Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Kids revenge


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...


...Vote, like dan komen...


...🍃 Happy reading and keep health 🍃...



Di depan sebuah restoran kelas atas, sekelompok anak laki-laki berdiri dengan ekspresi wajah yang tak sesuai dengan usia mereka.


Wajah-wajah rupawan meski masihlah anak-anak itu sukses mencuri perhatian para pengunjung restoran maupun para pejalan kaki yang melewati jalan itu,terlebih kostum yang mereka kenakan.


"Lihat! betapa rupawan anak-anak itu!"


"Andai saja aku bisa melahirkan satu yang seperti mereka!"


"Kemana orang tua mereka? tidak taukah sangat berbahaya membiarkan anak-anak berparas tampan ini keluar tanpa penjagaan?"


"Astaga...lihat yang memakai kaca mata itu! dia sangat tampan dan terlihat genius!"


Mengacuhkan para pria dan wanita asing yang sibuk membicarakan mereka.


"Nah itu dia !!" Raindres berujar heboh,telunjuk kecil dengan sebuah plester luka itu terarah di satu titik.


"Mana-mana?!" Rex berujar panik sendiri.


"Wah..benar pasti dia mengirim paket yang sudah hancur di tangan kakek Rion "Altair segera mencocokan wajah pria baya yang ditunjuk rain dengan gambar dari cctv yang ia simpan.


"Baiklah Warrior Wiguna! are you ready?!" Seringai Maiden terbit penuh arti.


"Serang!!!!" Danzuar menyeru paling semangat.


"Diam dulu kalian wahai otak udang!!" Renshino segera menahan langkah Rex juga Maiden yang sudah menggulung lengan baju mereka.


Altair menggeleng miris,membenarkan letak kaca matanya yang sedikit merosot .


"Tapi kau yakin itu mangsa kita?" Gyolix bertanya sembari sibuk membuka plastik pembungkus permen lollipop miliknya.


"Altair selalu benar bodoh! jangan pertanyakan dia!" Rex memelototi giolix geram.


Gyol meringsut mundur, bersembunyi dibalik punggung Raindres.


"Kau jangan begitu juga bodoh! lihat adik kita takut!" Raindres memukul kepala Rex geram.


Yah, Gyolix berbeda beberapa bulan saja dari para putra Wiguna meski tahun lahir mereka sama.


"Sekarang bagaimana?" Maiden berucap tak sabar.


Kini mata terarah pada altair.


Anak laki-laki tampan nan genius yang berhasil mencarii tau pengirim paket dan siapa yang menjadi dalang dibalik paket penyebab kakek mereka hampir saja membuat mereka memiliki papa baru!.


Tidak terbayang bukan? memiliki ayah yang usianya lebih muda dari mereka? .


"Sini...." Altair menyerigai,otak liciknya berkerja dengan cepat.


Dan para kera hyperaktif generasi ke 4 Wiguna ini akhirnya membentuk satu lingkaran dibawah pekikan gemas para wanita maupun ibu-ibu muda yang melihat kelakuan mereka.


..........


Sementara itu...

__ADS_1


Didepan pintu Mansion Wiguna.


Ditaman halaman depan,dimana kayra berserta para saudari dan menantunya tengah berkumpul sembari bergosip random,ditemani para suami dan putra mereka yang sibuk dengan percakapan berat mereka.


Karpet beludru digelar dengan berbagai camilan juga teh, kopi dan berbagai jus buah segar hasil kebun sendiri.


Lampu taman yang mulai menyala menyapa senja.


Sinar orange menyapu wajahnya yang cantik.


Berdiri dengan wajah memerah menatap sosok pria gagah yang tengah menimang dua bayi sekaligus di kedua lengannya yang kokoh.


Asline tersenyum,wajahnya berpendar bahagia kala wajah yang biasanya terlihat dingin tak tersentuh itu kini.Tertawa renyah sembari berucap random menanggapi celotehan khas bayi dari sosok bayi cantik di lengan kiri dan tawa ringan bayi tampan lain di lengan kanannya.


"Hubby hati-hati jangan sampai Arez dan Zia jatuh!" Asline menggeleng geli melihat tingkah suaminya.


Rayga sibuk menggoda putrinya,dan Arezian sibuk berceloteh ribut akibat Zia kecil yang lebih tertarik melihat ayah mereka daripada dirinya,kakak kecil ini cemburu!.


Ayahnya mencuri perhatian adiknya!.


Bayi ini sangat lucu!.


Para ibu yang duduk menikmati matahari sore di sebuah Gazebo tak jauh dari posisi rayga tertawa.


Sementara para ayah muda memandang iri.


Arkansas? pria baya itu sudah berwajah masam sejak awal dirinya menduduki kursi taman.


Zia kecilnya telah di monopoli!.


Kapan dirinya bisa membawa kabur cucu cantiknya itu jika semua putranya begitu picik ingin bersama bayi cantik itu?!.


Bayi tampan itu hanya akan diam di buaian ibu kandungnya!.


Sementara yang lain? sabar saja!.


Jangankan menggendong,mendekat saja bayi laki-laki itu akan menatap tajam tak berkedip seakan tengah mengancam tanpa kata-kata!.


Luar biasa bukan?.


"Tidak akan jatuh dear...suamimu ini bahkan bisa mengangkat beban 50 kg dengan satu tangan! jangan remehkan aku..." Rayga mengecup pipi istrinya dengan gemas.


Asline mendelik dengan pipi merona atas ulah suaminya didepan para ayah juga ibu mertua mereka!.


"Oh ia..Ria.. anak-anak kalian pada kemana semua? mami tidak lihat satupun!" Daisy berucap sembari menoleh kesegala arah mencari pasukan kera sakti itu.


Victoria menelan anggur yang ia kunyah segera.


"Biasa mi.. anak-anak itu memang tidak bisa diam,kerjanya keluyuran terus ria bisa apa ? " Victoria berucap frustasi.


Raels menepuk bahu saudarinya itu ,mereka menjadi ibu yang senasib seperjuangan memiliki putra yang nakal luar biasa.


.........


Zantos,pria itu melangkah keluar dari restoran tempat pertemuan gelap yang ia lakukan di lantai atas.


Langit telah menghitam.


Namun.....


BRUKH...

__ADS_1


sekelompok anak-anak dengan kostum berlari kearahnya dengan kacau.


Zantos tercengang!.


Noda minuman dan berbagai ice cream bertoping warna-warni segera mengotori jasnya!.


Wajahnya memerah murka.


"Hei kakek...ini adalah malam Halloween! semua anak-anak turun untuk meminta permen! mengapa kau memelototi kami?"


"Benar....kau pasti kakek tua kolot yang sangat pelit dan garang!?"


"Kau harusnya menyayangi anak-anak! mengapa kau justru membuat permen kami jatuh dan ice cream kami tumpah?!"


"Hai kakek..bertanggung jawab atau kami akan menangis dan melaporkan dirimu karena berbuat jahat pada anak-anak!"


Wajah Zantos segera menghitam!.


Darimana datangnya sekumpulan pengacau kecil ini?!.


Zantos melepas jas kerja nya,membuang dan menatap bengis anak-anak dengan berbagai macam kostum itu.


Anak-anak mundur.


Saling melirik.


"Beraninya kalian dasar anak-anak kurang ajar!!"


"LARI!!!" Seruan anak dengan kostum vampir itu disambut tawa memgejek anak-anak lainya.


Zantos meraung geram.


Tubuhnya lengket oleh ice cream yang mencair,permen karet yang entah bagaimana menempel kesemua bagian celananya dan yang terparah.


Ada tetesan coklat cair diwajahnya!.


Tubuh Zantos gemetar oleh kemarahan,inilah alasan dia sangat membenci anak kecil!.


Masokis-nya kambuh,rasa mual atas segala hal kotor yang merusak kebersihannya!.


Sayangnya,ini belum apa-apa dibanding apa yang menunggu di mobilnya yang terparkir tak jauh dari restoran.


Sementara..


Anak-anak yang menggunakan kostum segala jenis karakter itu akhirnya membuka topeng mereka.


"Apa Rex, Raindres juga Maiden sudah selesai ?" Gyolix bertanya setelah topeng srigala terlepas dari wajahnya.


"Sudah.." Altair menjawab santai,ia melepas jubah vampir yang ia kenakan dan membuangnya di tempat sampah.


Halloween apa? bulan itu bahkan sudah lewat dan rupanya Zantos terlalu marah hingga tak menyadari lelucon mereka.


"Hahaha..dia pasti terkena serangan jantung nanti!" Shino tertawa terbahak-bahak sembari melempar perban mumi yang menutupi wajahnya.


Yah,mereka berhasil membuat lelucon yang akibatnya akan sangat luar biasa bagi Zantos, terutama ansol yang menjaga mobil bosnya itu.


Berharap saja!.


.....TBC.....


Besok El up apa gak? masih memantau para sider 🔪

__ADS_1


__ADS_2