Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Arah angin


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...


...Vote, like dan komen...


...🥀 Happy reading and keep spirit 🥀...



Gelak tawa terdengar kala para kera nakal itu mulai bermain dengan sosok kecil berwajah mungil dan menggemaskan itu.


Disisi lain,wajah cantik itu tersenyum.Berjongkok dan menyamakan tinggi badannya dengan lima anak laki-laki dengan wajah yang sudah memerah menahan tangis.


Empat sudah berderai air mata,dan satu lagi hanya menatap dengan senyum samar.


"Mommy here...Danzuar...Derino...Delion..Arezian...


Archer....my baby boy..." Asline merentangkan tangannya.


Danzuar segera berlari diikuti kembar D dan Arezian.Tangis keempat anak-anak tampan itu pecah.


"HUAAAAAAA mommy!!! " Asline tersenyum lembut,Danzuar disisi kiri,Derino disisi kanan dan lion serta Arez ditengahnya.


Yah meskipun tanganya tak cukup memeluk semuanya,namun asline bahagia bisa membuat putra-putra saudarinya mendapat pelukan hangat meski ibu mereka tak berada disini.


"Stttt..jangan menangis sayang.Danzuar...Derino...Lion...mommy disini bukankah mommy juga ibu kalian? Arez... sudah sayang jangan menangis terus..lihat baby z lihat kakaknya sampai melongo begitu!" Asline tertawa kala menatap wajah putrinya.


Zia kecil mengerjap polos,bersandar di tubuh Rayga yang memangku putrinya itu.


Segera.Danzuar,Rino juga lion dan Arez melompat keluar dari pelukan aslien dengan wajah memerah malu.


Sial!....


"Dy...tenapa tata Danzual..lino..lion cama ta alez menangis? apa meleka habis lihat monstel campai takut dan peluk mommy begitu? " Pertanyaan polos itu meluncur keluar dari bibir mungil si kecil kesayangan.


Danzuar menunduk malu dengan kembar d saling mendorong canggung.


Arez sendiri sudah menatap sang ayah sengit.


Rayga sendiri menyerigai menatap wajah-wajah horor putranya.


"Hm...kakak z kalah melawan monster..maka dari itu mereka menangis.." Ucap Rayga dengan senyum remeh menatap wajah-wajah tak terima kelima putranya.


Archer disisi lain mulai mengabaikan tingkah kelima saudaranya,anak laki-laki tampan berwajah bak rafendra versi mini itu menatap sosok ibunya lamat.


Asline tersenyum teduh.


" Tidak rindu mommy?" Aslien berucap sembari tersenyum dan kembali mengulurkan kedua tangannya, empat kera itu sudah berlari menerjang Rayga yang terlihat tertawa renyah atas kemarahan putranya yang sudah sukses ia jahili.


Archer membuang harga dirinya, akhirnya sosok yang ia rindukan dapat dirinya lihat lagi.


Grephhh...


Pelukan hangat itu kembali ia rasakan.


Rasanya seluruh dunia yang biasanya terasa tak berguna kini kembali berputar .


"Mommy rindu Archer..putra kebanggaan mommy....jantung mommy....selamat datang sayang...." Suara aslien mengalun lembut,archer menenggelamkan wajahnya di perpotongan leher sang ibu.

__ADS_1


"Hm...archer rindu mommy ...ingin dipeluk mommy selamanya....mommy...arc pulang.."


Asline tak dapat menahan rasa panas dipeluk mata.


Air mata mengalir melihat tubuh putranya yang ia tahu penuh luka akibat pelatihan keras itu.


Archer tau kepahitan hati ibunya.


"Mom...archer anak laki-laki...suatu hari akan bertumbuh menjadi seorang pria dan tugas pria adalah melindungi keluarganya ....luka ini sebanding dengan masa depan yang akan datang pada kami! Arc akan melindungi mommy,baby z dan juga Daddy! " Manik yang begitu cerah berbinar tegas,wajah kecil itu membuat hati asline bergetar .


Archer adalah putranya,anak laki-laki yang bahkan belum memasuki usia 6 tahun.


Tapi dia begitu disiplin,tegas,kaku.


Tidak ada aura riang dan ceria layaknya anak-anak normal lainya.


Bahkan,saudaranya yang lain masih terlihat memiliki kepolosan seorang anak kecil.


Namun archer?.


Zia kecil menatap semua orang,hingga disudut ruangan yang sepi.


Tiga sosok berdiri dengan senyum lembut.


Melambai dan hilang dalam sekejap mata .


"Tu capa ya? wajah na putih cekali...telus meleka bica melayang! hihihi...hebat cekali nanti z tanya cama Daddy caja!" Zia kecil kembali berlari dengan riang kearah sang opa, Rion.


Bersembunyi dibalik punggung pria baya itu atas kejahilan kakak-kakaknya!.


.........


Cairan berwarna merah beraroma anggur itu bergoyang,tangan bertato kalajengking itu memutar gelas berisi wine ditanganya dengan wajah picik.


"Jadi...kau sudah yakin ingin menggunakan kekuasaanku untuk membantumu? kau tau aku tidak suka merugi?"


Pria dengan topeng menutupi separuh wajah itu menyeringai bengis menatap satu sosok yang ada dihadapannya.


Bukan satu sebenarnya,namun tiga orang!.


Dua diantara tidak masuk dalam perhitungan nya.


"Aku akan mundur...aku akan serahkan kartel Rusia padamu... tapi... penghinaan 5 tahun yang lalu kau harus tuntaskan untukku!" Pria lain,dengan rambutnya yang mulai memutih berucap penuh dendam.


Dan pria muda dengan topeng perak menutupi separuh wajahnya itu tertawa acuh.


"Dari Rusia hingga Meksiko,siapa sangka tuan Zantos yang begitu sombong di masa jaya akan meminta bantuan pada pemimpin muda seperti diriku?" Pria bertopeng itu tertawa terbahak-bahak.


Zantos,yah benar.


Dirinya yang hancur 5 tahun lalu berhasil selamat ditengah buruan cakar kematian Zeus.


Meski separuh wajahnya telah terbakar,dan kakinya cacat!.


Benar!


Zeus itu tidak melepaskannya meski pria berwajah bak malaikat itu telah menguras seluruh harta kekayaannya!.

__ADS_1


Beruntung nasib baik dirinya berhasil selamat setelah jatuh ke jurang dalam keadaan tubuh terbakar.


Dengan bantuan Dante dan lucinda,Zantos berhasil bersembunyi selama 2 tahun,tahun ketiga pria baya itu berhasil kembali ke Rusia.


Mengumpulkan sisa-sisa harta kartel hall of death,dan berusaha mencari relasi .


2 tahun dalam penderitaan, akhirnya pria baya itu berhasil menemukan sosok yang hampir sama kuatnya dengan sang Zeus.


Mateo Kovacic!.


Pemimpin muda dari kartel mafia yang bertahta di Meksiko!.


Pria yang sudah sedari kecil tak pernah lepas dari topeng separuh wajah!.


Hanya beberapa orang kepercayaan mendiang orang tuanya yang pernah melihat wajah asli pria itu,namun satu yang pasti.


Rumor mengatakan garis wajah pria itu adalah duplikat tumpang tindih dari malaikat dan iblis.


Jika Zeus menguasai seluruh tanah Eropa.


Maka,Mateo adalah penguasa seluruh negara bagian Amerika latin.


"Kau sudah lebih dari satu tahun ini mencoba,apa keuntunganku membantumu? kau tau aku tidak suka menyulut api jika tidak tersulut dahulu....Mr Zentos....yang kau ingin aku hadapi adalah Zeus..... bagaimana kau bisa berharap aku akan setuju....?" Mateo adalah pria berdarah dingin.


Tapi dia,tidak pernah ingin mengurusi hal yang dirinya anggap merepotkan.


Di dunia bawah,para pemimpin tidak pernah ingin saling bersitegang.


Mateo kenal betul dengan sosok Zeus.


Putra Hades yang selalu tegas dan lurus dalam segala hal.


Baik legal maupun ilegal.


Jika tidak disinggung,Zeus itu bahkan mungkin tak akan melirik!.


Begitulah kartel mafia Blood Eagle masih berjaya meski anggota mereka semakin dipangkas.


Namun,siapa yang tak kenal Eagle itu di dunia bawah? isi dari organisasi itu hanya orang-orang berbakat dengan kemampuan tinggi juga penuh royalitas sampai mati!.


Rayganta Alzeus Theodore Wiguna!.


Mateo Kovacic menarik senyum samar,ini adalah satu sosok yang benar pantas menjadi rivalnya.


Kehidupan Zeus sangat jarang tersorot,meski publik mengetahui dirinya sudah menikah.


Namun satu hal,media tak berani mempublish foto dari sosok wanita yang berhasil meluluhkan sosok bak gunung es penuh badai itu.


Zantos mencengkram erat tongkat yang ia kenakan.


"Hall of death sudah tak bernilai...Dragon tidak butuh puing-puing yang sudah hancur itu..." Mateo kembali berucap acuh tak acuh.


"Kau boleh mengambil tambang minyak bumi yang kumiliki di Kuba!itu adalah hartaku yang terakhir!" Zantos mengigit harga diri terakhirnya,wajah muda dihadapannya terlihat menatap lamat dengan seringai miring.


"Kau tau jika aku sudah mengigit umpan...pandang kulepaskan?! " Mateo meletakkan gelas wine ditanganya,berjalan menuju jendela besar bergaya Prancis yang menghadap langsung kearah sebuah danau berisi ribuan piranha.


"Dulu....mendiang tuan besar rafendra menggunakan piranha sebagai alat menghapus jejak perbuatannya.Dia adalah mentor bagiku dan mungkin bagi para pemimpin muda dunia bawah sepertiku...kau tau bagaimana dia mendidik keturunannya?! kejam! dan ingat satu hal.....apapun keputusanku...tindakanku,kau menentang maka kau..." Mateo berbalik,menatap dengan tatapan dingin di balik topengnya .

__ADS_1


"Mati....."


...... TBC......


__ADS_2