Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Tidak peka +


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya...



...Ps : Ada yang bertanya Samantha punya anak tidak? no! Samantha tidak punya anak dia punya anak tapi anak tiri,dan nanti akan El jelaskan sejalan cerita ini.Itu anak silver dari mendiang istrinya yang pertama......


...Jadi silver itu duda yang pada akhirnya menikahi Samantha,paham guys? paham saja ya..El pusing kalau mau jelaskan panjang x lebar!...


...So......


...🍃...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🍃...


Mobil mewah Mesereti hitam itu berhenti tepat di gerbang masuk awal,kening pria itu mengeryit dalam kala melihat wajah dengan ekspresi aneh para penjaga.


"Morio, ada-apa dengan semua ekspresi menjijikan kalian?" Rayga berucap tanpa keluar dari mobilnya,pria itu duduk tegak di kursi kemudi memandang kedalam jalan setapak yang dihiasi pohon sakura menuju mansion besar milik keluarganya itu.


Wajah tampannya disinari sinar sang rembulan,tenang namun ada jejak keantusiasan didalam manik tajam itu.


Morio sang kepala gerbang awal melirik tajam para rekan sesama penjaga itu,para pria muda dengan tubuh terlatih nan bugar itu seketika kembali berganti ekspresi dengan cepat.


Datar...


Kaku....


"Tidak ada masalah tuan muda,saya rasa anda salah lihat..." Moris menjawab dengan penuh keberanian,sungguh ini adalah perintah nenek ratu.Dan jika Zeus itu sampai marah,bukankah mereka punya banyak tameng yang kuat?.


Yah,tentu saja para permaisuri dengan dukungan kuat sang ibu suri.


"Jadi kau berkata aku salah begitu? kau...sudah bosan hidup?!" Ucap Rayga tajam penuh intimidasi.


Morio meneguk salivanya ngeri,begitupun para penjaga yang lain.


Tapi mereka harus kuat mental,nenek ratu sudah berpesan.


Jadi tak perlu takut,benarkan?.


" Tuan muda..dari pada anda menghabiskan waktu memerahi kami disini...nyonya besar sudah menitipkan pesan...nyonya muda asline tengah sak-...."


Brmmmmmm....


Black,pria dengan luka dimata kirinya itu menatap linglung penampakan didepannya,bahkan mulutnya belum tertutup untuk menyelesaikan ucapannya dan tuan mudanya itu sudah pergi dengan kecepatan tinggi.


Puft...


Bwahahah..


"Tertawa terus.. sialan kalian semua!" Pria muda itu memaki kesal,Morio melihat kawannya itu lucu.


Yah,beginilah tuan muda mereka jika menyangkut keluarganya,terutama sang istri.


Zeus telah menghilang,sosoknya kini berubah menjadi pria lembut penuh cinta.


Meski itu hanya berlaku untuk istri,juga wanita dikeluarkannya.


........🍃.........


Ckittt...


Mobil mewah itu berhenti dengan suara decitan ban yang begitu menekankan telinga.


Gelap....


Ada-apa dengan mansion besar ini?..


Lampu utama semua mati total,hanya ada beberapa lilin yang diletakkan di dinding,menyala menerangi jalan.


Rayga menghela nafas panjang.


"Nenek...mami...ini pasti ulah kalian berdua! kakek.. papi bahkan dad,para iblis itu tidak akan melakukan hal kekanakan ini, terlebih istriku tak mungkin usil seperti ini! huft...." Rayga berucap lelah.


Bahkan tak ada satupun maid bahkan bodyguard yang berlalu-lalang.


Kaki berbalut celana kain hitam dengan sepatu pantofel kulit rancangan merk Armani itu melangkah menaiki tangga menuju pintu masuk.


"Dear....." Rayga keluar dari lift yang berhenti tepat dilantai 3.


Menggumamkan nama asline dengan senyum lebar yang menghiasi wajah tampan-nya.


Hening...


Benar-benar gelap seluruh lantai tiga,hanya lilin yang menemani langkahnya.


Berdiri didepan pintu kamarnya,kamar dimana istrinya berada dan menunggunya dibalik pintu itu.


Deg....Deg...


Rayga menyentuh dadanya dengan senyum gugup.


"Rasanya lebih mendebarkan dari menghadapi tes bertahan hidup Daddy! astaga jantung tenanglah!" Gumam Rayga gusar.


Mengambil nafas dalam, menghembuskan perlahan.


Gugup....


Rasanya luar biasa!...


Ceklek....


Pintu mahoni bercat putih gading itu terbuka perlahan,dan ekspresi dari wajah tampan itu berubah.


Hening...


Kamar ini bercahaya tamaram,tak ada sosok istrinya dimana pun.


Manik tajam itu meliar kesegala penjuru.


Ada empat pintu besar dikamar itu.


Pintu kamar mandi,pintu walk in closet,pintu ruang kerjanya dan pintu balkon.


Melangkah cepat dengan gusar.


Bip...


Menekan tombol safety kay disamping pintu walk in closet.


"Dear.....you in here?" Rayga memanggil dengan tegas.

__ADS_1


Hening...


Kosong....


Perasaan Rayga sudah berkecamuk.


Pria tampan itu berbalik cepat menuju pintu kamar mandi.


Tok..tok..tok..


"Line..kamu didalam baby?" Rayga mengeram mulai murka kala tak ada jawaban apapun dari sosok cantik yang ia cari.


Kemana istrinya?...


Sungguh dirinya dibalik sosoknya yang tenang,Rayga sebenarnya adalah pria yang begitu tak mampu mengontrol emosi jika menyangkut orang yang ia cintai.


Terutama jika itu menyangkut keselamatan para keluarganya.


"Tidak mungkin ada penyusup yang bisa memasuki area mansion ini! kemana istriku? baby..where are you ?..." Rayga berucap dengan dada naik turun menahan kegelisahan juga amarahnya.


Hingga...


Dirinya melewati pintu balkon,dan suara merdu nan samar yang ia kenali terdengar.


Senyum kelegaan diwajah tampannya terbit perlahan.


"Kucing nakal ini...."


Sementara itu...


Asline duduk dengan gelisah,gadis yang sebentar lagi berganti status menjadi 'wanita' itu terus mengigit ujung kukunya dengan gugup.



Didepan gadis itu telah siap sebuah meja bundar lengkap dengan set lilin dan bunga romantis,tidak lupa juga satu porsi menu favorit Rayga,suaminya.


Yah,hanya dua buah piring berisi stik tanderlion.


Dan semua ini dilakukan oleh siapa?.


Para ibu,juga sahabatnya!..


Dan sumber semua adalah dari otak masa muda nenek ratu, Anggita!.


Malu....


Melirik kearah jubah yang menutupi tubuhnya.


Sungguh dia malu,sangat malu dengan apa yang dirinya pakai dibalik jubah tidur itu.


"Nenek..mami...kenapa kalian mendorongku sampai ke ujung jurang seperti ini ak-"


"Dear....."


Degggg....


Asline mengangkat wajahnya kearah pintu masuk balkon.Yah,balkon.


Asline duduk di balkon kamar yang menghadap langsung kearah taman mawar .


Rayga berdiri didepan pintu balkon yang telah terbuka.


Kemeja putih yang dirinya kenakan begitu pas menampilkan tubuh gagah nan atletis itu,lengan yang digulung juga dua kancing atas yang terbuka sukses membuat pupil mata asline bergetar.


Tercengang....


Kenapa ada pria yang terlahir begitu tampan nan gagah seperti ini?!..


Rayga menyerigai dalam,wajah tercengang istrinya benar-benar lucu .


Tapi ada yang janggal.


Kenapa dengan jubah tebal yang melekat ditubuh istrinya..


"Sayang ini...?" Rayga mendekat,menarik tubuh Asline dengan gemas dan mencium pipi ranum itu dengan kalap.


Asline terkekeh renyah.


Manis sekali suaminya ini...


"Jangan percaya diri...ini semua ulah nenek dan mami..aku tidak tau apapun!" Ucap asline begitu melihat sorot mata geli dimanik tajam nan menawan itu.


Rayga tertawa dan mengusak rambut istrinya gemas.


"Baiklah sayang...tak perlu menjelaskan apapun padaku..aku minta maaf..harusnya akulah yang menyediakan semua ini untukmu dimalam pertama kita,namun semua masalah mengunci semua kewajiban yang harusnya kuberikan padamu...line....maafkan aku ya..aku sayang kamu istriku!" Rayga berucap lembut mengusap wajah cantik istrinya penuh kasih sayang.


Terdiam,asline menatap wajah suaminya dengan manik memanas juga hidung yang terasa masam.


Menutup mata kala wajah tampan itu perlahan mendekat.


Cuppp...



Bibir hangat itu perlahan menyatu dengan bibirnya.


Rayha tersenyum lembut kala istrinya terlihat menerima semua yang ia lakukan.


"Engghhh..hah....Ray..Rayga su... sudah...!" Asline sungguh kuwalahan atas betapa panas nan ganasnya ciuman itu.


Rayga terkekeh dan mengusap bibir ranum asline yang mulai memerah dan sedikit terlihat bengkak akibat ulahnya.


" Ngomong-ngomong kenapa pakai jubah setebal ini sayang? bukankah piyama tidurmu sudah ada jubah pasangan nya?" Ucap Rayga dengan tangan yang bergerak jahil menuju tali pengait jubah.


Plak....


"Aduh...kenapa tangan aku kamu pukul dear? nyeri juga ya...." Gelak Rayga pada akhirnya.


"Ma..makan dulu! kasihan paman Abian kalau masakannya dingin!" Ucap asline tegas,yah sayangnya suaranya terdengar bergetar.


Rayga menyeringai licik,istrinya sangat manis dengan wajah marah.


Yah,meski itu hanya kemarahan pura-pura.


Rayga akhirnya duduk berhadapan dengan sang istri,memotong bistik daging dipiringya dan memberikan bagian yang sudah terpotong rapi itu pada istrinya.


"Makan yang banyak sayang...tubuhmu terlalu kurus untuk melahirkan anak-anakku..." Gelak Rayga dengan senyum jahilnya.


"Rayga.....!" Desis Asline kesal.


"Apa sayang...." Balas Rayga dengan senyum jahilnya.


"makan dan jangan bicara lagi!" tekan Asline dengan wajah semerah tomat.


"Tapi aku maunya makan kamu..." pria itu dengan wajah santai bertopang dagu mengering jahil dan menatap intens wajah merona istrinya.


"Ja... JANGAN TATAP AKU TERUS! AKU KELUAR KALAU KAMU BEGITU TERUS!!" akhirnya asline berteriak akibat tak tahan lagi menerima serangan godaan nakal dari wajah tampan itu.


"HAHAHA..kaget aku sayang.. baiklah... baiklah kita makan aku tidak goda kamu lagi" Putus Rayga dengan tawa seraknya.


"Hmph..." Asline mendengus kesal,menunduk dan mulai makan dengan senyum malu tersembunyi dibalik rambut panjangnya yang menjuntai indah.


Makan malam romantis itu berakhir tak lama,yah romantis dengan segala ucapan jahil Rayga yang membuat wajah cantik asline terus memerah.


Setelah makan dan membersihkan diri.


Kini keduanya duduk diatas ranjang dengan rasa canggung yang tiba-tiba menerjang.


Bahkan Rayga diam seribu bahasa!..


Dirinya tak tau harus mulai dari mana...


Grephh..

__ADS_1


Deg....deg....deg.....


Jantung asline berdegup kencang kala tubuhnya tiba-tiba ditarik dan kini tenggelam dalam pelukan hangat suaminya.


"Line......bolehkan? " Suara serak nan berat itu mengalun memasuki gendang telinga sensitif asline, gadis itu meremang dengan aroma maskulin yang menutupi seluruh tubuhnya,belum lagi hangat nafas beraroma coklat yang menyapu sisi wajahnya.


Asline,gadis itu terpaku tak mampu bergerak.Tubuhnya dipeluk erat dan rasanya semua seperti seluruh tulangnya meleleh oleh serangan godaan manis yang begitu cepat.


Merasakan nafas hangat itu menyapu gendang telinganya,suara maskulin yang terdengar begitu rendah penuh pemujaan atas gair*h tertinggi.


"Ak-......."


Degggg...


Belum selesai bahkan satu katapun terucapkan,bibirnya telah deraup dengan begitu intens membuai.


Seketika tubuhnya melebur,asline merasakan perasaan atas sosok dominan yang kini membaringkannya diatas pelukan hangat tertutupi cinta dan has*at.


Asline perlahan menutup mata,ciuman yang datang begitu kuat hingga seluruh kewarasannya perlahan melemah.


Dukhhhh..


Tubuhnya terhempas diatas ranjang bertabur mawar.


Benar,para nenek ratu itu benar-benar niat untuk memperoleh seorang cicit dengan cepat!.


Ciuman semakin panas,asline merasa jantungnya ingin meletup akibat buasnya cara Rayga meraup bibirnya.


Lidahnya yang panas membelit dengan lembut membelai setiap sisi yang berada didalam mulut sang istri.


Asline terbuai....


Tangan lentik itu meremat kemeja bagian dada Rayga hingga kusut,memukul dada pria tampan itu akibat mulai merasa pasokan oksigen menipis perlahan.


Asline terengah-engah,bersandar dalam pelukan hangat yang enggan terlepas.


Keduanya masih berpakaian lengkap,namun panas tubuh mereka seakan membakar setiap sudut kamar dengan AC menyala maksimal itu.


Rayga tersenyum dengan manik mulai menggelap,membuka kemejanya dengan kalap. Bibirnya tertarik dengan tangan yang mulai menarik tali pengait jubah mantel sang istri.


Degggg..



"Apa...apa ini?..damn you my dear..kau membunuhku! siapa yang membuatmu memakai ini menggodaku sayang?!" Rayga menatap sekujur tubuh istrinya dengan kepala pening,jantung berdebar dengan rasa sesak menjalar dari pusat bawah tubuhnya.


Ini sebuah lingeria!..


Meski bukan lingerie yang begitu terbuka,namun itu sukses membuat darahnya mendidih.


Asline menunduk,tak berani menatap wajah menggelap penuh has*at suaminya.


Ini semua salah ibu mertuanya,kayra!.


Sementara asline jatuh dalam linglung sumpah serapah atas perbuatan para ibu mertuanya serta sang nenek.


Rayga dengan senyum menyerigai mulai menelusuri setiap jengkal lekukan indah yang sudah tersuguhi untuk ia santap.


Asline menggigil,seluruh ototnya menegang kala sentakan bak aliran listrik membakar tubuhnya,setiap jengkal yang ditinggalkan oleh sentuhan hangat jemari kokoh sang Zeus.


Keduanya terengah-engah dengan panas yang seakan membakar, asline mende*ah kuat kala tangan kokoh untuk merem*s dadanya.


"Damn it!! you kill me baby....' Rayga tak bisa laki berfikir,otak jeniusnya blank.


Asline sudah terkapar,nafasnya memburu dengan peluh menghiasi wajah cantiknya yang kini begitu merah merona bak bunga mawar segar yang baru dipetik.


"Eghhh..ahhhhh...jangan..jangan gi..AKHHHHH... RAYGA!!!" pekik asline kala lingeria atasnya telah koyak dibagian dada,aset penghasil asi itu kini terpampang polos dihadapan pria yang menjadi obsesi para wanita kaya Eropa itu.


Rayga,pria itu terkekeh dalam.


Membelai bukit kembar itu dengan manik memggelap.


Inikah tempat dimana anak-anak nanti akan merasakan sumber kehidupan?..


Begitu indah....


Rayga tak berhenti memandang aset keindahan istrinya itu, asline begitu malu.


Dia setengah neked untuk pertama kali dihadapan seorang pria! yah,meski itu adalah suaminya.


Dengan lembut,mengontrol dirinya.Rayga melepas sisa pakaian istrinya.


Asline tersipu dengan nafas memburu.


Manik grey gadis itu terlihat sayu,keduanya saling menatap.


Cup....


"Engghhh...ah......"Asline tak berhenti mende*ah saat tangan nakal itu mulai bergerilya.


"Aku...aku akan lembut sayang...." Rayga berucap dengan nafas memburu.


Ranjang Kingsize itu berdecih keras.


Kamar dengan mode kedap suara itu dipenuhi udara panas membakar meski AC telah menyala maksimal.


"Ahhhhh........" Asline merasakan tubuhnya menggigil, punggung gadis itu melengkung kala dadanya dih*ap kuat,Rayga layaknya bayi yang begitu kehausan.


Tangan kokoh pria yang kini terbakar gai*ah itu turun,menyibak penutup bagian bawah istrinya .


Hingga...


Degggg..


Seakan nyawanya ditarik paksa .


Rayga terdiam dengan tatapan kosong .


"Dear..apa..apa aku sudah begitu kasar hingga..hingga kamu ter..terluka?" Rayga berucap nanar.


Asline yang sibuk mengatur nafas mengeryit tak paham.


"Apa?" Asline berucap linglung melihat perubahan ekspresi wajah suaminya.


"Kamu....kamu berdarah!!!" Rayga dengan panik melompat dari tempat tidur,memasang kembali celananya dan menutup tubuh polos istrinya dengan selimut.


Berlari menuju tombol interkom.


"DYAZEL...SURUH SEORANG MAID PEREMPUAN DATANG KEMARI..ISTRIKU TERLUKA!!!!"


Yah,saluran interkom itu akan terhubung langsung ke vila para maid di belakang mansion .


Asline tersentak mendengar teriakan suaminya,gadis itu dengan linglung menyibak selimut yang menutupi tubuhnya .


Dan ...


"HELL......" Asline tanpa sadar berteriak,malu.


Rasa malu yang kini terasa membunuhnya.


Mengapa tamu bulanannya datang disaat tidak tepat?...


Asline yang malu dan Rayga yang tak tau .


Yah...


Malam pertama akhirnya berantakan dengan Rayga yang akhirnya berlari keluar kamar dengan tubuh atas yang tak tertutupi apapun,mencari pertolongan pertama untuk luka istrinya,yah.


Rayga yang polos untuk urusan perempuan!..


...🍃...


...TBC...

__ADS_1



__ADS_2