
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan komen ya...
...🥀...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...And...
...Keep spirit...
...🥀...
......................
Wajah kecil dengan lemak bayi dikedua pipinya itu menatap wajah sang ibu tak berkedip.
Semua mata para orang dewasa menatap geli akan sosok kesayangan mereka itu.
Entah apa yang ada di dalam pemikiran kecil itu?.
"Dy...."
"Yes princess..." Rayga menyahuti putri kecilnya lembut,meraih tubuh kecil yang kini terduduk disisi sang ibu dengan hati-hati.Mengangkat tubuh mungil itu perlahan dan membawanya duduk diatas pangkuannya.
Bergabung di sofa bersama keluarganya yang lain.
Zia duduk dengan punggung menghadap sang ayah dan wajah menatap kearah sang ibu.
"Dy...tenapa lutut na mommy z ada pelban? kata unda,kalau tubuh di pakaikan pelban tu pasti ada yang cakit! apa mommy cakit,Dy?" Wajah mungil itu mendongak,menatap wajah tampan sang ayah penuh rasa ingin tahu.
Rayga terdiam,senyum teduh ia layangkan untuk sang putri.
"Hm...mommy baby sedang sakit..maka dari itu baby z tidak boleh nakal dan ganggu mommy dulu ya sayang,mommy butuh istirahat supaya cepat sembuh" Rayga mengusap wajah mungil dengan pipi tembem itu sayang.
Kedua putranya hanya terdiam,wajah tampan Arez begitu suram.
Terlebih,archer.
Anak laki-laki bak visual Rafendra versi mini itu terdiam dengan wajah datar tanpa ekspresi,namun maniknya yang tajam menghunus bak pedang bermata dua!.
__ADS_1
Manik bak boneka itu membola,menatap kearah sang ibu yang terlelap dan dengan cepat bergerak berganti posisi menjadi duduk menghadap sang ayah.
Terkejut atas kelakuan putri kecilnya,Rayga mengelus dada sabar.
Untung gerak tubuhnya sangat cepat hingga mampu menjaga keseimbangan tubuh putri kecilnya,jika tidak?!.
Kalau bayi nakal ini jatuh? tamat sudah dunianya!.
"Z... hati-hati princess! kalau jatuh bagaimana?" Rayga mencubit pipi bulat itu frustasi.
Z kecil mengerjap dan hanya mampu melempar senyum polosnya.
"Dy..z mau tanya! apa ada monstel yang gigit lutut na mommy? apa dalah na banyak?" Zia bertanya dengan sorot penuh ketakutan.
Rayga terkekeh tak berdaya.
Entah siapa lagi yang memberi tambahan pemikiran polos di kepala putrinya ini?.
Tapi itu bagus! Rayga akan memberi pujian pada orang itu!.
Puftttt.......!!
Para orang dewasa segera mengalihkan tatapan tajam mereka pada sekumpulan anak laki-laki tampan yang duduk diseberang sofa para orang tua duduk.
Ada yang bermain PlayStation.
Ada yang bertanding game online.
Ada juga yang berkumpul menyusun rencana licik,tentu saja diketuai oleh si mata empat!.
Altair!.
"Kenapa kalian menahan tawa begitu?! mau Oma daisy tabok itu bibir?!" Keluar sudah logat Indonesia nenek dari Gyolix itu.
"Elah Oma...kejam sekali.." Maiden melepas stik PlayStation miliknya,menatap wajah Daisy dengan wajah sedih dramatis.
"Mami!!" Maiden meraung kala Victoria meraup wajahnya dengan tak berperikemanusiaan!.
Jihan tertawa geli melihat wajah kesal putranya atas perlakuan Victoria,sedang Maxim sendiri sibuk memijit bahu kecil putranya itu iba.
"Sabar boy...wanita memang kejam..." Pria berdarah Korea inggis itu berbisik dengan senyum dramatisnya.
Tentu saja berbisik,jika sampai terdengar Jihan.Habislah!.
Z memelotori para kakaknya yang sudah menganggu pembicaraan antara dirinya dan ayahnya.
"Dy...daddy belum jawab z tadi...cepat apa ada monstel yang gigit lutut na mommy ?" rayga mengusap rambut lembut putrinya dengan senyum tak berdaya.
"Hm...ada monster jahat yang gigit mommy...tapi monster-nya sudah di pukul sama Daddy dan kak archer,sekarang Monster jahat itu sudah mati! " Rayga melirik putra sulungnya dengan seringai dingin.
Yah,monster itu sudah mati!.
Oleh peluru yang tertanam ditubuh mereka!.
"Wah.....Dy cama tata archel hebat sekali...cangat kuat! " Zia bertepuk tangan riang,senyum bahagia Rayga terbit melihat wajah murung itu telah berganti ceria kembali .
Sungguh,saat pertama datang kerumah sakit.
Rayga hampir mengamuk melihat wajah mungil putrinya begitu memerah penuh jejak air mata.
Beruntung Kayra berhasil menenangkan sosok Zeus itu hingga akhirnya tenang.
"Z..masa hanya Daddy dan archer saja yang hebat,kakak tidak begitu?" Rexion menyeletuk diikuti tatapan memelas para saudaranya lain yang kini menatap z layaknya korban tersakiti!.
Para ibu terkekeh geli sedang para ayah sudah merotasi bola mata malas melihat kelakuan para putra mereka.
__ADS_1
...----------------...
Semilir angin sore menerpa wajah mungil yang kini terlihat sedih.
Wajah menggemaskan yang biasanya terlihat ceria itu terlihat murung.
"Z sayang...baby tunggu mami disini okey? mami mau ke toilet dulu" Raels mendudukkan Zia kecil dikursi taman rumah sakit.
Sebenarnya tidak sendiri,ada para kakaknya yang sedang entah melakukan apa sembari berkumpul dan berbisik-bisik disisi lain taman.
Raels menggeleng lelah,entah apa lagi rencana para anak nakal ini?.
"Mommy z belum bangun uga...z cudah Lindu ingin dipeluk mommy...tapi,kata papa gion dan opa gabliel...mommy z bangun na becok pagi...lama cekali..." Z duduk dengan wajah murung sembari menatap para kakaknya yang sibuk entah apa .
Para ibu sudah pulang dan akan kembali besok,para ayah punya banyak pekerjaan dan yang tersisa menjaga ibunya hanya ayahnya,ibunya raels juga neneknya Kayra.
Tukh...
"Eh...?" Zia mendongak kala merasakan sesuatu yang berbulu menyenggol kaki mungilnya.
"Puppy!! wah.. lutu na...hai puppy...kamu dicini cama ciapa?" Zia turun dari kursi panjang taman,meraih seekor golden retriever yang terlihat jinak itu.
Guk.....
"Hihihi...danan jilat pipi na z...." puppy berbulu bak surai gandum muda yang terlihat bersinar dan lembut dengan sebuah pita cantik yang menghiasi lehernya itu,menatap Zia kecil dengan ekspresi polosnya.
"Hihihi tamu lucu cekali....tamu mau ndak temani z dicini?" Zia bertanya dengan antusias,bahkan gadis kecil itu ikut berjongkok sembari mengelus bulu lembut binatang yang terlihat imut itu.
Guk...
"Woahhh..tamu mengelti ya? capa nama tamu puppy? tamu siapa yang punya?" Z melirik sekeliling,puppy cantik ini sangat terawat pasti ada pemiliknya.
Hingga...
"Thunder..."
Guk..
Puppy itu berbalik dan berlari kearah seseorang yang memanggilnya.
Z menatap dengan murung .
Batita manis itu sudah sangat menyukai puppy kecil dan puppy itu kini pergi.
Menunduk sembari menggores tanah taman dengan ranting.
"Hallo gadis kecil ..."
Zia mengangkat wajahnya,menatap seorang pria seusia ayahnya dengan wajah berbinar kala puppy itu rupanya adalah milik pria itu!.
"Puppy na punya paman?" Sosok itu terkekeh dan duduk sembari memangku puppy kecil yang diberi nama thunder itu.
Zia menatap ingin.
"Mau sentuh bulunya?" Pria itu bertanya geli.
Z mengangguk semangat,dan puppy itu dengan lincah berguling saat perutnya di usap oleh Zia dengan gembira.
"Baby z..."
"Iya...eh...paman tau nama na z?" Zia memgerjap menatap wajah tampan itu terkejut.
Sedang,pria dewasa itu hanya memperlihatkan senyum teduhnya.
__ADS_1
.....TBC.....
Nanti El bakal revisi semua dialog artyzia...jadi bahasa baku ya..so baca cepat sebelum El rombak lagi.