Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
The last one The end....


__ADS_3

...Tak terasa El dan teman-teman reader lapak QOZ sudah sampai di penghujung perjalanan kita....


...Terima kasih untuk selalu sabar menunggu kisah ini,sebagai author pemula yang memulai perjalanan pertama dunia novel dari awal kisah Cinderella step sister, Princess of darkness sampai Queen of Zeus ini suka duka El rasakan didalam setiap komentar yang El dapat....


...Terima kasih banyak yang sudah menjadi pembaca setia dengan banyak support untuk El,tidak perduli seberapa lama kalian menunggu.Terima kasih untuk kesabaran kalian....


...Enjoy the last chapter........



...----------------...


Suara lolongan serigala,dan raungan para hewan buas lainya terdengar memecah kesunyian malam.


Beberapa orang pria berlari dengan wajah pias hingga sadar atau tidak,mereka telah memasuki kawasan hutan pinggiran kota.


"KALIAN! bagaimanapun caranya,kalian harus menahan para monster bedebah itu sampai aku tiba di pelabuhan setelah lewati hutan ini! hah.....sial mengapa jadi begini?!" Zantos,pria yang duduk diantas kursi rodanya itu mengatur nafasnya yang memburu.


Kursi rodanya memang otomatis,namun rasa bak sepasang tangan iblis yang mencekik ini begitu menakutkan!.


Dirinya tak mampu membayangkan,jika kursi roda ini manual,maka habislah sudah!.


"Tapi..tapi bos, bagaimana kita bisa menghadang mereka?! Eagle dan Dragon!"


Pria dengan kemeja hitam yang telah basah oleh keringat itu berucap pias,menyuarakan pendapat para bawahan Zantos yang lain.


"DIAM! AKU SUDAH BERI KALIAN SEMUA SENJATA API TERBAIK UNTUK MENGHADAPI MEREKA! SEKARANG LAKUKAN TUGAS KALIAN PERCUMA KUBERI KALIAN UANG BANYAK JIKA INI SAJA KALIAN TAKUT!"


Zantos menghardiknya.


20 orang bawahan Zantos saling menatap satu sama lain,tak ada pilihan meski tau bahaya mengancam!.


Hingga...


Sebuah suara tapak kaki terdengar riuh mendekat.


Keringat dingin semakin banyak membawa rasa takut.


Sementara itu


Mateo, arshenio, juga Rider dengan senyum mengerikan berlari cepat mengikuti sekawanan serigala,tiga ekor macan kumbang hitam dan seekor cheetah yang berlari menerjang rimbunnya hutan .


Maxim juga Ryuga yang tertinggal dibelakang tiga orang itu menggeleng nanar.


Keluar sudah sisi iblis ini!.


Lihatlah tawa mengerikan itu!.


Mateo dengan sebuah kapak yang pria itu seret berlari dibelakang seekor cheetah dan tiga ekor leopard hitam peliharaan-nya.


Arshenio,pria itu bahkan lebih mengerikan.


Tawanya begitu mengerikan dengan kilatan membunuh yang begitu pekat.


Sebuah gergaji mesin berbunyi nyaring ditanganya,didepannya berlari sekawanan serigala muda yang dipimpin oleh demon.


Serigala hitam besar dengan manik berwarna merah darah.


"Hahaha...beraninya bajingan bau tanah itu membuat celaka adikku! cha-cha kesayanganku dan kedua putraku! hahah akan kupotong tanganya!"


Glek....


Maxim dan Ryuga meneguk saliva-nya ngeri.


Raider tertawa dengan sebuah senapan angin yang berada ditangan.


"Shadow fast!" Mateo memerintah leopard hitam yang berlari paling depan.



Tawa mengerikan itu sampai ditelinga Zantos dan para bawahannya.


Terdesak sudah!.


Para predator itu berlari cepat mengepung Zantos dan para bawahannya.


"TEMBAK SAJA APA YANG KALIAN TUNGGU!? HABISI PARA HEWAN LIAR INI!!" Zantos meraung murka,pria baya itu sudah mengarahkan senjatanya kearah sekumpulan serigala hitam besar yang terlihat memakai rompi baja!.


Apa-apaan?!.


DORR..........


Seketika,suara tembakan pecah menggema menguasai hutan.


Kepakan sayap gagak terdengar riuh dengan lolongan panjang para serigala.


Sayangnya, peluru-peluru itu mental tak mampu menembus baja yang melindungi para hewan buas itu.


Grrrr........


Wushhhh...


AKHHHH!!!..


Sekumpulan serigala yang berjumlah 10 ekor itu menerjang terlebih dahulu,menerkam dengan kuku dan taring tajam mereka.


Tak lama,tiga ekor macan kumbang ikut bergabung .


Menerkam dan mencabik siapapun yang tersisa.


Dan cheetah besar tersisa duduk menonton dibawah kaki Mateo.


Darah dan daging tercecer menyeruak ditengah usaha keras bawahan Zantos melawan hewan buas itu.


HAHAHAH.....


Zantos menoleh cepat saat mendengar suara tawa yang begitu keras.


Tangan-nya yang memegang senjata bergetar begitu melihat kedatangan Mateo.


"Sudah kukatakan bukan? kau berani mengusik adikku maka saat itu kau akan kubinasakan!" Suara berat itu terdengar jenaka, disertai suara gesekan kapan besi yang beradu dengan tanah hutan yang berkerikil.


"Apa yang kau lihat?! kau tak lupa denganku bukan? old man....saat untuk menerima hadiah dariku karena telah membuat adik perempuan juga putraku celaka!" Kini mata Zantos beralih pada pria muda yang memakai kaos hitamnya tertutup jaket army.


Gergaji mesin ditanganya berbunyi nyaring.


Glek.....


Zantos melirik anak buahnya yang sudah dibabat setengahnya oleh para predator buas milik Wiguna dan Mateo.


Kepala mereka putus dan organ tubuh yang tercabik!.


"To...tolong ampuni kami...biarkan kami pergi...."


"Jangan bunuh kami....tolong jauhkan para predator ini..."


"Lepaskan kami ... ampun..."


Suara ratapan begitu menyayat terdengar disertai suara koyakan daging dan kulit.


Kursi roda Zantos tak terasa mundur,menjauhi para bawahannya yang sudah menjadi santapan malam para predator buas itu.


Manik itu bergetar tubuhnya mengigil diatas kursi rodanya.


DORR...


"AKHHHH....." Hingga,sebuah timah panas menyambar telinganya.


Zantos menatap ke depan dengan cepat,raider berdiri menyerigai dengan senapan yang disangga pada bahunya.


"BEDEBAH KAU!" Menahan sakit,Zantos meraung dan mengarahkan senjatanya pada raider.


"Demon!" Raider memanggil dengan senyum manis.


Wushhhh...


Brakhhhh...


"Akhhhh!!!!!....bin*tang keparat!" Zantos meraung murka,wajahnya memerah dengan deru nafas memburu.


Demon,serigala Alfa itu menerjang hingga kursi rodanya terbalik dan menimpa dirinya!.


Tawa Arshenio menggelegar disertai kekehan raider dan tawa sarkas Mateo.


Maxim dan Ryuga sudah selesai membakar mayat-mayat yang tak habis disantap oleh para predator peliharaan mereka.


"Get away from me!!" Zantos meraung kala rasa takut datang begitu saja.


Wushhhh...


Krakh!!!


"AKHHHH..."Jeritan kesakitan menderu langit malam,kapak besi itu memutus kaki kanan Zantos tepat dari bagian lutut!.


Mateo tertawa menggila,kilatan bengis dimatanya hampir menyamai kekejaman Zeus itu sendiri!.


Kapak berlumur darah itu diseret olehnya mengitari tubuh Zantos yang sudah pucat pasi menahan kesakitan.


"Kau tau bagaimana sepak terjangku selama menjadi penguasa Amerika? aku tak memiliki cukup kebaikan untuk mengampuni musuhku yang sudah kuberi peringatan sebelumnya....kau berani menantang kata-kataku!!!" Mateo berucap dengan suara menggelegar .


Krakhhh....


"AKHHHHH!!! IBLIS KAU!!" Zantos meraung menatap nanar kaki kirinya yang tersisa,kaki yang sudah hancur kala kapak itu terus terayun hingga darah dan dagingnya tercecer kemana-mana!.

__ADS_1


Mateo tertawa,menatap kedua tangannya yang sudah dipenuhi darah Zantos.


"Yah...darahmu bau sekali..." Mateo berucap main-main.



"Sepertinya big bro kehilangan bagiannya!"


Ryuga berbisik pada Maxim.


"Sadis gila......harus di upload ke grup Be ini!" Maxim yang sudah heboh dengan handycam ditanganya.


"Sudah .... hentikan..." Suara Zantos melirih,hilang sudah keangkuhannya.


Namun....


"Hahahaha... hentikan?mimpi!"


Nggggg......


"ARKHHHHH......."


Jeritan kesakitan disertai ratapan menyakitkan segera kembali terdengar saat gergaji mesin arshenio memotong tangan kiri Zantos.


Mesin bergerigi tajam itu terus menyeruak memutus merobek kulit,memotong daging dan menghancurkan tulang!.


...----------------...


2 tahun kemudian.....


Mansion Wiguna...



Ricuh terdengar disertai tawa bahagia yang mengalun dihalaman belakang Wiguna mansion.


Danau indah yang berisi puluhan pasang angsa menghiasi.


Ada sebuah panggung megah ditengah hamparan bunga mawar beraneka ragam,dengan sederet lavender mekar yang menambah keindahan taman bunga mendiang Liora.


" Mami pelit sekali ! Rex hanya mau makan sedikit kue itu!" Rexion meraung kesal,suaranya yang melengking cukup membuat suasana semakin semarak.


"Mana ada kamu itu sedikit! sudah dua piring kamu makan! kamu itu mau balapan sama pamanmu Shura?! sudah cukup sekarang pergi ganti kemeja-mu dasar anak nakal!" Raungan Victoria sukses membuat para suami tertawa.


Sementara Shura yang asik mengunyah kue mendelik tak terima,enak saja dirinya disamakan dengan bocah tsundere itu!.


"Mama! rain kan sudah bilang,kenapa masih saja mama paksa pakai dasi pink ini?! rain itu anak jantan mama...bukan betina!" Satu lagi suara kesal terdengar.


Arkansas memijit pelipisnya pening,cucu serta para menantunya benar-benar luar biasa.


Arshenio terbahak dengan pukulan Sera yang segera menghentikan kelakuan akward suaminya itu.


"Ini maroon rain sayang...bukan pink! lagipula papamu juga pakai itu,jadi menurut saja sama mama!" Raels berucap santai sembari memasang kembali dasi kupu-kupu penyebab kekesalan sang anak.


"Ya bedalah papa sama rain! papa itu suami takut istri... pokoknya lepas dasi ini mama! lihat mereka tertawa! terus apa lagi ini ada bintik-bintiknya,polkadot?!" Rain meraung frustasi,melihat wajah mengejek para saudaranya sukses membuat harga dirinya jatuh!.


Mana dasi ini bertotol lagi!.


"CK...diam atau mama jahit ini mulut?! anak jantan ribut seperti ayam betina saja kamu!" Sembur Raels dengan manik melotot tajam,rain sang putra meringsut ngeri.


"Daddy buat apa coba mengundang tamu begitu banyak?! lihat anak-anak laki-laki disana? mereka pasti akan jadi serangga nanti begitu melihat adik kita turun!" Disisi lain,meja dimana desert dari berbagai belahan dunia terjajar rapi.


Altair mengangguk membenarkan ucapan Maiden,kembar Delion dan Derino bahkan sudah sejak awal melempar tatapan tajam pada para putra kolega bisnis orang tua mereka.


Yah,hari ini adalah hari perayaan pernikahan ke delapan Rayga dan asline.


Arkansas mengadakan pesta bukan hanya untuk hari jadi pernikahan putra sulungnya,namun juga pesta syukuran atas kembali pulihnya putri tunggalnya dari trauma atas tragedi terowongan jembatan dua tahun silam.


"Apa yang harus kita lakukan?" Albian,putra Brixton menatap aneh kolega para orang tua yang sibuk membenahi penampilan para putra mereka.


"Apa lagi? mereka pasti ingin menjilat !" Sergio berucap sarkas.


"Apa susah? ada kita,jika ada yang berani mendekati adik kita,hajar saja!" Danzuar berucap sembari mengunyah sebuah cup cake berisi potongan stroberi didalamnya dengan nikmat.


"Kau enak sekali bicara main hajar,tak lihat mata para ibu ratu yang mengawasi kita bak tersangka buronan?!" Shino berucap sinis,benar juga!.


Lihatlah saat para ibu menatap mereka dengan senyum menyerigai mengancam itu!.


Dan lihatlah bagaimana ayah mereka melambai mengejek!.


Sialan!.


" Khe..khe..khe...kalau tidak bisa langsung,kita main belakang saja...lumayan...aku baru dapat formula racun baru dari papa!" Gyolix berucap dengan senyum manis diwajah imut bertopeng iblis itu.


Dan pada akhirnya, anak-anak berwajah tampan bak malaikat itu tertawa picik.


...----------------...



Sebuah gaun sakura floral membalut tubuh mungil Zia,gadis kecil yang kini berusia 7 tahun meski dengan perawakan tubuh bak berusia 5 tahun itu tersenyum malu melihat tatapan kedua kakaknya.


Archer dan Arez tersenyum puas melihat penampilan adik mereka.


Yah,hanya Arez yang menampakkan senyum begitu lebar dan archer yang hanya mengulas senyum samar.


"Woahhh..adik kakak sangat cantik! ayo berputar!!" Arez dengan riang meminta pada sang adik.


Archana yang telah selesai merapikan rambut putri sang kakak sulungnya akhirnya beranjak.


"Nah..bunda keluar duluan ya sayang...ingat jangan lama disini nanti didepan papa Raino yang akan jemput baby Z,paham sayang?" Archana mengelus pipi chubby Zia dan mengusak lembut rambut kedua putra kembar Rayga .


Setelah perginya sang bunda,kedua lelaki kecil nan tampan itu segera mendekati sang adik.


Zia tertawa malu menuruti permintaan Arez sebelumnya, dengan gerakan pelan berputar dihadapan kedua kakak kembarnya.


Bagian bawah gaun itu segera mengembang dengan gerakan lucu ujung pita yang ikut bergerak.


Tawa Zia mengalun bak lonceng ditengah taman bunga,belum lagi tindakan archer yang terus mengambil foto sang adik dari berbagai sudut dengan wajah seriusnya bak seorang fotografer profesional!.


"Adik kita memang bagai peri bunga! dan bunga itu adalah bunga yang paling indah di dunia!" Arez berseru kagum.


"Dan bunga yang paling indah itu akan mengundang banyak lebah!" Dan kini,segera keheningan mencekam jatuh begitu suara archer mengalun.


Glek....


Para asisten yang membantu mendandani artyzia meneguk saliva-nya ngeri.


Mundur dengan teratur melihat perubahan aura sang putra sulung!.


Zia menatap wajah kedua kakak kembarnya dengan manik memicing.


"Zia kecil....mengapa melihat kakakmu seperti itu? kakak tau kami memang begitu rupawan..tapi jika lama-lama kakak bisa mimisan dipandangi oleh manik cantikmu itu!!" Arez berucap frustasi.


"Baby z... what's wrong?" Archer berucap sembari mulai meraih telapak tangan sang adik,mereka sudah selesai bersiap kini saatnya menuju tempat pesta berlangsung.


Zia menghela nafas,tau benar sifat kedua kakaknya.


"Kak Archer...kak Arez...dipesta nanti jangan menyakiti tamu Daddy dan mommy! bersama kakak-kakak yang lain jangan membuat keributan!" Zia memperingati dengan tegas.


"Jangan memukul pria manapun !" Zia berkata tegas,mengingat kedua kakaknya itu,bahkan kakaknya yang lain akan dengan mudah tersulut emosi hanya dengan melihat seorang pria asing menatap dirinya atau para ibunya lebih dari 5 detik!.


Bahkan ke posesiv-an para kakaknya itu melebihi para ayah nya!.


Archer mengangkat bahu acuh,sedang Arez nampak terdiam kaku.


Ketiga anak kembar tak identik itu akhirnya tiba di depan pintu taman belakang.


"Kakak! jika kakak atau siapapun berani mengacau,Zia janji akan mogok bicara pada kalian selama sebulan!"


"TIDAK!"


Zia tersentak begitu mendengar balasan serempak kedua kakaknya.


Maniknya yang bulat nan bersinar akhirnya berkaca-kaca.


Arez terserang panik sedang archer hanya bisa menghela nafas panjang.


"Fine...." Arez menatap kakak kembarnya tak percaya.


"Kak kau?!" Archer menatap dingin dan Arez bungkam dengan wajah jengkel.


Hingga Zia tersenyum puas dan masuk kala Raino meraih tubuh kecil itu dan membawanya memasuki taman.


Meninggalkan kedua iblis tampan itu yang saling melempar tatapan penuh arti.


"Jangan menyakiti siapapun Ya...? itu berarti jika langsung membunuh tanpa rasa sakit tak masalah bukan?" Arez seketika berbinar mendengar ucapan acuh tak acuh archer.


"Itu artinya jika ada satu serangga yang mencoba mendekati ibu juga adik kita...kami boleh membunuh mereka?!" ucap Arez antusias.


Archer menyerigai .


"Do with silent...don't make a sound..."


Glek...


Hingga...


"Wow..lihatlah para malaikat kecil asline ini xain? didepan para ibu mereka, wajahnya sangat manis dan polos! tapi lihatlah sekarang? killer....." Archer mendengus tau benar suara siapa ini.


Arez berbalik dan mendelik sinis menatap kedatangan Maxim juga xain yang menatap mereka geli.


"Papa diam saja ya..." Ucap Arez sinis.

__ADS_1


Bukan apa-apa,hanya saja mulut papa nya satu ini terkadang terlalu lemas hingga membuat mereka pada akhirnya harus memutar otak demi menghindari kecurigaan para ibu!.


"Wah..kau mengancam papa?" Maxim dengan seringainya menodongkan sebuah Glock 20 kearah kening Arez.


Archer merotasi bola matanya malas.


"Papa...turunkan senjatamu..jangan main-main" Maxim mendengus kala merasakan sesuatu menekan pinggangnya.


Sebuah belati bermata dua!.


Xain terbahak melihat balasan Archer untuk menghentikan kejahilan Maxim.


Dan para maid maupun penjaga yang menjaga pintu penerima tamu bergidik.


Yah, inilah keturunan Wiguna famili.


Bercandanya main bahaya!.


...----------------...


Sementara itu dikamar tidur utama Wiguna.


Sepasang suami istri tengah bersiap turun.


Rayga tengah memasang jam tangan rolex hitam bertabur safir dipergelangan tangannya.


"Dear...sudah selesai? kita sudah terlambat!" Rayga memanggil sang istri yang sudah cukup lama berada di dalam walk in closet.


"Eghh...sebentar hubby...!" Rayga mengeryit mendengar suara lelah istrinya.


Ada-apa?.


Akhirnya,kaki jenjang nan kokoh itu bergerak memasuki walk in closet.


Glek....


Sebuah punggung ramping,dengan kulit putih dan lekukan indah yang begitu mengundang bak nektar bunga paling memikat terlihat.


Rayga berdiri tak bergeming di depan pintu masuk ruang ganti.


"Hubby.....ini macet...." Suara rengekan frustasi terdengar kemudian.


Benar....!


Resleting gaun sang istri tersangkut rambut panjang indahnya.


"Lagian kamu,aku itu minta stylist buat gaya rambut sanggul saja.Tapi kamu-nya tidak boleh! sekarang lihat?! tersangkut!" Asline mendumel tanpa sadar raut memerah suaminya!.


Rayga berjalan mendekat.


Deggg...


"Hu...hubby?" Asline merasa seluruh bulu kuduknya meremang kala jemari yang terasa hangat itu membelai kulit punggungnya!.


Asline,meremang.


Untuk sesaat waktu seakan berhenti.


Huf....


"Hubby...."Akhirnya,rengekan putus asa wanita cantik dengan tiga orang anak itu terdengar kala nafas hangat itu menerjang kulit lehernya.


Deggg...deg....deg...


Tubuh ramping itu memgigil hebat kala dengan nakal jemari Rayga terangkat menyusuri leher belakang terus mengikuti lekukan tubuhnya.


Srtttt...


Huft....


Hahaha...


Tawa menjengkelkan akhirnya terdengar kala resleting itu berhasil terpasang sempurna.


Rayga tertawa puas melihat wajah frustasi istrinya atas ulahnya.


"Cantiknya istriku....."


Blush.....


Dan yah,hanya sebuah kalimat pendek sederhana namun bermakna begitu besar!.


Dengan tangan terulur lembut,rayga meraih pinggang istirnya dan akhirnya keduanya berjalan keluar menuju taman dimana acara berlangsung.


...----------------...


Riuh tepuk tangan menggema.


Rayga menuntun sang istri menaiki sebuah panggung megah yang sudah dipersiapkan oleh seluruh keluarganya.


Disana sudah ada Mateo dan Sagara yang sudah berdiri dengan toksedo putih mereka.


"Terima kasih telah menjadi suami terbaik bagi adik kami!" Ucap Sagara diangguki Mateo dengan senyum harunya.


"Yah....adik kalian adalah bagian dari hidupku...arti cinta bagiku...dan anugrah dari Tuhan atas pendosa seperti ku" Rayga membalas sembari mengulas senyum teduh pada sang istri yang sudah menahan air matanya.


Tak lama,ketiga buah hati mereka mendekat dengan mendorong sebuah troli berisi sebuah cake ala pengantin dengan inisial nama yang terukir dari emas murni yang dilelehkan.



Archer dan Arez mendorong troli itu dengan Zia yang tersenyum lebar membawa sebuket bunga lavender kusukaan sang ibu.


Asline tersenyum haru,kedua maniknya nampak berkaca-kaca.


Kue ini adalah maha karya terakhir dari Daisy,sahabat Liora sekaligus istri dari Gabriel itu memutuskan istirahat dari profesi-nya sebagai seorang patisier.


"Selamat hari jadi pernikahan ke delapan tahun istriku....Tuhan tahu cintaku padamu akan semakin besar seiring berjalannya waktu" Rayga menangkup wajah haru istrinya,semua masalah berhasil mereka lalui dengan tetap berpegang pada cinta dan kepercayaan.


"Terima kasih hubby....tuhan tahu cinta kita murni!" Asline memeluk tubuh suaminya ditengah haru biru semua orang.


Zia diangkat naik oleh archana.


Gadis mungil itu menyerahkan buket bunga itu pada sang ibu.


"Mommy....semoga Tuhan selalu memberi mommy dan Daddy kebahagiaan...kami mencintai mommy..Daddy dan terima kasih telah menjadi ibu terbaik bagi Zia dan kakak-kakak! we love you mom...Daddy!" Zia mencium pipi ibunya dan juga sang ayah diikuti kedua kakaknya.


"Dad... terimakasih,you are my Hero...." Ucap Arez memeluk ayahnya yang telah berjongkok dengan wajah memerah malu pria kecil itu.


Rayga terkekeh,mengusak rambut putranya dengan geli.


Menatap archer yang terdiam tenang.


"Yah..meski malas kuakui,Daddy...kau yang terbaik..." Meski ekspresi wajah rupawan itu tetap dingin,siapa yang tak menahan tawa melihat ujung telinga putra sulung Rayga itu memerah.


Kebahagiaan sederhana tercipta disaat semua cobaan berhasil mereka lalui dengan tetap menjaga keutuhan keluarga.


Asline menatap semua orang yang tenggelam dalam suka cita, tawa bahagia terdengar ditengah taburan bintang bersinar menghiasi malam.


Terlihat ayah mertuanya,Arkansas berkumpul dengan para saudara pria baya itu.


Mereka tertawa renyah dengan senyum mengukur gurat waktu.


Para ibu mertua yang berkumpul menjahili cucu mereka dan para saudarinya yang sibuk menggoda Shura,putra dari Tristan dan sakura itu nampak tersenyum malu atas sosok seorang gadis remaja.


Putri salah satu kolega suaminya.


Entahlah? Asline merasa semua bagian keluarganya lengkap hari ini.


Semua usaha telah terbayar dan mereka yang berbuat jahat telah cukup membayar.


Tanpa beban tanpa gurat kesedihan lagi .


Willie,sang paman bahkan duduk bahagia bersama semua orang menikmati semua suka cita.


Seluruh anggota keluarga ada menyambut suka cita dengan tawa meski hari berjalan berat namun bahu kokoh para pria mereka akan tetap tegar menjaga mereka.


Para istri dan juga anak-anak!.


"Terima kasih Tuhan kau tidak meninggalkan aku dan keluargaku disaat cobaan datang menguji hati kami"


Zia menatap ibunya dengan senyum manis, dibelakang sang ibu tiga sosok perlahan menghilang dengan lambaian tangan lembut dan senyum perpisahan.


Masa depan akan tetap berjalan dan butuh semangat baru menyingsing fajar.


End...............



3041 word...


...----------------...


Terima kasih banyak el ucapkan dan tak terasa waktu berlalu begitu cepat sampai jumpa di karya El lainya nanti.....


Sayonara 👋


El sudah update novel yang ke 4 ya guys..cek profil...


Kisah pertemuan antara penembak jitu yang cantik dan presiden direktur yang mendominasi.


Reader El mampir ya..


__ADS_1


__ADS_2