
...Vote,like dan komentar ya...
Sebelum baca putar ya lagu Celine Dion,That the way it is.
...🍃...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🍃...
Waktu seakan terhenti,kala sosok cantik berbalut gaun pengantin putih nan bersinar dengan keanggungan layaknya seorang lady bangsawan memasuki aula katedral,tak ada satupun mata para tamu yang mampu berkedip kala sosok itu berlahan bergerak masuk,belum lagi hingga tiba-tiba melody dentingan piano dan sebuah suara merdu nan indah mengalun mengantarkan setiap langkah dari sosok bak peri itu.
Indah sangat indah....
...Hmmm...Yeah......
...I can read your mind...
...( Bisa kubawa fikiranmu )...
...And i know your story...
...( Dan kutahu kisahmu )...
...I see what you're going through...
...( Ku mengerti apa yang sedang kamu hadapi )...
...yeah.....
...It's an uphill climb...
...( Sungguh suatu jalan yang sulit )...
...And i'm feeling sorry...
...( Dan aku merasa menyesal )...
...But i know it will come to you...
...( Tapi kutahu akan tiba saatnya )...
...Yeah.....
...Don't surrender cause you can win in this thing called love...
...( Jangan menyerah karena kau bisa menang dalam sesuatu yang disebut cinta )...
...When you want it the most there's no easy way out...
...( Saat kau sangat menginginkannya tak ada jalan yang mudah )...
...When you're ready to go and your heart's left in doubt...
...( Saat kau siap dan hatimu meragu )...
Suara merdu nan tegas penuh penghayatan dari sosok cantik Putri bungsu Arkansas mengalun membawa pergi kegundahan sang mempelai,juga sosok paruh baya yang duduk menunduk berderai air mata.
Yah,Arkansas menangis dalam diamnya.
Putrinya merasakan,putrinya tau dan Arkansas menangkap kegundahannya seakan perlahan terangkat mendengar suara penuh kasih sayang itu.
Asline berjalan penuh keyakinan.
Yah,benar ini adalah masa depannya.
Tidak ada tempat untuk keraguan.
...Don't give up on your faith...
...( jangan meragu )...
...Love comes to those who believe it...
...( Cinta akan menghampiri mereka yang meyakini )...
...And that's the way it is...
...( Dan begitulah jalannya )...
Archana,tidak.
Archara,gadis itu tersenyum menatap lembut pada wajah-wajah keluarga terutama asline ,kakaknya juga sang ayah.
Jemari lentiknya terus bergerak lihai,dan tanpa gadis itu sadari sepasang manik tajam menatapnya dengan tatapan yang begitu dalam penuh makna dan,cinta!.
...When you Question me...
...( saat kau bertanya padaku )...
...For a simple answer...
...( untuk jawaban yang mudah )...
...I don't know what to say,no...
...( Aku tak tahu menjawab apa,tidak )...
...But it's plain to see...
...( tapi terlihat mudah )...
...If you stick together...
...( Jika kamu terus bersama )...
...You're gonna find a way...
...( Kau kan temukan jalan )...
...Yeah.....
Langkah asline semakin ringan dimana sosok Sagara berjalan menuntun dirinya.Sang adik,asline menatap pria berwajah tampan yang tengah tersenyum teduh dan lembut padanya.
...So don't surrender cause you can win...
__ADS_1
...In this thing called love...
Menyapu wajah keluarga besar Wiguna,paman, juga para sahabatnya.
Air mata haru menetes dan mewarnai wajah-wajah bahagia mereka.
"Smile little sister..sekarang adalah waktu spesialmu!" Sagara berucap bijak,asline mengangguk samar,benar!.
Ini adalah awal perjalanan menuju harapan baru,awal baru dan kisah baru.
...When you want it the most...
...There's no easy way out...
...When you ready to go...
...And your heart's left in doubt...
Suara putri bungsu Arkansas semakin manis dan penuh keyakinan semangat harapan,menangis gadis dibalik piyano itu menangis dalam diam.
Rasa rindu ini mencekik dirinya.
"Mommy... lihatlah kami..." Archara membatin sendu.
...Don't give up on your faith...
...Love comes to those who believe it...
...And that's the way it is...
Disana, dilantai dua.
Arshenio menatap adiknya dengan senyum tulus,penuh kasih sayang.
"Ya..kita tidak akan menyerah dalam hidup dek..bahagia atas cinta mommy tidak boleh menghilang dari keluarga kita meski raganya tak lagi bersama kita!" Arshenio berbalik dan menekan earpeace ditelinganya kembali menjalankan tugas.
...When life is empty...
...( Saat hidup terasa hampa )...
...With no tomorrow...
...And loneliness starts to call...
...( Dan kesepian mulai memanggil )...
...Baby don't worry forget your sorrow...
...( Sayang jangan takut lupakan lukamu )...
...Cause loves gonna conquer it all...
...( Karena cinta akan menyembuhkan lukamu )...
Archana menatap sang ayah dengan penuh kasih sayang, begitu pula kedua putranya yang lain meski dalam durasi yang berbeda.
Rayga kembali menatap wajah asline yang kini sosok cantik itu semakin dekat padanya,lagu adiknya.Semua itu benar-benar menyampaikan cinta seperti apa yang akan ia berikan dimasa depan untuk luka masa lalu gadis itu.
...When you want it the most...
...There's no easy way out...
...When you ready to go...
...And your heart's left in doubt...
...Don't give up on your faith...
...Love comes to those who believe it...
...And that the way it is...
Kini sepasang kekasih itu telah berdiri berhadapan,tangan kokoh nan hangat itu terulur agar tangan lembut nan halus itu menerima.
Asline tersenyum dengan manik memerah haru,meraih telapak tangan besar nan hangat itu dan Rayga dengan penuh kasih membawa asline menaiki tangga menuju altar suci.
Archara tersenyum haru,bahagia atas satu pintu kebahagiaan yang kini terbuka untuk sang kakak.
Yah,kakak pertamanya.
Sosok yang sejak kematian sang ibu menjadi begitu dingin tak tersentuh meski padanya pria itu akan tetap tersenyum.
Rayga yang memilih mendirikan mansion sendiri dan tinggal jauh dari keluarga besar Wiguna.
Satu tetes air mata Archara jatuh kembali,namun lagunya belum selesai.
...That's the way it is...
...Don't give up on your faith...
...Love comes to those who believe it...
...That the way it is...
Archara mengakhiri semuanya dengan manis,berdiri kala melihat kode dari sang pendeta agung yang bersiap mengambil sumpah dari pasangan mempelai itu.
...( gambaran )...
Kini semua mata tertuju pada altar, keheningan mulai jatuh dalam rasa tenang yang dipenuhi rasa bahagia.
Sang pendeta mulai membuka alkitab.
Menatap sepasang calon pengantin dihadapannya dengan senyum teduh.
"Rayganta Alzeus Theodore Wiguna,apa kau menerima Asline Alfarezha Gradian menjadi istrimu dalam susah maupun senang,sehat maupun sakit menerima segala kekurangan maupun kelebihannya hingga maut memisahkan kalian?" Sang pendeta bertanya dengan tegasnya,menatap putra sulung clan Wiguna itu dengan senyum tulus.
Seluruh clan Wiguna menahan nafas sejenak,jantung mereka berdegup menanti jawaban dari putra kebanggaan seluruh clan.
Asline berdiri dengan senyum tulus,menatap manik yang kini menatap langsung matanya dengan dalam.
"I do" Suara maskulin nan jantan itu memecah kesunyian,seluruh tamu wanita memekik iri tertahan akan betapa gagah nan maskulinnya sosok Zeus itu.
Sosok yang kini terbuka jelas pahatan wajahnya untuk umum!...
Pendeta mengangguk puas,berbalik menatap sang mempelai perempuan.
"Asline Alfarezha Gradian,apa kau menerima Rayganta Alzeus Theodore Wiguna menjadi suamimu dalam susah maupun senang,sehat maupun sakit menerima segala kekurangan maupun kelebihannya hingga maut memisahkan kalian?"
Deg....deg....deg...
Jantung Rayga berdegup luar biasa,wajah tampan yang terlihat tenang itu tak mampu menyembunyikan rasa gugup yang terukir dimanik tajamnya.
Sementara itu..
Arkansas di kursi tempat dirinya berada,manik itu bergetar kala menatap sosok cantik mendiang istrinya berdiri dibelakang tubuh tegap putra sulungnya,menatap dirinya dengan senyum yang selalu menjadi candu baginya.
"I do..." Suara tepuk tangan meriah akan jawaban sang mempelai wanita membawa kesadaran Arkansas kembali,pria paruh baya itu tersenyum teduh.
Asline tersenyum begitu puas kala melihat wajah lega kekasihnya itu .
Lonceng katedral berdentang keras,membawa rasa bahagia pada sosok kejam sang Zeus itu.
Dan satu hal lagi yang membuat hatinya membuncah bahagia.
Aroma vanila dari mendiang sang ibu tercium kuat diseluruh aula katedral.
Ibunya datang......
__ADS_1
" Baiklah...sekarang saya akan menanyakan,jika ada diantara kalian para tamu yang keberatan.Bicara sekarang atau diam untuk selamanya!" Sang pendeta agung menatap para tamu,Rayga berdiri dengan aura tiran kejam yang begitu kental.
Para pendeta selain pendeta agung bergidik dan tanpa sadar mundur perlahan.
Meski menggigil,pendeta agung berdiri diam ditempatnya menunggu suara jawaban dari pertanyaannya.
Hening ...
Mengangguk dan pendeta agung mulai berucap kembali.
"Sekarang mulailah memasangkan cincin pernikahan!" Rayga meraih jemari asline dengan tangan kokohnya,Raino maju dan menyerahkan sebuah nampan yang terbuat dari emas murni dimana sebuah kotak beludru berwarna hitam elegan ada diatasnya.
Cincin emas bertahta berlian terlihat, menimbulkan decak iri kaum wanita.
Sementara disisi asline, Victoria mendekat dengan membawa hal yang sama.Nampan emas dengan sebuah kotak beludru hitam.
Rayga meraih cincin bertahta berlian itu dan menyematkan di jari manis kekasihnya.
Hal yang sama dilakukan asline sesudahnya.
"Mempelai pria..anda boleh mencium mempelai wanita,kini kalian telah sah sebagai pasangan suami dan istri!"
Rayga dengan seringai iblis menarik pinggang asline yang tersentak kaget akibat ulah tiba-tiba pria itu.
"Ray..Rayga...mau..mau apa?" Dengan bodohnya pertanyaan gugup itu lolos dari bibir ranum itu.
"Tentu saja mau memakan makanan pembuka ku dear..sekarang kamu istriku.." Bisik Rayga serak.
Manik Asline melotot horor kala wajah mereka kini sejajar dengan dirinya yang mendongak menatap horor pria itu dan Rayga yang menunduk dalam dengan senyum bak predator.
Ya Tuhan....
Matilah dirinya!...
Asline melirik para tamu yang menatap mereka dengan manik berbinar layaknya menonton sebuah film romantis!.
Sialan....
"Big bro...ingat tempat!!" Bisikan jengah Raino akhirnya menenangkan badai besar yang hampir menerjang gadis itu.
Rayga mendengus dingin.
Menangkap wajah cantik istrinya dan mengecup kening mulus itu lembut.
Cuppp..
"Selamat datang istriku...selamat datang dalam kehidupan barumu...bersama diriku juga keluarga besarku!" Rayga tersenyum lembut,bukan lagi seringai iblis namun tulus.
Asline mengangguk haru dan menerjang tubuh atletis itu dan memeluknya erat.
Riuh tepuk tangan pecah kala Zeus itu membalas pelukan manja gadis yang telah resmi menjadi istrinya,Queen of Zeus!.
"Baiklah para tamu terhormat! malam nanti pesta akan kembali dilangsungkan.Tamu dengan undangan express bisa tetap tinggal dan menuju hotel kami mempersiapkan diri untuk resepsi nanti malam..sedangkan tamu yang lain bisa kembali pulang dan menghadiri pesta malam nanti, terimakasih!" Suara tegas raider terdengar dari sound sistem.
Benar,para tamu pemimpin seluruh negara bagian Eropa yang datang jauh dari negara lain diberikan fasilitas hotel bintang lima sementara tamu yang berada disatu kota bisa kembali pulang untuk puncak acara malam nanti.
Semua telah diatur rapi oleh para nyonya clan Wiguna,dengan keamanan ekstra dari Rafendra juga para saudara beserta anak cucu mereka.
Dan dibarisan paling belakang tanpa satupun tamu yang menyadari,namun tidak dengan mata tajam para Eagle.
Pria dengan wajah oriental terlihat berdiri bersiap pergi.
Hingga...
Taph..
Sebuah tangan mencengkram kokoh pundak itu.
" Pesta sebentar lagi berakhir tuan.. mengapa buru-buru?" Arshenio,yah pria yang mencengangkan bahu pria asing yang menjadi salah satu tamu kakaknya itu.
Pria yang sedari memasuki aula telah masuk dalam daftar hitamnya.
Entahlah,hanya saja instingnya merasa janggal akan senyum ramah pria asing itu.
Pria itu tertawa renyah,tak merasa takut akan aura bengis yang dikeluarkan oleh jendral muda itu.
"Jendral muda...saya adalah pengusaha sibuk! lagipula undangan saya juga bukanlah undangan ekspress khusus..jadi saya akan kembali dan datang lagi nanti malam.." Pria asing itu tersenyum ramah,balas mencengkram lengan Arshenio yang masih bertengger di bahunya.
Manik kedua pria itu bertubrukan sengit.
Senyum palsu keduanya tampilkan menghindari perhatian tamu lainnya.
"Turunkan tangan anda jendral muda..." pria itu berucap ramah,namun sorot mata penuh kekejaman itu tak mampu membuat Arshenio tertipu.
Menyerigai dalam,Arshenio terkekeh rendah.
Ryuga,Maxim,Raino berjalan mendekat.Wajah para pria muda itu terdistorsi.
Para tamu mulai berdiri,bersiap pergi kala semua telah selesai .
"Don't you dare....you know who we are?!" Desis Arshenio tajam.
Pria itu tak bergeming,tertawa renyah dan melepas paksa cengkraman Arshenio dari bahunya.
"Beginikah clan Wiguna memperlakukan tamu? sungguh tak disangka..." Nada ejekan terdengar,dan pria itu berbalik pergi dengan senyum mengejek.
"What are you waiting for, Arshenio?! tahan dia!!" Arshenio maupun para inti lain tersentak begitu suara bernada amarah terdengar dari earpeace.
"Damn it!!" Maxim bergerak cepat disusul Rayga juga Raino menuju kemana pria asing itu pergi.
"Alarik cepat tutup jalan masuk dan keluar katedral!!" Raung Arshenio dari balik earpeace ditelinganya.
"Copy that!!"
"Damn you!!" Arshenio memaki sembari kakinya terus berlari menuju titik pusat para penjaga bayangan bergerak.
Entah bagaimana Zeus itu tau,namun insting tajam dari kakak sulungnya itu benar-benar mengerikan!..
Sementara itu...
"Dear..pergilah ke hotel tempat resepsi kita akan berlangsung,aku ada sesuatu yang harus dilakukan.." Rayga berucap lembut,didepan mobil yang kini menunggu mereka dengan Cristian yang bertugas menjadi driver.
"Kenapa? Rayga ada-apa?" Asline bertanya kala melihat wajah tampan itu begitu gelap meski memberinya senyuman.
Rayga mengusap pipi lembut asline dan mengecup kening istrinya sayang.
"Sebentar saja dear...setelah memastikan semua aman aku akan menemuimu lagi,pergilah bersama Victoria juga Aira..mereka akan menjagamu!" Rayga menjelaskan sabar.
"Aira? kenapa harus bersama Aira kalau Victoria aku tidak akan bertanya tapi Aira?" Asline bertanya kala tubuhnya telah masuk kedalam mobil dengan pita pengantin.
"Aira adalah cucu seorang jendela dear..dia lebih tangguh dari Victoria sebenarnya.." Rayga berucap geli melihat wajah terkejut istrinya.
Yah,dalam sircle persahabatan asline,selain Rubi yang memang buta tuli dalam pertahanan diri.
Semua sahabat asline nyatanya adalah para petarung tangguh!.
Victoria sang secret agent.
Raels anak yatim piatu yang terbiasa dengan street war untuk bertahan hidup,yah meski kemampuan bertarungnya masih jauh dari Victoria.
Aira cucu perempuan satu-satunya dari keluarga Brihana, tentu sebelum anak haram ayahnya masuk ke keluarga militer ternama dari angkatan laut itu.Anak perempuan yang sedari kecil sudah diasah dalam kemampuan bertahan hidup dan cucu kesayangan sang kakek.
Jaiden,putra tunggal dari keluarga pebisnis Alaska.atlit taekwondo yang beberapa kali menjuarai turnamen saat masa senior high school.
Geraldo adamson,murid dari seorang juara kick boxing.
Dan semua data yang didapat Rayga membuat pria itu tenang atas penjagaan istri,yah meski itu hanya untuk sementara karena keselamatan istrinya hanya bisa sempurna ditangannya sendiri selain dari kemampuan bela diri istrinya sendiri,setidaknya!.
__ADS_1
...🍃...
...TBC...