Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Sorrow ( Generasi Wiguna )


__ADS_3

...Vote, like dan komentar ya 🌹...



...♠️.....♠️...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...♠️.....♠️...


Sebelum masuk cerita, El akan beri nutrisi ingatan lagi tentang garis keturunan para clan Wiguna.


⚛️ Rafendra Wiguna & Anggita Veleri


🔀 Arkansas Dimitri Leander Wiguna & Liora Quense Benedict.


⚫ Rayganta Alzeus Theodore Wiguna


⚫ Arshenio Devilio Wiguna


⚫ Archana Angelica Wiguna


🔀 Arion Drew Lyasander Wiguna & Kayra Romanov


⚫ Raider Lyasander Wiguna


⚫ Raino Lyasander Wiguna


🔀 Arabela Queennaya Wiguna & Dexter Wishutama


⚫ Diego Wishutama Wiguna


⚛️ Bimo Smith & Zeline Prameswara


🔀 Gabriel Del Smith & Daisy Dwikari


⚫ Gionandes Del Smith


⚛️ Alex Lumiro & Zenit Prameswara


🔀 Axel lumiro & Amber Kimberly


⚫ Alarik alucio Lumiro


⚫ Acella alucia Lumiro


⚛️ Lingga Stevano & Yura Hara


🔀 Ryuiji Stevano Hara & Angel Holand


⚫ Ryuga Stevano Hara


⚛️ Jeremi Russel dan Alika Knox


🔀 James Russel & Freya Bagaskara


⚫ Tidak punya keturunan ( so sad )


⚛️ Thomas Alfa & Amanda Seyfried ( Nama yang lama El lupa,drafnya hilang )


🔀 Cristal Alfa & Nixon Algarian


⚫ Cristian Alfa ( anak angkat )


🔀 Tristan Alfa & Sakura


⚫ Shura Alfarian


⚛️ Marvel Lee Houston & Zoya Prameswara


🔀 Marsel lee Houston & Jessy Atmaja


⚫ Maximus Lee Houston


⚛️ Xavier Luksius & Selenia Wiguna


🔀 Xander Luksius & Starla Kimberly


⚫ Xain Xander Del Luksius


🔀 Samantha Luksius & Silverster


Itu dia pohon clan Wiguna dari generasi Rafendra sampai Rayga.

__ADS_1



Aura hitam nampak menguar dari tubuh sosok pria paruh baya berwajah tampan nan berwibawa yang kini duduk disamping sebuah brangkar rumah sakit tempat sang putri terbaring lelap.


Arkansas menatap wajah damai bak pahatan sang istri dimasa muda wanita itu,wajah manis sekaligus cantik yang begitu besar membawa pengaruh dalam hidupnya.


Menghela nafas,sosok Rafendra duduk di sebuah sofa dibelakang posisi putra sulungnya berada.


"Tenanglah son,sebentar lagi Gion akan kembali membawa hasil medis Archana.Tarik kembali aura surammu itu,kau membuat nenekmu tertekan!" Rafendra berucap sabar.


"Putriku dad! mereka menyakiti putri kesayanganku...harusnya aku sendiri yang membunuh gadis-gadis busuk itu! hah.....bujukan manis putri kecilku membawa dampak bencana buruk pagi kita! harusnya aku tidak mendengar belas kasih Archa pada gadis tidak tau diri itu....harusnya kubunuh dia begitu aku melihatnya di rumah James dulu!" Arkansas berucap penuh sesal, tanpa melirik sang ayah dan terus menggenggam telapak tangan mungil gadis kecilnya,harta berharga terakhir sang istri.


"Kakak ipar...tolong maafkan aku,aku yang salah membawa masuk orang lain didalam keluarga kita...."Semua orang menghela nafas berat,suara bergetar Freya terdengar dikala tubuh wanita paruh baya itu dipeluk erat oleh James.


Arkansas tak bergeming,dan seluruh keluarga besar Wiguna itu jatuh dalam rasa sakit yang begitu dalam.


"Sayang..dengar mommy.Freya ini bukan salahmu,kita tidak bisa mengontrol hati kita kala melihat seseorang yang telah menolong kita dalam kesusahan,dan bukan salah kamu juga jika orang itu menyimpan belati dibelakang tubuhnya begitu kita mengulurkan tangan! dengar para menantu mom,rasa mengasihani boleh saja,namun waspada itu penting! jangan sampai mereka menolong kita setitik dan akhirnya mereka menghancurkan seluruh hidup kita,jaman sekarang manusia tidak banyak yang tau arti kata terimakasih,tidak masalah clan kita dikenal sebagai clan yang kejam dan berdarah dingin semenjak ayah kalian,suami mommy mengambil alih seluruh clan Wiguna...." Anggi mengambil nafas,terdiam sesaat begitu mata para menantunya menatapnya khusyuk.


"Clan kita tidak menerima orang asing begitu saja bukan tanpa sebab! kalian ingat Dysabel? istri dari adik mom, Lucas? kita menerima dia karena kesalahan adikku sendiri dengan lapang dada,tapi apa yang kita dapat? mom hanya ingin....ingatlah itu dalam hati kalian, menolong boleh saja,tapi jangan pernah sekalipun membawa orang asing masuk kedalam lingkaran keluarga kita tanpa kewaspadaan yang tajam! mommy tidak mau kalian kecolongan!" Anggi melanjutkan dengan tegas.


Freya terisak dan mengangguk paham,benar!.


Dunia ini,tidak dibutuhkan hati yang begitu lemah dan lapang! semua orang menyimpan belati tajam dibalik senyum mereka,dan dirinya harusnya menyadari itu sejak memasuki lingkaran kejam clan Wiguna.


Freya menyesalinya,menyesal atas terlukanya putri kecil mereka!.


Klik....


Semua mata para orang tua menoleh kala sosok tampan Gion memasuki kamar rawat VVIP dengan sebuah map medis ditangannya.


"Gion bagaimana adikmu?" Kayra bertanya dengan wajah penuh kekhawatiran.


Gion tersenyum simpul.


"Jangan cemas mami,Archana tidak apa" Jawab Gion dengan senyum tulus.


Daisy ibu dari dokter muda itu mendelik mendengar ucapan putranya itu.


"Otakmu darimana mengatakan adikmu baik-baik saja?!! kau lihat bagaimana kulitnya memerah tadi? WOAH..anak ini perlu dipertanyakan lisensinya!!" Daisy berkoar dan Gion pundung seketika.


Mengapa ibunya ini sangat suka sekali menistakan dirinya? apa salahnya?.


Gion tersenyum miris melihat sifat dan karakter ibunya.


Andai ayahnya tidak ada operasi saat itu,sudah pasti Gion mundur dari pada kemampuan medisnya dinistakan seperti ini oleh sosok bermulut lemas ibunya sendiri!.


Sialan juga Diego,saudaranya satu itu justru kabur mengikuti langkah Rayga dan semua inti untuk bermain dengan tersangka penyebab adik cantik mereka terluka,dan semua beban mental dari para orang tua semua tertuju padanya.


Gion terkekeh miris...


Dia ini dokter jenius muda paling berbakat dalam pengobatan! dan bukannya si pembuat racun serta ilmuwan gila seperti Diego!.


Sabar.....


"Daisy..jangan seperti itu,lihat wajah putramu semakin jelek oleh kata-katamu itu" Amber berucap prihatin ,namun wajah tampan Gion semakin terdistorsi.


Tarik nafas...


Hembuskan....


Gion lebih memilih berjalan kearah Arkansas daripada melihat sekumpulan orang tua yang tidak tau diri ini.


Yah,para ayah yang menatapnya mengejek dan para ibu dengan mulut lemas mereka!.


"Dad...jangan cemas,Gion sudah memeriksa luka melepuh Archa.Untung saja setelah tersiram kuah panas itu teman Archa melakukan penanganan pertama dengan menyiramkan air dingin untuk meringankan efek dari panas yang terkena kulit Archa" Gion membuka map hasil pemeriksaan kulit Archana.


Arkansas mengangguk samar,dan menerima hasil pemeriksaan yang disodorkan Gion padanya.


"Syukurlah..Daddy merasa terkena serangan jantung saat Alarik melapor bahwa Archa terkana kuah panas!" Arkansas menghela nafas lega,menatap Gion yang mengangguk mantap.


"Daddy..kalian hanya perlu menjaga kebersihan kulit Archana, menerapkan salep yang tepat,berikan Bioplacenton terlebih dahulu begitu waktu pergantian perban,hindari aktivitas yang terlalu banyak akan menghasilkan keringat.Baikkah dad,tugas Gion selesai nanti akan Gion kirim resep salep penghilang bekas luka begitu luka melepuh itu kering,Gion pergi ya dad... semuanya.." Gion pamit begitu penjelasannya selesai,dirinya masih ada jadwal konservasi untuk operasi bagi para calon dokter di Health hospital.


Rafendra mengetuk jarinya pada sandaran kursi,pria tua itu menatap lurus kearah sosok cucu kesayanganya.


"Apa yang dilakukan para iblis itu?" Rafendra memecah keheningan.


"Axel?" Anggi bertanya pada mantan kepala IT WJC itu,salah satu sahabat putranya.


Putra dari Alex.


"Mom sudah bisa menebak bukan? tidak perlu Axel berkata-kata.Tentu saja gadis rendahan itu dan akar-akarnya mati! para putra kami tidak punya toleransi lebih jauh lagi dari ini!" Axel berucap dengan wajah dingin,mantan kepala IT itu sudah sangat menyayangkan kebaikan hati putri clan Wiguna ini hingga mendatangkan bencana yang membuat suasana menjadi begitu berat.


Ayah dari Alarik itu menatap sendu sosok yang kini bagian perutnya harus diperban akibat luka melepuh yang sangat lebar.


" Acara akan kita laksanakan begitu Archana pulih!" Titah Rafendra bangkit dan menuju sang cucu,mengecup kening halus cucu perempuannya dan berlalu menepuk pundak putra sulungnya.


"Jangan buat putrimu menangis karena wajahmu yang begitu suram!" Ucap Rafendra sebelum berlalu keluar bersama Anggi yang mengelus pundak Arkansas hangat.


Rion menepuk pundak Arkansas saudara kembarnya dan berlalu bersama kedua orang tua mereka membawa sang istri,kayra yang menatap Archana sendu.


Satu persatu para orang tua beranjak pergi, meninggalkan Arkansas dan Archana yang terlelap dalam damai.


Grephhh.....


"Maafkan Daddy sayang...Daddy gagal menjagamu...maafkan aku Liora,aku gagal menjaga putri kita.....andai aku bisa.Aku saja yang menerima semua rasa sakit yang putri kita rasakan,maaf sayang...maafkan Daddy" Arkansas mengecup pipi putih Archana dengan sendu,maniknya memerah dan nafasnya terasa berat.


Sesak sekali.....


Ingin rasanya ia meratakan seluruh tempat dimana putrinya terluka!.


Namun...


Hati baik putri kecilnya menjadi belenggu untuk iblis Hades dalam dirinya.


Dibalik pintu duduk bersandar Arshenio yang menunduk dengan kedua tangan menggenggam erat sebuah liontin dengan wajah Archana dan sang ibu dikedua sisinya.

__ADS_1


Rayga berdiri disamping sang adik,menatap lurus kearah kaca yang memperlihatkan bahu bergetar ayah mereka.


Kedua tangannya terkepal erat, rahangnya mengeras dengan kilatan dingin membunuh tersorot disana.


Dia tak suka air mata keluarganya! bahkan ayahnya yang berhati baja dan terkenal bak iblish Hades dari neraka itu!.


Pria setangguh itu,air matanya bagai tombak yang menghujam telak jantungnya.


Rayga mendongak menatap langit-langit rumah sakit.


Lorong khusus dimana hanya clan Wiguna yang bisa menapakinya.


Selama kenangan masa kecilnya,saat ibunya masih ada.


Tak pernah bahkan dalam masalah sebesar apapun sang ayah menangis,pria itu tak pernah meneteskan air matanya.


Namun kini,setiap waktu dalam kesepian.


Rayga akan melihat tangisan kesepian kesedihan dan kerinduan dari sosok Hades itu.


Ayahnya yang tangguh telah lama jatuh.


Jatuh oleh kerinduan akan cinta dan kasih.


Hanya adiknya,adik perempuannya.


Sosok yang menyerupai sang ibu saat remaja dulu,sosok penyokong semangat hidup ayahnya juga dirinya dan Arshenio.


Hanya Archana.....


Berbalik,rayga menepuk keras pundak Arshenio.


"Bangun! laki-laki harus bermental baja! kau seorang jendral,dan seorang jendral tidak pantas berhati layaknya seorang wanita lemah,kakak pergi kau disini!"


Rayga bergerak,berjalan menjauh ditengah tatapan rumit Arshenio yang menatap punggung dinginya hampa.


" Laki-laki,bahkan seorang jendral seperti diriku juga masih punya hati kak.Hati meski secuil saja dan itu hanya untuk keluarga kita!" Arshenio menghela nafas panjang,mengusap wajahnya gusar dan perlahan mengatur nafas sebelum masuk untuk menemui ayah juga adiknya.


Sementara itu....


Rayga,pria tampan dengan rompi hitam anti peluru itu berjalan membawa aura gelap kematian.


Lorong rumah sakit terasa begitu mencekam.


Setiap penghuni baik pengunjung,pasien maupun staf menyingkir begitu sosok tampan sang Zeus itu melangkah.


Terlalu menakutkan dengan wajah yang terpahat bak malaikat.


Sang Dewa Zeus.....


Tutttt....


"Ratakan kampus itu di sayap kiri,ratakan semuanya hingga mereka tau iblis apa yang mereka usik!" Rayga memberi perintah dari Earpeace yang terpasang sempurna di telinganya.


Sisi sebrang hening...


Alarik mematung dengan keringat dingin.


Ini perintah yang mengerikan.


Namun ini belum seluruhnya hingga titah terakhir membuat jantung Alarik seakan berhenti.


"Bunuh semua orang yang berada di kantin itu,tinggalkan tiga orang gadis yang nanti pastinya akan adikku cari! bunuh semuanya jangan tinggalkan satupun hama tak berguna!"


Rayga memutus sambungan telepon,keluar dari dalam rumah sakit menuju mobilnya.


Dirinya butuh Asline....


Sabuah pelukan hangat tanpa kata-kata,hanya butuh aroma kehangatan dari calon istrinya!.


Sementara...


Duaarrrrr.....


Alarik mematung,menatap para inti yang mendengar titah itu juga.


Mereka saling melirik dengan wajah meringis ngeri.


Ini pembunuhan massal.


"Kalian dengar? bergerak!!" Meski demikian,Alarik tetap menjalankan perintah.


Begitu banyak korban dalam satu malam yang harus mereka bersihkan.


Tanpa jejak ....


Ryu bangkit,meraih katana beracun miliknya.


Diego menyerigai dingin, menyiapkan racun yang paling mematikan.


Maxim dan xain saling melirik,bangkit meraih short gun kedap suara dan mengisi pelurunya penuh.


Raider menyambar set belati penuh racun miliknya, Raino meraih bom mini berisi gas pelumpuh total.


Alarik menyerigai dalam,mulai berselancar melumpuhkan seluruh sistem keamanan Ca*bridge university.


Malam ini, mungkin setengah dari para mahasiswa malang itu akan menemui ajalnya.


Karena sang dewa Zeus adalah pendendam!.



...TBC...


Kumenanti jejak bayanganmu disini, jangan pergi tanpa jejak atau vote kalian...

__ADS_1


...♥️...


__ADS_2