
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
El hanya ingin bilang,jika Qoz sudah ending,jangan lupa bahwa kisah Wiguna family pernah ada di dalam list bacaan kalian ya...thanks so much for everything.
...----------------...
Mobil Jeep wrangler modifikasi berwarna hitam itu meraung,melaju kencang melawan angin.
...( Kelihatannya kecil,tapi mobil ini punya enam kursi.Dua didepan,dan masing-masing dua ditengah dan belakang! )...
Manik tajam sang pengemudi bak laser panas yang membakar.
"Ada ledakkan di pintu masuk Utara terowongan! beberapa kendaraan tertimbun tak sempat menyelamatkan diri! kacau....semua berputar arah hingga terjadi tabrakan beruntun!"
Seorang pria disisi samping kemudi berucap dengan keringat dingin menghiasi pelipisnya.
Sang pengemudi,mencengkram stir kemudi itu dengan kilatan bahaya dimaniknya.
"Big bro ada retakan besar di atap terowongan! drone berhasil menangkap 19 retakan besar lain di dinding terowongan sisi selatan!" Alarik,berucap dengan wajah pias sembari menatap tab ditanganya.
Rayga,sang pengendara mobil bungkam.
Namun laju mobil yang ia kemudikan telah beralih ke mesin turbo berkecepatan tinggi!.
Jarak mansion utama hingga terowongan baru yang dibangun antara clan Wiguna family yang berkoalisi dengan pemerintah kota London cukup jauh.
Butuh waktu 2 jam mengendarai mobil dengan jarak batas minimal.
Namun kini,Rayga memacu mobilnya dengan kecepatan penuh.
Sebelum sistem beralih ke mode turbo,Rayga melirik kursi penumpang.
Disana,duduk gadis kecil manis dengan kursi khusus sebagai pengamanan.
Zia kecil menatap ayahnya tegas.
"Daddy akan naikan kecepatan,Z duduk diam dan tutup mata jika takut!" Rayga berucap setenang mungkin.
Jika saja putrinya ini tak memaksa ikut,rayga tak akan sanggup membawa buah hatinya ini melawan bahaya!.
"Dy...z atan jadi anak baik! Daddy bawa caja mobil na untuk celamatkan unda,Yayah dan tatak!" Zia berucap penuh tekad.
Rayga tersenyum lembut,beralih memasang porsneling ganda.
Alarik sudah memegang pegangan di atas jendela mobilnya sembari berdoa getir.
Semoga dirinya dan putri kecilnya selamat atas laju mobil yang menggila.
Tanpa disadari keduanya.
Manik bulat nan polos itu berganti,dari yang semula bernetra coklat madu seketika berganti putih seluruhnya!.
Wajah polos itu berganti begitu dingin.
Dua orang sosok transparan duduk dikedua sisinya.
"Meleka akan celamat....nenek buyut Veleri...nenek Liora....Arty cudah memakai semua jiwa olang yang mati dicana sebagai tumbal! "
"Baby z....Semua akan baik-baik saja..."
Satu sosok berucap lembut dan hilang dalam sekejap mata, sementara satu lagi masih duduk dan membelai rambut lembut Zia.
Dan tak lama,setelah mengecup kening Zia.
Sosok itu menghilang.
__ADS_1
"Big bro..kau mencium bau darah? pekat sekali?!" Alarik berucap kala hidungnya mencium aroma anyir darah dan samar aroma bunga melati!.
Rayga melirik tanpa berkata apa-apa pada Alarik.
Namun,dirinya juga sudah merasakan aroma itu sejak mobil mereka mulai mendekati terowongan.
Ada lintasan kacau balau dari kendaraan yang mencoba menghindar dari keruntuhan.
Manik berwarna putih itu semakin menajam.
"Daddy ..be a fast!!"
Deg...
Rayga merasa suara putrinya menjadi lebih berat.
Namun akalnya tak memiliki celah berfikir lebih.
Mobil modifikasi dengan kerangka yang terbuat dari baja itu melaju bak kilatan badai!.
Berzig-zag menghindari terjangan kendaraan dari arah berlawanan.
"Mana! cari posisi mereka Alarik!"
Rayga meraung tak terkendali.
Kacau!.
Mobil-mobil terbalik akibat saling bertabrakan,ada mayat dimana-mana dan kendaraan yang terbakar!.
" Utara! mobil Audi putih yang tertahan sebuah truk ice cream dan sebuah pick up pengangkat barang! Brixton sedang berusaha mengeluarkan archana yang kakinya terjepit body mobil!" Alarik berucap panik sembari melihat layar hasil tangkapan drone.
"Bedebah!" Rayga memaki dalam keadaan murka.
Zia menatap empat sosok penuh darah yang menahan tubuh Sergio dikursi penumpang,sementara dua sosok dengan wajah hancur menahan tubuh Albian di sisi pintu kiri.
Mereka adalah korban yang tubuhnya berada dalam truk ice cream,juga mobil pick up!.
"Pelgi! jangan usik kekualgaku! pelgi sebelum aku membakal kalian!"
Rayga merasakan hawa dingin yang begitu menusuk disertai bau bangkai yang menyeruak,siapapun yang tak memiliki mental pasti akan langsung jatuh.
Tapi keadaan yang sangat kacau tak membuatnya berfikir lebih.
Rayga memasang mode pertahanan,sebuah besi katrol terulur keluar.
CKITTT......
Brixton menoleh,takut ada mobil lain yang menghantam mobilnya yang sudah memang dalam keadaan terbalik.
Posisi Brixton masih berjongkok berusaha mengeluarkan istrinya.
"Rixton!!" Alarik berseru dan keluar dengan cepat dari mobil.
Senyum kelegaan terbit dari wajah yang hampir putus asa itu.Kantrol pengait dari mobil Rayga mengangkat truk mini ice cream yang menghantam disisi kiri mobil Brixton.
Raungan mesin modifikasi itu memekak keras memecah kericuhan suasana terowongan yang remang.
Alarik berusaha mengeluarkan Albian dan Sergio.
"Sergio kau tak apa boy?" Alarik berucap cemas,Sergio.
Putra tunggal Arsenio dan Sera itu menggeleng lemah.
Meski kepalanya sudah terhias darah oleh pecahan kaca,tubuhnya yang sudah terlatih sejak kecil oleh sang ayah masih mampu bertahan!.
"i'm fine papa Alarik,tolong Albian saja dia terjepit !" Sergio dipapah Alarik untuk segera memasuki mobil yang terisi Rayga dan Zia.
Rayga masih bekerja,setelah menangani truk ice cream,kini kantrol pengait berpindah pada pick up barang yang menghantam bagian depan mobil Brixton!.
__ADS_1
Jika pick up itu tidak dipindahkan,maka archana tidak akan bisa keluar!.
Dan tentu saja,semakin lama bensin yang tumpah akan menjadi masalah!.
Berpacu dengan waktu .
Duarrrr!!..
Sebuah truk meledak dari arah belakang!.
Truk itu terbalik dihantam sebuah mini bus dari arah berlawanan!.
Keringat dingin menguar saat Alarik berusaha membuka pintu mobil yang macet!.
Albian sudah jatuh tak sadarkan diri,wajahnya dipenuhi darah oleh serpihan kaca dan mobil bagian kiri yang ringsek!.
" Jika kalian mati ..mati saja jangan selet olang yang masih hidup! go!!!"
Zia kecil menatap melewati mata batinnya,didampingi arwah sang kakek buyut.
Rafendra menekan para arwah yang telah mati dalam keadaan tak rela!.
Ajaib,disaat Alarik berusaha mati-matian namun pintu itu tak juga terbuka.
Namun saat pria dewasa itu sudah merasa putus asa,pintu mobil itu jatuh sendiri dan terbuka!.
Alarik linglung,namun tetap menggendong tubuh Albian keluar dan membawanya memasuki mobil modifikasi.
Setelah berhasil mengamankan kedua putra mereka.
Alarik beralih membantu Brixton.
Brixton berhasil mengeluarkan archana begitu badan mobil pick up berhasil diangkat oleh kantrol mobil Rayga.
"CEPAT!!!" Rayga meraung keras begitu melihat atap trowongan mulai runtuh!.
Belum lagi ledakkan dari tabrakan beruntun terjadi dibelakang mobil Audi Brixton.
Api menjalar cepat dan puing demi puing trowongan runtuh seketika!.
Brixton dibantu Alarik berjalan cepat mendekati mobil modifikasi yang atapnya memang sudah terbuka demi memudahkan semuanya masuk!.
Begitu panik semua orang hingga tak menyadari keanehan artyzia.
Trak.....
Semua pintu dan atap mobil terkunci begitu semua sudah masuk.
Rayga memasak palet pelindung baja demi menahan hantaman dari puing trowongan yang runtuh dan menghantam mobilnya.
Brmmm......
Rayga memacu mobil itu keluar,dimana drone yang Alarik terbangkan menayangkan situasi hingga semua keluarganya yang berada di mansion mengetahui keadaan mereka.
Yah.
Hanya wanita mereka, anak-anak juga orang tua.
Selebihnya.
Mateo bersama arshenio juga raider,ryuga dan Maxim membawa tim elit dragon juga Eagle memburu pelaku yang menjadi penyebab runtuhnya terowongan,proyek besar clan Wiguna family dan pemerintah kota.
Zantos!.
Dan sisanya.Raino,Diego,Gion,xain juga Dixon dan Sera segera bertugas menangani korban tragedi!.
Semua berpacu dalam tugas masing-masing.
.....TBC.....
__ADS_1
One chapter again,we almost say goodbye all🤧