
...Vote,like dan komentar ya 🌹...
...♠️.....♠️...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...♠️.....♠️...
Matahari bersinar,menyelinap dengan lembut diantara celah-celah tirai dikamar dengan suasana penuh kehangatan juga kasih sayang.
Disana..
Rayga dengan senyum teduh mengelus pipi halus Asline yang tertidur pulas sembari merapat pada tubuhnya.
Lengan tipisnya memeluk erat pinggang kokoh pria itu.Rayga mendesah panjang,ini hampir memasuki waktu sarapan.
Dan pria itu tak ingin calon istrinya melewati waktu makan!.
"Dear... bangunlah,kamu harus makan dan aku tak ingin kamu melewati waktu sarapanmu" Suara serak dan begitu dalam mengalun memasuki pendengaran Asline,gadis yang sebenarnya sudah terbangun sedari awal hanya saja terlalu malas membuka mata.
Pelukan ini terlalu nyaman.
Hangat tubuh putra mahkota Wiguna ini,tubuhnya melebur asline tak ingin melewatkan sedetikpun kehilangan moment ini.
Rayga terkekeh samar,mengelus alis bak pahatan busur panah itu dengan penuh kasih.
"Dear...jika kamu masih ingin tidur,aku bersumpah aku akan memakan habis bibirmu,mau bukti?" Goda rayga begitu melihat bulu mata lentik itu bergetar takut.
Lucu sekali....
Asline memeras otak dalam kekerasan kepalanya yang terlalu malas membuka mata.
Cuaca dingin dengan kehangatan tubuh maskulin ini...
Dia tidak perduli lagi akan dunia!.
Asline berfikir..
Hingga....
Cupppp..
Degggg...
Asline seketika membuka matanya terbelalak, jantungnya berdebum kala sebuah tangan merangkul pinggang rampingnya semakin merapat dan satu tangan lagi menekan tengkuknya begitu posesif!.
Rayga menyerigai ditengah aksi gilanya.
Sudah lama dia memimpikan ini!...
Tubuh Asline melemas,ciuman panas ini menyebabkan seluruh panca inderanya lumpuh total.
Asline menutup mata,permainan rayga terlalu lihai untuk seseorang pria yang belum pernah bersama dengan satupun wanita!.
Lidah panas itu membelit lidahnya yang mati rasa.
Nafas gadis itu terengah-engah, Rayga melepas pangutanya dengan senyum simpul.
"Morning kiss dear..." Rayga mengerling jenaka,memeluk tubuh indah itu penuh kasih sayang,tubuh indah itu bersandar.
Asline bersandar lemas dipeluknya,nafas gadis itu memburu cepat dengan kedua tangan mencengkram kaos yang ia kenakan.
Rayga tersenyum puas.
Tidak ada penolakan lagi,tidak ada kekecewaan lagi!.
__ADS_1
Rayga merapikan penampilan gadisnya, mengusap lembut bibir basah nan memerah sedikit bengkak asline oleh ulah nakalnya.
"Aku tak pernah bisa melupakan dirimu,sejak pertama melihat wajahmu.
Kufikir ini hanya ketertarikan,mencoba kutepis.Ternyata bayangmu tetap kembali dalam sekejap mata" Rayga berucap penuh perasaan,sorot matanya sarat akan keinginan yang menggebu.
Rayga menatap kearah sebuah figur satu keluarga kecil yang begitu harmonis dengan senyum bahagia yang terukir dari setiap wajah mereka.
Asline mendongak menatap wajah tampan yang kini melihat kearah foto keluarganya.
Ayah,ibu juga dirinya saat berusia 5 tahun.
"Ada begitu banyak perasaan yang tersimpan dihati,perasan yang tak terucapkan.
Dan semua terungkap kala melihat kilau kelembutan di matamu,membuat air mata kerinduan dalam setiap hembusan nafas.
Bahkan dalam tidurkupun hanya memimpikan dirimu.Sangat dalam...sangat jauh.Aku mencintaimu,aku mencintaimu Asline.." Asline menutup mulutnya dengan telapak tangan,maniknya berkaca-kaca dan dirinya kehilangan kata-kata.
Menenangkan perasaan bak badai besar dihati,Asline menatap kedalam bola mata tajam Rayga kala pria itu menunduk mengecup keningnya begitu lembut.
"Aku menganggap dirimu begitu agung,layaknya kaisar tertinggi .
Satu-satunya pria tempatku ingin kembali hidup,namun tak pernah ku bermimpi sebelumnya.Kamu ada disini, mencintai diriku yang begitu kelam ini" Asline berucap lirih, usapan lembut dari telapak tangan kokoh itu meruntuhkan keraguan dirinya.
"Bagaimana caraku menjelaskan badai hebat ini dihatiku? Dulu setelah ini semua berakhir,aku ingin menghilang seperti badai pasir tertiup angin,saat kufikir tak ada penyembuh untuk semua luka ini.Isak tangis yang kukeluarkan disetiap hembusan nafas.
Ditengah gelapnya malam seorang diri,rasa gelap yang mereka bawa,bahkan menarik ku dalam tidurku!
Bisakah aku percaya padamu?
Bisakah aku juga merasakan cinta lagi?
Cinta darimu?" Asline menatap penuh harapan pada sosok yang kini terdiam membalas tatapannya dengan teduh.
"Aku akan berikan nyawaku bahkan jika kamu meminta dear...aku bukan Tuhan...aku meski semua orang begitu meninggikan diriku,aku hanya pria biasa.Aku tidak akan menjanjikan apapun padamu seperti kebanyakan laki-laki diluar sana yang mengumbar banyak janji manis! namun satu hal,percayalah padaku dan lihat tindakanku diatas semua permintaan ini!" Rayga bangkit duduk dan membawa tubuh asline duduk diatas pangkuannya.
Saling menatap mencari makna sejati di balik tatapan mata!.
"Taukah kamu? hatiku hancur untuk setiap lukamu,aku merasakan lebih hancur ditengah kehancuran yang kamu rasakan!.
Bahkan saat melihat air mata yang tersembunyi dalam senyummu,senyuman itu.Bahkan bernafas pun aku terasa sulit!
Apa gunanya aku hidup dengan semua kekuasaan ini?!" Rayga menarik asline,memeluk tubuh rapuh itu untuk bersandar sepenuhnya padanya.
Asline terdiam,menarik nafasnya yang entah mengapa terasa begitu lapang.
"Jika aku,bahkan membuat penderitan di hatimu saja tidak pergi? mengapa luka dan duka ini mengikuti gadis semurni dirimu sayangku?mengapa dunia begitu kejam padamu?.Jika dunia berbalik berkhianat,maka lihat aku dan larilah kepadaku.Meski seluruh kehidupan bermandikan darah dan pengkhianatan.aku disini,aku akan mensucikan hatimu lagi malaikat ku!" Rayga menarik senyum simpul,mengangkat wajah cantik asline yang telah sembab untuk melihat matanya.
Kedua berpelukan saling menyalurkan cinta dan kasih sayang
Hingga...
Duakhhh...
Duakhhh...
"ADIK SEPUPU!! INI SUDAH PAGI...KENAPA KAMU TIDAK BANGUN?!! ASLINE...
TUAN MUDA RAYGA...APA YANG KALIAN LAKUKAN DIDALAM?!!" Suara itu terdengar cemas,namun keduanya tak bodoh!.
Itu hanya akan menyebabkan gunjingan besar!.
Berpura-pura mencemaskan saudaranya,namun berteriak begitu keras untuk membangun opini orang lain yang mendengar teriakannya!.
Memangnya apa yang tuan muda Wiguna bisa lakukan terhadap gadis yang ia cintai? Rayga menyerigai dingin.
"ADIK SEPUPU!! IBUKU SUDAH MEMASAK BEGITU BANYAK SAAT DIA TAU TUAN MUDA WIGUNA MENGINAP, KELUARLAH JANGAN BIARKAN SEMUA MAKANAN ITU DINGIN!! TUAN MUDA RAYGA PASTI SUDAH LAPAR,ADIK SEPUPU TOLONG BUKA PINTUNYA DAN BIARKAN AKU MASUK!!" Grizela semakin kalap,dia duduk sepanjang malam didepan pintu kamar Asline,berharap bisa mencuri dengar suara ambigu apapun sebelum membawa semua orang masuk dan mempermalukan gadis itu.
Namun berjam-jam menunggu hingga fajar,tidak ada yang bisa ia dengar selain keheningan!.
Asline menatap kearah pintu dengan jengkel,gadis itu mendongak menatap sosok Rayga yang kini juga menatap dirinya intens.
"Ke.. kenapa melihat diriku seperti itu?" Asline bertanya gugup.
Menggemaskan!!..
Rayga mengeram menahan tawa...
Wajah bantal gadisnya yang kini terlihat lucu dengan mata sembab,hidung memerah juga bibir mengerucut itu terlihat begitu menggoda iman!.
Rayga menghela nafas berat...
"Bangun dear..kamu belum mandi,ada pulau di pipimu..." Ucap rayga dengan wajah serius yang dibuat menyakinkan.
Degggg..
Asline menegang,tanpa sadar satu tangannya terulur menyentuh pipinya.
Rasa malunya sudah tak terhingga!!
__ADS_1
Brukhhh..
Asline melompat turun dari pangkuan pria yang menatapnya menahan tawa.
BRAKHHH...
Pintu kamar mandi tertutup keras.
"RAYGA...KAU PEMBOHONG!! AKU TIDAK BERPULAU!!" Raung asline dari dalam kamar mandi.
BWAHAHAHAHAH....
Pecah sudah tawa sang Zeus.
Rayga tertawa hingga tubuhnya jatuh kembali dalam posisi tertidur.
Hingga...
"TUAN MUDA RAYGA? ANDA KENAPA?!! TOLONG BUKALAH PINTU INI,BIARKAN SAYA MASUK DAN MELIHAT KEADAAN ANDA!!" Teriakan keras grizela terdengar gusar dari balik pintu.
Rayga bangkit dan bergerak menuruni ranjang.
Kedua tangannya mengepal kuat,kilat dingin berkobar dimatanya yang begitu tajam .
Auranya mencekam penuh keinginan membunuh.
"ADIK SEPUPU!! KELU-"
Klik....
Lahar panas kembali tertelan.
Grizela mematung dengan tangan berada tepat didepan pintu bersiap menggedor pintu kembali,namun urung kala sosok tiran itu sendiri yang kini membuka pintu.
Berdiri bersidekap dada,menatap dingin tanpa ekspresi apapun.
Kaos hitam yang membalut tubuh maskulin itu benar-benar mencetak jelas otot tubuhnya yang begitu jantan.
Grizela mengigit bibir bawahnya gusar.
Maniknya berusaha melirik kedalam kamar,namun sosok tinggi dan maskulin itu memblokir seluruh pandangannya!.
Berdehem canggung.
"Tuan muda Rayga...ini...ibuku telah membuat begitu banyak sarapan karena tau anda menginap,jadi...jika anda tidak ingin turun dan makan bersama kami,bisakah saya masuk dan mengantarkan sarapan untuk anda?" Grizela bertanya dengan senyum manis yang terlihat menggoda.
Piyama tidurnya bahkan belum berganti, Rayga mendengus dingin.
"Kau katakan ibumu membuat banyak makanan? lihat..piyamamu saja belum berganti,apa kau berdiri disini sepanjang malam?" Acuh tak acuh,rayga bertanya telak hingga grizela bungkam tak mampu mengelak.
Terkekeh dingin.
Rayga melirik sepasang suami istri yang bersembunyi dibalik dinding menuju tangga bawah.
" Tuan muda Wiguna?" Rayga melirik kelorong arah kanan.
Sagara baru saja keluar dari kamarnya.
Menatap tuan muda Wiguna itu penuh arti.
Tersenyum samar.
"Asline?" Sagara bertanya mengacuhkan keberadaan grizela disana.
"Mandi" Jawab Rayga acuh tak acuh.
Sagara mengangguk paham,melirik grizela dengan dingin.
"Apa kau tidak malu pagi-pagi seperti ini berdiri didepan seorang pria dengan pakaian seperti itu? mau jadi ja*ang dirumah sendiri?! tidak tau malu!!" Sagara menghardik dingin, kata-katanya yang begitu tajam ditambah dengan ekspresi wajahnya yang begitu dingin tak ada kasih sayang keluarga sama sekali,Grizela berdiri mematung dengan tatapan tidak percaya dan sakit hati.
"Kak-"
Degggg..
Sagara berbalik,menuruni tangga dengan ekspresi wajah acuh tak acuh.Rayga menyerigai dalam dan saat Grizela berbalik ingin menatapnya.
Bangggg...
Pintu ditutup dengan bantingan keras tepat didepan wajahnya!.
"Breng*ek!!" Makinya tertahan.
Meremas ujung piyamanya dengan manik berkilat penuh kemarahan, jantungnya bergemuruh akan rasa tidak terima akan semua sikap dingin nan kasar ini.
Grizela berbalik berjalan menuju kamarnya tanpa perduli wajah iba para pelayan yang hilir mudik akan kesibukan pagi yang menatapnya sepanjang jalan.
"Asline..kau pembawa sial!! karena dirimu..karenamu aku begitu terhina!! kamu harus segera aku lenyap kan sebelum kamu dilindungi lebih jauh oleh tuan muda Wiguna! aku tidak bisa..maka kamu juga!!" Grizela menutup pintu kamarnya dengan kasar, meninggalkan tatapan dirinya iba dari mata ibunya yang masih berdiri dibalik dinding.
...🍁...
__ADS_1
...TBC...