Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Damn situation


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya ❣️...



...✒️.....✒️...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...✒️.....✒️...


Waktu terus bergulir, matahari semakin naik dengan kehangatan yang mulai melelehkan lapisan demi lapisan es yang terdapat disepanjang jalan.


"Rayga.....em...apa tidak masalah dengan tumpukan buah tangan itu? maksudku...aku tak ingin kamu repot..." Asline menatap sosok tampan yang terlihat begitu jantan kala manik tajam itu terus fokus menatap ke depan,menyetir dengan otot-otot lengan yang terlihat begitu maskulin dibalik kemudi.


Pria itu menoleh,menyerigai geli mendengar ucapan dengan nada gugup dari sosok cantik yang duduk gelisah disampingnya.


"Ke..kenapa melihatku seperti itu? lihat kedepan!!" Gagap Asline dengan wajah memerah dan palingan cepat menghindari wajah tampan yang kini terlihat menyerigai jahil.


"Tidak,hanya...." Rayga menggantung ucapanya,menepikan mobilnya sejenak hingga Asline terlihat memasang wajah siaga.


"Ke..kenapa berhenti? dan..dan hanya apa?! ce..cepat jalan sebelum kita kesore-an,dan...dan..men..menjauh sedikit!!!" pekik Asline panik kala tubuh kokoh itu justru maju mendekat menatap intens wajahnya dengan seringai licik yang entah bagaimana terlihat mengerikan.


"Hahaha...kau lucu sekali dear....hahaha...oh astaga!!" Asline mematung dengan wajah linglung yang terlihat bodoh dimata pria itu.


Rayga tertawa lepas...


Untuk pertama kalinya seumur hidupnya!....


"Huft....baiklah,aku hanya ingin bilang...." Asline menahan nafas dimana bibir keduanya telah sejajar,nafas hangat beraroma mint segar itu menyapu wajahnya.


Blushhhhhh...


"Hanya saja kau terlihat sangat....manis my senorita!" Bisik Rayga tulus,mengelus pipi memerah Asline dengan jempol menyapu bibir ranum Asline lembut.


Deg.....deg....deg....


Mematung.....jantungnya berdebar dengan wajah yang terasa panas!...


Asline meremang dibawah sentuhan lembut yang membelai wajahnya.


Tukhhh....


"Akhhh.. apa-apaan sih?!!" Pekik Asline kala keningnya terasa berdenyut oleh jentikan maut tak manusiawi Rayga.


Pria sialan!...


HAHAHAH...


"Wajahmu...wajahmu sangat lucu dear...oh tolong hentikan ekspresi wajah itu atau aku akan tidak tahan lagi!!!" Gelak Rayga benar-benar merasa perutnya mulai keram akibat tertawa lepas untuk pertama kali dalam 25 tahun hidupnya ini,tawa yang membuat otot-otot wajahnya terasa tertarik penuh kejutan.


Asline merenggut,bersidekap dada jengkel dan melempar wajah kearah jendela mobil merajuk .


"Khem...baiklah maafkan aku,kita akan lanjutkan perjalanan.Dan yah, kado-kado ini tak masalah buatku, lagipula hanya dengan ini tak akan membuatku bangkrut.Bahkan nilai semua itu tak ada setetes dari nilai properti milikku" Ucap Rayganta dengan wajah yang kembali datar.


Asline merotasi bola matanya jengah.


"Dasar orang kaya sombong!!" Batin Asline melirik sosok tampan itu dengan kesal.


"Jangan mengumpati diriku dear..." Ucap Rayganta dengan seringai liciknya.


Asline mendengus jengkel.


"Siapa juga yang mengumpat" Ucap Asline tersenyum kikuk.


Rayga terkekeh,mengusak rambut indah Asline gemas dan kembali melihat kedepan.


"Yah.. wajahmu terlalu mudah dibaca,yah...setidaknya olehku.Maybe?" Kekeh Rayga geli.


"Terserah..." Putus Asline jengkel.


"Merajuk hm?" Gelak Rayga merasa hari ini begitu lucu.


Sepanjang hari ia sering kali tertawa,bahkan meski ia tak ingin sekalipun,entah mengapa seluruh ekspresi yang dikeluarkan gadis itu benar-benar hiburan baru baginya.


Inikah cinta...


True love?...


Hening setelah sejenak candaan yang tanpa siapapun dari keduanya sadari.


Hati mereka menghangat,jantung berdesir dan gejolak penuh arti membumbung tinggi.


"Em..apa aku boleh menyalakan radio? perjalanan masih beberapa jam lagi karena jalanan licin akibat salju yang mencair" Asline menatap sedikit sungkan.


Bukan apa-apa,hanya saja ia masih belum terlalu bisa akan semua sikap manis ini.


Ia harus sedikit sopan bukan? bagaimanapun hubungan mereka belum sedekat itu hingga Asline bisa melakukan apapun pada property milik Rayga.


Yah meski hanya gadis itu yang merasakan hal itu,tidak dengan Rayga sendiri .


"Kenapa bertanya? kau boleh lakukan apapun semua milikku adalah milikmu juga!" Jawab Rayga santai, tersenyum mengerling nakal.


Asline tak habis fikir,sudahlah percuma berbicara dengan tuan arogant ini!.


"Kita bukan siapa-siapa ya tuan muda Wiguna" Dumel Asline jengkel.


Rayga mengendikkan bahu acuh.


"Nanti juga jadi apa-apa" Balas pria itu terlewat santai tanpa beban.


Blushhhhhh...


"Sialan mulut iblis ini tidak pernah difilter dulu,oh tenang...tenanglah Asline..." Batin Asline menangis kesal.


Wajahnya tak berhenti memerah akibat kata-kata manis pria itu.


Pria Tiran..?


Pria tidak kenal ampun..?


Pria dingin tak tersentuh..?


Asline ingin tertawa pada siapapun yang menyebar berita bohong tentang tuan muda Wiguna ini!.


Tiran?


Dia penggoda!


Dingin tak tersentuh?


Dia adalah iblis mesum pengombal ulung!.


Asline akhirnya menekan tombol radio,dan seketika itu wajahnya semakin memerah kala mendengar lagu apa yang diputar setelahnya.


...I love it when you call me senorita...


...I wish i could pretend i didn't ya...


...But every touch is ooh la la la...


...It's true la la la...


...Ooh i should be runnin...


...Ooh you keep me coming for ya...

__ADS_1


Asline melirik wajah tampan pria itu yang nampak masih sama,datar.


Namun...


Ada yang aneh!..


...Land in Miami the air was hot from summer rain...


...Sweat drippin off me...


...Before i even knew her name la la la...


...It felt like ooh la la la yeah no...


Glek....


Rayga menelan saliva yang terasa sulit.


Perutnya terasa keram,bahkan pria itu tak berani melirik sosok cantik yang duduk disampingnya.


Dirinya tau,gadis itu tengah gelisah namun terlalu canggung untuk mengganti lagu.


...Sapphire and moonlight...


...We danced for hour in the sand...


...Tequila sunrise...


...Her body fit right in my hands la la la...


...It felt like ohh la la la yeah...


Deg....Deg....Deg....


Asline mengepalkan kedua tangannya begitu gemuruh jantungnya terasa bergejolak kuat.


Melirik takut pada sosok yang terlihat menyetir dalam diam ,namun rahang pria itu mengeras.


Oh God......


...I love it when you call me senorita...


...I wish i could pretend i didn't need ya...


...But every touch is ooh la la la...


...it's true la la la...


...Ooh i should be runnin...


...Ooh you know i love it...


...When you call me senorita...


...I wish it wasn't so damn hard to leave ya...


...But every touch is ooh la la la...


...It's true la la la...


...Ooh i should be runnin...


...Ooh you keep me coming for ya...


Deggggg....


Rayga mengeram samar,tubuh bagian bawahnya entah bagaimana terasa sesak!


"Sialan......Junio R,please calm down!!" Batin Rayga merasakan siksaan paling menyiksa untuk pertama kalinya.


...Locked in the hotel...


...There's a just some thing...


...That never change...


...You say were just friends...


...But friends don't know the way you taste la la la...


"Please..hentikan lagu ini!!" Asline menjerit dalam hati,aura didalam mobil perlahan menjadi lebih panas.


...Don't ya let me fall ooh...


"Please...Rayga tutup telingamu..jangan lihat kemari!!"


Asline menangis kesal.


Tapi sayang...


Apapun yang akan terjadi tetap akan terjadi,termasuk dengan lagu yang dibawa cukup panas yang terdengar dari radio.


...When your lips undress me...


...Hooked on your tangue...


...Ooh love your kiss ia deadly don't stop...


Ckiiitttt.....


Deggggg..


"Matilah aku!!!" Batin Asline menegang kala mobil mengerem dengan suara gesekan ban dan aspal yang cukup keras menyentak.


Asline dengan gugup dan tubuh gemetar melirik wajah tampan yang kini memerah pekat bahkan noda itu terlihat dari leher hingga ke daun telinga!.


"Damn it!! Dia bangun!!!" Rayga mengeram menahan godaan hasrat yang telah tersulut hanya oleh sebuah lagu,dan aroma yang terasa lebih memikat tiba-tiba dari sosok manis disampingnya.


...I love it when you call me senorita...


...I wish i could pretend i didn't need ya...


...But every touch is ooh la la la...


...It's true la la la...


...Ooh i should be runnin...


...Ooh you know i love it...


...When you call me senorita...


...I wish it Wasn't so damn hard to leave ya...


...But every touch is ooh la la la...


...It's true la la la...


...Ooh i should be runnin...


...Ooh you keep me coming for ya...


Rayga melepas cengkeraman pada stang kemudi,menghela nafasnya yang perlahan memburu cepat.


Asline duduk tegak terdiam mencoba tenang,meski dirinya tau kini singa jantan itu perlahan bangun.


Dirinya layaknya kelinci kecil didalam sangkar berisi seekor singa jantan besar yang siap menerkam.


Deg.....deg...deg...


"Please...kau pria terhormat...jangan lihat aku!!" Batin Asline tak berani bergerak seincipun.


"Benar...i should be runnin!!" Tangis Asline membatin gelisah.


...All alone ill be coming for ya...


...And i hope it meant something to ya...


...Call my name...


...I'll be coming for ya ( coming for ya)...


...Coming for ya...


...For ya...


...Oh she loves it when i come...

__ADS_1


...For ya...


...Ooh i should be runnin...


...Ooh you keep me coming for ya...


Hening......


Deg.........Deg......


Manik Asline membola kala rayga dengan cepat dan entah sejak kapan telah menoleh,mendekat hingga wajah mereka begitu dekat hingga hampir saja,gerakkan sedikit saja dan bibir mereka akan bertemu!.


"Dear.....can i kiss you? just kiss....."


Degggg...Deggg


Asline meremang,suara berat nan berat itu terdengar begitu menggoda.


Melemaskan pertahanan dan seakan ribuan kupu-kupu berterbangan dengan hatinya yang dipenuhi bunga yang bermekaran.


Entah sadar atau tidak!...


Asline mengangguk linglung.


Rayha menyerigai,deru nafasnya semakin berat.


DEGGGGGGGGG...


Asline melotot horor kala tubuhnya entah bagaimana telah berpindah duduk diatas pangkuan pria itu,duduk menyamping dengan dagu yang dicepit lembut oleh jemari kokoh pria itu .


Rayga,lost control.....


Tes......


Degggg...


"Kenapa menagis hm?" Rayga dengan senyum tipis mengusap pipi Asline yang telah basah.


Pria itu tersenyum,meski pusatnya terasa sesak menyakitkan.


Ia tak akan pernah membiarkan Asline menangis karena monster dalam dirinya.


Ia akan melakukan jika Asline rela,jiwa dan raga!.


Cupppp...


Asline menutup mata kala bibir hangat itu mengecup lembut kedua matanya yang basah oleh air mata.


Asline menatap wajah tampan yang menatap dirinya dengan senyuman,Asline tau itu bukan senyum baik-baik saja.


Namun senyuman pahit.


Grephhh...


Deg...


Tubuh Rayga menegang,gadis cantik nya memeluk tubuhnya dengan sendiri!...


Rayga balas memeluk tubuh indah itu dengan kedua tangan melingkari pinggang kecil Asline.


"Bolehkah? jika tidak aku tak memaksa" Rayga mengelus pipi memerah Asline dengan penuh kasih sayang.


Asline menutup mata,Rayga tersentak.


Apakah ini kode? kode untuk dirinya?!


Gadis ini....


Damn it!!


Apapun yang terjadi terjadilah!!!


Dan....


Akhirnya....


Cupppp......


Asline menegang,meski ia mencoba berdamai.


Tetap saja,ini terasa membakar!...


Pria itu...


Dia mencium bibirnya dengan lembut,kecupan-kecupan ringan bak hentakan sayap kupu-kupu.


Rayga tersenyum lembut,menarik tengkuk Asline semakin merapatkan tubuhnya ...


"Mphhh....ah....." Asline menegang.


kenapa suara hina ini bisa dirinya keluarkan?!.


Cecapan semakin intens,kecupan ringan berganti lebih panas.


Tubuh Asline melemas,seluruh sendiri dan tulangnya melemas bak jeli.


Rayga memeluk semakin erat,pria itu ******* bibir ranum Asline dengan penuh gair*h yang menggebu.


"Enggghhh...... mpphhhh...." Asline memukul dada bidang Rayga kala pasokan udara dirasa semakin menipis.


Rayga melepas bibir manis yang terasa berat untuk ia lepaskan.


Mengusap bibir gadisnya yang terlihat mulai membengkak.


"Maaf....." Gumam Rayga merapikan rambut asline yang telihat sedikit berantakan.


Asline mengatur nafasnya yang terasa sesak oleh ciuman panas pria Tiran itu.


Kenapa...kenapa rasanya begitu......


Melayang!....


Asline mengangguk malu,menunduk dan berusaha turun dari pengakuan Rayga yang tersenyum mengecup pipinya dengan gemas.


"Ja...jangan cium-cium" Cicit Asline malu.


Sialan iblis mesum ini!...


Dikasih sekali minta nambah!..


Memang sinting!....


Asline merutuki dalam hati.


Rayga terkekeh geli.


"Baiklah...baik...as you wish your majesty..." Gelak Rayga puas.


"Hmphhhh" Asline mendengus malu,sungguh dirinya malu dan pria itu justru senang?.


Dasar gila!...


.........✒️..........


Kini mobil mulai memasuki kawasan desa,dari jauh sudah terlihat pelataran halaman sebuah rumah kayu klasik.


Asline meremas kedua tangannya diatas paha.


Gadis itu gelisah.


"Ray...kita..kita menginap di salah satu penginapan saja di desa ini..ini sudah memasuki waktu senja, ini tidak akan sopan jika kita datang bertamu..." Asline berucap gelisah sambil menatap pria tampan yang terlihat tenang tak terpengaruh akan kegelisahan hati gadis itu.


Rayga ingin menjahili lagi gadis pemarah itu,namun situasi tidak memungkinkan karena memang benar keterlambatan ini adalah salah dirinya.


Yah, salahkan saja dirinya yang berhenti begitu lama dan terus menerus hanya untuk menggoda yang berakhir memakan habis bibir ranum Asline yang kini terlihat berakhir membengkak dengan warna pink merekah.


"Tidak apa,bukankah mereka yang menggundang? katakan saja macet karena salju yang mencair disepanjang jalan..." Ucap pria itu santai tanpa beban.


Asline mendesah lelah,percuma berdebat dengan pria arogan ini!...


"Lagi kita sudah sampai pelataran halaman rumah tua Fernandes,yakin mau kembali hm?" Seringai jahil itu semakin membuat rasa kesal Asline semakin menjadi.


Dasar pria sinting!!!....


...🔱...


...TBC...

__ADS_1


Bagaimana all? komen ya jika ada masukan😋


__ADS_2