
...Vote,like dan komentar ya🌹...
...♠️.....♠️...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...♠️.....♠️...
Dua orang wanita paruh baya,yang meski usia mereka tak lagi muda.Namun aura kecantikan mereka tak pernah pudar oleh masa.
Keduanya duduk bersisian,menatap lurus ke depan dengan manik berkilat tajam.
Sedang,dua orang pria paruh baya berwajah begitu kharismartik dengan ketampanan tak dimakan waktu duduk.Duduk didepan kedua wanita yang berstatus sebagai istri itu dengan wajah canggung!.
Dan disisi lain,duduk menahan tawa para putra mereka,wajah bersalah yang dibuat-buat cukup membuat delikan tajam kedua ibu ratu itu tidak mengarah pada mereka,namun malangnya.Tatapan tajam itu diarahkan langsung menusuk kepada ayah mereka!.
Dan tak jauh dari para pria muda itu..
Duduk sepasang suami istri cukup berumur.
Rafendra yang menyesap kopi hitamnya dengan santai sembari menatap dingin para generasinya,sedang duduk bersandar di lengannya sang istri.
Anggi atau seluruh keluarga besar mereka memanggilnya sebagai Veleri.
"Mansion ini semakin ribut masa demi masa,bukan begitu suamiku?" Anggi bertanya dengan senyum bahagia yang terukir di wajah tuanya.
"Hm..kamu benar sayang...aku memang bermimpi menyatukan seluruh keluarga kita di satu tanah,hampiri mirip pulau pribadi.Kini mimpi itu terwujud.Anak-anak kita berkumpul tinggal disatu lingkup besar bersama anak dan istri mereka.tidak sia-sia semua kerja kerasku selama muda dulu,dari keluarga pengusaha biasa sejak almarhum ayah dan ibuku lalu semua kini berkembang jauh ditangan putra dan para cucuku" Rafendra mengusap rambut putih istrinya dengan lembut,mansion yang kini bertambah besar generasi ke generasi.
Anggi tersenyum simpul,meraih telapak tangan keriput suaminya dengan lembut.
"Kerja keras tidak menghianati hasil suamiku...nama Wiguna kini hampir setara dengan nama keluarga royal higness.Berharap para generasi selanjutnya akan menemukan pendamping yang baik untuk menjaga garis murni keturunan kita,meski Liora dan banyak saudara ipar ku telah tiada oleh waktu,kuharap tuhan selalu menjaga keluarga kita" Anggi berucap penuh doa dan harapan.
Rafendra menggangguk dan menatap kembali drama manis nan berat anak dan menantunya itu.
"Rion!! bagaimana bisa kau tidak tau kemana putra tidak warasmu itu pergi?! apa saja kerjamu sebagai seorang ayah hah?!! pusing aku dengan suami pengangguran seperti dirimu!!" Wanita dengan ikat rambut tinggi itu menggerutu kesal,mendelik tajam menatap wajah pias suaminya.
Rafendra terkekeh,kayra menantunya itu dari dulu hingga kedua putra kembarnya dewasa sekalipun tak pernah berubah.
Pemarah!...
Dan tentu saja,sasarannya adalah Rion.
Malang sekali nasib putra nya satu itu.
Rion menunduk lemas.
"Pengangguran? mana ada pengangguran dengan tumpukan uang yang tersimpan di bank nasional Inggris! kayra..kayra... kalau kamu lupa Raino itu juga putramu..masa selalu aku yang disalahkan setiap anak bedebah itu membuta ulah?! begini nasib punya istri singa betina!!" Batin Rion melirik wajah menahan tawa para putranya dengan jengkel.
Istrinya ini apa tidak kasihan padanya? apakah harus wanita cantik itu mengomel didepan putra mereka? Jatuh sudah harkat dan martabat Rion sebagai mantan Leader BE !.
"Kamu lagi Dexter! Masa Diego lagi dekat dengan seorang gadis kamu tidak tau?! harusnya kamu itu tau!! kamu itu ayahnya,aku di Indonesia sibuk membantu ibu ana karena sakit!! harusnya kamu perhatikan putramu itu!! masa dia dua minggu menghilang kamu santai-santai saja!! coba kalau aku tidak paksa Alarik buka mulut,apa Diego hilang aku akan tau?!! dasar suami tidak peka!! tidak sayang istri dan anak!!" Ara terengah-engah meraung jengkel pada suaminya yang duduk kaku seperti patung.
Astaga,Dexter pundung mendapat siraman lahar istri cantiknya itu.
"Ara...jangan marah-marah terus nak...kasihan Dexter,coba lihat wajah suamimu itu sudah sangat kena mental"Anggi berucap iba ditengah sekuat hati menahan tawa.
Beda dengan wanita tua itu,para cucunya sendiri....
Puftttt....
Kedua pria paruh baya itu,Rion dan Dexter menatap kearah wajah Maxim juga Gion yang nampak menahan tawa.
Yah,para putra be kini tengah disidang oleh kedua ibu ratu.
Kayra juga Arabela.
Rion dan Dexter menjadi tersangka,sedang para putra mereka menjadi saksi atas ketidak becusan keduanya sebagai seorang ayah,yah.
Itu menurut kedua ibu mereka yang tengah mode sengol bacok ini!.
__ADS_1
"KENAPA KALIAN BERDUA MELOTOT PADA PARA PUTRA KAMI?! SUDAH SALAH TIDAK TAU DIRI LAGI,MAU DIPECAT JADI SUAMI HAH?!!"
Duarrrr...
Rion ,pria tampan itu membolat horor.
Raungan kayra menggetarkan seluruh kaca di ruangan keluarga mansion Wiguna itu.
Dexter mengelus dada sabar,Rion menggeleng miris menatap horor wajah bak iblis betina istrinya itu.
Ara mengangguk setuju.
"Katanya kaya...anak sendiri dimana tidak tau,tidak berguna!" Sinis Ara pedas.
Dexter melotot tidak terima.
Astaga...
Kemana perginya istrinya yang lembut juga baik hati dan pengertian itu?.
Mengapa kini mulut istrinya tak kalah tajam seperti para menantu Wiguna yang lain?.
Dexter merasa terpuruk!.
"Sayang....Mereka sudah dewasa,kami juga punya tanggung jawab,mereka tau ap-"
"Jangan banyak alasan! bilang saja kamu sudah tidak sayang padaku juga putra kita lagi hiks..Dexter kamu tega ya sekarang sama Ara? sudah tidak cinta lagi ya sama Ara? hiks...nanti Ara bilang Daddy!!" Dexter menepuk jidatnya putus asa.
Nah kan....
Kembali lagi sifat rapuh istrinya...
Kalau sudah begini Dexter jadi ketar-ketir sendiri!.
Bangkit dan berjalan cepat memangku istrinya yang sudah terisak menyedihkan.
Abai akan wajah-wajah ingin muntah para putra mereka.
"Ck..drama lagi,sudahlah aku balik ke kantor!" Raider bangkit tidak ada niat menjadi penonton atas tingkah laku para orang tua mereka.
Ayah mereka yang seorang budak cinta,dan ibu mereka yang kekanakan!.
Yah,perpaduan yang luar biasa untuk clan sebesar mereka.
"Hah...Kalian tidak sadar umur!!" Maxim bangkit dengan jengkel, berlalu pergi dengan dongkol diikuti Gion yang merasa malu sendiri melihat adegan 21+ para ayah yang tengah membujuk kedua istrinya mereka.
Hingga...
Langkah 5 orang pria muda tampan itu berhenti kala melihat dua pasangan masuk dengan wajah berseri kedua pria dan wajah menunduk salah satu gadis juga wajah jengkel gadis lainya.
Raider,Maxim,Gion,Alarik juga Ryu.
Raino masuk dengan senyum lebar,menggenggam erat tangan seorang gadis yang masuk dengan wajah bertekuk masam.
Dan satu lagi...
Deigo yang berjalan dibelakang Raino dengan senyum bodohnya menarik lembut tangan seorang gadis dengan wajah memerah nampak malu.
"Kita disini diceramahi dari pagi sampai tengah hari!! bagus...sangat bagus...kedua setan ini benar-benar minta di mutilasi!!" Maxim menggulung lengan kemejanya dengan senyum jenaka.
Sementara itu...
...# Back on #...
Helikopter itu mendarat mulus disebuah landasan helipad di sebuah tanah lapang.
Tak berapa lama setelah baling-baling berhenti berputar dengan sempurna,Raino.
Pria tampan dengan rompi hitam turun dengan senyum penuh kemenangan,memutar arah dan membuka pintu helikopter bagian lain dari posisinya.
Mengulurkan tangan dengan senyum lebar yang terlihat menjengkelkan di mata seorang gadis yang tengah duduk bersidekap dada menatap kearahnya jengkel.
Meski tak dipungkiri,semenjak malam itu.
Semua perasaan mereka telah berkembang lebih jauh,bahkan bagi sang gadis.
Victoria Grisham.
Gadis itu menghela nafas panjang,melompat turun acuh akan telapak tangan yang terulur padanya.
"Aku tidak cacat,jadi jangan perlakukan aku seperti gadis manja yang apa-apa selalu menunggu bantuan dari seorang pria!" Sinis Victoria pada Raino yang menatapnya geli.
"Baiklah baby....kamu memang tidak cacat,tapi apa salahnya tidak membuat hatiku cacat oleh penolakan dirimu? sakit baby..rasanya seperti di-"
"Hentikan dramamu! dasar gila!" Kesal Victoria yang memutus ucapan serta tatapan dramatis Raino padanya.
Raino terkekeh,meraih pinggang ramping calon istrinya dengan senyum tak pernah luntur dari bibirnya.
Sungguh,bahkan badai sekalipun tak akan bisa menyapu rasa bahagia yang tengah ia rasakan.
"Gila seperti ini juga kamu bersedia untuk jadi istriku,lain dimulut lain dihati, perempuan memang merepotkan..." Balas Raino dramatis.
Pria itu menatap melas nan berat wajah mendelik jengkel Victoria.
__ADS_1
"Kalau repot buat apa kamu paksa aku menikah denganmu?!! waras? dasar sinting!!' Umpat Victoria semakin menjadi-jadi.
Raino mengelus dada sabar,calon istrinya sepertinya sebangsa dengan sang ibu,Kayra Romanov .
Sama-sama perempuan garang!.
Berfikir nasibnya nanti tak jauh beda dengan sang ayah,Raino merapal banyak doa agar diberi kesabaran melimpah.
Untung cinta!...
Keduanya melangkah menuju sebuah mobil ,mobil yang sudah dipersiapkan oleh anggota BE yang diberi perintah mendadak oleh wakil mereka.
Raino....
"Sekarang mau kamu bawa kemana lagi aku? jangan macam-macam!!" Victoria memberi peringatan tajam.
Raino mengangguk jenaka.
"Tidak macam-macam,hanya satu macam.Bertemu calon mertua.." Balas Raino santai tanpa beban.
Wajah cantik Victoria seketika berubah pucat pasi..
"A..APA?!!".....
Dan akhirnya,keduanya melaju menuju Mansion Wiguna dengan wajah jengkel dan panik sekaligus Victoria yang mengisi sepanjang jalan hingga tiba di gerbang masuk tanah pribadi,keduanya bertemu dengan Diego yang baru saja kembali dari White Mountain bersama seorang gadis asing yang Raino tebak dengan pasti.
Calon istri si ilmuwan gila!...
...# Back off#...
Raino merotasi bola matanya malas mendengar kalimat sindiran berat dari Maxim, belum lagi laser panas dari ayahnya juga tatapan membunuh dari sang ibu ratu.
Kayra....
Mati sudah......
"Wah...wah...wah...ingat masih punya rumah juga ternyata anak bedebah satu ini?!" Raino meringis mendengar sambutan lahar dari ibunya yang kini berdiri bersidekap dada.
"Benar sa-"
"Kau diam saja dasar suami pengangguran!!"Hardik kayra begitu Rion ingin menyahuti.
Pria itu kena mental seketika.
poor Rion.
Kayra menatap kearah sosok cantik nan sporty yang berdiri disamping putranya dengan intens.
"Kemari...." Titah Kayra dingin...
Rion merinding diikuti wajah ngeri para putra be.
Rafendra menggeleng geli melihat bagaimana menanntunya ini akan membuat drama.
Rion dengan senyum kikuk mendekati ibunya yang terlihat mengerikan dengan manik berkilat.
Namun...
Grephhh...
"Ohhh gadis yang malang..apa anak iblis itu sudah meculikmu paksa? katakan..." Kayra memeluk tubuh Victoria yang menegang kaku dengan senyum teduhnya.
Rion dan para putra mereka melongo horor.
"Nyonya...Itu..itu-"
"Syuuuttt..jangan nyonya sayang..panggil mami ya,mami Kayra.Katakan pada mami apa anak setan itu memaksamu untuk ikut dengannya?" Kayra bertanya lembut,sadar akan wajah tertekan gadis muda yang dibawa putranya itu
"Mi....Jika aku anak setan,bukankah mami adalah ibunya setan?" Raino bertanya main-main membalas jengkel ucapan ibunya itu.
"Diam kamu sebelum mami seret kamu bertemu alpha!" Delik sinis kayra menatap wajah tertekan Raino.
Kayra mendengus membawa tubuh victoria kearah sofa duduk disampingnya .
"Kau dan ayahmu sama saja bikin Mami sakit kepala! Rion...urus putramu itu,melihat dia bikin aku bertambah tua hari demi hari!" Kayra menatap suaminya yang menatap dirinya melas.
Punya istri yang selalu menistakan suami itu tidak enak!..
Dan inilah Rion sekarang....
Raino menatap kearah ayahnya yang menatap dirinya dingin...
Tidak biasanya....
Dan Raino tau...
Ini bukan waktunya bercanda.....
"Ikut papi" Rion bangkit berjalan menuju kamar pribadinya dibawah anggukan kepala Rafendra juga Anggi.
Sementara itu...
...🍁...
__ADS_1
...TBC...