormat bisa sampai menghalangi tugas kami dan membekap ,menyiksa bahkan membunuh rekanku dan aku seperti ini?! uhukkkk...kita tidak pernah bersinggungan tuan muda Alzeus,lalu mengapa kau menyiksa kami?!!" Raung pria yang berada dibawah kaki sang Zeus.
Darah terus keluar dari mulutnya dan rasa sakit begitu menghantam dadanya.
Jantungnya seakan terhimpit dan nafasnya terputus-putus.
Rayganta menyerigai dingin.
Brakhhhh...
Pria itu menendang keras tubuh kesakitan pria itu hingga menghempas dinding berlumur darah di belakang pria malang itu.
"Thunder....kemari!" Rayga melambaikan tangannya dan seekor serigala berbulu putih berlari cepat menuju dirinya dengan taring tajam yang berlumur darah.
"Apa kau masih ingin makan?" Rayganta menatap dingin serigala besar yang nampak menatap dirinya dengan manik berbinar.
AUUUUUU...
Serigala putih itu melolong semangat.
Rayga menyerigai,melepas sarung tangan kulit yang telah berlumur darah ditanganya.
"Duduk!" Titah Rayganta dan serigala itu duduk dengan patuh dengan ekor yang bergerak cepat.
"Untuk terakhir kali,siapa pemimpinmu?! beraninya kalian menargetkan ratuku!!!" Raungan tajam dengan aura gelap yang menjatuhkan udara ketitik beku!.
Pria malang itu mengigil,tubuh dan otaknya mulai tak berjalan seiras.
"Jawab saja bodoh!! kau juga sudah mau mati ini,berbuat baik sajalah untuk terakhir kali" Decak Gion yang mulai lelah berdiri menonton keberingasan sang Zeus.
Hahahaha...
Ketiga pria tampan yang berdiri sejajar itu menaikan kedua alis mereka melihat pria yang sebentar lagi itu akan mati justru tertawa lepas.
"Kasihan sekali...kurasa dia sudah mulai gila disiksa terus oleh Zeus itu!" Raino berceletuk miris.
"Hem...kurasa otaknya tak akan berguna untuk jadi bahan eksperimenku jika dia menjadi gila!!" Gion menggeleng dramatis.
"Sinting!!"Ryuga menghela nafas berat.
Rayganta menyorot dingin tanpa emosi,melirik kearah salah satu hewan peliharaannya yang kini telihat menatap tajam pria yang baru saja ia jadikan maha karya lukisan berdarahnya.
"Thunder...." Panggil Rayganta dengan seringai iblisnya.
Serigala besar berwarna putih itu langsung berdiri tegak dengan keempat kakinya.
Ekornya berkibar cepat.
"Eat!!"
Raino mengigil,Gion melotot ngeri dan Ryu hanya bisa tertawa sumbang.
"AAAAAAAARGGHHHHHH....HEWAN LIAR JAHANAM!! LEPASKAN TANGANKU!!" Raungan kesakitan terdengar keras begitu taring dan cakar serigala besar itu menembus lengan kiri korban Zeus kedua itu.
Srakhhhhhh....
"Ughhh...aku akan muntah!!" Raino menutup mulut dan hidungnya kala melihat sepotong lengan telah terpisah dari tubuh.
"Ck...ck..ck...koyakan itu tidak rapi...aku harus menjahit kembali nanti !!" Gion mendesah panjang.
__ADS_1
Serigala bernama thunder itu melempar potongan lengan kanan itu yang jatuh tepat di bawah hidung sang tigress.
Harimau putih besar itu membuka mata,dan mulai makan dengan tenang.
"Gila ya...hewan berdarah bangsawan memang ajaib!!" Kekeh Raino yang melihat cara makan tenang harimau besar itu.
Serigala putih itu menatap wajah dingin sang tuan,Zeus.Dengan darah yang memenuhi gigi dan taringnya ,hewan itu melolong puas melihat wajah puas Rayga.
"Bagus thunder...kau akan dapatkan sepiring bistik tanderlion nanti!!" Gelak Raino yang ditatap sinis hewan berbulu seputih salju itu.
"Sabar ion....thunder memang begitu..." Gelak Gion melihat wajah pundung Raino akibat balasan thunder.
"Serigala sinting!!" Gumam Raino jengkel.
Rayga menikmati tontonanya,berdiri dan menerima belati yang diberikan Ryu .
"Stop,back off!" Thunder mundur setelah tugas mencabik selesai hewan itu lakukan.
"Mun...hah....hah...mundur....arkhhh...bunuh saja aku dengan hah...hah... cepat! jangan...jangan permainkan hah...hah...akuh!!" Nafas pria itu telah terputus-putus,berusaha berbicara meski terdengar layaknya bisikan saja.
Jleb......
"ARKHHHHHHHH.....IBLISH....HAH.....IBL......."
Dan akhirnya,pria itu tewas dengan kedua mata telah hilang dari tempatnya.
Darah telah memenuhi seluruh lantai dan dinding.
" Gion..suntik vaksin para serigala dan Tigress!" Rayga berlalu dengan sepasang bola mata yang kini berada dalam sebuah sapu tangan merah.
"Raino...kirim candramata ini ke tuan Alfarezho,pastikan dia menerimanya langsung" Rayga melempar sapu tangan berisi sepasang bola mata .
Raino mengangguk dan melirik buntelan sapu tangan di tanganya dengan jijik.
"Kau akan kemana Zeus?" Ryuga bertanya begitu melihat pria bak raja iblis itu keluar dengan cepat.
"Suatu tempat" Balas Rayganta acuh dan berlalu pergi.
Ryu mendengus,sudah biasa.
"Huft.....jadi tukang pos lagi...dan lagi!!" Desah Raino melas.
Gion terkekeh lalu mulai meraih jarum suntik.
"Hei boys...waktunya steril vaksin !!" Gion menatap wajah para hewan peliharaan Rayga dengan sombong.
Para hewan buas itu mendengus malas.
Sial.....
Gion pundung.....
Apakah mereka tak bisa sekali saja menurut tanpa paksaan?.
"Baiklah...ini perintah Zeus sendiri...kalian berani menolakku?!!" Sinis Gion mendelik pada keempat hewan buas itu jengkel.
"Tigress...kau pertama,cepat!!" Harimau putih itu bangkit dan menatap tajam penuh peringatan pada Gion yang menatapnya sengit.
Ryu menggeleng miris,bahkan para hewan ini tidak akan menurut pada mereka tanpa izin dari Zeus sendiri.
Hewan peliharaan saja sombong sekali!.
Ryu mendesah lelah dan berbalik keluar .
Tigress ,dengan mata tajam dan penuh permusuhan mulai menerima suntikan dari dokter khusus be itu.
"Begini sekali coba nasibku!!" Desah Gion dramatis menghadapi aura sombong dan merendahkan dari keempat penjaga Mansion pusat zeus itu.
Selesai suntikan vaksin,tigress memimpin para serigala kembali ke Resident manor.
........🔱.........
Ketukan sepatu hills boots terdengar disepanjang lorong lantai khusus para petinggi hotel,waktu telah memasuki jadwal makan siang.
Setelah rapat,seluruh tim bubar termasuk Asline yang berniat kembali ke ruanganya.
Asline berhenti sejenak,menutup mata kala merasakan perasaan yang tak enak.
Alarm bahaya seketika menyala kala melihat kubikel tempat biasa para staf hotel berkumpul kosong.
Meski ini waktu makan siang,namun tidak biasanya tempat itu kosong dengan tidak ada satupun staf yang berjaga.
Harusnya karyawan hotel mengambil dua waktu untuk saling bergantian makan siang,tidak pernah sekalipun kubikel staf dibiarkan kosong tanpa seorangpun.
"Ada apa lagi ini? instingku bergejolak!" Batin Asline yang dengan perlahan berbelok menuju ruang kerja Jaiden.
Tok....tok...tok...
"Jai....boleh aku masuk? aku Asline!" Asline mengetuk pintu dengan jantung berdegup.
Deggggg...
Asline mengepalkan kedua tangannya erat begitu tersentak kala lampu seluruh lorong tiba-tiba mati dan menyala dengan cepat.
"Jaiden!! kau didalam?!! aku Asline!!" Asline menggedor pintu ruang kerja Jaiden dengan keras.
BRUKHHHH...
Asline tersentak kala dorongan keras yang ia lakukan justru membuka pintu Jaiden dengan mudah.
Pintu ini tidak terkunci!.....
Asline masuk dengan wajah datar.
Rasa paniknya hilang begitu saja oleh sebuah pemikiran yang melintas cepat diotak cantiknya.
Gadis itu berdiri,menuju laptop diatas meja jaiden.
Jemarinya menari dengan cepat membuka sistem pemantau area seluruh hotel.
Deggggg.....
__ADS_1
Jantung Asline berpacu dengan wajah yang mulai terlihat waspada.
Wushhhhhhhhh....
Asline bergerak cepat mundur dengan satu ayunan kaki berputar 360°kearah belakang tepat .
Sosok dengan pakaian serba hitam mengelak cepat dari tendangan berputar asline.
Asline bergerak cepat,melompat dengan bertumpu pada kursi kerja Jaiden .
Kini keduanya berpisah dengan sebuah meja membatasi.
Manik grey Asline menatap dingin sosok bertopeng dengan anting salip ditelinga kirinya.
Gadis itu menaikan rok dress ya sedikit.
Deggggg..
"Dimana senjatanya?!!" Asline menegang kala Texas Ranger yang ia selipkan dengan apik di paha kirinya menghilang.
"Kau ingin ini bukan nona manis?" Suara rendah pria asing itu terdengar menyentak.
Asline menegang melihat senjata yang ia dapatkan semalam dari entah siapa kini berpindah tangan!.
"Hahahaha...lihat wajah cantik nan menggodamu yang terlihat se*si itu?! sayang sekali gadis secantik dirimu harus menjadi korbanku! dan sayang sekali akulah yang turun langsung untuk melenyapkanmu...entah kemana para anak buahku?" Pria itu terkekeh jenaka,Texas Ranger ditangan kanannya mengacung tepat dijantung Asline.
Manik indah Asline berubah dingin,gadis itu menyerigai dan duduk santai di sofa tamu ruang kerja Jaiden.
"Kau dikirim Dante untuk membunuhku bukan?! apa yang dia berikan padamu sebagai imbalan? aku bisa memberi dua kali lipat tanpa perlu kita saling membunuh disini!" Asline berucap dingin,kala pria itu kini berdiri tepat dihadapannya dengan mulai melepas topengnya.
Seringai dingin gadis itu semakin menjadi kala melihat sosok pria tampan yang kini berdiri menjulang menyerigai balik padanya.
Melepas mantel hitam menutupi seluruh tubuhnya hingga menyisakan kemeja putih bersih.
Pria itu menepatkan ujung senjata yang tepat menuju jantung Asline berada.
Asline berdiri,bersidekap dada mencoba menahan debaran jantungnya,buka akibat menyukai pria tampan yang berdiri dihadapannya,namun lebih pada.
Rasa takut!.
Selama ini Asline tak pernah merasakan takut pada para pembunuh yang Dante kirim,namun ini.
Ini lebih terasa,mengerikan!.
Wajah tampan dengan sorot mata dingin.
"Sayang sekali aku tidak suka menggagalkan misi!" Pria tampan misterius itu berucap dingin.
"Sweety...apa kau melupakanku?" Pria itu berucap jenaka,menatap wajah cantik Asline dengan penuh minat.
Asline menukik kedua alisnya tajam,pria itu terkekeh.
"Remaja laki-laki yang berdiri dengan tenang menatap ke arah sebuah mobil Audi yang didorong paksa kearah jurang,kau melupakanku sweety?" Pria itu terkekeh menurunkan senjata kearah perut rata Asline.
Manik Asline bergetar dengan tubuh mengigil hebat.
"Kau....!!" Ketenangan Asline lenyap dengan cepat.
Gadis itu mengingat jelas.
Sosok remaja yang menabrak mobil kedua orang tuanya hingga jatuh ke jurang!.
Asline melihat dengan samar,saat lelaki itu melempar seringainya pada Asline yang dilempar keluar mobil oleh ibu gadis itu.
Remaja yang menembak mobil orang tuanya dengan rentetan peluru hingga kematian tragis itu terjadi.
Asline menatap kearah layar laptop Jaiden dengan wajah pias.
Ini adalah gedung lantai utama hotel,dan pria itu bisa berbuat kejahatan dengan mudah? dimana semua orang? dan mengapa seluruh kemampuannya seakan lenyap tiba-tiba?!.
"Gedung hotel itu sudah dipenuhi gas tidur sweety...hanya lantai utama ini saja yang tidak...kau telah ceroboh dengan berjalan seorang diri tanpa penjagaan ,jangan berfikir terlalu jauh sayang...seluruh hotel sudah ku blokir dari pihak luar...kau sendirian sayang..." Bisik pria itu sens*al telah ditelinga sensitif Asline.
Deggggg...
Asline jatuh terduduk pada sofa,menatap pias wajah tampan yang kini terlihat begitu menakutkan.
"Alzeus....eh...apa...apa...yang kufikir?!!" Asline membatin lirih, bagaimana bisa saat seperti ini ia bisa mengharapkan kehadiran sosok agung putra mahkota Wiguna itu!.
"Apa yang kau fikirkan sayang... sebaiknya jangan coba-coba membuat diriku repot! atau...." Pria itu menyerigai dingin,mengarahkan ujung senjata milik Asline yang berada di tanganya kearah dada kiri Asline.
"Bagaimana jika sofa mahal ini ternoda oleh darah manismu?! bagaimana jika kita bermain sejenak sebelum kukirim kamu menemui orang tuamu?" Jenaka pria itu dengan menik menggelap.
Asline spechless!...
Gadis itu mengepalkan kedua tangannya erat,maniknya berkilat dan tanpa bicara lagi ia mendorong tubuh tegap pria asing itu dan melempar tusuk rambut hiasan diatas kepalanya kearah wajah pria itu.
WUSHHHH
Srethhh.....
Wajah pria itu menggelap dengan cepat,Ujung tajam tusuk rambut itu menggores pipi kanannya.
Hiasan menjadi senjata? pria itu terkekeh mengelap setetes darah yang mengalir dari luka pipinya.
Asline melompat dan berdiri di balik sofa dengan cepat,wajah tampan pria itu kini terlihat mengerikan dengan seringai sembari menjilati darah yang terlihat di jarinya setelah mengusap pipinya yang terluka.
"Gadis....kau sudah melewati batas kesabaran ku! inginnya ku bermain cantik dan lembut,namun sayang...kau tidak tau berterimakasih!! kini pilih,ingin mati atau mengangk*ng dibawahku?!!" Suara pria itu begitu berat dan serak.
Amarah dan bira*inya berkobar!
Keduanya saling melirik,Asline menatap sengit penuh amarah,dan pria itu menyerigai licik.
"Bermimpi lah!!!" Asline berlari menuju sebuah nakas tepat disamping tubuhnya,meraih sebuah belati yang entah untuk apa Jaiden simpan disana,dan Asline bersyukur tau kebiasaan aneh sahabatnya itu.
"Datanglah padaku sayang....." Seringai pria itu semakin dalam kala melihat rupanya peri cantik yang terlihat lemah lembut ini tenyata tak semanis yang terlihat.
Peri cantik itu,menyimpan cakar dan taring pemberontak!
Menarik!....
...🔱...
...TBC...
Selesai baca tolong jangan kabur tanpa cendramata,setidaknya tinggalkan like dan sedikit komentar masukan.
__ADS_1
Thanks for everything 😋