
...Vote,like dan komentar ya 🌹...
...♣️.....♣️...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...♣️.....♣️...
Sorot mata yang biasanya begitu angkuh penuh kesombongan itu kini meredup.
Menatap dinding kosong dengan hampa.
Wajah yang biasanya penuh polesan dengan tubuh dipenuhi barang bermerek kini terlihat kumal juga mengenaskan.
Wajah kusam itu dipenuhi luka,kaki yang terlilit rantai besi .
"Apa yang harus aku lakukan? sialan kau Asline! akan ku balas kau lebih kejam dari ini suatu hari nanti! asline.....asline.....jal*ng kepa*at!"
Wanita itu terus bergumam,sumpah serapah dan makian terus terlontar dari bibirnya.
Menatap kearah perutnya yang masih rata.
"Jika kau lahir dan tidak berguna untukku nanti, sebaiknya kamu mati saja calon bayiku sayang...huft....aku saja tak tau siapa ayahmu hehehe..." Grizela terkekeh sumbang,tiga hari sudah ia berada terkurung di ruang ini.
Ruang dingin dan pengap.
Bau darah dari tubuhnya mulai terasa mengerikan.
Luka yang diobati asal oleh para pria berwajah kaku itu kini mulai bernanah.
Grizela menangis dan mulai tertawa.
"Aku akan membalasnya...aku akan membalasmu..aku akan membalasmu....aku akan membunuhmu asline! hehehe..gadis yang ditinggal orang tua juga tunangannya,lihat bukankah kamu sungguh kasihan?" Grizela mengejek dengan wajah jenaka.
Sementara itu...
Gadis cantik dengan dress hitam dengan kerah putih itu berdiri,bersidekap dada dan tersenyum simpul.
...( Style asline )...
"Apa kau tidak bosan terus seperti ini?" Asline ,yah gadis bergaun hitam itu adalah asline.
Grizela menatap wajah cantik asline dengan manik berkilat.
"LEPASKAN AKU SIALAN! BAGAIMANA JIKA TERJADI APA-APA PADA BAYIKU?! " Grizela mengamuk.
"Ya sudah,tanda tangan dengan cepat maka kamu mungkin akan bebas?" Asline menjawab santai.
Hening....
Hanya suara nafas memburu grizela yang terdengar.
Asline berbalik dan pergi dengan Wolfy yang mengikuti dari belakang.
Meninggalkan grizela sendiri lagi!.
.........♣️..........
Rayga berjalan memasuki gedung bangunan kembar tinggi berlantai 50.
Wajah tampan itu begitu dingin tanpa emosi,berjalan dengan Alarik juga raider di kanan kirinya.
Sapaan demi sapaan terdengar,namun sosok tampan yang begitu di puja oleh kaum hawa itu tak perduli.
"Big bro,kuberi tahu sesuatu.Jonathan ada disini,dia menunggu di ruanganmu!" Alarik menyertai licik,pria tampan berwajah kalem itu melirik raider yang ikut terkekeh kecil.
"Kenapa?" Rayga bertanya acuh,kini ketiga pria tampan berwajah tak manusiawi itu berdiri di depan lift khusus CEO.
Tingggg...
Masuk,dan Alarik dengan sigap menekan tombol lantai paling atas ruang CEO,lalu lantai 20 ruangan kantor khusus tim IT.
Yah,bos harus didahulukan!.
"Apanya yang kenapa?" Alarik bertanya main-main.
Rayga melirik tajam wajah jenaka saudaranya itu.
"Ck.. baiklah tak perlu menatapku seakan kau akan membunuhku lewat matamu itu!"
Alarik mendengus dengan kekehan samar raider melihat interaksi keduanya.
Bos tiran vs asisten akward.
Raider rasanya ini adalah sesuatu yang cukup mengocok perut!.
"Jonathan dia kesini ingin menemuimu,Teresa menghubungiku pagi tadi dan mengatakan Jonathan ingin bertemu untuk membicarakan masalah Asline dan wanita gila yang terkurung olehmu itu! dia mungkin ingin meminta agar kau bebaskan grizela sebab berfikir wanita itu mengandung anaknya.Well....mudah sekali kutebak,pasti dua badut yang diejek Archa dan Shura kemarin yang mengadu! lihat bahkan sudah dilempar ke Indonesia saja oleh tuan tua,pria itu akhirnya kembali!" Alarik berucap sabar,ejekan terdengar jelas dari setiap ucapan nya.
Rayga tetap sama,wajahnya begitu datar tanpa riak.
Tingggg...
Lift terbuka,dan pria berwajah bak dewa itu melangkah dengan angkuh menuju ruang khusus miliknya.
Pintu terbuka.
Tanpa menoleh pada tamu yang berdiri canggung,Rayga berjalan menuju kursi kuasanya.
10 menit waktu berlalu begitu saja.
Hanya suara lembaran kertas yang dibolak-balik saja yang mengisi kesunyian.
Jonathan sudah tak bisa lagi menahan diri.
"Tuan muda Alzeus?" Jonathan akhirnya bersuara meski jantungnya telah berdebar kencang,takut! rasa takut yang mengerikan.
Mengapa ada pria yang begitu agung?.
Usia mereka hampir sama,namun dalam hal kesuksesan.Jonathan jelas kalah jauh!.
__ADS_1
Saat Rayga sudah mampu memerintah para hewan buas,Jonathan masih merangkak.
Saat Rayga bahkan sudah mampu menembus saham internasional,Jonathan baru bisa mengenal huruf.
Saat Rayga,putra mahkota Wiguna itu sudah mampu menghasilkan jutaan dollar hanya dengan sebuah smartphone, Jonathan baru saja lulus sekolah dasar.
Coba katakan,Apakah pria itu.Sang putra mahkota setaranya?.
Jonathan merasa rendah!.
Wajah tampan itu terangkat dari tumpukan dokumen yang tengah ia baca.
Menatap lurus kearah Jonathan tanpa ekspresi juga kata-kata.
"Tuan muda Alzeus,saya datang kemari untuk memohon.Tolong jika benar anda yang menyekap Grizela,bebaskan dia! dia tengah mengandung bayi saya,anakku.Asline....gadis berhati licik itu tak pantas mendapat kemurahan darimu, tolong bebaskan Grizela saya memohon pada anda tuan Alzeus!" Jonathan menatap dengan penuh harapan,meski merasa harga dirinya hancur sebab memohon dihadapan pria lain.
Tapi ini demi calon anaknya.
Dan apa yang bisa dilakukan dihadapan sosok bak dewa Zeus itu sendiri?.
Jonathan yang tak pernah merendah,Jonathan yang merupakan calon pewaris Fernandez grup.
Kini semua hilang hanya karena tipu daya asline!.
Jonathan kini mulai merasakan penyesalan akan cinta yang dulu ia berikan untuk gadis itu.
"Kau sudah selesai bicara?"
Degggg
Mematung.
Jonathan berdiri dengan wajah terkejut luar biasa.
Reaksi macam apa ini?!.
"Tuan Alzeus apa maksud anda? " Jonathan berusaha menahan diri.
Bangkit dan berbalik menatap kaca tebal gedung Perusahaan miliknya keluarga nya.
"Pantas saja Fernandez Grup begitu merosot dibawah tanggung jawabmu dan ayahmu ,tuan Bryan.Kalian berdua hanya pria bodoh yang buta karena tipu daya wanita" Rayga berucap tanpa riak diwajahnya yang tampan.
"Apa maksudmu bicara seperti ini?! jangan terus mendorong saya tuan muda Wiguna! kembalikan grizela dan calon bayi kami!" Jonathan lepas kendali.intonasi suara tinggi ia keluarkan.
Rayga berbalik menatap dengan senyum dingin .
"Kau tau apa kesalahanmu? tapi setidaknya kesalahan itu adalah berkat untukku.Aku bertemu dengannya,Calon istriku.Asline...gadis yang kau cemoh ini,bayimu? apa kau memang begitu bodoh?" Rayga berucap dengan acuh tak acuh.
Berbicara panjang lebar untuk seseorang yang tak penting sungguh menguji kemampuan pengendalian emosi dirinya.
"RAYGANTA!!" Pekik Jonathan kalap.
Dia datang bicara baik-baik,namun tiran ini benar-benar tak punya hati!.
Bip....
"Yes big bro"
Rayga menyerigai menatap wajah emosi Jonathan.
"Kau tau bahkan begitu aku merasa tak suka akan sesuatu? bahkan seorang bayi sekalipun tak akan lolos dari amarahku...." Rayga menyerigai bengis,mengindahkan seseorang yang kini menunggu perintah dari sebrang interkom.
"Kau...kau tak akan mungkin!" Jonathan berseru cemas.
Keringat dingin mulai membasahi kening.
"Harusnya kau bersyukur aku masih membiarkan bayi itu hidup dalam perut wanita rendahan itu.Kau yang bahkan tak tau pasti apa benar bayi itu adalah darah dagingmu berani lancang padaku?! heh.....biar kuperlihatkan apa akibat dari tindakan tidak tau diri ini!" Rayga menarik seringai semakin dalam.
"Gion....tarik paksa bayi itu keluar"
Bak sambaran petir,tubuh Jonathan bergetar hebat.
Maniknya kosong dengan kepala menggeleng lemah.
"Are you sure bos? mau kau apakan memang? lagipula itu belum terbentuk dan masih berupa gumpalan darah dan daging "
Suara Gion nampak menimang.
Rayga tak perduli,duduk dengan kaki bersilang angkuh.
"Kirim vidio padaku...ambil dengan bidikan jelas!" Smirk Rayga menatap wajah pias Jonathan.
"Alright...."
Tut......
Rayga terkekeh,meraih sebuah remote hingga tak lama sebuah layar proyektor menyala ditengah ruangan.
"Tidak...apa yang kalian lakukan?!! lepaskan aku....lepaskan aku!!"
Crashhh...
Aaaakkkhhh....
Manik Jonathan bergetar,memerah dengan liquud bening yang mulai berjatuhan.
Grizela diseret layaknya hewan,begitu wanita itu memberontak,satu cambukan melayang ditubuhnya.
"Mau..mau apa kau?!! jangan...jangan lakukan apapun padaku !! tidak...aaakkkkkhhhh!"
Jonathan ambruk jatuh bersimpuh dengan tangisan meraung pilu .
"LEPASKAN DIA ALZEUS! LEPASKAN GRIZELA...APA SALAH DIA DAN CALON ANAK KU PADAMU?!!" Jonathan meraung keras.
Grizela berteriak ketakutan,Gion.
Pria berwajah tampan dengan jas putih medis itu menyuntikkan tubuh wanita itu dengan entah apa ?.
Kejang....
Mengerang....
Dan.....
Wanita itu akhirnya keguguran dengan darah memenuhi meja operasi.
"ALZEUS!! BEDEBAH...IBL-"
DORRRRR......
Brukhhhh...
Jonathan yang semula telah berdiri dan siap menerjang dengan luapan kemarahan seketika diam,sebuah peluru meluncur dan menebus bahu kirinya.
Jatuh.....
Pria itu menyentuh bahu kirinya yang kini mengucurkan banyak darah.
"Sudah kukatakan...bahkan bayi sekalipun tidak akan kuampuni jika orang tuanya membuatku tidak senang! bayimu? sepertinya otakmu sudah hilang" Ejek Rayga dengan suara dominan yang kuat
Jonathan bahkan terlalu linglung untuk menyadari rasa sakit yang tengah menghantam.
Bayi?
Bukan bayinya?.
__ADS_1
Apa alasan tiran itu terus berkata itu bukan bayinya?.
Alarik masuk dengan menggeleng lemah,tak bisa sehari saja ia tenang.
Memerintahkan dua orang security membawa keluar Jonathan yang tampak menyedihkan .
"Kenapa kau tidak bunuh saja big bro? biasanya kau langsung eksekusi saja jika merasa terganggu?" Alarik bertanya kala melihat beberapa anggota sibuk membersihkan darah.
Rayga menatap proyektor yang telah mati.
" Dia cucu Ferdinan dan Retha,asline menyayangi mereka dan nyawa pria itu masih berharga untuk kedua orang tua yang asline,ratuku anggap layaknya kakek dan neneknya" Jelas Rayga acuh.
Yah,hanya itu alasan Jonathan masih bisa bernafas setelah keluar dari gedung ini.
........♣️........
Dua orang manusia berbeda gender,wajah manis mereka terlihat penuh binar bak kerlip bintang memenuhi manik polos itu.
Imanuel yang berdiri di belakang kedua anak manusia berwajah manis itu hanya bisa menghela nafas sabar.
Selusin toples penuh kokies hampir lenyap .
Remah berserakan memenuhi lantai.
Remaja manis dan juga anak laki-laki imut.
Tengkurap dengan alas karpet bulu tebal nan hangat.
Didepan mereka,diatas sofa panjang.
Tertidur sesesok gadis dengan wajah begitu cantik nan damai.
"Psssttt..kak Archa,siapa kakak cantik ini? mengapa dia bisa ada di manor kak Rayga? apa dia adalah bidadari dari surga?" Shura berbisik,lirih sekali takut membangunkan sosok cantik yang kini terbaring di sofa tunggal panjang.
Archana terkekeh geli.
"Cantik kan? dia adalah kekasih kak kita! namanya kak Asline" Archana menjawab sang adik.
Manik polos Shura membulat.
"Kekasih itu apa? " Shura yang polos bertanya.
Dan parahnya lagi , Archana juga sama polosnya!.
"Iya..ya...Kekasih itu apa? kakak juga tidak tau! " Archana memekik tertahan,kedua tangan kedua anak manusia itu kembali meraih isi toples,mengunyah dengan pipi membulat.
"Nyam..nyam...terus kalau kakak tidak tau,kenapa bisa bicara begitu pada Shura?" Anak lelaki manis putra Tristan itu menggeleng tak mengerti.
"Nyam..nyam.....kak Raino yang bilang" Jawab Archana santai.
Mengunyah dan terus mengunyah hingga pipi kedua anak itu membulat lucu.
Imanuel mengeleng miris.
Bagaimana para Wiguna itu bisa mendidik gadis manis ini menjadi begitu polos dan lugu.
"Shura mau menikah dengan kakak cantik ini jika besar nanti!" Tiba-tiba Shura memekik riang penuh binar.
Imanuel mengelus dada sabar.
Mengawasi kedua anak ini benar-benar menguras energi.
"Tidak boleh Shura...nanti kak Rayga marah! kata kak Raino Kaka cantik itu punya kakak rayga,jadi laki-laki lain tidak boleh dekat" Archa memberi tahu dengan wajah serius namun jatuhnya malah terkesan lucu.
Shura mengangguk seakan mengerti.
"Kak Shura lapar...." Shura,anak laki-laki yang baru saja menghabiskan 6 toples penuh cookies coklat itu kini mengelus perutnya yang sedikit buncit,merengek dengan wajah melas .
Archana melirik perut buncit Shura,menghitung nanar 6 toples besar yang sudah raib isinya.
"Shura..masa kamu lapar? Kita sudah makan banyak kue..dan ini baru jam 8 pagi.Maid di manor kakak tidak akan memasak jika belum waktunya.Ingat...kakak itu selalu efisien waktu! Tahan saja ya laparnya...ini makan dulu kue jatah kakak buat Shura..." Archana mendorong 4 toples cookies miliknya yang tersisa.
Entah kemana perginya semua kue yang ditelan oleh anak laki-laki bulat ini?.
Tapi yang aneh,Shura itu memang bulat.
Hanya saja yang bulat itu pipinya,soal perut? memang sedikit buncit.
,masih normal untuk anak usia pertumbuhan.
"Engghhhh"
Kedua bungsu manis itu menoleh cepat kedepan.
Sebuah majalah terjatuh dari perut gadis cantik yang sedari lama telah mereka perhatikan.
Manik grey indah itu terbuka, Asline bangkit dengan perlahan.
Duduk menggosok lembut matanya.
Membaca majalah tenyata membuatnya tertidur setelah melihat Grizela pagi tadi.
1 detik.....
5 detik.....
Ketiga pasang mata saling bertemu.
Asline mengerjap.
"KYAAAA...KAKAK CANTIKNYA BANGUN!!"
Itu shura.
Anak berpipi gembul itu memekik heboh sendiri.
Asline menatap dengan senyum canggung.
Ini anak siapa?.
Lucu, berpipi gembul dengan manik berbinar menatap dirinya.
Asline gemas setengah mati.
"Hai kakak cantik!!! " Archana menyala heboh
"Loh.....Archana? "
Dan setelan kehebohan itu,kini Asline tengah berkutat didapur.
Setelah si kecil Shura merengek lapar,akhirnya asline dengan senang hati membawa kedua makhluk imut itu kedapur.
"Kakak cantik hebat ya!! sudah cantik,bisa masak enak lagi" Shura memuji begitu melihat dua porsi besar nasi goreng lengkap dengan telur mata sapi.
Asline tersenyum simpul,menyajikan masakanya diatas meja.
"Tunggu apa lagi? makanan sudah siap,mari makan!" Asline berucap lembut.
Shura bersorak heboh.
Archana mengangkat jempol puas.
...🍁...
...TBC...
__ADS_1