Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Diego ( Special part one )


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya 🌹...



...♣️.....♣️...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...♣️.....♣️...


Suasana terasa berat kala seorang pria paruh baya terduduk linglung dihadapan seorang pria paruh baya lain dengan wajah dingin tanpa ekspresi.


Wajah oriental itu benar-benar terlihat tampan tak terpengaruh usia.


Wanita paruh baya yang duduk disamping pria paruh baya berdarah oriental itu menggeleng miris,suaminya ini benar-benar membuat sakit kepala!.


"Ja..jadi apa yang anda inginkan tuan Stevano Hara,nyonya Angel Hara?" Pria paruh baya dengan kaca mata bening itu menegang kaku,entah apa kesalahan dirinya hingga pebisnis kuliner sebesar Ryuiji Stevano Hara dan sang istri datang menemui dirinya langsung.


"To the point saj- shhhhhhh...Honay?" Ryu mendelik kaget begitu cubitan maut mendarat di pinggang nya.


Benar,pasangan itu adalah Ryuiji Stevano Hara dan sang istri Angel.Sang mantan model kelas dunia.


"Hm..sibuk mempertahankan toko kecil ini hingga kau bahkan tidak tau apa pun tentang putrimu?" Mengabaikan delikan angel,Ryu berucap penuh arti.


"Maafkan suamiku tuan Sanders,begini..maksud kedatangan kami kemari ingin-"


"Putraku menyukai putrimu,kami ingin melamarnya untuk putraku Ryuga.Dari perusahaan furniture besar dan kini jatuh menjadi sebuah toko mebel kecil,sebaiknya jangan banyak berfikir,kau akan hidup nyaman jika Rubi menikah dengan putra kami.Aku tidak meminta,tapi aku memaksa! kau sudah tua...habiskan harimu dengan santai,tidak perlu bekerja keras lagi,karena semua kebutuhanmu akan keluarga kami penuhi " Ryu memutus ucapan sang istri,angel menggeleng lemah.


Suaminya benar-benar berlidah lava!.


"A..apa?" Sanders tergagap,fikiranya kosong dan tubuhnya bersandar lemas pada kursi.


"Begini tuan Sanders,kau mengenal putra kami? dia CEO dari Hara Speed.putra kami sangat menginginkan Rubi sebagai istrinya,kami sebagai orang tua berharap,anda mengerti dan berfikirlah.Saya sendiri akan menjamin Rubi akan jadi layaknya putri di keluarga kami ! Percaya pada kami!" Angel berucap lembut,menggenggam erat telapak tangan suaminya agar diam saja,dan biarkan dia yang berbicara.


Ryu mengangguk pasrah.


Sanders terdiam,menatap kedalam bola mata pasangan legendaris clan Jepang itu.


Ketulusan....


"Saya akan berbicara dengan Rubi.." Sanders berucap final.


Ryuiji bersidekap dada,menyerigai dalam.


"Sanders...kau tidak lupa berapa hutang yang kau tanggung dari dulu hingga kini demi menyelamatkan perusahaanmu bukan? tindakan yang bahkan tidak berguna, sia-sia.Perusahaan milikmu tetap bangkrut meninggalkan setumpuk hutang yang begitu besar,yakinkan putrimu.Aku sendiri yang akan memastikan putraku mengurus segala masalah finansialmu" Ryu tersenyum simpul,angel hanya bisa pasrah menerima setiap tindakan suaminya.


Sanders mematung,maniknya bergetar dengan wajah memucat.


"Tuan Sanders, kami tau apa yang akan menimpamu dalam satu bulan kedepan.Pihak bank akan menyita rumah terakhirmu jika anda belum bisa melunasi pinjaman terakhir anda dulu,dan hutang Anda di beberapa lintah darat untuk membayar gaji karyawan.Toko kecil ini juga pada akhirnya nanti akan disita! jadi mau bagaimana anda akan merawat Rubi? saya tau putri anda telah bekerja dan telah dewasa,namun...anda tau bagaimana para lintah darat itu memperlakukan putri nasabah mereka yang bermasalah?!" Ryu berucap penuh makna,berdiri menarik lembut tangan sang istri.


"Tuan Sanders..kami permisi,fikirkan itu" Angel pamit dengan senyum ramah.


Hening...


Sanders berdiri,berjalan keluar dari ruang kerjanya di toko kecilnya.


Maniknya menjelajah setiap sudut toko.


Tokonya kini semakin sepi,semenjak sebuah toko besar mebel juga dibangun beberapa blok dari lokasi tokonya.


Bisnisnya semakin merosot .


Dan bunga pinjamannya semakin membengkak.


Sanders menghela nafas,meraih kunci mobil sedan miliknya.


Berjalan dan menutup tokonya.


...........♣️...........


Dark palace...


Rumah pelelangan....


"Kau mau mati?! informasi dari pihak lelang mengatakan bahwa daun ekor cobra akan dilelang malam ini! lalu mengapa benda itu di black list?!! kau membuang waktuku!!" Pria tampan dengan jaket sport digulung hingga siku itu mencengkram kerah seorang pria dengan wajah pucat.


Keributan terjadi,ruang belakang panggung sebuah acara pelelangan menjadi mencekam.


Bukan hanya karena kemarahan pria berwajah tampan itu,namun karena status juga latar belakangnya.

__ADS_1


Sang Ilmuwan gila dari organisasi Blood Eagle!.


Cucu dari tuan besar Rafendra, Lucifer Wiguna!.


Putra dan pewaris satu-satunya dari keluarga besar Wishutama.


Diego Wishutama Wiguna.


"Sabar dulu tuan muda Diego.....tolong tenanglah..."Kepala pelelangan berucap ketar-ketir,keringat dingin membasahi punggung juga telapak tangannya.


Wajah tampan itu tak sesuai dengan image monters pria itu.


BRAKHHH..


Diego menghempas tubuh pria yang hampir mati oleh cekikan kejam nya.


Tubuh itu menghantam lantai dengan keras.


"Kau bilang tenang?! aku dari London berkendaraan dari tengah malam ke pulau ini! dan kau mengatakan agar tenang?!! kau mau kubunuh?! serum racunku tidak akan jadi tanpa daun ekor cobra itu! " Amuk Diego emosi.


Dia berkendara begitu cepat dari london,berburu dengan waktu.


Tapi apa yang dirinya dapat saat sampai?.


Daun tanaman beracun tinggi yang ia inginkan layu,dan dibatalkan dalam item yang akan dilelang.


Harusnya mereka bisa menjaga tanaman itu agar tetap segar! hingga dirinya tak perlu pergi dengan sia-sia!.


"Tuan muda...te-"


DORRRRR....


ARKKKKHHH...


Jeritan pecah seketika,pria yang menjadi sasaran kemarahan Diego mati.Mati dengan kening berlubang.


Kepala pelelangan mematung,mengigil hebat melihat kematian salah satu pekerjanya.


"Tuan muda!!! to..tolong tenanglah,jika..jika anda benar-benar menginginkan daun ekor cobra itu,maka...ada..ada satu desa yang akan memberi anda tanaman beracun itu sebanyak apapun yang tuan muda inginkan!" Kepala lelang berseru dalam kepanikan.


Dessert eagle yang bermain di tangan Diego berhenti,seringai putra Dexter dan arabela itu terbit dingin.


"Jika kau bicara sejak tadi,tidak ada yang akan mati.." Ucapanya main-main,Diego menyimpan kembali senjatanya di balik jaket.


Mengigil,pria dengan kumis hitam itu menatap ngeri sosok ilmuwan gila itu.


"Tapi..tapi tuan muda,desa..desa itu sangat jauh,medan-nya juga terjal.Selain itu daun ekor cobra juga memang tumbuh disana,namun hanya satu keluarga yang bisa membudidayakannya.Dan..dan keluarga itu terkenal sulit diajak bicara ! takut...takutnya mereka tidak akan memberi anda daun itu" Pria dengan kumis melintang berucap gugup.


" Dimana?" Tanya Diego malas.


"Desa White Mountain!" Ucap kepala lelang cepat.


Diego menyerigai licik.


Semua orang melongo horor.


Pria muda ini gila!.


Rumornya memang benar!.


Pewaris clan Wishutama ini tak jauh beda dengan para pewaris keluarga clan Wiguna lainya.


Diego menatap mayat yang baru saja meregang nyawa oleh kegilaan sepontan dirinya.


Mendesah lelah.


"Huft...Raino akan mengamuk nanti" Desah Diego menatap banyaknya saksi mata yang melihat kelakuan dirinya.


Jika hanya ayahnya saja atau keluarga yang lainnya tau, Diego tak masalah.


Namun....


Bagaimana jika ibunya yang lemah lembut dan baik hati tau? Ibunya,Nyonya Arabela Dexter Wishutama!.


Diego sudah merinding ngeri membayangkan reaksi drama sang ibu.


Menangis tujuh hari tujuh malam dengan kata-kata mutiara sepanjang jalan bumi ke langit!.


Pukul 8 pagi,motor sport Diego meninggalkan lokasi pelelangan.


.........♣️.........


Diego menaikan kecepatan laju motornya begitu memasuki sebuah kawasan dengan dua buah gapura besar di kanan kiri.


Namun...


Ckiiitttt.....


"DAMN IT!!"


BRAKHHH...


Diego terjatuh,motor yang ia kendalikan oleng dan akhirnya jatuh menimpa kaki kirinya.


Memaki emosi,melepas dan melempar helmnya .Bangkit dan berdiri menatap nyalang seorang gadis yang terlihat jatuh dengan wajah menunduk kebawah.


Rintisan terdengar jelas ditelinga ilmuwan muda tampan itu.


"HEI..APA KAU BODOH?! MENGAPA KAU BERJALAN SEMBARANGAN?!! KAU MA-"


Degggg....

__ADS_1


"Kau yang bodoh!! jika tidak bisa membawa motor jangan berlagak layaknya kau adalah pembalap disini! ini jalanan desa kecil, Bagaimana jika motor besarmu itu menabrak orang lain?! pemuda kota! mereka semua sama saja!"


Diego diam linglung,emosinya sirna tatapannya terpaku terus menatap ke depan.


Wajah yang begitu indah,bak kelopak bunga beracun yang langka!.


Gadis cantik dengan mata yang berwarna sama seperti bola matanya.


Cantik....


Sederhana....


Manis...


Apa?!....


Diego mengerjap linglung.


Membuka kaca mata hitam yang menutupi manik sebiru samudra yang mampu membuat wanita manapun terpesona.


Iblis yang menjerat dengan wajah ramah.


Diego terdiam, menatap dimana gadis itu kembali menunduk dan memijit pergelangan kakinya dengan wajah menahan sakit.


Gadis itu mengangkat wajahnya kembali,kaca mata hitam itu telah terbuka.


Degggg..


Diego menyentuh dadanya yang bergemuruh hebat.


Manik indah gadis itu menatap matanya tanpa takut.


Hanya ada rasa kesal disana.


Keduanya saling menatapnya dengan artian mata yang berbeda.


Diego tak perduli arti dari tatapan itu,tapi satu yang pasti telah terjadi.


Jantungnya berdebar kencang....


Ini....


Perasaan yang luar biasa!.


"Apa begini cara pria kota menunjukkan betapa hebat diri mereka? ugal-ugalan dijalan kecil ?! Bagaimana kau bisa hampir menabrak seseorang yang bahkan berjalan dipinggir jalan? kau ini bisa membawa motormu atau tidak?!" Gadis cantik dengan manik berwarna biru itu mengoceh,bibir manisnya terus bergerak dan manik Diego bergetar salah fokus.


Suara gerutuan gadis itu bak melodi kepakan sayap kupu-kupu yang mengusik ketenangannya!.


"Khem...aspal dijalaan ini licin karena embun pagi! maafkan aku nona...aku benar-benar kehilangan kontrol motorku, sangat sulit dengan medan yang menurun seperti ini" Diego berucap begitu lembut,wajah tampannya menyorot akan rasa ketertarikan tinggi.


Gadis dengan kaos merah muda berbalut syal bulu dikeher dan rok putih panjang yang menutupi kaki jenjangnya.


Diego jadi berfikir,bagaimana indahnya kaki yang tertutup rapat itu? bahkan kuku jari kaki berpoles cat kuku berwarna merah jambu itu sangat imut!.


Glek...


"Jangan memberi banyak alasan! kau fikir aku tidak tau isi otak pria kota seperti dirimu! kau akan sengaja ingin menabrak seorang gadis dari desa seperti diriku,kau fikir gadis desa begitu bodoh hingga akan tertipu dengan trik rendahan seperti berpura-pura menabrak lalu menolong setelah itu kalian akan menjerat dan mempermainkan kami! setelah puas kalian para orang kota akan kembali ke kota meninggalkan kami para gadis desa disini dengan omong kosong,jangan pernah berfikir begitu!! karena orang-orang kota seperti dirimu aku sudah sering melihat mereka! Bla...bla..."


Diego menyerigai dalam,menatap bibir yang terus bergerak cepat itu dalam diam.


Tersenyum tanpa sadar, sementara gadis bermata biru itu terus mengoceh dengan manik melotot garang.


Diego memiringkan kepalanya dan bersidekap dada dan terus diam mendengarkan suara lembut bak alunan melodi alam yang merdu.


Menyugar rambutnya yang sedikit pirang, menatap bahkan tak berkedip sekalipun.


Gadis itu akhirnya diam bingung.Berdecak kesal.


"Dasar pria gila!" Sinis nya sebelum membungkuk kembali meraih keranjang berisi bunga dan melangkah pergi.


Diego terdiam,senyumnya terbit secerah mentari.


Terus menatap kearah perginya gadis cantik itu,manik birunya turun.


Senyum itu lenyap kala melihat cara gadis itu berjalan.


Tertatih!...


Menghilang.


Menghilang dari balik belokan jalan setapak.


"Apa aku telah melukai dia? dia?!! astaga aku bahkan tak tau namanya! dasar bodoh!!" Diego mengumpat kesal.


Begitu terpesona hingga bahkan tak ada satupun kalimat yang bisa ia keluarkan hanya untuk sekedar bertanya nama,atau mengantar gadis itu.


"Maaf...kamu kenapa anak muda? kau baik-baik saja?" Diego tersentak kala menyadari seseorang berdiri disampingnya dan bertanya kepadanya.


"A..ia... tidak apa-apa paman" Diego berucap linglung.


Sialan..


Dampak besar gadis itu bahkan membuatnya layaknya seperti orang bodoh!.


"Maaf..bolehkan saya bertanya paman? siapa gadis dengan rok panjang berwarna putih yang baru saja pergi tadi?" Diego bertanya cepat,yah sebelum kebodohannya berulang kembali.


"Ohhh..gadis itu,dia...."


...🌹...


...TBC...

__ADS_1


Love you all.. terima kasih atas jejaknya dan yang sudah memberi poin maupun hadiah.


Arigatou😋


__ADS_2