
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
Bahagia selalu buat para reader El,dimana pun dan apapun keadaan kalian semoga akan selalu damai diberkati Tuhan.
Terimakasih atas semua support kalian atas setiap karya El dari mulai dinasti pertama Rafendra.
Maaf sekali jika ada part-part yang kalian tidak suka,maaf juga apabila El suka bikin kalian yang baca emosi sendiri.
Terima kasih banyak El ucapkan buat semua waktu kalian dan pesan terakhir dari Cinderella step sister, Princess of darkness dan QOZ...
Buat para reader tersayang Wiguna famili...
Syukuri nikmat hari ini karena dengan bersyukur Allah akan memberikan kita segala kemudahannya.
See you next projeck and happy ever after for you all 🌹
...----------------...
...🥀 Happy reading and keep spirit 🥀...
...----------------...
Mobil Alphard hitam dengan lambang naga emas diujungnya itu perlahan memasuki area tanah pribadi clan Wiguna.
Dan sosok yang duduk dikursi penumpang itu terduduk dengan wajah tegang serta kedua tangannya yang terkepal erat diatas paha.
Meski tertutup kaca mata hitam,namun siapapun tau.
Pria dengan tubuh tinggi dan tegap itu tengah terserang rasa gugupnya!.
"Tenanglah Mateo....kau bukanya mau menghadap Tuhan!" Decak malas terdengar dari kursi samping pengemudi.
Mateo,yah.
Pria itu menatap nyalang pada sahabat sekaligus assisten pribadinya itu.
Inilah devinisi bawahan kurang ajar!.
"Tutup saja mulutmu itu Setan!" Sengit Mateo dengan geram.
Nathan mendelik,pria tampan dengan rambut berwarna dark blue itu berdecih.
"Enak saja...namaku itu Nathan..bukan setan! enak saja kau samakan aku dengan para saudaramu itu!" Mateo mencibir jijik atas ucapan sahabatnya itu.
"Sudah kau siapkan semua? sudah juga kau lakukan perintahku?" Mateo berucap kala gerbang awal mulai terlihat.
"Sudah...kau jangan pertanyakan aku! aku ini bisa lakukan semua dengan mata tertutup!" Nathan menjawab malas,supir disamping pria itu hanya bisa bergidik.
Selain Nathan,siapa yang berani menjawab kembali ucapan bos besar dragon itu?.
"Bisakah kalian diam? berdebat terus kupingku panas kalian tau?!" Dan akhirnya,sosok yang sedari dari tertidur disamping Mateo bersuara.
Mateo,melirik sosok disampingnya dengan wajah poker.
Sagara,menghela nafas panjang.
Entah mengapa sejak mobil ini menuju tanah Wiguna.
Mateo,bos besar dragon ini yang biasanya disebut sebagai manusia es itu mendadak menjadi mudah panik,pria yang biasanya tenang ini seketika menjadi pemarah!.
Lihatlah nasib Nathan?! itulah contohnya!.
Sementara itu...
Black membola horor kala melihat lambang diujung mobil-mobil hitam yang perlahan mendekat itu.
"Sial! ada-apa kelompok dragon dari Amerika itu tiba-tiba datang begini? tidak mungkin mau mengungsikan? " Sakha bergidik,pria dengan logat Jawa itu mencengkram lengan black horor.
"Wen,segera beritahu white untuk melapor pada tuan besar!" Black berucap pada seorang rekannya yang sudah bersiap meraih walkie talkie.
Mobil Alphard itu berhenti didepan pos pemeriksaan.
"Dra-"
"WAH TUAN SAGARA!" Black memekik saat seseorang keluar dari dalam mobil dan maniknya membola syock tau betul siapa sosok itu.
Mengapa kakak dari nyonya muda sulung bisa bersama kelompok mafia asal Amerika itu?!.
Sagara tersenyum geli.
Akhirnya,tanpa pemeriksaan panjang mobil rombongan Mateo memasuki area mansion dengan lancar.
Tepat setelah sampai Mateo keluar dari mobil dengan wajah gugup.
Didepan pintu masuk,terlihat begitu banyak mobil Alphard lain dengan lambang keluarga seluruh clan Wiguna.
Houston..
Wishnutama..
Luksius...
Smith....
Lumiro....
Hara.....
Alfa...
Pantas saja terdengar ramai dari dalam.
Imanuel yang sudah diberi tau sebelumnya segera memanggil asline untuk menyampaikan kedatangan sang kakak.
"Butler...kak gara benar-benar datang? tidak biasanya dia datang tanpa kabar dulu?"
Deggg ..
Mateo berdiri mematung bibirnya kelu saat sosok yang begitu ia rindukan akhirnya berdiri di hadapannya menatapnya tercengang!.
__ADS_1
Greph....
Tubuhnya bergerak sendiri.
Inilah sosok yang begitu besar sebagai sumber keinginannya menjadi lebih berkuasa!.
Pelukan itu tercipta disertai pekikan horor tak lama dari belakang.
"BIG BRO SABAR!!!" Raino dan Maxim memekik horor memecah suasana akward yang tercipta.Tentu saja sembari menahan tubuh iblis Zeus yang hendak menerjang sosok pria yang sudah berani memeluk istrinya!.
......................
Ruang tamu mansion Wiguna kini terisi oleh keheningan,meski ruangan itu terlihat diisi oleh begitu banyak orang.
Sagara menghela nafas,menatap adik perempuan kesayangannya tak kuasa.
"Line ingat kakak Teo? kakak Teo line dulu? yang selalu membuat line marah pada kak gara?" Sagara menggenggam telapak tangan lembut sang adik.
Wajah lucu adiknya yang masih tercengang sungguh membuat dirinya susah payah menahan tawa!.
Tak perduli akan aura bengis yang Rayga maupun Mateo lemparkan satu sama lain.
"Kalau istriku tak ingat itu artinya memang tak penting! buat apa kau tanya-tanya gara?!" Rayga mendengus dingin.
Namun,tak sesuai ekspektasi Rayga atas keterdiaman sang istri.
Asline justru bangkit dari duduknya dan dibawah wajah es sudah hancur dari suaminya itu,asline memeluk Mateo dengan isak tangis kerinduan.
Hei....
Itu istrinya! apa-apaan adegan pelukan yang menyakiti mata ini?!.
Raino mengunyah keripik kentangnya semakin cepat disertai tatapan horor menatap wajah bengis Rayga.Maxim menutup mata Maiden juga gyolix yang kebetulan duduk didepannya sembari mengunyah keripik juga.
Raider sudah lebih dulu menarik raels menjauh dari kursi duduk saudara sulungnya itu.
Kayra sudah menepuk lengan Rion suaminya bringas.
"Pa..cubit mama papa!" Pekik Kayra horor melihat betapa riang aslien memeluk pria lain didepan Rayga sendiri!.
Kayra bahkan menampar punggung belakang suaminya gemas sendiri melihat adegan manis pertemuan kakak adik itu!.
Byurrrrr...
Arkansas menatap bengis Rion yang sudah menyemburkan kopi tepat diwajah ketiga cucunya.
"Sabar Kansas...." Ucap Hyuga disisi Arkansas sembari menatap besan-nya itu lucu.
Altair dan Si kembar D yang malang.
Jihan mengusap wajah ketiga anak laki-laki itu sembari menatap ekspresi wajah Rayga ngeri.
"Pasti baku hantam nih!" bisik Danzuar pada Shino.
"Kau pasang taruhan siapa? Daddy Rayga atau paman itu?" Raindres berucap pada Rexion penuh arti.
"Jangan main judi boys!" Xain menatap putra-putranya bengis.
"Sayang santai saja..." Saniya mengelus rambut lembut Rexion dan Raindres yang duduk tepat didepannya.
"Mana bisa santai Niya...makan cuka ini!" Aira berucap sembari menggeleng takjub atas ketidak sadara asline.
" Topi hijau ini!" Rubi tertawa renyah disambut gelengan geli Naomi.
"Jangan ribut nanti kena sembur kita!" Sera disisi lain sibuk menahan tawa melihat kelakuan para iparnya!.
Alarik tertawa tak berdaya,wanita dan sikap mereka yang ekstrem!.
Arshen hanya bisa menatap iba kakak sulungnya.
Yah,semua memang tengah berkumpul menyambut kepulangan asline.
Siapa sangka mendapat kejutan tamu tak terduga?!.
Sementara sumber tatapan horor semua orang kini sibuk menangis melepas rindu akan sosok kakak yang selama ini ia rindukan.
Sungguh,asline benar-benar lupa akan sosok pencemburu yang kini menatap punggungnya bak laser!.
"Hiks..kak Teo-nya alin? ini benar?!" Mateo mengangguk cepat.
"Hm...coba panggil kakak seperti dulu!" Mateo benar-benar bahagia,rasanya ia ingin meratakan Mansion besar ini begitu bahagianya dirinya!.
"Hiks....ihhh...kak Teo! alin bukan anak-anak lagi ya! jangan jahil...." Mateo tertawa melihat wajah memerah sang adik.
"CK...adik kakak masih saja imut seperti dulu!" Mateo menarik kedua pipi asline yang masih sibuk memeluknya malu.
Raino dan raider,beserta Victoria dan raels membulatkan manik mereka horor!.
Acella sudah tersedak saliva-nya sendiri melihat keberanian pria asing ini!.
Dixon mengusap punggung istrinya geli,keluarga yang luar biasa sekali!.
Kayra sudah mengarahkan tangannya berdoa panik melihat wajah bak raja neraka yang bersiap mencabut nyawa dari putra sulungnya!.
Line sadar!.
Hingga...
"Dear......remember your husband!"
Deg..
Hingga ..
"Wehh tegang-nya! minum dulu ini jus jeruknya spesial dari dokter tampan Diego dan CEO tampan Hara!" Diego dan ryuga keluar dari dapur membawa nampan berisi jus jeruk dibantu kedua istri mereka dan para maid yang membawa aneka buah potong segar.
Untuk sesaat suasana tegang itu perlahan mengendur.
...----------------...
Sementara itu dilantai dua kamar anak-anak!
__ADS_1
Zia terlelap damai sembari memeluk puppy kecil hadiah dari Mateo.
Yah,hadiah yang Mateo kirim sebagai ucapan selamat atas keluar nya asline dari rumah sakit!.
Manik bulat itu membola ketakutan.
Kaki kecilnya berlari cepat menerjang kerumunan manusia yang berlari menyelamatkan diri.
"Hiks...unda....Yayah Blixton! tata Albian...Tata selgio! hiks.....danan!"
Batita kecil itu terbangun dengan nafas memburu.
Jelas.....
Semua jelas.....
"Baby wake up... everything almost late! go baby z go!"
Suara itu menggema di telinga ,dan batita manis itu tanpa sadar berdiri dari ranjangnya berlari menerjang turun menuju lantai satu.
Kaki kecil tanpa alas kaki itu menuju anak tangga melupakan adanya lift di mansion besar itu.
Terdengar keributan di lantai satu dimana ruang keluarga terlihat penuh.
Tawa geli,bahkan umpatan terdengar dari sosok kakeknya,rion yang terkena sikutan maut sang ayah, Rayga.
Zia melihat adanya sosok Mateo.
Dan semua keluarganya dalam keharmonisan yang aneh!.
"DY!!!!!HIKS....."
Atensi semua orang pecah begitu suara tangisan terdengar dari arah tangga.
"BABY!"
"ADEK!!"
"Z JANGAN LARI!"
"ASTAGA!!"
Pekikan horor terdengar serentak saat kaki-kaki kecil nan putih itu bergerak susah payah menuruni anak tangga.
Rayga bergerak cepat berlari dengan mata membulat horor semua orang saat tubuh mungil itu limbung.
Nafas semua orang tertahan dengan jantung berdebum kencang.
Wushhhh....
Grephhh!!...
Huft.....
Rayga menatap wajah mungil berderai air mata itu dengan frustasi.
Hampir saja ia mati serangan jantung!.
"Baby jangan lari-lari nanti jatuh bagaimana? kenapa menangis hm?" Rayga melupakan sejenak urusan baku hantamnya dengan Mateo.
Putrinya lebih penting!.
"Dy ....unda cama Yaya Blixton mau cini! meleka..hiks..meleka mau lewat jembatan na...ayo Dy....ayo pelgi tolong unda cama yayah!" Zia menarik kemeja ayahnya panik.
Wajah putih itu sudah memerah dengan sembab penuh air mata.
"Sayang ..bunda Cha sama ayah Brixton masih di Texas...mereka tidak datang kesini sayang...." Asline berusaha menenangkan putrinya yang tidak berhenti menangis .
"No mommy! hiks...cepat pon unda cama yayah! meleka cudah dimana?! cepat Dy!!!" Rayga menatap wajah gelisah putri kecilnya lamat,namun tangannya segera merogoh ponsel dikantung celananya.
Bip.....
Sambungan pertama tersambung langsung,namun terdengar suara ribut sebelum suara halus terdengar menjawab.
"Maaf kak lama Cha jawab...ini masih dijalan,coba tebak kami dimana sekarang?!"
Rayga menaikan satu alisnya mendengar nada antusias sang adik.
Speaker yang aktif membuat semua orang mampu mendengar suara dari sana.
"London" Jawab Rayga asal.
"Woahhh... bagaimana kakak tau?!"
" Sudah dimana?"
"Sebentar lagi sampai ibu kota...."
"Unda danan lewat jembatan na n-"
Tut......
Rayga menatap putrinya dan ponselnya yang kehabisan daya.
Manik bulat itu berkaca-kaca.
Turun dari gendongan sang ayah dan berlari pada ayahnya yang lain,Ryuga.
"Papa Yuga,papa yang bawa mobil na paling cepat, bawa z tuk celamatkan unda..Yayah cama tata! hiks... ayo!" Ryuga meraih tubuh mungil itu, menggendongnya dan menatap kearah Rayga dan seluruh keluarganya.
Terlihat jelas,betapa putus asa putri kecil mereka .
"Rayga sebaiknya kalian cepat...Alin,kakak mau beri tahu kamu...dan kalian.....gadis kecil ini adalah seorang indigo..." Mateo berucap dengan sorot mata yang begitu dalam,menatap wajah montok gadis kecil dipelukan Ryuga lembut.
Hening.....
Dan tiga sosok yang berdiri mengambang di sisi lain ruangan tersenyum samar.
.............
.....TBC.....
__ADS_1
Kita hampir sampai di penghujung kisah ini ya...🖐️