
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan coment ya...
...🍹 Happy reading 🍹...
Wiguna property.
Rafendra nampak duduk sembari menatap wajah para cucunya yang terlihat begitu cerah.
Malam nanti,adalah pesta tahun baru.
Rafendra mengumpulkan semua keturunannya di bungalow yang ia bangun di dekat pantai.
Menghabiskan sore sebelum malam tiba.
"Jadi kalian benar-benar mau kawin?"
"BUKAN KAWIN KAKEK! MENIKAH...." Pria tua itu terkekeh saat balasan sengit nan serempak menyapu gendang telinganya dalam nada penuh kekesalan.
"Apa-apaan kakek ini?! kawin? kakek kata kami ini kucing apa yang mau kawin?! mikir lah kek!" Seru raino sinis.
Gion mengangguk sembari menatap pria tua ini frustasi.
"Mulut kakek benar-benar tak ada filternya ya?! kalau bicara asal saja...." Maxim menatap wajah santai Rafendra jengkel.
"Memangnya mulut kalian sendiri ada filternya? ingat dari siapa kalian dapat bakat membuat orang lain darah tinggi?" Rafendra membalas dengan senyum menjengkelkan diwajahnya.
Para pria muda itu hanya mampu menatap tak percaya sembari mengusap dada sabar.
"Ya tidak begitu juga konsepnya wahai pria tua...." Arshen menyahut kurang ajar.
Rafendra mendelik kemudian mengangkat bahu acuh.
"Sudahlah..nenek dan para orang tua kalian telah sepakat! tidak perlu menunda lagi....ada setidaknya waktu terbaik saat musim semi nanti! jadi bagaimana apa kalian setuju dengan maksud nenek?" anggi berucap sembari tersenyum geli melihat wajah berbinar para iblis muda itu.
"Wah bagus juga itu nek! kita bisa adakan dalam satu hari agar tak membuat begitu banyak beban!" Raider menjawab dengan kepala mengangguk senang.
"Tapi bicara-bicara soal pernikahan,Xain kamu sendiri saja? truk saja ada gandengan masa kamu mau jadi bujang lapuk?"
Krik....krik...krik...
Seketika para orang tua juga putra muda mereka menoleh kearah satu sisi sofa dimana xain nampak duduk dengan santai.
Lalu menggeleng iba,kembali menatap Rafendra yang kalau bicara asal nyembur tak berfikir akibatnya!.
"Kenapa melihat kakek seperti itu? salah? memang benar kan? xain itu sudah mau 27 kapan coba kakek melihat ada satu saja perempuan yang nempel padanya? kamu tidak.....?" Anggi memelototi suaminya itu sembari melirik para cucu mereka yang memandang was-was.
Mau bicara apa lagi pria tua ini?...
" Gay kan?"
"KAKEK!!!"
"RAFENDRA!"
"DADDY!"
"ASTAGHFIRULLAH BERDOSA SEKALI PRIA TUA INI!!"
__ADS_1
"KAU NONIS BODOH!"
"AH IYA LUPA!"
Xain yang menjadi sumber perdebatan hanya bisa meneguk gelas teh miliknya dengan wajah flat.
Jodohnya belum ada,lalu apa ini salahnya?.
Kakeknya ini kalau bicara selalu saja nyelekit tapi apa yang bisa dirinya lakukan? karena memang begitulah sosok Rafendra!.
"Xain sayang jangan dengar pria tua ini ya! dia sudah gila jadi lupakan saja prihal jodoh nanti juga kamu menyusul para saudaramu!" Kayra mengelus punggung lebar salah satu putranya itu.
Kedua orang tua xain tidak berada disini hingga kayra merasa iba menatap wajah dingin xain.
Mungkin saja jika Xander dan starla tinggal di London,mereka mungkin bisa mencarikan jodoh saja untuk xain.
Yah,kayra tak heran mengapa xain sangat susah mendapat jodoh! Pria ini saja tak pernah tersenyum pada perempuan manapun selain keluarganya.
"Bukan gay kakek...belum ketemu perempuan yang sesuai saja..." Xain akhirnya buka suara, lama-lama panas juga telinganya mendengar ucapan lahar kakeknya itu.
"Oh..."
Para pria muda itu hanya mampu mengelus dada kembali saat mendengar balasan tak berfaedah dari kakek tua ini!.
"Sudahlah dad..sehari saja kau tidak mengganggu cucumu apa tidak bisa? ingat umurmu sudah mau liang lahat tobatlah..." Arkansas berucap sembari menarik senyum miring diwajahnya.
Rafendra melempar cangkir tehnya,Arkansas memiringkan kepalanya santai dan cangkir itu tepat jatuh menghantam lantai.
"KAU!! KAU PUTRA KURANG AJAR YA?! BERANI KAU MENYUMPAHI AYAHMU CEPAT IS DEATH?! WAH....WAH...WAH..." Rafendra meraung kesal,menunjuk wajah tampan putra sulungnya itu dengan tangis dramatis.
Rion menatap interaksi saudara serta ayahnya malu sendiri.
"Bukan ayahku...." Rion bergumam rendah,kayra terbahak sembari mengusap punggung suaminya pura-pura mengasihi.
"Kakek...sudahlah buat apa marah pada Daddy? bukankah yang mengajarkan kami semua membuat orang darah tinggi itu kakek? so....itu karma right guys?" Maxim yang duduk disisi Jihan menimpali santai.
Saat ingin membalas perbuatan Erika,Jessy mencegah dan mengatakan untuk fokus saja pada rencana masa depan yang akan dirinya jalani bersama Jihan.
Maxim dengan terpaksa setuju dan kini berakhirlah dirinya lengkap bersama para orang tua dan calon istri mereka duduk bersama menanti pesta pergantian tahun.
"Cih...banyak sekali alasanmu!" Rafendra mendengus sinis dan kembali meneguk teh hangatnya.
Pria tua itu melirik Jihan.
"Jihan...." rafendra memanggil dengan wajah yang telah berganti dingin.
Jihan mengangguk kaku,wibawa tetua besar Wiguna ini sangat mengintimidasi.
"Kakek dengar kamu dapat problem? sudah diurus? perlu kakek bantu? Jihan..kalau ada yang menyakitimu,balas mereka! memasuki clan Houston nanti sama saja kau akan menjadi bagian dari clan Wiguna! dalam sejarahku memimpin clan ini sampai sebesar sekarang.Tidak boleh ada satu kepalapun yang berani terangkat congkak didepan mataku! Bukan kakek ingin mengajarkan kalian semua menjadi sombong...." Rafendra menatap para keturunannya dalam.
Wajah serius pria tua itu membuat jejak humor seketika sirna.
"Menjadi kaya bukan berarti kita harus menjadi sombong! sombong dan menjaga harga diri itu berbeda.Tapi terkadang sombong juga diperlukan untuk orang-orang yang memang tidak tau seberapa besar langit diatas kepala mereka! kau mengerti maksud kakek? bukan hanya para gadis yang akan menjadi menantu disini...tapi kakek bicara untuk kalian semua cucu kakek.Jangan pernah menilai seseorang dari latar belakangnya! terkadang orang-orang rendah itulah pada akhirnya yang akan menuju puncak! jika kita,yang sudah dipuncak ini berfikiran dangkal,sombong dan tidak belajar menata masa depan....tuhan tidak akan bicara sebelum menjatuhkan kita sampai menjadi abu! intinya...tidak perlu sombong saat derajat kalian nanti naik! tapi juga jangan sekalipun izinkan siapapun memandang rendah kalian! bila perlu tidak perlu tunggu balas kata! habisi saja langsung....wibawa dan kesombongan adalah dua prinsip hidup yang berbeda...jadi...kalian para pria jagalah wibawa para istri kalian nanti! hanya itu pesan kakek..." Jihan dan para kekasih putra generasi ke tiga mengangguk dengan tegas.
Rafendra tersenyum puas.
Pria itu lalu menatap asline yang duduk disisi Rayga dalam kepatuhan .
"Line.....suamimu bukan hanya penerus kepala keluarga besar Wiguna dan seluruh pengikut kita nanti.Dia adalah takdir apakah kita akan tetap berjaya atau jatuh karena begitu lupa diri! sebagai istri...kakek hanya berharap kamu bisa menjadi hati dari Rayga! cucu kakek itu memang sedari kecil seperti berhati batu! kakek juga sudah lelah melihatnya,jadi tolong jaga dan bimbing dia saat kamu rasa jalanya salah!" Rafendra tersenyum lembut, asline tergugu dengan hati bergemuruh hangat.
Tak ada yang bersuara saat pria tua yang begitu mereka hormati meski terkadang saling melempar hinaan juga kekerasan, Rafendra punya tempat tersendiri di hati Arkansas dan para saudara juga putra mereka.
"Rayga... Asline...sejak menikah kalian belum pernah pergi berbulan madu bukan? semua masalah ini menyebabkan kalian harus rela membuat kebahagiaan kalian sedikit tertunda! pergilah musim semi nanti setelah pesta pernikahan para saudaramu! Pilih destinasi manapun kakek dan Daddy kalian sudah punya plain,tinggal tunggu keputusan kalian ingin honey moon kemana? " Asline menatap tak percaya atas ucapan kakek mertuanya itu.
__ADS_1
"Kakek....Daddy....ini.. sebenarnya asline merasa itu tidak perlu ka-"
"Tidak perlu bagaimana? kakek dan Daddy kalian itu benar sayang ....pergilah berlibur habiskan waktu kalian berdua! mau kemana? katakan saja uang mereka terlalu banyak hanya untuk kalian pakai berlibur ! " Kayra berucap jenaka,asline terdiam menatap Rayga yang tersenyum lembut sembari menggenggam erat tangannya .
"Baiklah terima kasih kakek..Daddy!" Asline berucap sembari tersenyum cerah.
"Cie... kakek! masa hanya saudari asline saja,kami tidak diberi paket liburan begitu?" Victoria berucap jahil sembari memberi kode pada para sahabatnya yang duduk menyimak penuh semangat.
Rafendra menatap para gadis muda itu dengan senyum mengejek.
"Uang calon suami kalian itu sudah banyak..minta pada mereka sana...ini fulus kakek kalau kalian mau liburan ya jangan sama kakeklah...." Rafendra berujar dengan senyum jahil.
Victoria mendatarkan wajahnya,pria tua ini sangat kekanakan!.
"Fulus apa coba? mana Ria paham kakek!" Victoria berucap sembari tersenyum paksa.
"Fulus....money..money!! itu saja tidak tau!" Balas Rafendra mengejek.
"Bahasa apa itu?! tidak jelas!" gadis itu kembali membalas jengkel.
Raino menepuk jidatnya pening,apakah kekasihnya ini tidak tau? semakin pria tua ini di lawan semakin senang dia membuat darah tinggi!.
Rafendra tergelak saat melihat wajah nelangsa raino.
"Kakek pelit ya...." Raels ikut bersuara menatap wajah jahil Rafendra miris.
"Pelit apa raels...kalau kakek pelit memang calon suami kalian bisa jadi tuan muda kaya? Nah.. kalau asline beda cerita...dia itu cucu menantu kesayangan kakek....lihat dia selalu memasak saat nenek kalian lelah,dia juga yang selalu memijit bahu kakek dan menemani kakek memancing di danau saat senggang.Nah kalian....? taunya kencan dan kerja terus! " Victoria dan para sahabatnya bungkam.
Ceritanya si kakek tengah balas dendam ini?.
"Baiklah... baiklah kakek menang! tapi kalau kakek ingin kami memasak bisa saja..yah,selama kakek tidak takut dapur mansion terbakar!" Victoria tersenyum lebar, Rafendra bergidik.
Benar!.
Fakta yang paling menyakitkan adalah,hanya asline yang memasak sesuai seleranya sedang sisanya.
Victoria bahkan tak tau menyalakan kompor!.
Raels yang memang tau memasak tapi sayang Rafendra tak suka dengan hasil racikan bumbu gadis itu.
Kalau ditanya kenapa,dia akan menjawab.
"Kamu masak sayur apa kolak ? manis sekali....!"
Yah,dan masih ada sejuta alasan lainya yang membuat raels pundung setiap memasak untuk tetua Wiguna itu.
Rubi,gadis itu bahkan memasak telur saja gosong!.
Aira,cucu jendral itu bahkan berteriak hanya karena takut membalik ayam diatas penggorengan!.
Jihan? calon dari Maxim itu bahkan lebih mengerikan! bayangkan saja setiap makan masakan gadis itu, Rafendra akan selalu merasa bahwa dia telah menelan seliter air laut! .
Sera?.Gadia remaja itu bahkan lebih parah dari Archana dalam memasak! bagaimana tidak? gadis itu bahkan tidak tau beda antara gula dan garam! salahkan saja sejak kecil selalu disediakan makanan fast food karena perlakuan ibunya.
Naomi? Gadis asli China itu bahkan hanya tau cara memasak masakan tradisional China,Dan Rafendra tidak suka masakan China!.
Jadi...
Hanya asline yang masakannya sesuai selera mulut dan perutnya!.
"Tidak perlu...kakek masih sanggup menggaji para koki! melihat kalian memasak saja sudah membuat kepala kakek pening! jauhi dapur..." Raels dan Victoria bertos ria melihat wajah nelangsa Rafendra .
Yah,moment bahagia meski bukan bersama keluarga kandungan! para gadis itu tersenyum haru.
__ADS_1
.....TBC.....
coment ya 🌹