Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Victoria past


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya...



...🍃...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🍃...


Raino terdiam,duduk menatap lurus ke depan dengan tangan mencengkram stir kemudi dengan mimik wajah tak terbaca.


Sedang,disisi pria tampan putra kedua Rion itu.Victoria duduk dengan wajah kosong.


Suasana didalam mobil sport Bugatti itu terasa dingin.


" Ria....tak bisakah kamu katakan masalahmu padaku? apakah ada sedikit saja arti perasaanku ini untukmu?" Raino berucap dengan senyum dingin.


Victoria tersentak dari lamunanya,gadis itu menoleh cepat menatap wajah tampan pria yang entah sejak kapan sudah mulai mengisi ruang dihatinya.


Kekasih ya?...


Victoria tersenyum nanar dengan wajah menghadap kearah luar.


Apakah dirinya bisa memiliki kebahagiaan itu tanpa rasa takut?...


Apakah dirinya bisa lepas dari mereka?..


Mereka....


Yah,masa lalunya!.


"Aku tidak tau Raino..aku tidak tau.....semuanya gelap..." Ucap Victoria samar,suaranya terdengar bergetar dan tangan kokoh yang mencengkram stir itu semakin kuat hingga otot lengan pria wakil leader be itu menonjol.


Menghela nafas...


Grephh...


Victoria mengigit bibir bawahnya kala maniknya terasa panas oleh pelukan hangat itu.


"Kamu bersikap ceria didepan semua orang di acara kemarin... namun...aku tau..matamu ini menyimpan banyak beban ria....bahkan mami,mami bisa melihat kamu tidak baik-baik saja! Ria..please... i'm here...for you...." Raino berucap lembut membelai punggung sempit bergetar itu.


Victoria mendongak,menatap wajah tampan yang kini tersenyum penuh kasih padanya.Pelukan yang gadis itu berikan semakin erat, Victoria telah menemukan seseorang yang dirinya anggap sebagai rumah.


Dan apakah dia tega membiarkan mereka menghancurkan rumah itu?.


Tidak!..


Sampai matipun Victoria akan melindungi rumah terakhirnya, orang-orang yang begitu baik membuka tangan mereka menerima dirinya!.


Secret agent? omong kosong!..


Nyatanya dia adalah gadis yang dijadikan sebagai alat pembunuh didalam organisasi terdalam dan sangat brutal di sana, Sisi lain dari CIA.


Dan orang yang menjadikan dirinya seperti itu bersembunyi begitu dalam,sang petinggi!.


"Mau cerita hm?" Ucap Raino mengecup kening sang gadis.


Calon masa depannya!.


Victoria menutup mata,meresapi rasa dari bibir yang kini mengecup keningnya penuh kasih .


"Aku baik-baik saja...aku akan cerita jika aku tak lagi sanggup menanggungnya...apakah kamu mau menungguku?" Victoria berucap dibalik wajah yang tenggelam dalam hangatnya tubuh sang kekasih.


Raino tersenyum lembut,mengangkat wajah cantik itu dari balik dada bidangnya.


"It's okey...bahkan menunggu sampai rambutku memutihkan aku sanggup! selama kamu bisa percaya dan yakin padaku..."Raino terkekeh renyah, Victoria tersenyum haru.


"Mau disini sampai malam...atau..." Raino terkekeh geli, Victoria berkedip linglung dan melepas cepat pelukan itu dengan wajah memerah malu.


"Aku tidak sengaja ya memelukmu! jangan terlalu terbang tinggi!!" Seru Victoria gugup.


Hahaha..


Victoria mendengus mendengar tawa lepas dari Raino.


Pria tampan itu tertawa dengan lepas sembari mengacak surai pirang sang kekasih.


"Sengaja juga boleh honey...peluk bahkan lebih dari itu juga boleh...aku rela" Jenaka Raino mengering jahil.


Victoria melepas seatbelt dan membuka pintu mobil dengan rasa malunya.


" Dasar gila!!" Victoria membanting pintu mobil dan berlari memasuki rumah pemberian Rafendra dengan senyum yang tak disadari oleh Raino yang sibuk tertawa.


BRAKHHH..


"ASTAGA!! GADIS ITU......" Raino mengelus dada kala suara bantingan pintu sukses membuatnya kaget.


Menatap rumah sang kekasih.


Raino keluar dari mobil,ingin masuk namun.


Ting...


From : RyubiYama


No cepat kembali malam ini ada ekspedisi!


Raino berdecak,memasukan kembali ponsel disaku rompinya.


Namun...


Degggg...


Raino yang semula ingin berbalik dan memasuki mobil urung,menatap kearah rumah pemberian kakeknya itu dengan lamat.


"Ada-apa ini? kenapa perasaanku tidak enak?!" Raino membuka kontak dan mencari nomor sang kekasih.


Sementara itu.....

__ADS_1


Degggg...


Jantung Victoria berdentum kuat,bukan perasaan layaknya orang jatuh cinta.Namun ketakutan!.


Tubuhnya dipeluk seseorang dari belakang dengan kuat,begitu kuat hingga rasanya bisa meremukkan tulang pinggulnya.


Deru nafas memburu terasa tepat disamping telinganya.


Seseorang ini....


Penuh amarah...!!


Victoria tidak ingin semakin dibuat layaknya boneka,boneka mereka kembali!


Gadis yang bisa dikontrol begitu saja!.


Bukhhh..


Dengan sikutan kuat, Victoria berhasil membuat pelukan itu terlepas.


"Hahahaha...ohhh...boneka cantik ini sudah berani melawan tuan-nya?" Victoria mengigit bibir bawahnya menahan amarah,kedua tangannya terkepal erat.


Pria ini!..


Salah satu yang tidak ingin dia temui lagi!..


Iblis berkedok malaikat baik hati yang tampan!.


"Victoria...berani sekali kamu meninggalkan aku...bersama pria lain dan pura-pura tiada? kau fikir dengan melenyapkan semua bukti kehidupanmu..kau fikir akan bisa lepas dariku? dari keluargaku...keluargamu?" Pria berucap jenaka,senyum menyeramkan terlihat dari ekspresinya.


Victoria bergerak mundur kala pria dengan tinggi setara tubuh Raino itu berjalan mendekat mengintimidasi!.


"I don't really care!! Victoria yang kalian kenal memang sudah mati! dan aku bukan gadis itu! pergi kau dari rumahku!!!" Berang Victoria sembari meraih sebuah Baretha dari balik saku celananya.


Senjata itu sudah mengacung tepat kearah jantung pria tampan yang kini telah menatap dirinya dingin.


"Well..karena mereka kau berani padaku? aku pemilikmu! semua yang ada pada dirimu adalah milikku! " Pria dengan kemeja putih digulung hingga kesiku itu berucap remeh.


Dorrrr..


Melesat namun sayang,tembakan Victoria berhasil dielak oleh pria itu.


Peluru bersarang pada dinding belakang pria itu pada akhirnya.


"Naughty girl!!"


Wushhhh..


Grephh..


"BEDEBAH!! LEPASKAN AKU" Victoria meraung kala pria itu dengan cepat meraih tubuhnya dan melempar dirinya keatas ranjang.


Kini tubuh Victoria tertindih oleh tubuh kekar pria itu.


Devano Alinston.


Dia....


Kakak angkat Victoria,pemimpin resmi para agent pembunuh berlabel agent pemerintah!.


Bahkan pemerintah saja tidak tau,apa yang berada di balik organisasi legal itu.


"Bastard.....menjauh dari tubuhku!!" Victoria memberontak.


Plak....


Tubuh itu akhirnya diam tak bergerak,menatap langit-langit kosong.


Victoria diam dengan air mata meleleh tak bisa dicegah.


Pria itu menyeringai,Devano.


Kepala Biro CIA.


Sang penjahat dibalik jabatan hebatnya!.


"Aku...tidak akan sudi!" Tekan Victoria setelah berhasil mengumpulkan keberaniannya.


Srakhhhh...


"AKHHHHH...." Victoria memekik kala pakaiannya seketika terkoyak oleh sebuah belati.


Yah,Devano merobek paksa pakaianya!.


Lagi....


Seperti dimasa lalu saat dia menolak patuh!.


Manik pria itu menggelap,membelai dada Victoria sen*ual,aset yang masih tersembunyi indah dibalik sport bra berwarna merah maroon.


"Damn you looks pretty..aku sudah begitu lama bersabar ...jangan buat aku kehilangan kendali Vivi..atau aku akan merusaknya!" Devano mendekatkan wajahnya dan menempelkan hidungnya dicelah dada Victoria yang tubuhnya telah sekaku batang kayu!.


Drrttt...


Gerakkan tangan Devano yang bersiap meraup aset indah itu terhenti,ponsel ditas bermerk Gucci milik Victoria berbunyi.


"Angkat dan bersikap biasa!!" Titah Devano melepaskan tubuh Victoria dengan jengkel.


Victoria meraih selimut dan menutup tubuh atasnya dengan air mata kemarahan.


Turun dari ranjang meraih tas berisi ponselnya.


Beruntung aset miliknya masih terjaga meski penutupnya hampir tanggal.


My Hero calling..


Air mata Victoria jatuh deras.


Dia ingin pelukan hangat itu lagi...


Dia butuh sosok itu kini....


Tapi merasakan tatapan iblis itu....


Dia takut...


Sangat takut....


Menelan salivanya susah,ponsel tersambung.


"Honey...kenapa pintunya terkunci? kenapa pesanku tidak cepat kamu balas? aku masih disini...masa pintu sudah kamu kunci saja?!"


Raino berucap jenaka, Victoria mengigit bibir bawahnya kuat.


Darah perlahan turun dari luka gigitan pada bibirnya.


Sebuah tangan mencengkram kuat pinggangnya.


"Suruh dia pergi...." Devano berbisik tajam


"Raino...aku...aku ingin tidur...kamu pergilah...aku akan menelpon nanti....aku..sampai jumpa besok!" Devano meraih ponsel itu cepat dan mematikannya.

__ADS_1


"Bagus.... persiapan dirimu.. malam nanti ikut aku!" Devano berlalu pergi, Victoria terduduk mencengkram sprai yang menutupi tubuh atasnya dengan penuh amarah, keputusasaan dan juga kebencian.


"Raino...semoga kamu menyadari pesan tersembunyi dariku..tolong aku...aku lelah..." Victoria terbaring diatas lantai,menangisi kelemahannya.


Betapapun dia kejam membunuh dalam misinya,namun tetap saja sumber ketakutannya berhasil mengontrol dirinya.


Raino disisi lain..


"Menelpon nanti? sejak kapan my Ria berinisiatif menelpon duluan..bahkan jika aku tidak menelpon..maka seh-....damn it!!"


Raino mengumpat,ada yang tidak beres!.


Bergegas keluar lagi dari mobilnya dan berlari cepat menuju pintu masuk rumah minimalis modern itu.


.......🍃.......


Wiguna Mansion...


Perlahan namun pasti,degup jantung asline.Gadis yang kini terduduk diatas sebuah ranjang Kingsize itu terdiam dengan wajah penuh kegelisahan!.


Bagaimana tidak?...


Malam nanti,dirinya harus menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri untuk pertama kalinya!.


Asline melirik kearah jam,sebentar lagi.Hanya perlu menghitung mundur suaminya itu pasti kembali setelah menyelesaikan urusan entah apa?.


Yah,malam ini adalah malam sebelum Rayga akan mengajaknya besok pergi berbulan madu,katanya!.


Entahlah, asline merasa curiga kala melihat senyum licik pria tampan itu terkahir kali.Yah,pria tampan yang kini telah berstatus sebagai suaminya.


"Mama!! apa yang harus line lakukan jika dia datang?!!" Asline berucap frustasi.


Gadis itu berdiri menuju sebuah cermin besar full body.


Dress biru cyan masih melekat pada tubuh indah gadis itu.


"Apa yang harus kulakukan?!!apa yang harus kupakai?!!aku harus bagaimana?!!!!" Jerit aslien frustasi.


Dia tidaklah bodoh! Asline tau pasti arti kalimat dari" Aku ingin makan besar malam ini,my dear!! "


Asline mengigit kuku jarinya gusar,perutnya seakan bergejolak dan otak cerdasnya entah hilang kemana!.


"Line..aku yakin kau akan bingung kala harus menghadapi malam pertamamu dengan big bro kami bukan? tidak perlu cemas.... pergilah tanya pada Raino atau Maxim..mereka adalah ahlinya! pakar estetika...."


Asline terdiam,mengingat kembali ucapan dengan senyum penuh arti Gion.


Maxim.....


Raino....


Dua Casanova yang begini terkenal dikalangan para wanita Eropa!.


Bagaimana tidak..


Diantara para tuan muda para clan besar itu,hanya dua nama inilah yang paling mudah didekati oleh para wanita.


Sedangkan yang lain....


Raider....


Pria itu memang terlihat ramah,namun begitu wanita mencoba terlalu dekat dan akrab.Maka sifat asli pria itu akan terlihat.


Kejam!..


Xain....


Pria ini merupakan calon menantu paling ideal setelah Rayga.


Pria muda mapan dan begitu sukses membangun industri informasi global!.


Tidak pernah dekat dengan wanita selain seluarganya dan terlalu kaku untuk memulai sebuah hubungan.


Gion dan Ryuga...


Kedua pria ini bahkan terlalu gila dengan ilmu pengembangan racun dan obat,yah selain Ryuga yang kini pada akhirnya telah menemukan pasangan,Gion masih asik dan entah kapan melepas jabatannya sebagai dokter muda tampan nan kaya yang paling sulit berhubungan dengan wanita,bahkan dengan ibunya sendiri saja pria itu tidak segan adu mulut!.


Dan Rayga,tidak perlu dijelaskan karena pria berhati iblis itu telah menemukan kunci gembok yang akan merantai sisi kejamnya.


Yah,istrinya.


Kini asline menatap jejeran kado pernikahan aneh yang terlihat mencurigakan dari para saudara suaminya itu.


Yah,gadis cantik itu ingat apa yang diberikan oleh para tuan muda itu begitu masalah ini bocor dari mulut lemas Gion.


Sungguh,meski menahan malu.Asline harus menebalkan muka demi menerima entah pada akhirnya apa yang diberikan oleh pewaris tunggal keluarga Houston itu.


" Buat apa berfikir keras Line...ini kuberikan kau senjatanya para wanita kala melayani pria dimalam pertama....tenang saja kuberikan gratis tanpa biaya tambahan...."


Asline bergidik kala mengingat ekspresi rumit nan jenaka yang Maxim tunjukan kala menyerahkan sebuah kotak besar dengan bungkus kado berwarna merah darah!.


Memang sudah terkenal betapa gila nan anehnya sifat tuan muda Houston itu!.


Dan yah,asline mengalaminya kini!.


Perlahan kaki jenjang berlapis sandal beludru itu berjalan menuju sebuah pintu geser,Walk in closet!.


Memasuki sebuah ruangan yang tidak terlalu besar,ruangan yang diisi oleh berbagai pakaian dari berbagai brande.


Tidak seperti gadis dari keluarga kaya lainya,asline tidak terlalu suka mengoleksi begitu banyak pakaian yang akan terus berganti setiap musim.


Walk in closet yang dimiliki asline di di Mansion besar Wiguna ini cukup sederhana nan simple,yah ruang yang dibangun kilat begitu mengetahui bahwa putra sulung clan itu bersama sang istri berniat menetap.


Apa yang tidak bisa dilakukan dengan uang?.


Asline tersenyum geli begitu memasuki ruangan yang dibangun kilat dalam waktu hanya 5 jam saja,Yah. Sejak asline yang tanpa sadar bercelatuk ingin tinggal dan mengurus ayah serta adiknya,Rayga tanpa banyak bicara segera membangun kamar baru juga segala jenis kebutuhan sang istri yang semua dipersiapkan dengan kilat!.


Yah,bahkan para ibu juga para saudara pria itu menggeleng miris.


Jika begitu lalu untuk apa dia membeli sebuah mansion,lagi!.


Zeus dan sikap royal tanpa berfkirnya yang ekstrim!.


"Dimana maid meletakkan bingkisan dari max?" Asline bermonolog,melangkah masuk kedalam ruang ganti dirinya juga suaminya.



Sisi kiri diisi segala jenis barang pribadi asline,sementara sisi kanan diisi barang sang suami, Rayga!.


Asline membuka salah satu pintu laci sisi kiri yang laci itu berada tepat ditengah ruang gantinya.


Kotak besar itu dirinya naikkan keatas nakas.


" Apa isi da- WHAT THE HELL?!! APA INI?!!' Pekik asline begitu membuka dan melihat isi kotak pemberian Maxim.


Ini baru dari Maxim,lalu bagaimana nanti hadiah dari yang lainnya


Asline bergidik....


...🍃...


...TBC...

__ADS_1


I'm really sorry guys...up lama El sekarang banyak kerjaan,susah cari waktu dan ide saat tubuh dan pikiran sudah lelah seharian..so.. please tinggalkan jejak untuk semangat baru ya😘


__ADS_2