Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Our times


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...


...Vote,like dan komen...


...Happy reading...


...And...


...Keep health...


...🍃...



Plakkk.....!


Isabel jatuh dengan pipi yang membengkak seketika,asline tidak bermain-main dalam mengerahkan seluruh kekuatanya dalam telapak tangan yang mendarat di pipi Isabel.


Hansen terbelalak melihat kekasihnya dipukul begitu keras ,harga dirinya sebagai pria Isabel tercoreng !.


Bangkit dengan wajah terdistorsi.


" SIALAN KALIAN BERDUA BERANI MENYAKITI KEKASIHKU!" Hansen sudah menarik tubuh rayga dengan membalik bahu kirinya.


Tapi ...


Tanpa Hansen perhitungkan.


Rayga terlalu kuat,Hansen bukan berhasil memukul pria ini.Namun rayga justru menyambar tangan kiri Hansen dan segera membalik tubuh pria itu terjepit pada lantai kembali.


Rayga bertumpu pada satu lututnya sementara tanganya menekuk satu tangan Hansen dibelakang,dan satu lagi menarik rambut pria itu dalam pose terbaring tengkurap.


Hansen meraung kesakitan,kepalanya dipaksa terdongak menatap ke depan.


Para pengunjung resort yang melihat menatap ngeri,wajah tampan ini terlihat tak memiliki emosi.


" Kau ingin tau apa arti dari menyakiti?"


Dalam suara lebih ke mengancam,Rayga menatap asline sang istri dengan senyum hangatnya.


"Dear....jangan pakai tanganmu! ambil ini dan sobek mulutnya!"


Rayga melempar sebuah belati dengan gagang berwarna silver tiga buah rubi merah menghiasi gagang benda tajam dengan ujung meruncing .


Duar.....


Seketika bak petir menyambar tubuhnya!.


Isabel menggeleng ngeri saat mendengar ucapan bernada jenaka itu,namun pria yang baru saja mengucapkan itu justru terlihat lebih dingin dari lapisan es di Alaska!.


Hansen gemetar dibawah kuncian maut Rayga,dipaksa melihat kearah Isabel yang menatapnya putus asa.


Asline terdiam kaku menatap belati yang kini berada di tangannya.


Rayga yang melihat keraguan sang istri entah mengapa tak bisa merasa marah.


Meneliti sekitar,rayga dengan suara menggelegar bak gemuruh petir memanggil penanggung jawab resort.


"DION! KEMARI...."


Segera,seorang pria baya keluar dengan wajah dihiasi keringat dingin.


"Tu..tuan muda katakan perintah anda..." Dion dengan tubuh gemetar berusaha untuk tidak menambah bahan bakar kemarahan sang tuan.


Faktanya adalah, resort ini adalah salah satu properti dari Wiguna jaya Coorporation!.


Rayga menyeringai,melirik Hansen yang sudah gemetar penuh kemarahan dibawah kuncian maut yang ia lakukan.


"Kosongkan tempat ini dalam waktu 10 detik,matikan cctv dan......tutup area ini!" Rayga bertitah dengan bengis.


Beraninya para sampah ini ingin menyakiti istirnya dibawah garis wilayahnya!.


Jika ini Indonesia dan bukan London lalu apa? Cakar Wiguna bukan hanya ada di London,namun beberapa wilayah Asia termasuk Indonesia juga telah masuk kedalam sayap aset properti keluarganya!.


"Ba..baik tuan titah anda akan segera terlaksana!" Dion segera berbalik dan meraung pada para pekerjanya.


Segera tidak sampai hitungan kesepuluh .


Rumah sewa area resort segera kosong.


"Dear...sudah dibersihkan segalanya.. lakukan! takut apa? manusia yang berani menyakiti milikku belum lahir! " Asline dengan patuh mendengar suaminya.


"TIDAK... PERGI...PERGI MENJAUH DARIK-AKHHHHHHH!!!!"


Isabel menjerit,menutup pipinya yang seketika banjir oleh darah!.


Asline benar-benar melakukan apa yang Rayga katakan!.


Belati ini benar-benar tajam! satu kali sayatan dan kulit itu koyak dengan luka dari pipi hingga mendekati sudut bibir.


"Bella!!!!!" Hansen meraung keras,wajahnya membiru penuh kemarahan dan kebencian kala pasangan itu benar-benar mencoreng harga dirinya!.


Rayga melepaskan Hansen dengan puas.


Melihat kepatuhan para pekerja dan pemilik resort,Hansen gemetar dengan amarah yang mendidih.


"KAU! MELIHAT DARI REAKSI PEMILIK RESORT INI...KAU PASTI SESEORANG DENGAN KEKUASAAN?! TAPI TAK PERDULI SIAPA ANDA! BAGAIMANA BISA KALIAN BERLAKU KEJI PADA ORANG LAIN?!!! TERLEBIH APA KAU TAK TAU SIAPA AKU?"


Dengan manik memerah dan tubuh gemetar Hansen memaki dan mengutuk.


Rayga mengelap telapak tangan lembut istrinya yang ternoda darah dengan sebuah sapu tangan berwarna putih hingga benda itu ikut memerah.


Memeluk tubuh semampai itu dengan posisi asline memunggungi Hansen dengan rayga yang memeluknya,menumpukan dagunya diatas puncuk kepala asline dengan wajah menghadap Hansen.

__ADS_1


Rayga terkekeh rendah.


"Sebelum kau bisa memaki orang...kau harus mengajari dulu wanitamu berprilaku...dan jika pada akhirnya kalian menderita ....kau berfikir kami keji? kekuasaan? heh...aku bahkan mampu menumbangkanmu meski tanpa kekuasan. Dion! lempar mereka keluar dari sini!" Rayga bertitah dan Dion segera mengangguk dengan wajah pias.


Hansen menggeleng tak percaya.


Rayga menyiratkan dalam setiap kata-kata,tak perduli meski Hansen adalah seseorang yang punya kuasa.Rayga mampu membunuh keduanya tanpa harus melibatkan siapa yang lebih berkuasa!.


Hansen yang diseret keluar dengan Isabela yang sudah jatuh tak sadarkan diri didalam genangan darah segera maraung,kemarahan begitu besar hingga seluruh tubuhnya gemetar.


"KAU BEDEBAH! INI KESALAHAN WANITAMU TAPI KAU MEMBELA MEMBABI BUTA! AKU AKAN MEMBALASNYA..MEMBALAS KALIAN!!"


Raungan Hansen terdengar ditengah para staf resor yang menggigil.


Siapa yang tak mengenal Hansen? Dia adalah putra dari seorang pengusaha batu bara dan sudah menjadi pelanggan tetap resor ini dalam setiap momen libur panjang!.


Dion melirik bos besar yang berdiri bak gunung Everest yang tinggi.


"Tuan muda Hansen...aku berdoa untuk keselamatan dirimu!!" Dion bergidik melihat seringai sang bos besar !.


"Yang benar saja! dengar dia hubby?! orang sombong yang tak bisa mengukur baju dibadan sendiri!" Asline mencibir sengit, Rayga menutup bibir istrinya dengan telapak tangan.


Merasa gemas atas ocehan lucu bernada memaki itu.


"Dear...sudah lupakan dia! katanya mau snorkling? pergilah Speedboat sudah siap !" Rayga mendorong lembut tubuh istrinya agar segera turun menuju dermaga kecil.


Asline mengernyit.


"Masa aku sendiri?" Ucapnya kesal.


Rayga menggeleng gemas,mengikat rambut istrinya agar lebih leluasa bergerak.


"Ya kamu naik duluan dear...pernah dengar ladies first bukan? "jenaka rayga menghadapi wajah tercengang si cantik.


"Nah..itu baru benar.." Asline akhirnya naik dengan suasana hati riang.


Begitu istirnya menaiki boat.


Ekspresi lembut rayga segera berganti.


Berbalik menatap hamparan laut,ponsel ditangannya mendial sebuah nomor tanpa nama.


"Ada perintah bos?"


"Bunuh kedua orang itu! gantung kepalanya di gerbang masuk kota Jogja dan pastikan wajah mereka tak bisa dikenali lagi!"


Tut.....


Setelah menurunkan titah,rayga kembali menyimpan ponselnya pada sebuah kantung kecil yang berada di pinggangnya.


Setelah turun dan telah menapak didalam Speedboat,kini benda itu menuju area dimana keduanya bisa memulai kegiatan snorkeling mereka.


Asline begitu bahagia, Speedboat berhenti dan rayga membantu sang istri memakai peralatan selam.



Yah,tanpa Asline sadari.


Ditengah bahagianya, Rayga kembali menumpahkan darah dengan senyum hangatnya yang selalu terhias untuk istrinya.


..........


Lelah datang saat seharian waktu dihabiskan untuk menyelam dan menikmati keindahan pantai hingga menunggu waktu matahari terbenam.


Asline sudah berganti pakaian dan kini menggunakan sweeter rajut dengan rok kain lembut berbahan sutra.


Rayga menggenggam telapak tangan istrinya,keduanya berjalan disepanjang tepi pantai dengan pasir putih yang membelai langsung tapak kaki.


Rayga membuka ponselnya mencari sebuah lagu romantis berbahasa Indonesia.


Segera sebuah musik mulai terputar.


"Senorita....may i?"


Rayga mengulurkan sebelah tangannya dengan satu lagi tertekuk dibelakang.


Pose laki-laki bangsawan abad pertengahan kala meminta seorang lady untuk berdansa.


Asline menatap dengan tawa renyah.


Menerima uluran tangan itu.


...Akhirnya ku menemukanmu...


...Akhirnya ku menemukanmu...


...Saat hati ini mulai merapuh...


...Akhirnya ku menemukanmu...


...Saat raga ini ingin berlabuh...


...Kuberharap engkaulah...


...Jawaban segala risau hatiku...


...Dan biarkan diriku mencintaimu...


...Hingga ujung usiaku...


...Jika nanti ku sanding dirimu...


...Miliki aku dengan segala kelemahan ku...

__ADS_1


...Dan bila nanti engkau disampingku...


...Jangan pernah letih tuk mencintaiku...


...Akhirnya ku menemukanmu...


...Saat hati ini mulai meragu...


...Kuberharap engkaulah...


...Jawaban segala risau hatiku...


...Dan biarkan diriku...


...Mencintaimu hingga ujung usiaku...


Rayga menarik pinggang istrinya, asline tersenyum kala tubuhnya dibawa berputar dengan topangan kuat suaminya.



Dibawah langit yang perlahan berganti orange,saat senja mulai terhias langit.


Bersandar didada kokoh itu,dengan tubuh yang bergerak lembut kiri dan kanan.


...Jika nanti ku sanding dirimu...


...Miliki aku dengan segala kelemahan ku...


...Dan bila nanti engkau disampingku...


...Jangan pernah letih tuk mencintaiku...


...Jika nanti ku sanding dirimu...


...Miliki aku dengan segala kelemahan ku...


...Dan bila nanti engkau disampingku...


...Jangan pernah letih tuk mencintaiku...


"Akhirnya ku menemukanmu belahan jiwaku...cinta seumur hidupku dan separuh nafasku...Asline aku cinta kamu istriku...jangan pernah lelah atas cintaku,jangan pernah berubah atas cinta ini bersama kita arungi kehidupan baru kita sebagai suami dan istri.Berharap Tuhan akan segera memberi kita anak-anak yang manis yang akan mengisi hari tua kita nanti..." Asline menutup mata, merasa haru atas ucapan tulus pria yang dikenal sebagai raja tiran dan pembunuh!.


Setetes air mata bahagia jatuh,dengan tubuh dipeluk erat dari belakang.


Keduanya menyaksikan satu demi satu bintang terlihat menemani sang rembulan .


"Bukan kamu saja....terima kasih hubby....aku tidak bisa menemukan kata-kata untuk membalas cintamu...tapi yang pasti...hanya Tuhan yang tau betapa aku juga telah memberi hatiku padamu...hubby.....Teamo..."


Pelukan itu semakin erat,membawa rasa hangat ditengah angin malam.


Senyum bahagia rayga terbit,pria itu membawa wajah aslinya mendongak dan dirinya menunduk.


Cuphhhh......


Mengecup kening asline dengan sentuhan penuh kelembutan,kasih sayang dan cinta yang membuncah.


Akhirnya,asline jatuh terlelap dalam buai sang suami.


Rayga tersenyum lembut dan menggendong tubuh istirnya ala bridal untuk kembaki ke resort sebelum besok menikmati destinasi wisata terakhir di kota Jogja ini.


Melihat kedatangan sang bos besar,Dion dan beberapa staf bergerak cepat dengan panik menyambut Rayga yang sudah berjalan mendekati resort.


"Tuan muda....." Dion segera menyapa dengan gugup.


"Tak perlu ribut...minta staf dapur menyiapkan teh madu besok pagi,malam ini kami akan istirahat total" Rayga berucap rendah.


Manager resor itu segera tertegun begitu melihat ternyata ada sosok yang begitu indah didalam pelukan ala bridal tiran ini!.


Segera hawa dingin menusuk begitu Dion tanpa sadar mulai menyadari telah melakukan hal lebih!.


Bagaimana dia berani menatap wanita sang bos besar dengan lamat?!.


Dengan keringat dingin pria baya dan beberapa staf pria lainnya mulai menundukkan kepalanya gemetar.


Rayga menatap dingin,berbalik tanpa perubahan ekspresi.


"Maafkan kami tuan muda..." Segera para staf yang dipimpin Dion segera meminta maaf.


"Lainkali....ingatlah batasan! dan katakan pada seseorang, bawa air hangat untuk membasuh istriku!"


Setelahnya pria itu benar-benar berlalu pergi dibawah helaan nafas Dion dan seluruh pengurus resort.


"Tuan muda ini sama saja dengan tuan besar dan tuan Arkansas!"


"Diamlah cepat pergi lakukan perintah tuan muda atau dia akan membuatmu bertemu dewa Yama!"


Memasuki lift,tak lama rayga telah tiba di kamar presidential lantai teratas resort.


Meletakkan tubuh asline dengan hati-hati diatas ranjang,mengambil wadah berisi air hangat yang dirinya raih dari staf yang mengantarkan itu.


"Pergi" Ucap rayga pada staf wanita yang gemetar tak berani mengangkat wajah,setelah wadah diserahkan wanita itu pergi dengan ngeri.


Tampan memang,tapi kalau auranya begitu hitam siapa yang berani?.


Rayga segera membuka pakaian istirnya,dengan sabar mengusap tubuh indah itu hingga telapak kaki istrinya dengan handuk lembut yang sudah terendam air hangat.


Memasangkan piyama berbahan sutra dan terakhir membersihkan wajah istrinya dengan tissue pembersih wajah yang sudah diberi air mawar.


"Selamat malam istriku..sweet dreams" Rayga mengecup bibir ranum istrinya lembut,menarik selimut dan mengatur suhu ruangan.


Melihat istrinya sudah terlelap dengan nyaman, Rayga berlalu menuju kamar mandi bersiap membersihkan diri sebelum ikut bersama sang istri menjelajah alam mimpi.


.....TBC.....

__ADS_1


__ADS_2