Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Punismant


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya 🌹...


Karena El tidak bisa selalu up,El kasih durasi panjang di chapter ini...


Hope you enjoy it!....♥️



...♠️.....♠️...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...♠️.....♠️...


Suasana menjadi hening.


Keheningan yang begitu mencekik!.


Sosok tampan berseragam seorang jendral muda,posisi tertinggi yang bisa didapat oleh seorang pria yang bahkan belum memasuki usia 20 tahun.


Arshenio Devilio Wiguna.


Kapten satuan khusus penanganan serangan internasional.


Berjalan dengan wajah gelap serta pupil yang bergetar melihat sosok adik kembarnya.


Hiks.....


Arshenio menutup matanya dengan kedua tangan mengepal erat.


"Berikan adikku!" Jihan mengigil ngeri,suara berat penuh aura darah nan suram itu sukses membuat seluruh bulu kuduknya berdiri.


Dengan tubuh gemetar,Jihan perlahan melepas rangkulannya pada tubuh Archana.


Gadis manis yang tengah terisak menahan sakit itu segera ditarik lembut oleh Arshenio ke pelukannya.


"Dek,tahan sedikit ya.Kakak akan bawa kamu kerumah sakit!" Arshenio berucap lembut,seorang pria muda yang berdiri di pintu masuk kantin mengangguk memberi arahan.


"Hiks..kak kulit Archa perih....panas kak hiks..Archa mau sama Daddy!!" Archana menangis lirih,sungguh sepertinya hari ini suasana hatinya sangat buruk.Dan Archana hanya ingin pelukan ayahnya.


"Sudah dek,jangan menangis lagi sekarang ada kakak disini jangan menangis lagi hm..."Arshenio membujuk dengan lembut, kelembutan yang ada hanya untuk adik juga wanita dikeluargannya.


"Hiks..mau Daddy..." Tangis Archana begitu sesak


Grephhh..


"Ia dek...kakak akan hubungi Daddy kamu tahan ya sayang" Arshenio membawa tubuh Archana ala bridal,menatap seluruh penghuni kantin dengan wajah gelap nan kejam.


Dia sudah terlalu lama hidup dalam peperangan,konflik yang pemerintah kirim untuk dirinya tangani.


Semua darah dan teriakan dari korban perang itu membawa aura hitam yang melekat kuat di setiap sisi tubuhnya.


Arshenio.


Jika Rayganta Alzeus adalah sosok predator di dunia bawah,membunuh dengan cara halus namun perlahan dan kejam.


Maka,Arshenio.


Dia adalah sang jendral peperangan.


Pembantai yang tak mengenal belas kasih.


Membunuh dalam satu kali perintah.


Dan kini,dirinya kembali.


"Jendral?" Wakil Arshenio berucap dengan mimik wajah datar tanpa ekspresi.


"Bawa adikku ke Healthy Hospital,tidak perlu repot-repot menghubungi siapapun,karena mereka sudah pasti akan tau" Arshenio meletakkan tubuh Archana ke dalam mobil Pajero miliknya.


Gadis itu tertidur oleh suntikan obat bius yang diam-diam diberikan Arshenio padanya, dengan wajah meringis sakit Archana terlelap.


"Anda?" Sang wakil bertanya meski tau apa yang akan terjadi.


Menyerigai dingin,menutup pintu mobil perlahan dan menyentuh sebuah Golden Eagle di saku celananya.


"Sudah tau,tidak perlu bertanya.Lakukan saja perintahku!" Arshenio menatap kedalam kantin Cambridge university itu dengan sorot mata dalam dan tajam.


Sang wakil mengangguk dengan senyum dingin.


" Beraninya melukai nona bungsu clan Wiguna, sepertinya bahkan mungkin bukan saja pelakunya yang akan habis! tapi....Satu universitas ini akan terkena dampaknya!" Sang wakil membatin penuh rasa kasihan.


Memasuki mobil untuk membawa putri clan Wiguna itu kearah rumah sakit besar clan mereka.


Mobil Pajero dengan diiringi dua mobil Jeep khusus militer menjauh pergi.


Taphhh..... taphhh...... taphhh.....


Langkah kakinya terdengar berat dan penuh aura kejam.


"Tutup seluruh jalan masuk dan keluar dari tempat ini! tidak boleh ada satupun tikus yang lolos!!" Arshenio bertitah,para prajurit elit yang mengikuti sang jendral mengangguk samar.


Mereka adalah tentara khusus yang bahkan pemerintah butuh token khusus untuk bisa menurunkan mereka ke Medan peperangan.


Mereka adalah pasukan khusus yang dipilih dari setiap tim elit di seluruh tentara terbaik di dunia.


Kantin menjadi ribut oleh rasa takut semua orang,begitu melihat seluruh pintu bahkan jendela ditutup rapat.


"Perintah sang jendral Golden red Eagle! tidak ada satupun mahasiswa,dosen bahkan penanggung jawab kantin yang boleh keluar!


" Jangan ribut dan diam dengan tenang jika masih ingin keluar hidup-hidup!"


Para mahasiswa maupun dosen yang berada di kantin tersentak begitu suara bariton dari seorang pria berseragam militer terdengar menggema melalui speaker aktif.


" Kalian lihat seragam yang mereka kenakan?! bukankah itu tim keamanan internasional Golden Red Eagle?!'"


" Apa yang sudah terjadi sampai tim pasukan khusus dunia itu bisa ada disini?!!'


" Kalian lihat yang mereka panggil jendral? pria tinggi dan tampan yang terlihat muda itu? apa hubungannya dengan Archana?!'"


" Benar? Archana memanggilnya kakak! bukankah Archana hanya gadis dari keluarga kaya biasa? bagaimana bisa mengenal sosok jendral Golden red Eagle?!"


"Sepertinya yang mereka sebut jendral itu sangat marah! mungkin kali ini salsa akan tamat!"


"Yah..beraninya dia melukai gadis kecil kampus kita!"


"Sekarang apakah kita juga akan kena imbasnya?!"


Bisikan gaduh mulai pecah.


Salsa berdiri,mengigil menarik lengan Helena dengan wajah pias.


"Sialan! apa yang sebenarnya terjadi?! bagaimana kita bisa menyinggung seorang jendral?!! Dan kau salsa! apa yang kau fikirkan sehingga bertindak tanpa melapor dulu padaku?!!" Helena melotot tajam menatap wajah pias Salsa.


"Aku..aku tidak tau Helena! mana aku tau bagaimana aku bisa membuat seorang jendral tersinggung!! dan..kau tadi sedang rapat bersama anggotamu untuk pentas depan,mana sempat aku berfikir lagi!" Salsa berucap tak ingin kehilangan muka.


Helena mengeram kesal.

__ADS_1


"Tidak!! tidak mungkin Archana,gadis miskin itu punya hubungan dengan seorang jendral!Dia hanya beruntung menjadi keponakan Tante Freya..yah..mungkin..mungkin saya jendral itu adalah keluarga Tante Freya! tidak mungkin...apa yang harus aku lakukan jika benar Archana memang dekat dengan pria hebat itu!!" Salsa mengigit jarinya gusar .


Kakinya gemetar dengan keringat dingin mengucur kala melihat para tentara militer itu sudah berdiri sejajar dengan sosok sang jendral itu berjalan ditengah barisan para prjurit itu.


Degggg.....


Jihan berdiri menegang kala sosok tampan berwajah dingin membekukan itu berdiri dihadapannya.


Kakinya gemetar hebat,jika kehadiran Rayga.


Kakak sulung Archana membuat nafasnya seakan tercekik,maka ini.


Sosok ini membuat seakan seluruh tubuhnya kehilangan tenaga,ketakutan yang membuat seluruh tubuhnya gemetar.


Mereka memang tak mengetahui siapa sebenarnya seluruh keluarga Archana itu,mengapa aura mereka begitu berat dan berbahaya?.


Archana hanya mengatakan,keluarganya hanya pengusaha biasa.


Namun Jihan dan kedua sahabatnya tau.


Ini tidak semudah kelihatanya!.


Salahkan saja memang,para penerus clan Wiguna hanya akan mengirim wakil mereka jika ada event dengan publik hingga identitas mereka tersembunyi apik.


"Siapa?" Arshenio bertanya dengan manik berkilat tajam.


Menatap tepat wajah pucat Jihan.


"A..apa?" Gadis itu berucap tergagap .


Sungguh,dia tak suka rasa takut ini!.


Arshenio mengeram kesal.


Menarik nafasnya dengan senyum dingin.


Berbalik dan menatap seluruh mahasiswa yang dikumpulkan ditengah kantin oleh anggota nya.


"Siapa yang melukai adikku? Archana!"


Duarrrr....


Salsa melotot horor,menggeleng dengan panik dan perlahan mundur dari belakang tubuh tinggi Helena.


"TIDAK!!!"salsa memekik kala mata semua orang tertuju padanya.


"Tidak? kau yang menumpahkan kuah panas itu pada sahabat kami!" Naomi menyerigai licik, keberuntungan berada di pihak mereka saat ini.


Bagus bukan menggunakan tangan orang lain untuk memberi ratu drama ini pelajaran?.


Naomi menyerigai licik saling melirik dengan Erika yang juga tersenyum bengis.


"JANGAN MEMFITNAHKU! ARCHANA YANG SALAH MEMBALIK BADAN TIBA-TIBA,MENGAPA KALIAN MENYALAHKAN AKU?!" salsa berteriak panik.


"Naomi! salsa benar,dia tidak seng-"


Helena bergetar hebat kala sebuah short gun terarah dikepala ya.


Yah,Arshenio mengarahkan Golden Eagle itu pada Helena.


"Apa aku menyuruh kau ikut campur? tutup mulutmu!' Desis Arshenio bengis.


"Mengapa repot-repot Arshenio? sudah tau pelakunya maka habisi saja!"


Degggg...


Semua mata tertuju pada pintu masuk yang kini berjalan seorang pria dewasa tampan dengan rompi hitam berbalut mantel putih yang begitu agung melukiskan sosoknya.


Rayganta Alzeus...


Sang Leader of Blood Eagle.


Arshenio menyerigai dingin, Rayga masuk berdiri disampingnya dengan bersidekap dada dan tersenyum dingin.


"Long time no see little brother!" Rayga menepuk pundak sang adik dengan senyum simpul.


Arshenio terkekeh renyah.


Hingga...


"AKHHHHHH......." Jeritan kesakitan seorang perempuan memecah keheningan.


"That's my doll!" Delik Arshenio pada sang kakak yang kini duduk angkuh disebuah kursi yang dibawa oleh seorang anggota delta.


"No...mainan kita!" Rayga berucap jenaka.


"Lepaskan!! lepaskan aku!!!!" Salsa menjerit,dua orang pria berwajah tampan dengan seringai bengis menyeret tubuhnya.


Yah,bukan hanya Rayga.


Namun tim inti BE datang ,sedang pada para orang tua sendiri telah menuju rumah sakit.


"Aku tidak suka lama-lama! aku butuh jantung, ginjal,juga liver untuk penelitian obat baruku!" Ucap Gion begitu salsa jatuh bersimpuh dikaki bos mereka.


Salsa mengangkat wajahnya yang berlinang.


"Kau sudah lama kami beri kelonggaran sebab kebaikan hati adik kami! tapi kau...kau manusia rendah yang tidak tau diri!" Raino mengeram emosi.


" Hiks..aku..aku tidak sengaja! harusnya kalian para orang kaya jangan merendahkan dan menyakiti orang miskin seperti diriku!!" Salsa menangis keras,melirik wajah para mahasiswa yang menatapnya kasihan.


Meski buruk,setidaknya reputasi Archana akan hancur oleh kelakuan para kakak gadis itu.


"Ba*gsat ini!! sudah tau miskin banyak sekali gayamu!!" Emosi Ryuga.


Krakkkk..


"AKHHHH...SAKIT... LEPASKAN TANGANKU!!" Salsa menjerit kala sepatu kulit Maxim menekan kulit telapak tangannya dengan kuat.


"Banyak bicara!!"Desisi Arshenio dingin.


Rayga melirik Alarik yang nampak menyerigai licik.


Terdengar suara sebuah troli yang ditarik masuk.


Degggg...


Manik salsa membulat horor,bahkan para mahasiswa maupun dosen disana menutup mulut mereka ngeri.


Apa yang akan dilakukan sekumpulan pria berwajah tampan ini?!


"Apa..apa yang mau anda lakukan?!!" Salsa menyeret tubuhnya menjauh.


Sebuah panci besar dengan asap tebal yang mengepul panas.


"Kau membuat kulit adikku melepuh bukan? dan katakan kau tidak sengaja? maka...biar aku perlihatkan,apa itu tidak sengaja!" Rayga menyerigai bengis.


Arshenio terkekeh dingin kala manik tajam sang kakak melirik padanya.


Hingga.....


"TIDAK..TIDAK...JA-"


zrashhhhh...


"AKHHHHHH.... PANAS!! IBLIS..KALIAN SEMUA IBLIS!!" Salsa meraung menjerit dengan seluruh tubuh gemetar.


Satu panci penuh kuah panas tumpah menyiram tubuhnya.


Bergidik,semua orang mundur menatap ngeri kulit memerah yang perlahan berubah bentuk.


Helena menutup mata tubuhnya lemas akan kekejian ini.


"IBLIS...KALIAN SEMUA DAN ADIK KALIAN YANG BUSUK I-"


Dorrrrr...


"AKKHHHHH...TOLONG... SESEORANG TOLONG AKU!!" salsa meraung kala sebuah peluru menembus telapak tangannya dengan kejam.


Belum selesai memaki,dan peluru panas Rayga kembali menyapa dirinya dengan kejam.

__ADS_1


Rayga terkekeh dingin,Arshenio tidak terkejut lagi apabila sang kakak menyiksa langsung korban mereka.


Yah,Rayga menembak tangan salsa yang lain sebelum bahkan sisa air panas itu menghilang.


"Akhh mengerikan sekali!!"


"Ini terlalu kejam!"


"aku tidak suka salsa...tapi mereka adakan malaikat tampan yang berhati iblis!"


Abaikan akan teriakan panik semua orang yang menjadi penonton.


Rayga menatap rendah sosok salsa yang terduduk merintih kesakitan.


"Ini...buah dari menyakiti princess kami! Archana Angelica Wiguna,putri bungsu clan Wiguna!"


Duarrrr....


Helena menggeleng lemah,mundur dengan tubuh mengigil.


Wiguna.....?...


Princess Wiguna?....


Clan besar setelah royal family kerajaan Inggris?!....


Jadi itu semua memang benar?!.


"Tidak....hahah..ini tidak mungkin! pria itu...mereka pasti membual!" Helena jatuh terduduk di lantai kantin dengan tawa samar.


Tawa kehilangan kata-kata.


"Tuan...tuan muda Rayga! ini...ini apakah harus terj-"


Degggg....


Tubuh Dekan membeku oleh lirikan dingin penuh intimidasi dari sosok berseragam militer yang berdiri kokoh disamping sang Zeus berada.


"Tuan muda Wiguna....Ini...kami rasa ini ada sedikit kesalahan pahaman saja, tolong...tolong setidaknya berikan ma-"


"Maaf yang ingin kau katakan? apa maafmu bisa membuat sakit adik kami hilang? !" Rayga menyentak dengan kejam.


"Bagaimana jika kuhabisi seluruh mahasiswa disini lalu meminta maaf? bukankah itu adalah permainan yang sangat hebat?!" Arshenio meraih sebuah senapan rundung yang diserahkan oleh anggotanya.


Brukhhhh...


Dekan jatuh dengan kedua lututnya menghantam lantai.


"Tuan..jendral muda..ini...ini kami akan diam dan serahkan semua kepada tuan muda sekalian!" Dekan menyerah dengan tubuh gemetar hebatnya


Ryuga menyerigai dingin,memberi kode.


"Kau ingin memainkan permainan apa?" Maxim membuang puntung rokoknya.


Bertanya main-main dengan kekehan para saudaranya.


"Cara underworld atau... hukum militer tahanan perang?" Arshenio menatap wajah dekan yang gemetar pucat pasi.


Ayah dari Helena itu tergugu semakin ketakutan.


"Tidak disangka betapa hebat latar belakang Archana!"


"Benar...ada dua sisi yang melindungi dia,siapa yang berani menyinggung gadis itu lagi!"


" Sebaiknya menjadi teman dari pada musuh Archana!"


"Salsa yang malang!'


"Bahkan dekan saja bersimpuh seperti itu!"


"Menakutkan sekali!!'


Rayga bangkit,membawa sebuah katana yang dibawa oleh Ryuga.


Srakhh....


Ujung benda tajam itu terseret dilantai.


Salsa mundur meringkuk dengan pupil bergetar hebat menahan rasa sakit luar biasa ini.


"Salsa....." Rayga menyerigai dalam.


Salsa menggeleng ribut,mundur dengan wajah panik.


"Apa? apa yang ingin kamu lakukan?!! menjauh.. menjauh dariku!!!" Salsa meraung kepanikan menutup akal sehatnya.


Samurai panjang itu terlihat memanggil namanya.


Takut.....


"Tanganmu...tangan yang sudah menjatuhkan mangkuk berisi kuah panas ketubuh adikku,melukai tuan putri kami....tangan itu....."


Rayga berucap dengan manik berkilat penuh bara api.


Membawa katana itu hingga ujungnya menggores kulit tangan salsa.


"Sudah tidak berguna lagi!" Rayga berucap sembari terkekeh renyah mengayunkan katana itu dengan cepat.


"TIDAK........."


"KYAAAAAA!!"


SRASSSHHHHHH.....


"AKKKHHHHHH...... YA TUHAN... KALIAN IBLISH!!" Salsa meraung,tangan, tidak!.


Kedua tangannya tertebas dalam satu kali ayunan katana itu.


Pakaian juga wajah tampan Rayga segera ternoda darah.


Brukhhhh...


Tubuh salsa limbung,jatuh terbaring.genangan darah mengalir mengotori lantai putih kantin Cambridge.


Kejang......


Dua potongan tangan salsa dimasukkan tim delta kedalam sebuah wadah alumunium.


"Eagle tidak hanya butuh sepasang tangan, cincang tubuh manusia rendahan itu!" Titah Arshenio kejam.


Yah,dia akan memberi makan sekawanan elang peliharaan di markas militer.


Elang pengintai.


"Tuan....tuan muda Wiguna!! betapa kejamnya kalian pada orang biasa seperti kami! tidak berperasaan! meski salsa lebih rendah dari kalian,apa pantas kalian membunuhnya seperti itu?!!"


Semua mata tertuju pada sosok Helena yang berdiri tak jauh dari sosok sang ayah berdiri.


Dekan mendelik,memelototi putri tunggalnya itu dengan panik.


"Kau tidak tau arti kata kejam, berperasaan! kau ingin lihat kekejaman yang sesungguhnya? kau ingin menjadi tikus percobaan kami?" sosok berjas putih berucap jenaka namun tajam.


Diego.....


"Dekan...kau ingin satu keluargamu musnah? atau... berikan putrimu pada peliharaan kami?"


Degggg...


Helena menggeleng sesal,berbalik dan berlari ingin keluar dari kurungan neraka ini hingga...


Dorrrrr ......


"TIDAK..... HELENA!!!'


Dan para prince Lucifer itu terkekeh dingin melihat tubuh berpakaian ketat itu jatuh bersimbah darah dengan kepala tertembus timah panas.


"That is the real punismant!!"


Para pria tampan itu berlalu pergi, meninggalkan jasad mengenaskan Helena juga potongan kepala Salsa yang tubuhnya telah dimasukan kedalam peti untuk menjadi santapan siang para predator peliharaan Blood Eagle dan Golden red Eagle.

__ADS_1


...🌹...


...TBC...


__ADS_2