
...Vote,like dan komentar ya ❣️...
........🥀........
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
........🥀........
Asline,gadis cantik dengan rambut panjang yang kini terlihat kusut itu berjalan. Tidak,sedikit berlari keluar dari sebuah minimarket dengan manik bergetar hebat.
Abai atas tatapan penuh tanya setiap mata yang menatap selidik kearah gadis itu.
BRUKHHHH
Terhuyung kala merasakan tembok keras menghentikan langkahnya.
Tapi..
Memang ada tembok terasa?....
DEGGGGGGGGG...
Gadis itu ,Asline mengangkat wajahnya dan seketika jantungnya seakan berdetak dua kali lipat lebih cepat.
Manik Grey lembutnya membola horor seketika.
Tembok,omong kosong!....
Pandangan yang pertama ia lihat hanya wajah tampan dengan seringai licik dari sosok pria yang mati-matian dirinya hindari.
Sialan!.....
Rasanya Asline ingin agar dunia segera menelan tubuhnya sekarang juga!.
Situasi ini bahkan lebih mengerikan daripada saat berpacu waktu melarikan diri dari kejaran para pembunuh Dante!.
"Mencoba kabur dariku lagi hm?kenapa begitu takut melihatku?....don't be afraid Sweatheart... i'm your king dan you....my Queen...." Smirk Rayganta penuh arti,yah.Pria yang selalu dihindari oleh Asline telah kembali mengusik.
Dia, Rayganta sang Zeus tiran!.
Raygan menunduk, posisinya masih memeluk erat pinggang ramping Asline yang hampir saja terjatuh jika ia tak menahannya tadi.
Gadis cantik ini cukup ceroboh jika panik!.
Deg....deg...deg...
"Sialan...sialan.... sialan.....kenapa mendengar suaranya saja begitu membuat ngeri?!!" Batin Asline menangis.
Asline mengigit cemas bibir bawahnya,maniknya bergetar horor kala wajah tampan itu semakin menunduk,semakin dekat!.
Sejengkal lagi dan hidung mereka akan bersentuhan!.
"Sweatheart.....kau tau aku tidak suka ditolak bukan? kau lari dariku.....mencoba menghindar hm? "Rayganta menatap puas wajah tegang gadisnya.
Lengan kekar putra sulung Arkansas itu semakin membelit dan menarik tubuh indah Asline semakin merapat.
Deg....deg....deg.....
"Kau berlari...dan akan......"
Blushhhhh....
Bisikan ditelinga sensitif Asline memicu wajah gadis itu memerah sempurna.
"Akan kurantai kedua kaki indahmu...dan akan kukejar kemanapun kau mencoba bersembunyi.... Baby....."
Wushhhhhhhhh...
Cup.......
"BEDEBAH!! BRENGS*K....KAU BAJINGAN MESUM!! LEPASKAN AKU...JAUHKAN TANGANMU DARI TUBUHKU!!!" Asline memaki dan meraung dengan jengkel,emosi! darahnya mendidih.
Pria itu,dengan seenak hatinya mengecup bibirnya,lagi!.
Asline mendorong tubuh tegap Rayganta,dimana pria itu dengan santai melepas lilitan tangannya dari pinggang kucing manis yang kini terlihat marah!.
Bersidekap dada.
Rayganta.Dengan bahu mengedik acuh dan tersenyum tipis.
Menikmati setiap ekspresi dari kucing manisnya.
Nafas Asline memburu,amarahnya naik kala melihat wajah tampan itu benar-benar terlihat tanpa beban.
__ADS_1
Mengusap bibirnya dengan punggung tangan dengan kasar.
"Kau......."tunjuk Asline setelah memastikan jarak aman antara dirinya dan CEO Great Wiguna itu.
Rayganta menaikan satu alisnya tersenyum mengejek.
Keajaiban dunia!....
Kaisar tiran muda itu tersenyum? pada wanita!.
"Aku.....? kenapa baby? ciuman dariku kurang hm? baiklah kita menikah saja bagaimana?" ucap Rayganta dengan wajah tanpa beban, benar-benar defenisi pria sinting yang tampan!.
Asline melotot kesal, apa-apaan pria gila itu?.
"KAU..... SIAPA KAU BERBUAT SEENAKNYA PADAKU?!! JANGAN FIKIR KARENA KEKUASAAN SERTA KEKAYAANMU,KAU BISA SEENAKNYA SAJA PADAKU!! MENIKAH? LEBIH BAIK AKU MENERIMA KEBENCIAN DARIPADA SIKAP AROGANT-MU!! KAU PRIA SAKIT JIWA!!" Raung Asline dengan wajah dipenuhi kemarahan.
Deg.......
Nafas Asline tercekat,gadis itu bergetar merasakan rasa dingin menusuk yang tiba-tiba memenuhi udara.
Senyum Jahil pria itu menghilang,wajahnya menggelap.
"Asline....remember what i say... you are my mine,and i'm yours!!" Nada dingin menusuk, pernyataan dengan intonasi tak terbantahkan terdengar.
Asline tertawa sumbang,gadis itu dengan sisa keberanian mengangkat wajahnya menatap pria yang lebih tinggi darinya itu dengan nanar.
"Lebih baik kau membenci aku...jangan mengatakan cinta pada gadis yang sudah membuang kata cinta!! Hate me...don't love me!!" Asline berbalik dengan bahu yang dapat Rayganta lihat dengan jelas,bahu kecil itu bergetar.
"Benci? aku tidak pernah membenci Asline,tapi langsung membunuh begitu hatiku tak menyukai sesuatu....." Rayganta bergumam menatap sosok kecil gadisnya yang perlahan menghilang.
"Dan kamu...kamu akan menyesal jika melihat kebencian seperti apa yang bisa aku lakukan...." Monolog Rayganta sembari menghirup rakus aroma dari sebuah karet rambut yang ia tarik dari kunciran Asline,tanpa gadis itu sadari.
..........🥀...........
"Hellow everybody....mana red karpetnya ini?!! pangeran Shura datang...wahai para kaum jelata sambutlah tuan muda kalian ini!!"
Seluruh pria berwajah tampan dengan segala kesibukan menoleh malas kala melihat siapa yang datang dengan suara cempreng itu.
Seketika ruang sparing fighter di salah satu markas Blood Eagle itu hening.
Sosok anak laki-laki dengan mulut yang sibuk menyedot sekotak susu berperisa coklat muncul dengan menggandeng tangan seorang pria paruh baya tampan yang nampak menghela nafas berat.
"Papi James buat apa coba bawa-bawa kecebong hanyut kemarkas? kalau mama sakura tau bisa diamuk!!" Raino yang pertama membuka suara kekesalannya.
"Ck...Ini juga terpaksa No!! papi juga sebenarnya tidak mau,tapi papi kalian si Tristan lagi ada urusan sama Papa kalian Rion.Tidak ada siapapun di Mansion jadi terpaksa Shura papi bawa kesini,tolonglah kalian jaga dia papi ada urusan lain" James mendudukkan Shura yang terlihat masih asik dengan tas berisi susu kotak kesukaannya.
"Shura...tidak apa bukan jika papi tinggal bersama para kakakmu? nanti begitu mama kamu kembali dia akan langsung datang jemput,ingat jangan buat rusuh!" Tekan James ditangkapi anggukan acuh anak laki-laki copi-an Tristan saat muda dulu.
Para pria muda disana melihat wajah santai tanpa beban adik bungsu mereka itu dengan perasaan campur aduk.
Setan kecil itu tidak bisa dipercaya!
Yah,para inti muda sudah mencap anak semata wayang Tristan itu sebagai setan kecil.
James sudah berlalu meninggalkan Gion yang tengah menatap sebuah tas perlengkapan bayi dengan nanar,dan Raino yang menatap dua buah paper bag berisi berbagai macam susu kotak aneka rasa didalamnya.
"Ini aku wakil Beta kenapa mendadak alih fungsi jadi pengasuh bayi coba?!" Raino mendesah dramatis,menatap sosok yang kini asik merogoh isi tas punggungnya mencari sesuatu.
Seketika wajah-wajah yang bisanya kaku nan sangar itu berubah pias kala melihat apa yang dikeluarkan bocah laki-laki manis itu.
Sebuah DVD kartun anak-anak kembar botak!.
"Ini markas mafia kenapa jadi tempat penitipan anak coba?!!" desah Ryu jengkel.
"Ck...ck...ck...pada bacot semua..nanti Shura adukan mami Kayra semua baru tau rasa!!" Bocah dengan tangan yang sibuk memasukan DVD ke player nya itu mendelik sinis.
Para inti melongo.
"Heh Shura...tau dari mana kosa kata bacot?! Sembur Diego dengan horor.
Bisa bahaya jika ibunya yang manis,nyonya Arabella Wishnutama mendengar kata itu!.
"Mau tau...?" Ucap putra kecil Tristan itu dengan wajah serius.
Para pria muda itu mengangguk penasaran juga.
"Tanya sama google,sudah besar bodoh...." Ucap Shura dengan wajah tanpa dosa.
"Setan..." Maki Diego jengkel.
"Anak monyet!!"Tambah Raino sembari mengelus dada sabar.
"Lama-lama kubuang juga kau Shura!!"Ryu menatap anak kecil itu dengan malas.
"Sabar brother!!" Timpal Gion sembari terkekeh geli.
Semua kembali asik dengan kegiatannya.
Ryu dan Raino kembali sparing diatas sebuah ring boxing.
Gion dan Diego saling beradu ketangkasan dengan belati tajam dikedua tangan mereka.
Dan para anggota yang berada di markas kembali ke area autdoor memulai kembali sesi latihan tembak mereka.
Hingga....
"Shura itu binggung lama-lama nonton ini kartun!" Shura yang semula asik dengan televisinya tiba-tiba berceletuk yang menimbulkan tanda tanya besar di benak masing-masing kakak-kakaknya.
"Kenapa memangnya dek?" Kini Ryu bertanya mode normal,baiklah bungsu laknat mereka tengah damai,jangan diusik dulu.
"Masa ini ya Kak Ryu...dari Shura kecil sampai sebesar ini...ini Upin sama si Ipin tidak besar-besar juga? masa mereka cebol sih?! malas ah...Shura tidak mau nonton lagi" Anak itu meraih remote dan mematikan kartun serial anak itu dengan wajah penuh derita.
"Ini bocah gila kali ya..ya jelas tidak akan besar itu kembar botak!! lagipula itu memang kartun anak-anak,ya mana bisa disuruh besar!!" Batin Ryu menatap miris sosok shura yang kembali sibuk dengan kotak susunya yang lain.
"Besar apa nya? shura ...Shura...tinggimu saja tidak bertambah!! hahaha...lucu sekali humor anak papa Tristan ini!!" Batin Raino yang melirik wajah menahan tawa Gion.
"AHAAAAAAA!!!"
__ADS_1
"Eh monyet naik gajah!!"Latah Gion jengkel akibat suara keras Shura yang tiba-tiba memekakkan telinga.
Ryu mengelus dada sabar,Raino mengusap gendang telinganya jengkel dan dengan tak elitnya,Diego yang duduk disamping anak itu sudah tersedak kuah mie yang baru saja diantar oleh anggotanya.
"Anak setan memang!!" Amuk Diego emosi.
Shura masa bodoh,anak kecil berusia 10 tahun kurang itu menatap wajah keempat kakak laki-lakinya dan anggota mereka dengan wajah dibuat seserius mungkin.
"Kak no....tau tidak apa yang Shura lihat waktu papa James jemput dari mansion?" Anak itu bertanya pada Raino yang masih menatapnya tajam.
Sungguh masih kaget akan teriakan heboh Shura tadi.
"Apa?!" Tanya Raino tidak sabar.
"Sini..sini Shura kasih tau!!" Ekspresi tegang anak itu sungguh membuat para pria muda itu ikut terbawa tegang.
Ryu yang biasanya masa bodoh kini memasang ekspresi seriusnya,Gion dan Diego yang semula masa bodoh ikut terpengaruh dan akhirnya merapatkan diri mereka kearah si kecil.
Raino,ia sudah duduk disisi Shura dengan wajah menunggu.
"Dengar Shura ya..jangan potong-potong!! tadi shura itu kan menginap di mansion utama sama papa dan mama, terus....waktu Shura keluar mau ketempat papi James menunggu,tau tidak apa yang Shura lihat?"Shura menatap wajah para kakaknya dengan ekspresi horor,tegang dan shock.
Sungguh para inti itu beserta anggota mereka yang menguping ingin sekali meraup wajah menjengkelkan anak satu itu.
"Butler Dyazel?" tebak Raino asal .
Shura menggeleng keras.
"Tebak lagi!!" Ucap anak itu antusias.
"Daddy Arkansas? Archana?" Ucap Diego mulai tak sabar.
Benar-benar menguji kesabaran anak satu ini!.
"Ihhh..bukan! yang lain?!" Kesal Shura karena tak satupun yang benar menebak ucapannya.
Ya jelas tidak bisa mereka tebak,mereka saja tidak lihat apa yang anak itu lihat!.
Poor Man!....
"Tinggal jawab saja kali Shura!! banyak gaya!!" Amuk Ryu jengkel.
"Baiklah...dengar ya!! Shura itu......." Ucap anak itu menggantung.
Para inti itu memasang telinga mereka dengan wajah tegang.
"TUNGGU...biar kak Raino tebak lagi!!" Ucap Raino menghancurkan ketenangan nan tegang semua orang.
"Si Goblok!!" Maki Ryu emosi.
"Kutang si Selina bukan? maid baru itu!! diakan suka pakai baju ketat press body begitu saat kerja,benarkan Shura?!" Celetuk Raino asal.
Takhhhhhh..
"Bangs*t!! kenapa kau lempar aku dengan asbak?!! mau mati kau hah?!!" Amuk raino yang dengan cekatan menghindari lemparan asbak oleh Ryu dimana telinga Shura sudah ditutup Kanan kiri oleh Gion dan Diego.
Hingga.....
"BAGUS YA...TERNYATA KAMU SUKA MENGINTIP BRA PARA MAID DI MANSION UTAMA?!!"
Deg.....
Keempat pria tampan itu menoleh dan merinding seketika begitu melihat dua sosok wanita paruh baya berdiri dimana salah satunya melotot garang dengan tangan bersidekap.
Kayra dan sakura,yah keduanya datang ingin menjemput Shura setelah selesai berbelanja bulanan.
"Hehehe...mami kenapa kesini? !!" Panik Raino melihat wajah drama sang ibu.
"Raino...hiks...mami tidak menyangka,kamu ternyata!! akhhh..oh Rion,lihatlah putramu ini!!" Ucap Kayra meratap dengan tangis buayanya.
Raino berdiri panik diikuti para saudaranya selain Ryu yang menatap jengah drama sabun buatan ibu mereka itu.
Diego berdiri cepat,bisa gawat jika Kayra mengadu yang tidak-tidak pada ibunya.bisa Diego pastikan semarah apa nanti ibunya,istri dari tuan Dexter itu nanti.
Shura bersender malas pada sofa dan menyedot susu kotak berperisa pisang menatap penuh minat drama apa yang akan ibunya itu lakukan nanti,Kayra si ratu dramanya.
"Mami...ibuku tersayang....Raino bercanda astaga!! " Raino meraih tangan ibunya dengan senyum tertekan.
Raino berjongkok meraih tangan halus ibunya ,sungguh.ia berharap ibunya segera berhenti membuat dramanya dan membawa pulang anak setan sumber segala masalah ini hingga markas bisa kembali tenang.
"Ya sudah....Shura mari pulang dramanya sudah selesai bukan sayang?" Kayra berucap dengan santainya.
"Sudah mi...ternyata mereka semua bodoh ya mi...masa Shura kerjain tidak sadar?! sudahlah mi..mama kita pulang saja disini tidak seru!!" Bocah itu bangkit dan membuang kotak susunya asal tanpa perduli wajah melongo para pria muda itu.
Bahkan Raino yang masih berjongkok dibuat linglung.
"Ini kita dikerjain setan kecil? hahahaha....sialan!" Kekehan iblis Raino pecah membuat para anggota mereka merinding seketika.
"Aku pergi!!" Ryu bangkit dengan wajah datar, sebaiknya dia kembali ke Perusahaan-nya,Hara speed .
"Mencariku..aku akan ada di lab!" Gion bangkit dengan jengkel.
Diego mendekat.
"Sabar brother....itulah nasib menjadi bagian dari kegilaan Wiguna...psikopat mendadak ganti judul komedian!!" Ucap Diego dramatis mengingat sepak terjang Kayra saat muda dulu.
Raino mengangguk pasrah.
.........🥀.........
Sementara itu...
Raels,Gadis cantik yang biasanya terlihat kuat dan tak kenal takut itu berlari.
Berlari dengan wajah pucat pasi sembari terus menoleh kebelakang dengan was-was.
"Tolong...siapapun selamatkan aku!!" Batin gadis itu menangis putus asa.
__ADS_1
...🥀...
...TBC...