
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan komen...
...🍃 Happy reading and keep smile 🍃...
Para pria tampan pewaris 7 keluarga besar penopang ekonomi global Eropa itu berdiri bersisian,senyum seringai mereka terbit kala melihat sebuah brangkas besar yang telah menjadi tempat peristirahatan,hasil dari pencurian luar biasa yang dilakukan untuk pertama kali para pria yang lahir dengan sendok emas di mulut mereka.
TOS!!!!!
"WUHU.......aku tak menyangka mencuri dari musuh rasanya senikmat ini?! jika begitu aku tak akan menolak menjadi Robin hood versi modern!" Maxim bertos ria dengan Raino yang sibuk berdecak melihat hasil rampokan mereka.
"Hahahaha..kalian memang gila!" Cristian masuk sembari tak mampu membendung tawanya akan kelakuan para tuan mudanya itu.
"Kau juga,coba saja kau ikut.Kau akan tau bagaimana rasanya merampok musuh di depan mata mereka sendiri!" Gion tertawa terbahak-bahak mengingat suara tembakan yang tertinggal jauh dibelakang saat mereka justru sudah melaju pulang.
Bukankah menyenangkan membuat musuh kebakaran jenggot?.
" Mana big bro?" Cristian bertanya saat tak melihat keberadaan Rayga juga Alarik.
Dua orang otak dari segala perencanaan juga eksekusi segala tindak kriminal para pria ini!.
Raino mengendik bahu tak tau,pria itu melepas jaketnya dan melempar diri kearah sofa sembari meraih sebutir anggur di atas nakas ruang santai inti be di markas besar mereka.
"Sepertinya big bro pulang,kulihat dia menerima telpon tadi...sepertinya baby Z sedikit rewel..." Jelas Ryu yang baru saja mencuci wajahnya di kamar mandi ruang istirahat itu.
Manik para inti membola.
"KENAPA KAU TIDAK BILANG DARI TADI?! RYU KAU SIALAN!!"
Cristian meringis ngeri melihat betapa kompak para inti ini berdiri dan menghardik Ryu yang kini menampilkan wajah shock.
Rupanya dia baru menyadari ucapanya!.
Taph....taph....taph....
Brakhhh...
Akhirnya,setelah langkah berlari yang terburu-buru keluar,pintu tertutup kencang meninggalkan Ryu juga Cristian yang melongo.
"CRIS AMANKAN HASIL CURIAN KAMI!!"
Cristian kembali meringis mendengar suara mengelegar Raino yang begitu santainya menyuarakan hasil tindak kriminalitas mereka!.
Sungguh Cristian speechless!.
..........
Rayga berlari masuk kedalam mansion.
Sebagian lampu sudah di matikan dan setengah mansion utama Wiguna ini hanya menampilkan cahaya remang.
"Tuan muda....!" seru Imanuel yang terlihat sudah melepas jas butler-nya dan hanya memakai kemeja putih santai bersiap kembali ke bungalow para pekerja untuk mengecek situasi sebelum kembali ke rumah pribadinya untuk beristirahat.
"Bagaimana keadaan semua? anak-anak dan istriku?" Rayga bertanya langsung.
Imanuel mengelus dada sabar mendengarnya.
Pria yang mendominasi ini benar-benar hanya fokus pada keluarga kecilnya, sedang yang lainya hanya lewat mata saja!.
"Nona kecil sempat demam,tapi berkat nyonya muda Sera sekarang nona kecil sudah baik-baik saja dan sudah tertidur di kamar bersama nyonya muda Asline" Jelas Imanuel cepat.
Rayga terdiam,tanpa banyak kata berlari menuju tangga menuju kamarnya.
Imanuel menggeleng geli atas kelakuan sang majikan.
Dulu,meski ayah atau bahkan adiknya sakit.
__ADS_1
Rayga tak pernah sepanik ini bahkan berlari dan lupa bahwa mansion ini punya lift!.
.........
Perlahan pintu kamar tidur bercat putih gading itu terbuka.
Rayga masuk dan berjalan perlahan melewati lorong ruang bermain,ruang gym mini dan akhirnya tiba di mana ranjang besar terlihat dimana sebuah tempat tidur bayi terletak di sisi kirinya.
Rayga berjalan ke arah box bayi-nya.
Melihat kedua pangeran kecilnya terlelap damai.
Meski rayga tidak terlalu menampilkan kasih sayangnya sebesar pada putrinya,namun cintanya pada Archer dan Arezian sama besarnya.
Cinta seorang ayah seluas samudera,dan kasih seorang ibu sepanjang masa.
Yah,itulah yang dirinya dapat dari kisah Rafendra dan Arkansas,kakek juga ayahnya.
Dan kini,giliran dirinya mengambil peran sebagai ayah!.
Telapak tangan itu terulur,jari telunjuknya yang kasar membelai pipi bulat putra keduanya dan menoel hidung putra sulungnya.
Senyum itu terbit samar melihat reaksi berbeda kedua pangeran kecilnya.
Arezian memeluk jari telunjuknya dengan bibir kecil yang merenggut.Sedang Archer, bayi laki-laki yang memiliki wajah benar-benar duplikat kecil dirinya itu.
Bayi tampan itu terlihat mengeryit dalam,alisnya yang hitam hampir saja menyatu.
Terlihat sekali bayi tampan ini sangat tak suka disentuh!.
Rayga menggeleng gemas dan dengan seringai geli menurunkan wajahnya dan mengecup kedua pipi putra-putranya.
Tidur Arezian semakin pulas ,dan Archer.
Bayi tampan itu meski mengeryit dalam namun tak ada gerakan penolakan berarti.
Asline yang mendengar suara samar suaminya perlahan membuka mata dan menoleh kearah box bayinya.
Sosok tinggi dengan aura mendominasi terlihat samar.
Asline ingin mengucek matanya,namun sebuah telapak tangan besar dan kasar segera menggenggam kedua tangannya yang hendak mengucek matanya itu.
"Jangan di kucek dear..nanti merah" Rayga meniup mata sayu istrinya lembut.
Cuphhhh.......
Asline tersenyum manis dan memeluk tubuh tegap itu manja.
"Sudah pulang...?" Ucapnya lirih.
Rayga berdehem rendah dan mengusap rambut panjang istrinya sayang.
"Baby Z demam? kenapa bisa?" Rayga menatap kearah putri kecilnya yang terlelap dengan sebuah plaster penurun panas di dahi kecil itu.
Hatinya yang terbalut es semakin hancur melihat wajah memerah bayi kesayangan nya .
Asline melepas pelukan mereka,menoleh pada putrinya yang tertidur dengan sebuah pacifer yang memyumpal bibir kecil itu.
Rayga bergerak kesisi kanan baby Z sementara istrinya menempati sisi kiri.
Kini Artyzia sudah diapit oleh kedua orang tuanya.
Rayga berbaring,mengelus pipi hangat putrinya dengan wajah cemas.
"Tidak apa-apa hubby...namanya juga masa pertumbuhan,setiap bayi mengalami kesehatan naik turun apalagi baby Z imunya tak sekuat kedua kakaknya! " Jelas asline lembut,ikut berbaring menghadap baby Z yang tidur ditengah keduanya.
Rayga diam,teringat jelas.
Hampir tidak ada satupun putra-putra keluarganya yang mudah sakit!.
__ADS_1
Bahkan putra para saudaranya!.
Rexion dan para saudaranya bahkan hanya sakit sekali hingga umur mereka hampir tiga tahun saat ini!.
Asline tersenyum tak berdaya atas kecemasan suaminya.
Tentu saja,Artyzia adalah harta keluarga besar ini.
Putri satu-satunya dari generasi ke 4 diantara para putra mereka.
"Hubby...Zia memang akan sering sakit dan kita hanya bisa merawat putri kecil kita ini..apa yang bisa dilakukan akan dilakukan dan kita hanya bisa berdoa agar Tuhan selalu menjaga putri dan para putra kita" Asline mengusap wajah suram suaminya,rayga menatap wajah cantik istrinya tak berdaya.
Dirinya bukan dokter!.
Bukan kuasanya atas bagaimana roda kehidupan ini akan menuntun masa depan anak-anaknya,sebagai orang tua.
Sebagai ayah.Rayga hanya bisa membimbing,menjaga juga memberi perhatian kasih sayang dan cinta untuk menuntun anak-anaknya di masa depan!.
"Tapi dear... Archer dan Arezian bahkan tak pernah sakit ! tapi baby Z.......sudah tak terhitung berapa kali Sera harus memberi penanganan! hatiku sakit dear...jika bisa aku ingin sakit baby Z diberikan padaku saja!"
Rayga dengan hati-hati memeluk tubuh kecil putrinya.
Zia kecil menggeliat sedikit namun saat aroma sang ayahlah yang mengganggunya,bayi cantik itupun kembali pulas.
Asline terkekeh melihat reaksi lucu putrinya!.
Sungguh asline geli.
Jika Archer dan Arezian tidak terlalu menampilkan reaksi saat ayah mereka datang,kedua bayi laki-laki tampan itu lebih antusias pada ibu mereka.
Namun berbeda dengan artyzia.
Bayi cantik itu justru lebih terlihat bahagia bersama ayahnya.
Coba saja buat bayi cantik itu menangis,lalu perlihatkan saja foto salah satu ayahnya,terutama rayga.
Bayi cantik itu akan langsung tertawa riang!.
Asline bahkan sempat berfikir,apakah putri kecilnya ini bersikap bias pada para ibunya ? dan begitu condong pada para ayahnya? yah,itu semua berbading terbalik pada kedua bayi laki-laki nya!.
Tukhh....
"AW!! hubby..?" Asline tersentak dari lamunannya saat sebuah jari kokoh menyentil ujung hidungnya!.
Rayga tertawa renyah saat melihat raut wajah kaget istrinya.
"Melamun apa? " Rayga memicing dengan senyum jenaka.
Asline merenggut dan berbaring memeluk tubuh Zia enggan menatap pria jahil dihadapannya!.
"Dear..." Rayga memanggil geli.
"Jangan ribut aku mau tidur..!" Jawab asline kesal.
Rayga tertawa kecil dan bangkit dari ranjang.
Baiklah dirinya tak bisa tidur tanpa membersihkan diri dari segala kuman dan bakteri yang ia dapat dari beraktivitas diluar.
Asline tersenyum kala rayga mengecup kening Zia dan melangkah kearah kedua putranya setelah kecupan selamat malam pada ketiga bayi mereka,rayga menghampiri asline dan memberi ciuman lembut pada bibir manis itu.
Asline tak kuasa menahan senyumnya begitu pria bertubuh atletis dengan sikapnya yang terkenal kejam diluar itu akhirnya memasuki kamar mandi, meninggalkan suara air yang bergemericik terdengar dari dalam.
"Lihat Daddy kamu sayang? bukankah dia pria yang manis dibalik wajahnya yang sedingin balok es itu? hahaha..mommy tidak menyangka bisa menjadi istri pria seperti itu! dan yah...pria itu kini menjadi ayah dari tiga bayi paling manis dan menggemaskan di dunia!" Asline berucap syukur,menatap putri kecilnya yang terlelap sembari terulas senyum manis dari bibir kecil itu.
Dan kedua putranya,dari box bayi yang transparan, asline dapat melihat kedua bayi tampan itu tidur damai.
Beban dunia tak mampu mengusik anak-anaknya,dan Asline janji itu.
.....TBC.....
__ADS_1