Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Feeling


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...


Setelah ending,El akan kasih extra part buat mini series.


So...


...🥀...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...And...


...Keep spirit...


...🥀...



Rayga segera membawa putri kecilnya duduk,pria dewasa dengan wajah cemas itu menepuk pelan pipi putrinya.


Segera, asline yang dibantu turun oleh putra sulungnya.Archer,segera mendekati sofa tempat Rayga dan putri kecil kesayangannya duduk.


Arkansas,dan ketiga cucunya yang lain pun segera mendekat dengan wajah cemas.


" Baby kenapa sayang? coba bilang pada Daddy kalau ada yang sakit? jangan buat Daddy takut z..." Rayga meraih sapu tangan yang diberikan sang istri,mengusap kening putrinya yang sudah dihiasi keringat dingin.


"Katakan sayang...z merasa tidak sehat? bilang sama mom dan dad!" Asline ikut merasa cemas.


Terutama saat melihat manik bak boneka itu bergetar tak fokus,bibir mungil itu tak bergerak sedikitpun mengeluarkan suara manis itu.


Archer meraih telapak tangan mungil adiknya, menggenggamnya erat.


Arez,anak dengan wajah memerah ketakutan atas teriakan sang adik tadi,berdiri dengan kaku dibawah kaki sang adik.


Yah,Zia duduk dipangkuan sang ayah sembari duduk menyamping sisi kiri duduk sang ibu,sisi kanan duduk archer dan didepan berdiri Arez dan dua R bersama Arkansas yang terlihat gusar.


"Sayang....hei....tatap Daddy!" Zia mendongak,menatap wajah tampan ayahnya terdiam.


"Dy....tu...tu...z lihat...."


Tubuh kecil itu gemetar,Rayga semakin memeluk tubuh putri kecilnya gusar.


Ada-apa?!.


Apa yang membuat putrinya begitu takut seperti ini?!.

__ADS_1


Zia termenung,dirinya melihat jelas lorong jembatan itu roboh oleh sebuah ledakkan.


Namun,wajah pria dewasa dan dua anak kecil didalam mobil itu tak terlihat jelas.


Tapi yang pasti.


Mobil sport itu benar-benar tertimpa bangunan jembatan yang roboh!.


Tepatnya,sebuah terowongan dengan lorong yang begitu panjang.Yang menjadi jembatan penghubung antara kota kecil disekitar Manhattan.


Banyak mobil tertimpa,ada banyak korban yang tewas.


Dan sayangnya,Zia kecil tak jelas akan lokasi kejadian.


Kepanikan dan suara-suara menjadi tak terdengar kala bayangan itu terus berputar di benak Zia.


"ARTYZIA! LIHAT MOMMY!"


Deg....


Manik kosong itu akhirnya tersadar oleh bentakan sang ibu.


Bibir kecil itu bergetar dan manik bulat itu berkaca-kaca.


"Maaf sayang...mommy bukan bermaksud bentak baby z! sekarang coba katakan kenapa Zia seperti ini? ada yang sakit? bilang sayang?" Asline segera meraih tubuh kecil itu,memindahkan kepangkuan-nya dibantu sedikit gerakan samar suaminya.


"Mommy.....da jembatan ..jembatan na jatuh dan cemua olang berdalah...hiks....mommy Z takut,tapi z ndak tau ciapa yang beldalah tu! hiks...hiks.....Kek Alkan....Dy...bilang cama cemua na danan lewat cana nanti cemua celaka!"


Arkansas menatap cucu perempuan kesayangannya itu lamat,bahkan Rayga dan archer saling melirik begitu rumit.


Arez,Rex juga Raindres seketika terdiam dengan ekspresi terkejut.


Asline meraih dagu putri kecilnya sayang,mengecup kedua mata basah itu lembut.


Sakit sekali melihat putrinya menangis begitu ketakutan oleh sebab yang bahkan tak begitu jelas faktanya.


Namun,sejak kecil Zia seakan memiliki sebuah kemampuan aneh.


Tertawa bahkan entah disuatu waktu berada di kamar,dan beberapa detik entah bagaimana sudah berada di taman yang jauhnya tak main-main dari kemampuan melangkah balita kecil normal!.


Ini fakta meski nalar menolak!.


Dan yang paling mengerikan adalah ,kemampuan balita kecil ini dalam berkata sebuah firasat.


Dan semua tak pernah meleset!.


Bukan hanya itu,masalah besarnya adalah setelah itu.Zia akan jatuh sakit dan terus memimpikan hal yang sama berulang-ulang.


Rayga menatap Zia kecil yang sudah terlelap di buaian istrinya.


Asline mengangguk,Rayga bangkit menuju sang ayah berdiri.


Disisi jendela ruang rawat tepat menghadap taman belakang rumah sakit keluarganya.


"Dad...."


"Jika apa yang Zia katakan itu benar,kita harus waspada....Zia,tak pernah kolaps tentang firasatnya ! dan selama ini,keluarga kita berulang kali lolos dari maut oleh peringatan Zia.Jembatan,penglihatan Zia berhubungan dengan jembatan!" Arkansas berbalik dari sisi menghadap taman menuju arah putranya berdiri.


Rayga menatap lurus wajah sang ayah.


" Z'industries memang sedang ada proyek berskala besar dalam pembangunan London bridge bekerja sama dengan perusahaan Brixton dan Wishutama.Pemerintahan ingin membangun sebuah jembatan terowongan baru menuju Manhattan! sudah 80% rampung" Jelas Rayga sadar kemana arah pembicaraan ini terjadi.


"Waspada Rayga....ada puluhan pekerja yang bekerja disana,bahkan beberapa kendaraan sudah mulai berani melintas meski belum rampung sepenuhnya! firasat dad berkata ada yang akan terjadi,terlebih saat mendengar tangisan baby"


"Hubby....semua sudah siap " asline meski tak enak hati menginterupsi pembicaraan suami juga ayah mertuanya,namun mereka harus segera kembali ke mansion utama.


Rayga berbalik,menatap para penjaga yang sudah keluar membawa barang-barang keluar dari ruang rawat.

__ADS_1


Ketiga putranya sudah keluar dan kini tersisa archer yang setia disisi asline dan sang adik.


Rayga mengangguk,Arkansas menepuk bahu kokoh putranya dan melangkah keluar dengan sebelumnya meraih tubuh Zia dulu dari sang menantu.


Asline hanya bisa pasrah,lagi pula inilah tujuan ayah mertuanya datang .


Untuk membawa pulang cucu kesayangannya!.


Rayga meraih tubuh istrinya, menggendong tubuh ramping itu ala bridal.


Meski malu, asline hanya bisa memukul dada bidang itu pasrah.


Rayga terkekeh samar dan mengecup kening istrinya geli.


Terakhir,begitu semua orang sudah keluar.


Archer menatap kearah seluruh ruang rawat,tak ada yang tertinggal dan akhirnya melangkah keluar dibelakang sang ayah.


Sepanjang jalan menuju keluar rumah sakit,jeritan iri dan penuh damba terdengar.


Namun Rayga terlalu mencintai istrinya hingga menjadi tuli dan buta seketika akan situasi yang terjadi akibat ulahnya.


Archer dibelakang kedua orang tuanya hanya bisa berdecak malas.


Sudah biasa.


...----------------...


Sementara itu....


Moskow, Rusia.



Mateo,dengan ekspresi kosong menatap dua gundukan tanah dibawah salju yang menjadi latarnya.


Hatinya sakit terselimuti kabut tebal badai es yang membekukan emosinya.


Bahkan air mata pun tak lagi ada!.


"Mama Amrita...papa Santanu ... bagaimana? bagaimana bisa menjadi seperti ini?! maaf ma..maaf pa...Teo baru tau sekarang dan sayang nya semua terlambat!" Mateo Kovacic,pria yang bahan tak pernah perduli meski seseorang mati dihadapannya sekalipun.


Bahkan untuk keluarga kandungannya dulu!.


Kini,begitu sakitnya hatinya.


Bahkan menangis pun tak sanggup lagi!.


Yah,setelah semua cerita Sagara.


Malam itupun dirinya terbang dari London ke Rusia.


Demi makam kedua orang tua angkatnya!


" Teo tau untuk membalaspun sudah terlambat karena para bedebah itu sudah mati oleh menantu kalian! hahah...ma..pa..tapi Teo janji,mulai hari ini alin akan jadi prioritas Teo bersama para cucu kalian... bahagia disana,Teo akan menjadi pengganti kalian menjaga alin..sebagai papa..sebagai mama dan sebagai kakak!" Mateo menabur bunga mawar putih untuk kedamaian hati kedua orang tua angkatnya.


Berbalik dengan ekspresi dingin dan melangkah pergi dari pemakaman.


"Zantos...kau yang menerima misi membunuh orang tua serta mencelakai adikku,dan putramu yang bedebah itu yang mengeksekusi semua kemalangan alin! detik ini...kau akan habis olehku...bukan hanya Zeus..kau akan habis oleh dragon!"


Mateo mengepalkan tangannya begitu erat,disisi mobil.


Terlihat Sagara juga Nathan.


Keduanya sudah akrab layaknya kawan lama.


Menatap Mateo dengan nanar.

__ADS_1


.....TBC.....


Almost finishing!


__ADS_2