Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Berbeda?


__ADS_3

...Jangan lupa vote,like dan coment ya 🌹...



...🍷...


...H...


...a...


...p...


...p...


...y...


...R...


...e...


...a...


...d...


...i...


...n...


...g...


...🍷...


Zeus Resident.



Asline menatap sebuah koper yang berada di pojok kamar dengan sedih,wanita cantik dengan rambut diikat sanggul asal itu menatap kearah kamar mandi yang masih terdengar suara aliran air.


Suaminya akan pergi melakukan bisnis trip,dan dirinya akan ditinggal sendiri!.


Klik...


Pintu kamar mandi terbuka dengan sosok tinggi nan begitu gagah berjalan keluar dengan tetesan air mengalir dari ujung-ujung rambutnya yang hitam nan lebat.


Glek...


"Bahaya punya suami dengan perut roti sobek! .......kalau kata orang Indonesia Amboi...nikmat mana yang engkau dikatakan!" Batin asline meringis atas fikiran kotornya.


Rayga menyerigai jahil melihat tatapan bodoh istirnya!.


"Pufffff..kedip dear.." Rayga dengan geli meniup kedua mata istrinya,asline dengan senyum kikuk menggaruk pipinya malu.


"Eh? a..apa?" Asline dengan linglung berucap saat wajah tampan suaminya tercetak jelas tepat didepan mata.


Blushh...


"Gemasnya istriku!!!" Rayga menangkup kedua pipi memerah asline yang nampak salah tingkah.


"AKHHH...kenapa digigit? sakit tau!!!" Asline terpekik saat pipi kanannya digigit dengan gemas oleh tiran c*bul itu,pipinya basah dengan tanda merah gigitan disana.


"Bisa tidak jangan gemas-gemas? kalau aku khilaf bagaimana??" Asline berkedip polos,menatap horor ekspresi wajah tertekan suaminya.


Rayga menghela nafas panjang,rupanya istrinya masih dalam keadaan setengah sadar! belum terbangun sepenuhnya tepatnya.


Yah,ini masih pukul 5 pagi.Karena Rayga ada perjalanan bisnis menuju Turki maka dari itu asline harus bangun lebih awal untuk membantu suaminya berkemas.


Asline terdiam,dirinya benar-benar merasa tak ingin suaminya pergi! dia ingin bermanja-manja pada pria paling memikat di seluruh ibu kota ini!.


Tapi bagaimana bisa dirinya egois saat Rayga bukanya pergi untuk bermain-main,namun pergi untuk bekerja? bekerja dengan ribuan hidup karyawan yang bergantung padanya?!.


Rayga menggeleng geli,berbalik menuju walk in closet untuk mencari pakaian yang ingin dirinya pakai,namun.


"Mau kemana?" Asline menarik lengan suaminya itu sembari berdiri dari ranjang dan memeluk tubuh beraroma segar hutan Pinus itu dengan erat.


"Aku harus berpakaian dear...mau kemana lagi?" Rayga terkekeh renyah dan mengecup pucuk kepala istrinya dengan gemas.


Dirinya sangat menyukai sisi ini dari istrinya,asline terlihat lebih manja dan bergantung padanya! terlihat lebih manis dan menggemaskan!.


"Tidak perlu cari lagi...aku sudah siapkan,itu di penyangga kursi!" Asline mengangkat wajahnya dan menunjuk satu stel pakaian formal untuk dikenakan suaminya.


Rayga meraih wajah cantik asline dan mengecup seluruh bagian wajah itu dengan lembut.


"Baiklah lepaskan dulu aku harus pakai pakaianku.." Asline mengangguk tak rela,sungguh memeluk tubuh atletis itu terasa nyaman!.



^^^( Bayangkan saja ada tato elang di dadanya )^^^


Rayga memakai kemeja putihnya,melirik istrinya yang menatapnya tak berkedip.


Rayga terduduk ditepi tempat tidur sembari menyerahkan dasi-nya untuk dipakaikan sang istri.


Asline menatap dasi itu, meletakkannya di atas ranjang dibawah tatapan bingung Rayga.


Dengan keberanian entah dari mana.


Asline merangkak naik keatas pangkuan suaminya,alis pria tampan itu naik dengan senyum geli.


"Dear..jangan main-main" Rayga berucap serak, frustasi menyerang kala asline justru membuka kembali kemeja yang sudah terkancing rapi.


Rayga memeluk pinggang ramping itu agar tak terjatuh dengan satu tangan,sementara tangan lain membelai wajah merona itu frustasi.

__ADS_1


"Aku ikut ya....." Asline merengek sedih,jantung Rayga bertabuh keras dengan daun telinga yang ikut memerah .


Cup...


"Mau ikut...." Asline merengek dengan bibir bergerak nakal mulai mengecup rahang tegas itu.


Sentuhan bibir itu begitu ringan,bak kepakan sayap kupu-kupu yang hinggap diatas kelopak bunga.


Blushh..


"Damn it! its hurt me..." batin Rayga nelangsa, penampilan manja dan centil ini sungguh membuat jiwa jantan dalam dirinya meraung,leher dan wajahnya yang terbiasa tanpa ekspresi kini memerah bak gadis perawan yang tengah digoda!.


Andai dia tak terburu waktu,dirinya sudah pasti akan melepas dahaga dengan bergelung panas dibawah selimut bersama malaikat cantik ini!.


"Huft....tidak bisa dear...aku ini melakukan bisnis trip bukan pergi tamasya! kamu pasti bosan nanti..." Rayga membujuk dan memberi pengertian dengan lembut.


Asline mengangkat wajahnya yang semula terbenam didada bidang maskulin itu.


Cuphhh...


Asline berkedip linglung saat bibir hangat itu justru kini balik menggodanya!.


Mengapa jadi seperti ini?! semula dirinya ingin menggoda Zeus ini agar dia urung pergi,namun mengapa yang menggoda sekarang terbalik dan niat pergi sendiri itu tak berubah?!.


Asline menghela nafas lemas.


Dengan pasrah asline memilih membenamkan seluruh tubuhnya dibawah kendali suaminya.


"Enghhh...ah.....hah..." Asline memukul lemas tubuh kokoh itu,nafanya mulai berat jantungnya berkerja dua kali lebih cepat!.


Keduanya terengah-engah.


Rayga menatap wajah sayu istrinya dengan manik berkabut ganas.


Pria tampan itu menyingkap rok piyama istrinya dengan senyum tertekan.


"Enghhh...hubby....ahhh...ingin...ingin ikut.." Asline merasa kepalanya pusing dan tubuhnya memanas dengan cepat.


Nafasnya memburu kala ciuman ganas itu turun ke area tulang selangka -nya.


Melihat tanda merah dileher jenjang itu,Rayga tersenyum puas.


Dirinya menarik dan memeluk tubuh lembut itu bersandar sepenuhnya padanya,Rayga harus berhenti atau dia akan lepas kendali dan akhirnya semua jadwal perjalanannya akan kacau!.


"Jangan begini dear...aku janji akan kembali dalam 7 hari...kamu ingin kubawakan apa? " Rayga dengan senyum frustasi menghentikan jemari lentik itu yang sibuk menerobos kemeja bagian perutnya.


Bagaimana jika nanti dia menggila?!


Istirnya ini benar-benar tidak sadar tengah mengusik macan yang tengah berusaha di tenangkan olehnya?! Rayga mengeram rendah.


"Jangan nakal...." Rayga menarik keluar tangan lentik itu dari balik kemejanya.


Asline merenggut dan Rayga tak kuasa kembali mengigit gemas pipi memerah itu lagi.


"Kenapa kucing kecil ini sangat nakal?" Senyum jahil itu terbit dengan cara paling memikat yang pernah dilihat asline.


"I'm not a little cat! " Asline membalas dengan mengigit leher kokoh nan jenjang Rayga kalap.


Rayga yang merasakan gigitan ganas istrinya pada lehernya itu mengeram kaget,bukan terlihat marah.Namun pria itu justru semakin tertawa frustasi.


Rayga menarik lembut wajah itu menjauh dari lehernya,dia tak masalah harus berdarah oleh gigitan marah istirnya.Namun dirinya hanya tak mau gigi kecil itu sakit nantinya!.


Yah,sebegitu cintanya dirinya pada sosok putri Gradian ini!.


Rayga rela bahkan jika harus mati hanya agar tetap melihat Asline bahagia dan manja padanya.


Apapun akan ia berikan hanya untuk wanita yang begitu besar telah ia berikan rasa cintanya.


Asline....


"Jangan melamun ih...." Asline menangkup wajah tampan itu dengan wajah merenggut tak suka.


"Aku tidak melamun dear...hanya tengah menahan sesuatu dibawah sana!" Asline tersentak dan mengikuti kearah dimana mata tajam itu kini terarah.


Deggg...


Asline mematung dengan wajah merona pekat.


Burung itu berdiri tegak diantara posisi tubuhnya dan Rayga duduk!.


Ditengah-tengah!


Asline dengan wajah memerah,menjulurkan tangannya.


Twinggg..


"Grrrrrr....dear aku peringatkan!" Rayga mengeram saat dengan nakalnya jemari lentik itu justru menyentil ujung burungnya!.


Nafas Rayga sudah naik-turun panik.


"Kamu tau bagaimana buasnya aku saat lepas kendali? tapi bagaimana kendali diriku bisa tetap stabil saat tangan dan bibir nakalmu ini tidak berhenti menyulut api?!" Rayga meruang kesal.


Asline tertawa renyah melihat wajah tertekan suaminya.


Rayga dengan kesal mengangkat tubuh istrinya dari pangkuannya, asline melongo melihat bagaimana dirinya diangkat bak anak kecil!.


"Duduk diam dan jangan pancing aku kalau tidak ingin pinggang mu patah!"


Setelah berucap dengan senyum jenaka penuh peringatan,Rayga berlari menuju kamar mandi untuk bergegas menidurkan kembali burungnya.


Poor man!.

__ADS_1


.........


Wiguna Mansion



Kesibukan tengah berlangsung di dapur khusus Mansion,dimana nyonya besar tengah memasak ria bersama menantu juga cucu menantunya.


Yah,setelah mengantar suaminya menuju bandara.Asline lebih memilih tinggal di mansion utama bersama keluarga besar Wiguna untuk mengusir sepi.


"Mom..hari ini menu utama mau masak apa?" Kayra bertanya sembari mulai memotong daging ayam dengan ganas.


Anggi menggeleng miris melihat pisau besar itu memotong daging-daging ayam itu dengan asal.


Wanita tua itu speechless!.


Beginilah jika mantan psikopat kembali memegang pisau!


Asline meringis ngeri.


"Mami..mami kupas kentang saja,biar line yang urus daging ayamnya..." Asline sudah tak kuat melihat bentuk potongan ayam itu,berantakan dan tidak teratur.


Kayra menatap kentang dan ayam ditanganya.


Potongan daging ayam tercecer dimana-mana,kayra meringis malu dan memilih melepas pisau daging itu dan tersenyum kikuk pada ibu mertuanya,Anggi menggeleng miris.


Masih sama!.


Menantunya satu ini tetaplah musuh bagi dapur dan semua anggotanya!.


"Oh ia..mom tadi pagi ada beli udang,sama daging sapi di tradisional mart...masak saja semuanya..." Anggi berucap sembari menuju kulkas beku dan mengeluarkan apa yang ia beli pagi buta tadi saat berjalan santai bersama suaminya.


Yah,joging pagi sembari mampir ke pasar tradisional adalah rutinitas sehari-hari Anggi dan rafendra jika tengah memiliki banyak waktu luang.Yah,tentu saja setelah membujuk susah payah pada tiran tua pemalas itu.


Siapa lagi, Rafendra yang akan menjadi buruan maut baik wanita dewasa bahkan yang sudah berumur setengah abad!.


Siapa yang menyuruh pria itu tetap terlihat bugar nan tampan diusia tuanya?! Anggi menghela nafas berat.


"Tapi Mi... belakang ini adik ipar arshen terlihat berbeda bukan? line lihat dia sering melamun dan tersenyum sendiri... contohnya saja saat line datang tadi,line bahkan melihat wajah tembok itu tersenyum lembut sembari memetik bunga aster di taman depan! merinding tau tidak mi?!" Asline berucap sembari menatap lamat wajah tercengang kayra.


"Astaga! mami kira cuma mami yang sadar bahwa arshenio terlihat berbeda! bukan beda tapi aneh! Kamu tau dia bahkan mengganti wangi parfumnya...biasanya dia suka wangi ocean blue..sekarang dia kembali menggunakan parfum masa kecilnya,coklat! mami bahkan merasa saat dia berjalan,seakan mami melihat botol parfum hidup! wanginya itu...mami sampai pusing!" Kedua wanita dengan usia berbeda itu saling menatap dengan senyum penuh arti.


" Jangan-jangan?! hahahaha..pasti ada bunga yang menarik minatnya!" Kayra tertawa dengan wajah bak predator yang tengah mengawasi mangsa!.


Anggi menggeleng lelah, sudahlah!.


"Sudah cepat sebentar lagi waktu makan siang dan mereka tak akan mau menunggu!"


Anggi melerai dan segera bergerak menggiling bumbu saat udang yang ia kerjakan sudah matang.


"Oh ia nek..shura jadi papa Tristan titip disini? " Asline bertanya melihat waktu yang sebentar lagi menunjuk bahwa anak itu akan segera kembali dari sekolah barunya.


"Ya...Tristan dan sakura berencana tinggal sementara si Sydney sampai anak cabang Tristan disana pulih? entah bagaimana sampai manager keuangan disana berani melakukan penggelapan! untuk sekarang shura akan sekolah disini sampai Tristan meyelesaikan masalahnya" Jelas kayra akhirnya menyelesaikan potongan sayuran bagiannya.


Dan ya,siang ini makan siang sepenuhnya dibuat oleh para nyonya tampan bantuan koki,menguasai dapur sambil berbincang random.


..........


"Ada-apa sayang? tidak biasanya kamu di vila seharian, mana manja lagi sama mami?" Amber berucap geli melihat tingkah putri semata wayangnya.


Acella tengah berbaring dengan paha sang ibu sebagai bantal.


Wajahnya menghadap televisi yang tengah menayangkan sebuah berita ekonomi global.


Deggg...


Acella tidak menjawab ucapan ibunya,matanya terkunci pada sosok pria yang berdiri sebagai Nara sumber sebuah talk show yang membahas kiat menjadi seorang pengusaha muda.


" *Tuan Dixon...maukah anda memberi beberapa tips untuk para calon pengusaha muda kita?"


" Tips nya hanya satu....saya yakin semua orang akan mampu jika sudah memiliki dua hal ini*"


Pria itu begitu membawa aura tenang juga dewasa,berwibawa dan terarah.


Setelan eksekutif muda yang melekat pada tubuhnya yang tinggi nan proposional, siapa tau bahwa pria ini tidak hanya pandai mencari peluang bisnis,namun juga pandai dalam menjaga bentuk tubuhnya!.


"Wah..apakah itu tuan Dixon? saya rasa para mahasiswa kita yang tengah menghadiri acara ini akan sangat ingin tau!"


MC wanita itu terlihat begitu bersemangat,wajahnya dipenuhi senyum pemujaan atas sosok pria itu.


Entah bagaimana, perut Acella seketika keram parah dengan rasa sakit yang menyiksa!.


Keringat dingin mulai membasahi keningnya,tanpa amber sadari putrinya tengah meremat romote televisi itu hingga kulit telapak tangannya memerah dan lecet!.


"Tekad dan 90 persen peluang! usaha tanpa tekad dan ketelitian sama dengan nol! jadi..jika ingin menjadi seorang pengusaha dan pebisnis yang sukses,hanya satu tips dari saya.Jaga tekad anda dan pandai-pandailah melihat peluang ditengah arus ekonomi global"


Riuh tepuk tangan terdengar memenuhi studio,Acella menatap wajah pria itu dengan ekspresi rumit.


"Kenapa janin ini bereaksi begitu kuat ?" Acella bangkit dan berlari cepat menuju toilet terdekat.


Rasanya ingin menangis entah mengapa?!.


Amber menatap aneh sikap putrinya.


"Ada-apa?" Axel datang dan mengecup kening istrinya dalam.


"Papi merasa tidak belakang ini Acella terlihat aneh? dan mami lihat tubuh sedikit berisi! dia juga terlihat lelah dan Samantha bahkan bilang bahwa terkadang dia mendapati cella tertidur di meja kerjanya saat tengah mendesain busana!" amber berucap menatap wajah tampan Axel dengan kening mengerut dalam.


Axel terdiam,sebagai ayah dia juga merasa ada hal yang berbeda pada putrinya.


Tapi apa?.

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2