
...Vote,like dan komentar ya ❣️...
........🥀.........
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
........🥀........
Sebuah helikopter terbang rendah disalah satu rumah mewah minimalis di pusat kota.
"Kau jangan gila ya?!! kau serius ingin terjun dari sini?!! kurasa memang benar otakmu tertinggal di Meksiko!!" Pria tampan dengan headset peredam memaki temannya yang kini sudah sibuk memasang atributnya,Gion.Yah pria yang sibuk memaki itu adalah Gion dan pria yang menjadi sasaran makian-nya adalah Ryuga.
"Sudahlah kau kembali saja bawa helikopter ini kemarkas,dan katakan pada Silvester untuk kirim mobilku secepatnya" Ucap Ryuga jengah.
Tali tambang panjang telah diturunkan dan Ryu dengan lihai melompat turun begitu saja.
"DASAR GILA!!!" umpat Gion ngeri sendiri melihat aksi sahabat laknat nya itu.
Takhhhhhh...
Ryu mendarat dengan sempurna di balkon lantai dua rumah milik gadis nakal yang sudah mengusik ketenanganya.
Helikopter menjauh pergi.
Terkekeh sembari melepas semua atribut pengaman terjun bebasnya.
Ryuga,pria tampan putra dari pasangan Ryu dan angel itu berjalan menuju pintu balkon.
Fajar terasa begitu dingin disertai aroma manis embun pagi,Rubi.Gadis cantik dengan piyama putih bergambar Winnie itu masih bergelung nyaman dibalik selimut tebalnya.
Waktu masih menunjukkan pukul 6 pagi kurang 15 menit.
Rubi terpaksa pindah dari apartemennya akibat aksiden serangan jantung pagi kemarin.
Angin bertiup,tirai jendela bergerak seirama hembusan angin.
Klik.......
Kunci balkon terbuka.
Sosok tampan dengan wajah menyerigai tipis berjalan masuk. Memandang lurus kearah ranjang dimana sosok yang selalu mengganggu fikiranya terbaring.
Sosok yang sudah mengganggu kesenangannya!.
Dan jangan berfikir bisa melarikan diri dengan pindah begitu saja.
Ryu semakin menyerigai lebar melihat sosok bak anak domba kecil itu terlihat begitu damai tanpa tau kini seekor serigala jantan tengah menatapnya dalam diam.
...#Flasback on#...
Disebuah gedung apartemen,seorang pria muda nampak menyeret keluar sosok laki-laki berusia sekitaran 40 tahun keluar dari apartemennya.
Pria itu nampak meraung entah mengapa seakan seluruh lantai menjadi kosong tak berpenghuni!.
Kemana semua orang? apakah tidak ada yang bisa menolongnya?.
Dia telah berusaha bersembunyi setelah tanpa sengaja membocorkan rancangan mesin baru untuk mobil F1 dari perusahaan Hara Speed!.
Tapi,semua itu murni kecelakaan.Dan kini iblis pendiri Hara speed itu justru mengejarnya dengan tangan sendiri!.
Yah,sang pendiri Hara Speed.Ryuga Stevano Hara.
Sang putra dari Ryuiji,ketua Delta dari organisasi mafia paling ditakuti di ibukota dan seluruh London!.
Ryuga menyerigai,dengan sebuah rantai besar ia melilit kaki pria itu dan menariknya menaiki tangga menuju rooftop gedung apartemen berlantai 10.
Pria malang itu tinggal di lantai 5,dan masih ada 5 lantai lagi yang harus dilewati agar sampai ke rooftop.
Dan setiap tangga memiliki 20 pijakan!.
"ARKHHHH...ampuni aku tuan muda Hara!! biarkan aku pergi aku akan lakukan apapun untuk kebebasanku!!" Pria itu meraung.
Kepalanya berdenyut begitu nyeri bak hantaman keras yang dilakukan dengan brutal.
"Hahaha..kau lucu sekali Darko! kau sudah membuat perusahaanku rugi besar! kau fikir bisa bersembunyi dariku?!" Ryu tertawa dingin.
Drrrtttt...
Mendengus kala suara ponselnya berbunyi nyaring.
"Apa?! kau tidak tau aku sedang sibuk hah?! cepat!!" Ryu memaki kesal begitu ponsel terhubung.
"Bedebah ini!! kau yang cepat..jangan main-main lagi,lakukan saja dimanapun dan cepat kembali.Ada rapat dimarkas mengenai cetak biru senjata baru,big boss akan tiba 15 menit lagi dan semua harus lengkap!!" Suara jengkel Raino terdengar tidak sabar.
" Oh ya...gedung lantai 7 sudah aman! kau bisa lakukan apapun di sana,dan cepat!!" Tambah Raino lagi.
Ryu mendengus jengkel.
"Ok-"
Tutttt...
"Breng*ek!!" Sembur Ryu begitu ucapannya terpotong oleh Raino yang seenaknya saja menutup sambungan mereka.
Ryu menatap tanda gedung lantai.
__ADS_1
Menyerigai puas kala ternyata ia telah berada dilantai 7.
"Kau tau...sayang sekali aku tak membawa katana milikku,jika benda itu ada aku akan mengajakmu bermain dengan sangat menyenangkan!" Ryu berucap jenaka,melepas genggaman rantai hingga pria itu dengan cepat menjauh dengan tubuh terhuyung mencoba melarikan diri.
Terkekeh semakin senang kala melihat korbannya begitu ketakutan.
Pria itu menyeret tubuhnya menuju tangga agar bisa melarikan diri,namun.
Takhhhhhh
"AAAAAKHHHH!!" terengah-engah,pria itu menatap horor sebuah senjata khas Jepang yang hampir saja menancap di kepalanya.
Berbalik dan membola horor melihat tiga buah kunai yang kini bermain di kedua tangan tuan muda Hara itu.
"Satu"
Wushhhhhhhhh...
Satu kunai terbang dengan mulus.
"ARKHHHHHHH...." Pria itu menjerit kala paha kirinya tertancap begitu dalam oleh senjata tajam itu.
"Asik bukan? tinggal satu kunai lagi dan kau bisa beristirahat untuk selamanya......." Ryu menyerigai,sedang pria malang itu sudah mengigil ketakutan.
"TIDAK!!!......."
WUSHHHH...
Kunai tajam berlapis racun itu meluncur lurus .
Pria malang itu,Darko.Mantan kepala pemasaran Hara speed mengigil hebat.
Dirinya bangkit,lari tertatih bersyukur kunai terakhir itu menancap di dinding tepat dibelakang tubuhnya.
Namun....
Kebahagiaan Darko lenyap seketika saat kunai itu tertarik kembali.
"A...apa itu?!! nilon!!" Narko menjerit kala Ryu menarik kunai itu kembali dengan seutas benang nilon.
Tajam.....
Sementara itu......
Seorang gadis baru saja keluar dari apartemen yang ia sewa,melangkah menuju lorong yang entah mengapa terlihat aneh?.
Sepi.....
Terlalu sepi.....
Kemana semua penghuni apartemen yang biasanya sibuk di jam seperti ini?.
Rubi,yah.Gadis itu adalah Rubi.
Berjalan perlahan hingga tubuhnya membeku kala melihat sebuah adegan mengerikan yang mungkin hanya bisa ia lihat didalam sebuah film!.
Disana,manik indah gadis itu bergetar.
Tubuhnya mengigil hebat dengan kedua tangan yang menutup mulutnya rapat.
Yah,Rubi kenal dengan sosok Darko yang kini telah tewas!.
Mereka bertetangga baru kurang dari satu bulan yang lalu.Sejak Rubi mencoba mandiri dengan tinggal tanpa sang ayah dengan menyewa sebuah kamar apartemen.
"Ughhh......" Rubi menutup mulutnya semakin rapat,kala rasanya seluruh isi perutnya ingin tumpah keluar.
"AAAAAAAAA........" Rubi tak kuat,tanpa sadar ia berteriak kala melihat satu bola mata Darko diujung sebuah senjata tajam yang Rubi tak tau namanya.
Pria yang tengah melakukan aksi sembari memunggungi Rubi itu berbalik.
Deggggg...
Rubi mematung,tubuhnya jatuh luruh menggeleng keras.
Menyerigai,pria itu menatap dirinya lamat dengan seringai menyeramkan diantara darah yang menodai wajahnya.
Rubi mengigil.
"Psi... psikopat!!" Bangkit dan Rubi berlari menuruni tangga dengan ketakutan.
Ryu.Pria itu terkekeh geli,entah ? seakan begitu terhibur melihat raut wajah ketakutan gadis itu .
"Gumiho...cukup menarik!!" Ryu terkekeh,berjalan santai mengikuti sosok Rubi hingga tiba di gedung hotel tempat gadis itu bekerja.Tentu saja setelah mengelap wajahnya yang berlumur darah.
Dan setelah kejadian itu,Rubi memutuskan pindah kembali ke rumah ayahnya.
Apartemennya ia alih sewakan dengan harga murah.
...#off#...
Berjalan mendekat kearah ranjang,Ryu perlahan duduk di sisi ranjang,menatap lamat sosok cantik Rubi.
"Lembut..." Ryu terkekeh,mengusap pipi halus nan putih gadis itu secara perlahan .
"Sayang sekali bahkan jika kau lari ke ujung bumi sekalipun...kau tidak akan bisa kabur dari dewa Yama ini,My Rubi!" Ryu mendekatkan wajahnya menatap bibir cerry Rubi dengan intens.
Cup......
Hanya kecupan seringai kepakan sayap kupu-kupu.
Ryu mengeram kala merasakan benda lembut nan manis itu terasa candu di bibirnya.
Katakan ia gila mencium seorang gadis yang tengah tertidur tanpa izin, tapi.
Siapa yang akan melarang putra dari dewa Yama? dan kini putra itu telah menduduki posisi ayahnya!.
Ryu,Sang dewa katana yang baru!.
"Enggghhh...ayah...five minutes please,Rubi masih mengantuk ayah......" Ryu terkekeh geli,gadisnya.Gadisnya? Ryu terkekeh atas pemikirannya.
Calon pengisi hatinya tengah mengigau dengan wajah yang begitu lucu.
"Baiklah putri ayah....tidur lagi sayang..." Ryu terkekeh geli,menjawab gumaman gadisnya dengan jahil.
Kening mulus gadis itu mengeryit dalam.
Ryu mengulum senyumnya menahan tawa.
__ADS_1
"Ayah...bukannya ayah hanya sayang bunda? biasanya ayah panggil Rubi'baiklah cinta ayah' Rubi cintanya ayah sedang bunda sayangnya ayah...kenapa sekarang ganti? nyam..nyam...nyam....ayam goreng....." Racau gadis itu sembari meraih bantal guling dan mulai mengigit disana.
Puftttt.......
Ryu bangkit......
Berjalan cepat menuju balkon.
HAHAHAHA....
Pecah sudah tawa pria itu.
Rubi tersentak kala mendengar tawa bass yang terasa asing.
Maniknya menelusuri kamar tidurnya dengan panik.
"Masa ia dikamarku ada hantu?! " Gadis itu bangkit dengan linglung.
Ia menatap pintu balkon.
"Kenapa pintu balkon kamarnya terbuka?!" Rubi meraih bantal guling,memposisikan benda itu didepan tubuhnya.
"Setan pergi sa-"
Rubi mengerjap,bantal guling yang sudah diposisi menerjang jatuh tanpa daya.
"Mana hantunya? kosong balkonnya!" Rubi menggaruk kepalanya binggung.
"Ck..sudahlah nanti minta ayah saja yang lihat,aku mau mandi dulu dari pada terlambat nanti bisa nyembur lagi lahar panasnya Aldo!" Rubi mengangkat bahu acuh dan berbalik menutup pintu balkon .
Dan sosok Ryu yang bersembunyi dibalik tirai menyerigai geli.
" Gumiho manis yang lucu!" Ryu menatap sekali lagi kearah kamar,memanjat pagar balkon dan melompat turun.
Ini hanya lantai 2,bukan masalah!.
.........🥀..........
Weekend adalah hari yang paling ditunggu sepanjang waktu.
Disebuah cafe,pojok kiri dimana sebuah meja dengan empat buah kursi terletak tepat didekat kaca dinding transparan cafe.
Seorang gadis cantik dengan rambut hitam panjang yang terlihat berkilau tengah duduk bosan menanti sahabat-sahabatnya.
Secangkir capuccino dingin menjadi temanya menanti dalam kebosanan.
Raels,yah.Gadis cantik itu Raels,salah satu sahabat karib dari Asline.Bertopang dagu sembari tersenyum tipis menatap orang-orang yang sibuk berlalu-lalang.
Ting...
Saat tengah asik memandangi hiruk pikuk kota dari balik kaca, notifikasi diponselnya terdengar.
From : Asline@Gra
To : Raels_Winar
Maaf Raels,kami mungkin tidak jadi hangout dulu.
Rubi ayahnya kambuh Aira mobilnya masuk bengkel,Jaiden tidak mau keluar.Malas katanya,dan Aldo lagi temani ibunya cek up.
Maaf ya Raels,lain kali kita liburan bersama!.
Raels mendesah panjang,gadis itu meneguk perlahan capuccino pesanannya.
"Memang sialan! yang mengajak siapa yang batalkan siapa,memang sahabat laknat mereka! sabar...sabar Raels!!" Raels perlahan membuka akun gosip terpopuler,mencibir kala perbincangan panas yang beberapa hari lalu terdengar pecah kembali memanas kala sebuah artikel dari sepasang manusia yang paling dirinya benci terlihat.
"Ini Pelakor memang tidak punya malu!! untung sahabatku masa bodoh ! ck...ck...ck...coba saja aku jadi Asline,sudah ku jadikan samsak si beruang Grizzly itu!! ini lagi Jonathan,katanya masih suka tapi digandeng wanita lain terus mau-mau saja!! memang ya lelaki itu buaya semua!!" Maki Raels melihat foto hasil jepretan paparazi dimana disana terlihat Jonathan tengah digandeng oleh Grizela memasuki sebuah butik khusus gaun pengantin.
"Alah... menye-menye sekali juga ini berita! layaknya meliput berita pernikahan anak kaisar!! anak haram juga bangga!! hais.... lama-lama darah tinggi aku melihat wajah setan ini betina!!" Raels tak berhenti memaki.
Tanpa Raels sadari,sepasang manik tajam terus memperhatikan dirinya sembari menahan tawa.Gadis cantik itu bertopang dagu sembari terus mengeluarkan komentar-komentar negatife berisi makian pada objek yang ia lihat.
"Berasa merinding aku ya? masa ia siang-siang ada setan?!" Raels yang cukup peka merasakan bulu kuduknya berdiri kala merasa sepasang mata terus memperhatikan dirinya entah dari mana.
Memang,hari ini cafe masih cukup sepi karena waktu yang masih menunjukkan pukul 8 dan cafe biasanya akan ramai kala memasuki waktu makan siang.
Karena weekend ,pagi dihabiskan untuk sekedar bermalas-malasan dan siang baru berkumpul bersama menghabiskan sisa hari libur pekan.
Manik hitam cerah Raels memencar,mencari setiap sudut dimana ia merasa tengah diawasi .
Nihil......
"Astaga...ini bukanya si anak yatim piatu sahabat Nona malang mendiang tuan Santanu?!!" Raels tersentak,mengangkat wajahnya dari ponsel dan kini manik indahnya harus ternoda begitu melihat tiga Medusa berdiri didepannya sembari bersidekap dada.
"Astaga....kenapa tiga ular betina ini bisa lepas dari kandang?!! yang satu ular hijau,yang satu ular hitam dan ini satu....malaikat jatuh dari cerobong asap!! haduh...sial sekali pagi-pagi lihat badut!!" Raels berucap dengan senyum mengejek.
Ketiga wanita itu melotot jengkel.
Jangan remehkan mulut lahar seorang Raels!.
Bahkan ia bisa mengembalikan kata-kata tajam orang lain dengan lebih tajam!.
"Raels...kenapa kamu bicara kasar seperti itu?! Kami hanya ingin menyapamu,dan maafkan Celin dia hanya bercanda tidak maksud apa-apa" Sosok dengan dress putih polos itu mendekat dengan wajah sendihnya.Raels ingin muntah,jelas sekali seringai ejekan yang tersembunyi dari sosok wanita itu.
"Beruang Grizzly.....tidak ada kamera disini,jadi jangan buat drama sabun denganku.Bercanda? kau itu bodoh apa memang tidak punya otak? ada orang bercanda menghina orang lain yatim piatu?! dengar ya kalian wahai kumpulan penyanyi sumbang,jangan pancing amarahku pagi-pagi,right baby!!" Tekan Raels tajam.
Sungguh gadis cantik dengan tempramen tidak baik itu benar-benar menahan amarah sekarang.
Jika tak ingat ini tempat umum,sudah Raels beri bogem mentah wajah-wajah drama para Medusa itu.
Grizela, benar.Gadis itu adalah Grizela dengan partner panggung juga asistennya.
Ketiganya memang berteman sejak Grizela masih kecil,hingga kini dengan bantuan koneksi Dante,Grizela bisa membawa kedua teman-nya memasuki dunia intertaimen.
"Sudah minggir,sudah menyakiti mataku kalian juga membuat udara tercemar!!" Raels bangkit berlalu pergi setelahnya menabrak keras bahu Grizela.
"Zel kau akan biarkan anak yatim piatu itu bertingkah?" Celin bertanya licik.
"Kita lihat saja nanti!" Maria,asisten Grizela menjawab dengan senyum penuh arti diwajah angkuh Grizela.
Tanpa ketiga wanita itu sadari,sosok yang sedari tadi mengamati bangkit,berjalan mengikuti dibelakang sosok Raels yang sudah keluar dari cafe.
"Mari melihat pertunjukan!" Pria itu menyeringai,memakai kembali kaca mata hitamnya dan berlalu pergi.
...🥀...
...TBC...
__ADS_1