Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
past...


__ADS_3

...El no bosen buat ingatkan reader lapak QOZ buat selalu jejak ya 🌹...



...Vote,like dan coment...


...🍷...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🍷...


Asline terkekeh geli melihat wajah masam suaminya.


"Masih marah?" Wanita cantik itu mencolek lengan berbalut kain tebal sweeter putih itu dengan senyum geli.


"Iya masih marah!" Jawab Rayga dengan wajah datarnya.


Sudut bibir asline berkedut menahan tawa.


"Orang marah masa bilang-bilang...." Asline menarik lengan suaminya dengan kedipan mata centil.


Yah,ternyata prihal pesta bantal yang akan dilakukan Aira malam nanti,pesta yang mengharuskan para perempuan menginap dan meninggalkan para pria mereka sendiri!.


Ini adalah girl time!.


"Baiklah...beri aku sebuah permintaan yang bisa membuat marahmu hilang..."


Senyum licik itu segera terbit lebar.


"But..tidak ada larangan menginap!" sentak asline segera membuat bahagia itu sirna.


Wajah Rayga kembali tertekuk masam.


Dia adalah suami pencinta istri nomor 1.


Bagaimana asline tega meninggalkannya semalaman demi acara berkumpul dengan para gadis rubah itu?.


"Tidak mau? ya su-"


"Fine....Give me a kiss...." Asline terdiam ,senyum usil terbit dari wajahnya yang memerah cantik.


Apakah pria ini mencoba menggodanya?.


Bagaimana wajah sang raja rimba ini berganti kulit menjadi begitu imut layaknya kucing jantan?!.


Asline terpekik gemas melihat wajah memelas itu.


Menghujani cubitan dipipi sang Zeus.


Rayga tercengang!.


Sepertinya ada yang salah?.


"Bukankah permintaanmu sedikit dermawan kali ini? biasanya kamu akan..." Asline bahkan tak sanggup melanjutkan kata kala rasa malu menyerang.


Rayga memicingkan tatapannya berbahaya .


Asline mundur dengan ngeri.


"Baiklah...just kiss no more...." Rayga tersenyum dengan wajah menantang.


Pria ini adalah seorang pemburu!.


Dan pada akhirnya, asline menyesali kepasrahannya.


Saat tubuhnya dihempas keatas ranjang dengan tawa pecah penuh kemenangan dari sang dominan.


Pintu terkunci rapat dan para pekerja hanya mampu menggigit jari.


Satu kesalahan dan nyonya muda mereka harus membayar dengan seharian terbaring di atas ranjang tanpa mampu bergerak turun !..


Benar-benar predator!.


.........


Istana putra mahkota...


Disebuah lorong,sudut terjauh dari bagian istana putra mahkota.


Brixton meremat kemeja bagian dadanya dengan tubuh gemetar dan manik memanas hampa.


Jiwanya seakan pergi untuk beberapa detik.


Brixton terduduk dengan satu kaki terulur dan satu lagi tertekuk bersandar di dinding.


Sebuah kertas hasil laporan penyelidikan rahasia yang dilakukan penjaga bayangan miliknya.


"Ternyata seperti ini .......? bagaimana mereka bisa lakukan ini padaku?" Wajahnya memucat dengan cepat oleh kenyataan.


"Ratu bukan ibuku? hahaha..." tawa getir pecah dengan tubuh melemas ,kertas putih itu teremat acak.Brixton tak tau harus berbuat apa,dirinya tertampar oleh kenyataan.

__ADS_1


"Your higness....mungkin yang mulia raja memiliki alasan dibalik semua ini? sebaiknya anda bertanya dahulu sebelum menyimpulkan tindakan kedepannya bagaimana?" Gerry yang berdiri tak jauh menatap iba,pertama kali seorang Brixton nampak lemah tak berdaya.


Pria bersurai pirang itu mengangkat wajah dan tertawa getir menatap wajah tangan kirinya.


"Hahaha..Gerry...23 tahun aku hidup di istana ini! dan selama itu juga aku menjadi orang yang tidak tau apa-apa! kebodohanku membuat tuan Arkansas tertawa... bagaimana dia akan mengizinkan putri kesayangannya bersama putra mahkota yang bodoh dan tak tau apa-apa seperti diriku?!" Brixton bangkit dan menepis tangan Gerry yang hendak membantunya menopang.


Setelah kembali dari pesta pernikahan clan Lumiro,kepala penjaga yang bekerja untuknya segera memberi laporan atas penyelidikan yang beberapa waktu lalu ia minta.


Dan hasilnya,sungguh tak terbayangkan!.


"Gerry....ternyata ayahku..yang mulia raja Brizian pernah memiliki ratu sebelum ratu Catherina! wanita yang kuanggap sebagai ibu selama ini.Ternyata konspirasi dari keluarga ratu Catherina-lah yang membunuh ibu kandungku! meski ratu Catherina tidak terlibat.. tapi tetap saja! kenyataannya dia langsung naik jabatan menggantikan posisi ratu!" Brixton berucap dengan intonasi rendah nan tajam.


Gerry meski cukup terkejut,namun itulah sisi lain dari kehidupan monarki!.


Dan dia,yang hanya seorang bawahan yang bekerja untuk keluarga royal hanya bisa memberi dukungan untuk junjungan-nya.


Keluarga mendiang ratu terdahulu,ratu Beloza adalah ibu kandung dari Brizian.


Beloza dan Catherina adalah teman masa kecil yang kembali bertemu di ajang pemilihan putri mahkota.


Beloza yang berasal dari keluarga pengusaha minyak bumi berhasil oleh dukungan raja Brinlaid yang saat itu menjabat.


Namun semua berubah bencana begitu Brixton lahir.


Keluarga Catherina,yang mewarisi kursi parleman urusan luar negri tidak pernah puas dalam keterdiaman mereka.


Hingga konspirasi terjadi.


Ratu Beloza yang saat itu belum sepenuhnya mendapat cinta dari Raja Brizian yang saat itu masih berstatus putra mahkota,wanita malang itu diracuni hingga tewas dalam kurung waktu 7 hari .


Dan yang meracuninya adalah seorang dayang yang dibayar oleh ayah dari Catherina.


Catherina yang terlambat mengetahui hal itu merasa terpukul.


Atas tekanan semua orang,pemilihan putri mahkota kembali dilakukan.Dan Catherina yang tanpa siapapun sadari adalah cinta pertama Brizian di masa remaja akhirnya terpilih menjadi putri mahkota selanjutnya.


Dibawah rasa bersalahnya, Brixton kecil yang saat itu belum mengerti apapun dan kurang kasih sayang.Akhirnya karena rasa bersalah,Brizian dan Catherina akhirnya menutup mulut semua orang perihal ibu kandung dari Brixton dan mengangkat pria itu sebagai putra mahkota begitu Brizian naik takhta.


Meski terdapat perdebatan,namun Brizian yang sudah tenggelam atas rasa bersalah atas sikap acuhnya pada Beloza ditambah bujukan Catherina, akhirnya membungkam seluruh penghuni istana atas kehidupan masa kecil putra pertamanya.


Dan disinilah Brixton,berdiri seperti orang bodoh terus memanggil putri pembunuh ibunya sebagai 'ibu'.


"Sudah cukup! aku tak ingin tinggal di tempat ini lagi! aku bahkan tak pernah sekalipun tau dimana makam ibuku? tidak sekalipun mereka membawaku ke sana!" Brixton berjalan menuju istana kediaman putra mahkota dengan sorot mata dingin.


Brixton tak bisa lagi merasakan hatinya.


Rasa sakit dibohongi selama bertahun-tahun menimbulkan sebuah luka baru yang begitu lebar dan dalam.


Sudah dirinya putuskan.


Cinta ayah? dia sudah tak perduli lagi saat bahkan pria yang menjadi panutanya selama ini begitu mudah membohongi dirinya.


Kasih sayang ibu? Brizton tertawa hampa saat kasih sayang itu ternyata hanya kamuflase dari sebuah kebohongan besar.


"Gerry....siapkah semua berkas penting perusahaanku.Hari ini....aku akan lepas gelar ini dan meninggalkan istana! tidak ada lagi putra mahkota Brixton Kingsley... Aku hanya punya satu marga! Dan itu adalah marga ibuku!" Gerry tersentak tak berdaya,bencana besar sudah nampak didepan mata!.


"Kosongkan istana putra mahkota dan persiapkan West manor di dekat clan Smith! " Gerry menunduk saat putra mahkota memasuki kamarnya.


..........


Seorang gadis remaja,dengan wajah cantik serta senyum manis terlihat berjalan lurus tanpa menoleh kebelakang.


Ini adalah jalan dimana bisnis hiburan malam dimulai.


Dan gadis yang terlihat masih begitu muda itu berjalan dengan santainya hanya dengan piyama tidur beruang dengan sendal bulu kelinci menutupi kaki kecilnya.


Dan,sosok tampan dengan kaos loreng dibalik stir kemudi menyaksikan sosok itu dari balik kaca tanpa ekspresi.


Seorang pria muda yang duduk di samping kemudi hanya bisa duduk diam tak berani bersuara jika pemimpinnya satu ini tak bergerak.


Suatu hal yang tidak wajar,jika seorang jendral pemimpin Red Eagle dari pasukan khusus sampai memperhatikan seseorang begitu lamat.


"Apa yang dilakukan loli manis itu dijalanan dunia malam seperti ini? ditengah jejeran pintu club malam?"


Pria disamping kemudi itu merasa bulu kuduk nya berdiri oleh suara jenaka penuh rasa ketertarikan.


"Ya Tuhan dewa perang yang agung ini mulai tertarik pada perempuan? matahari terbit dari barat!!!!!"


..........


Gadis remaja dengan topi bisball yang menutupi separuh wajahnya itu tiba di sebuah club malam dengan manik memicing tajam mengitari situasi .


"Dimana kau gadis keparat?!! jika ayah dan ibu tidak memintaku menjagamu... dan kau tidak dirumah,habis kita berdua!"


Gadis itu mengeram rendah kala mata-mata jahat nan lapar mulai menatap dirinya.


Benkkkk..


Baru saja dirinya melihat sosok yang sibuk dirinya cari,suara ribut serta hantaman keras terdengar dari lantai dua club.


BRAKHHH..


Gadis dengan piyama beruang yang tak sesuai dengan suasana club itu mengeram kaget saat seseorang jatuh dari lantai dua dan menghancurkan meja kaca tepat disamping dirinya berdiri.


Beruntung reflek tubuhnya bagus hingga gadis itu dengan cepat melompat jauh mengindari terpaan kaca yang terhempas berserak.


Tubuhnya yang kecil mampu menyelip dari keriuhan yang terjadi akibat perkelahian sesama pengunjung club.


"Apa lagi ini?! dimana lagi gadis liar itu? dasar benalu terlalu bebas itu sangat beban!" Gadis dengan piyama dan topi bisball menutupi wajah itu terpaksa terjun berkelahi untuk menyelamatkan diri dari kericuhan club.


Tak lama sekumpulan gangster terlihat mengunci pintu masuk dan mulai menodongkan senjata api kearah para penghuni club.


" CEPAT DIAM KUMPULKAN SEMUA BARANG BERHARGA SETELAH ITU TUTUP MULUT DAN MATA KALIAN!"


Segera sebuah perintah dengan intonasi terdengar panik terdengar.


Gadis dengan topi bisball itu menyelinap dan bersembunyi dibawah meja bartender.


" Bagaimana bisa lokasi transaksi ditemukan secepat ini?!"


" Aku tak tau..tapi yang pasti sebelum bantuan dari tim khusus datang kita harus segera pergi!"


" Bagaimana kita bisa pergi?! mata-mata kita mengatakan bahwa orang yang berhasil kita lumpuhkan itu adalah salah seorang dari tim Red Eagle!"

__ADS_1


"Matilah jika begitu?! tapi ..TUNGGU DIMANA ORANG YANG KAU DORONG DARI LANTAI DUA ITU?"


"Keparat kita terkecoh! tidak ada cara lain kita harus keluar dari club ini dengan membawa banyak uang dan kabur melalui pelabuhan !"


"Bagaimana dengan para wanita didalam sana?"


" Sialan! para kreditor sudah menunggu wanita-wanita baru untuk dikirim ke Brazil....jika kita bawa mereka kita akan tertangkap!"


" Bawa satu saja! wanita dengan rambut merah dan hot pant hitam itu... dia lumayan setidaknya kita bawa hasil!"


Gadis dengan piyama beruang itu menyerigai mendengar percakapan samar dua dari delapan orang gangster itu.


Wanita berambut merah ? bukankah itu benalu yang dipercayakan oleh kedua orang tuanya untuk ia jaga?.


"Well...bagus juga jika kau dibawa dan dijual oleh mereka..tapi jika ujung-ujungnya aku juga yang harus mendengar ceramah siang malam...apa boleh buat? terpaksa aku tangani masalahmu.."


Gadis itu merangkak dari sudut,menatap gangster terdekat yang tambak sibuk berbuat hal tak lazim pada beberapa penikmat club.


Srakhhh...


Gadis itu meraih senapan Laras panjang yang tergantung di belakang sang gangster.


"He-!"


Bukhhhh...


Dorrrr...


Seringai gadis itu terbit kala tebakannya benar.


Senapan ini memiliki daya redam tinggi.


Dua wanita menjerit kala tubuh itu tumbang dengan kepala berlubang.


Gadis dengan piyama beruang itu terkekeh,berbalik dan melambai riang pada beberapa Gangster yang langsung berbalik begitu mendengar teriakan.


"Well...dasar para mulut bebek!" Gadis itu mendesis dan bermanuver melompat dari meja menuju meja lain,menghindari dengan peluru yang seketika meletus.


Gadis itu dengan cepat membidik,menggunakan sebuah tiang yang biasa digunakan para penari striptis untuk bergerak membidik lawan.


Tubuhnya meliauk dan senapan yang memuntahkan isinya.


"DAMN YOU! BUNUH GADIS ITU!!!!!!'


Gadis itu dengan senyum jenaka terus menghindar dan menembak,tak perduli siapa yang berkahir mati oleh bidikannya.


Lagi pula,tempat ini penuh dengan para pendosa! jika dia menyapu bersih tak salahkan?.


Deggggg...


Namun....


Saat kakinya berpijak di pembatas lantai dua.


Jantungnya seakan berpacu dengan adrenalin kuat yang menekan seluruh situasi.


Aura milik siapa ini?!


Gadis itu berdiri diatas pembatas lantai dua,menatap kearah lantai satu yang penuh kekacauan.


DEGGGGG...!


Begitu dirinya berbalik dan maniknya terkunci diarah pintu masuk.


Seorang pria muda dengan tubuh tinggi yang dibalut seragam operasi militer berdiri menatap langsung padanya dengan seringai bak serigala lapar!.


Gadis itu hampir terhuyung.


Tak pernah dirinya merasakan perasaan terintimidasi sekuat ini!.


Pria itu bergitu muda dibalik seragam seorang pemimpin regiun sebuah tim elit pasukan khusus militer.


Tempramen yang begitu licik,penuh arogansi juga kapitalis!.


"Sungguh suatu hal menarik ! seorang gadis yang bahkan begitu mungil bisa membuat kekacauan separah ini?! well done baby girl..."


Senyum penuh maksud membingkai manik gelap pria itu.


Melangah dengan senyum jenaka.


Takhhhh...


Satu kali gerakan cepat,dan sosok itu sudah berdiri dibelakang sang gadis.


"Sweat a little rabbit!"


Dan saat itu,pria dengan wajah begitu rupawan itu menarik tubuh gadis berpiyama beruang turun dengan sekali lompatan besar.


"Nona Seravina adelwise..."


Manik gadis itu membola horor!.


Darimana pria itu tau namanya?!.


"KAU......?!" Seravina,yah.


Gadis dengan kostum tidur yang salah tempat itu meraung dengan telunjuk menunjuk kearah wajah tampan sang pria murka.


"Arshenio Devilio Wiguna...Jendral regu Red Eagle...kau sudah salah memasuki daerah operasi khusus militer young lady.....get your punismant!" Dan yah,sosok itu adalah arshen yang memang sudah sejak awal memantau daerah sekitar club demi menyelesaikan misi penangkapan sindikat perdagangan manusia!.


Wajah gadis itu memerah dengan senyum paksa menatap sengit wajah arogan sang jenderal muda.


"How about battle?!"


Dan senyum seorang Arshenio semakin terbit dengan puas.


..........


...TBC...



.........

__ADS_1


__ADS_2