
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan komen...
PS : Ingat ya reader Wiguna,ini hanya kisah fiksi meski El mengambil latar Eropa bukan berarti sistem dunia novel yang El tulis harus sama dengan sistem Eropa pada kenyataannya.
Inggris hanya layar ingat ya teman-teman,bukan untuk diambil sebagai contoh!.
Dalam dunia fiksi apapun boleh terjadi....
Jangan menuntut ya...
El ingat ada yang komen
" Arshenio kan baru 25 tahun..kenapa bisa jadi Mayjend? terus diakan waktu itu masih muda 18 tahun kok sudah jadi kapten pasukan?"
El jawab :
" Ingat ya guys..ini hanya fiksi apapun bisa terjadi jangan samakan dengan sistem dunia nyata!"
So....
Nikmati saja ya tenggelam dalam mimpi jangan bawa dunia nyata kedalaman kisah ini!.
...🥀 Happy reading and keep spirit 🥀...
Ruang tamu sebuah vila sederhana yang berada tepat di pesisir kota Texas.
"Mama tidak sangka kamu benar-benar datang!" seorang wanita baya dengan rambut pendek sebahu dan gaya pakaian yang begitu santai nan sederhana bertanya.
Rayga,sosok tampan yang duduk tepat dihadapan salah satu pasangan orang tuanya itu.
"Hm....ini...hanya datang mengantarkan titipan mama kayra...mampir saja.." Rayga menyerahkan sebuah amplop dan menatap pasangan baya itu lamat.
"Papa Nix..mama Cristal,tidak adakah niat kalian untuk kembali berkumpul bersama semuanya?" Rayga bertanya dengan nada lurus tak beriak.
Nixon tersenyum samar.
Pria baya dengan kaca mata bening membingkai maniknya itu bersandar pada sofa dan merangkul sang istri yang telah menerima amplop dari Rayga.
"Son.....kami sudah bahagia dan tenang disini.menepi dari hinggar binggar dunia...kau tau masa tua kami telah tiba meski tanpa anak kami sudah puas,memiliki satu sama lain dengan Cristian yang berhasil memgemban tugas kami bersama keluarga kita disana....jangan banyak berfikir...kami bahagia disini...." Rayga menghela nafas samar.
"Semua orang baik?" Cristal berucap sembari mengatur set cangkir teh yang baru disajikan pelayan vila-nya.
Rayga mengangguk tanpa niat menjawab.
"Ma..pa...jika bosan datanglah berkunjung ke London...semua orang akan bahagia,baiklah Ray pamit ..." Rayga bangkit dibawah wajah tak rela Cristal dan gelengan kepala Nixon.
"Cepat sekali... menginaplah meski semalam....mama masih merindukan kamu!" Ucap Cristal membujuk.
Rayga menggeleng dengan senyum samar.
Greph....
Pria dewasa itu memeluk tubuh Cristal,meski bukan ibu kandungnya.
Semua wanita di keluarga Wiguna yang seusia mendiang ibunya adalah tetap bagian dari sosok ibu baginya..
"Maaf ma.. lain kali saja..." Rayga melepas pelukannya,kemudian beralih memeluk Nixon yang tersenyum bijaksana.
"Apapun urusanmu....jaga kesehatan!" Nasehat Nixon sebelum melepas pelukannya dan menepuk bahu lebar putranya itu.
"Liora....lihat putramu sudah tumbuh menjadi sosok pria yang begitu hebat..suami dan ayah yang begitu penuh tanggung jawab! Liora...kamu berhasil !" batin Nixon,sembari mengantar sosok Rayga hingga kedepan pintu keluar vila.
Rayga menaiki mobil Pajero hitam dengan seorang supir yang siap mengantar putra majikanya.
__ADS_1
"Ma..pa..setelah ini Ray akan langsung kembali..." Cristal maupun Nixon mengangguk sambil tersenyum tak berdaya.
Akhirnya mobil melaju keluar dari gerbang vila keluarga Algarian.
...........
Texas...
...( Bayangkan malam ya )...
Vila kediaman Kingsley....
Malam terhias langit gelap tak berbintang,angin dingin yang berhembus perlahan membawa mimpi setiap orang semakin dalam.
Sementara lampu-lampu vila Kingsley perlahan mulai redup,sebuah mobil Pajero sport berhenti tepat didepan gerbang tinggi yang menjulang.
Para penjaga mengeryit kala menatap mobil asing yang berhenti itu.
Hingga...
Mata demi mata para pria bertubuh besar itu membola.
Dengan langkah terburu-buru serta keringat dingin yang mulai membasahi tulang belakang mereka.
Segera,delapan orang penjaga vila mewah itu berbaris.
"SE-"
"Silent!"
Sosok bermantel hitam itu hanya berucap satu kata,dan semua terdiam membisu.
Memandang satu sama lain dengan panik.
Meski jarak antara gerbang dan pintu masuk cukup jauh,tak ada raut kelelahan yang terpancar dari wajah tampan itu.
Seorang kepala penjaga yang mengerti tatapan kakak dari majikannya itu segera merogoh kunci cadangan vila yang ia simpan di saku celananya.
Membukakan pintu dan melihat sosok beraura berat itu memasuki vila.
"Tidak perlu ribut..." Rayga memperingati kepala penjaga yang terlihat sekali berniat bergegas membangunkan majikanya.
Pria muda itu mengangguk dan hanya bisa melihat saat sosok tinggi dan terhormat itu berjalan naik ke lantai dua.
Rayga menapaki anak tangga dengan santai.
Bibirnya menyerigai begitu dalam.
Hingga....
Melewati lorong lantai dua.
Dimana kamar archana dan Brixton berada tepat disisi kamar berpintu putih bertuliskan.
...Our princess room...
...Zia...
Rayga tersenyum lembut memutar gagang pintu perlahan.
Dan akhirnya pintu terbuka.
Kamar tidur dengan dekorasi lucu dan semanis pemilik nya.Kamar dengan nuansa langit biru yang membawa keceriaan juga rasa damai.
__ADS_1
Namun,senyumnya luntur begitu melihat satu sosok yang begitu merusak pemandangan.
Satu sosok besar tengah memeluk sosok balita mungil nan manis yang ikut memeluk kembali sosok yang memeluknya.
" Pengganggu!" ucap Rayga rendah.
Rayga meraih sebuah botol kecil dari balik mantelnya, sebuah botol mini dengan ujung berbentuk spray.
Rayga berdiri tepat menjulang menatap sosok arshenio yang tidur begitu nyenyak tak menyadari kedatangannya.
Yah,hanya langkah Rayga saja yang tak bisa terdeteksi oleh para inti bahkan arshenio yang sudah biasa hidup dalam perang perbatasan sekalipun!.
Menyerigai licik.
Cairan didalam botol segera disemprotkan kearah wajah arshenio.
Mayjen muda itu mengerang keras sebelum akhirnya jatuh tertidur semakin lelap.
Rayga dengan kejamnya menarik kerah belakang piyama tidur adik laki-laki itu.
Brukhhhh!!!...
Tubuh arshenio terjatuh dari ranjang dengan suara yang cukup keras.
Namun,bahkan setelah semua perlakuan kejam Rayga itu pada adiknya,arshen bahkan tak terbangun sedikitpun!.
Rayga tertawa rendah.
Segera,menaiki ranjang sang putri.
Putri kecil kesayangannya.
"Betapa menggemaskan putriku....lihat pipi bulat ini...haha....hebat juga adonanku bisa menjadi sosok seimut ini!" Ucap Rayga jenaka.
Segera,mengelus pipi montok putrinya dan dengan perlahan mengangkat tubuh kecil itu kedalam pelukannya.
"Bayi kecil Daddy....saatnya kita pulang!" Rayga menyerigai senang.
Menatap sosok arshenio yang tergeletak bak orang mati dibawah sisi ranjang.
Terlentang tak berdaya !.
Mayjen muda yang malang!.
Begitu melewati pintu kamar.
Para penjaga vila menatap kejadian itu ngeri sendiri.
Mereka tau betapa bringas sosok Arshenio,namun yang dihadapan mereka kali ini bahkan melebihi Hades dari neraka itu sendiri!.
Apa yang harus mereka lakukan?!.
"Lihat apa? " Rayga berucap dengan wajah tanpa ekspresi.
Para penjaga menggeleng panik dan segera mundur cari aman saja!.
Biarkan majikanya urusan nanti,sekarang menyingkir dulu dari iblis ini!.
Melihat itu,Rayga mendengus dingin
Mengecup pipi putrinya yang tertidur sembari menyandarkan pada bahunya.
Pipinya yang bulat itu semakin membulat tertindih pada bahunya.
Rayga tertawa renyah..
"Putri Daddy yang manis....lets go home ..."
__ADS_1
.....TBC.....