Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Penyelamatan


__ADS_3

...Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya.....🌹...


...🥀...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🥀...



..........


Gelapnya hutan dengan hanya ditemani pancaran sinar terang sang bulan.


Nampak didua sisi hutan,dua orang wanita dengan kondisi mengenaskan terlihat tenggelam dalam keheningan menatap satu sama lain dengan aura sengit demi bertahan hidup.


Siapa yang akan bertahan pada akhirnya?...


Asline merasakan seluruh darah didalam tubuhnya berpacu cepat,setiap sel dalam tubuhnya seakan memiliki keinginan sendiri demi bertahan hidup.


Dibanding dirinya,luka yang dialami Isabela tak jauh lebih buruk.


Wanita itu terlihat tertawa dengan intonasi yang begitu mengerikan.


"Kau sudah melawanku terlalu banyak Mrs Wiguna.....aku sudah letih tapi anak-anakku belum mulai bermain dengan dirimu..jadi.....kau bersiaplah untuk menjadi daging segar mereka hahahaha!!!" Isabela tertawa menggila,wanita itu menyeret tubuhnya dimana kaki kirinya telah hancur terkoyak serangan brutal dari belati asline,bersandar di sebuah pohon dan bersiul memanggil empat an*ing besar hitam yang sedari awal berbaring malas dari empat penjuru menyaksikan pertarungan antara hidup dan mati dari dua wanita itu.


"Kalau begitu....biarkan kita semua mati saja..biarkan anj*ng-an*ing itu datang dan akan ku buat kau melihat saat aku mengoyak leher mereka...."Asline berucap dengan suara melemah namun tak menyulutkan tekadnya untuk bertahan hidup.


Isabela menatap asline bak mendengar sebuah lelucon yang lucu,tawa wanita itu menggema di kesunyian hutan.


"Koyak dia!!!" Isabela akhirnya meraung .


Asline berguling dengan sisa tenaganya,menghindari satu terkaman yang datang dari sisi kiri tubuhnya.


Srashhhhh....


Asline berhasil menyambar kaki depan seekor anj*ng hitam dengan belatinya.


Binatang itu mengeram dengan air liur yang jatuh menetes serta tatapan yang semakin mengganas.


Melihat kawanannya terluka,tiga an*ing yang tersisa mulai menyerbu satu demi satu .


Hingga.....


Dengan mata tertutup asline menaikan belatinya yang hampir patah dari gagangnya lurus menghunus.


Auuuu.....


Dan seketika....


Manik ketakutan asline perlahan terbuka,dan manik itu bergetar seakan melihat secercah harapan yang kembali terang membesar.


Empat ekor serigala besar berwarna hitam,putih juga abu-abu berdiri gagah didepannya dengan seekor harimau benggala putih besar yang memimpin mengaum gagah.


Tangan berlumuran darah asline terentang,mengelus bulu seekor serigala putih besar yang berdiri dihadapannya.


"Demon......." Air mata asline jatuh meluruh,dirinya mengenali dengan jelas serigala putih gagah dengan mata merah itu .


Auuuu uuu...


Serigala itu berbalik,mengendus wajah penuh darah asline dan menjilati luka-lukanya dengan lembut.


Para wild peliharaan Wiguna bukan hewan peliharaan biasa.


Mereka buas dan terlatih dengan berbagai serum obat yang telah melekat dengan antibodi mereka.


"Wah..wah..wah....anj*ng darimana ini?" Isabela berdiri dengan menopang pada pedangnya.


Menatap dingin pada empat ekor serigala yang begitu gagah juga terlihat sangat menawan.


Bulu-bulu mereka tebal juga mengkilat sehat,mata yang cerah dan tajam serta tatapan yang begitu angkuh.


Dan sang harimau.


Binatang itu terlihat begitu indah dalam balutan mengerikan surai putihnya.


Roarrrrr......


Begitu harimau itu mengaum.


Empat ekor serigala melesat menerjang keempat an*ing hitam Isabela dengan taring dan kuku yang mengoyak mengincar tanpa ampun.


Asline terpaku melihat delapan binatang dengan ras yang hampir sama itu saling menyerang, hawa predator menguasai perkelahian sengit.


Sementara itu harimau benggala putih itu terlihat menerjang Isabela,wanita dengan tatapan menggila itu tak segan mengayunkan pedangnya.


Kakinya memang terlihat mengenaskan,namun kedua tangannya bergerak bebas.


"Demon... Devil...Lucifer....Hades...... Tigress..jika kalian ada itu artinya Rayga.....?" asline bergumam lirih,dadanya berdenyut sakit oleh buncahan harapan.


ROARRRR....


"TIGRESSS!!!" Asline meraung saat pedang Isabela menggores punggung sang benggala.


Isabela meraung.

__ADS_1


"Binatang sialan!!!!" Isabela memaki,cakar tajam Tigress mengoyak kulit lenganya.


Sementara itu...


Langkah kaki terdengar cepat menembus deretan sulur dan dahan-dahan besar yang menghiasi kedalaman hutan.


Kekejaman terlintas dimanik kelam itu, seorang gadis mengikuti jauh tertinggal dibelakang.


"Sebentar....."


20 menit sebelumnya.


Rompi anti peluru itu sudah terlihat mengenaskan,terkoyak oleh belasan sabetan pedang.


Rayga,pria dengan wajah dingin terbalut badai emosi itu melepas rompinya.


Tubuhnya yang kokoh nan menawan tertutupi hanya dengan sehelai kemeja tipis yang telah basah oleh keringat dan darah.


"Serahkan saja asline padaku Zeus.....kita tak perlu bertarung mati-matian seperti ini!" Zergan yang sudah ternoda dengan darah juga daging yang koyak tak menyerah.


Harga diri adalah harga mati!.


Hingga....


Brrrmmmmm...


"Kakak!" pertarungan sengit terhenti sejenak,sebuah truck militer datang dengan kecepatan tinggi,dengan suara familiar yang terdengar melalui speaker.


Ckiittttt...



Debu tebal melayang oleh decitan mobil truck militer itu .


Seorang pria muda dengan empat orang pria yang terlihat lebih tua namun terlihat begitu energik juga kuat turun dari dam belakang truck . Dan seorang gadis dengan pakaian serba hitam.


"ARSHEN....GREAT!!" Disisi tak jauh Maxim meraung penuh syukur.


Pria dengan rompi anti peluru juga senapan rundung itu mendekati sang kakak sulung.


"Maaf kak...tapi sekarang waktu bagimu berakhir untuk pertarungan ini.Pergilah cari istrimu,disini aku dan para wakilku akan bereskan." Arshenio berucap tanpa senyuman diwajahnya.


Rayga melempar katana miliknya yang telah patah dan meraih handuk kecil yang diberikan sang adik untuk membersihkan sedikit wajahnya.


"Kenapa kau datang?" Rayga berucap dingin.


Arshenio terkekeh rendah,sial masih saja dia merasa takut hanya dengan mendengar sedikit kata dari kakak sulungnya itu.


"Khem....apa lagi? orang bedebah itu menculik kakak ipar kami yang cantik...melukai adikku yang manis juga membuat kakakku bekerja sia-sia! Kak...percaya padaku dan pergi sekarang!" Arshenio berucap tegas,saat seperti ini butuh keberanian besar beradu argumen dengan Titan yang haus darah ini!.


Zergan meludah sengit,menunjuk arshenio dengan pedangnya yang juga telah patah .


"Anak kecil pergilah! jangan menggangu..Jangan berfikir dengan semua atribut militer yang kau kenakan ak-"


Dorrrrr......


Tranggggg....


Berdengung!...


Senapan berdiameter 9Mm itu menyemburkan laharnya,jika saja reflek zergan tak bagus sudah pasti kepalanya sudah akan berlubang .


Wushhhh..


Pria muda itu menggila,begitu tiba dari misi perbatasan.Hal pertama yang ia dengar adalah kemalangan adik serta kakak iparnya.


Kemarahan melesat bak gemuruh petir.


Para anggota Blood Eagle maupun pengawal kerajaan milik Brixton segera berlindung,kegilaan jendral muda pasukan Red Eagle itu sangat mengerikan.


Tidak perduli kawan maupun lawan,senjatanya menembak kesegala arah.


"Anak gila itu!!" Gion berucap frustasi sembari menyeret tubuh mengenaskan Simon dan Gerry kearah sisi bangunan yang terlindungi.


"Arshenio lihat kemana arah pelurumu!!" Maxim yang ditarik Brixton juga xain meraung jengkel.


Zergan ditarik anak buahnya berlindung.


Senjata rundung yang arshenio tembakan begitu mengerikan dengan area tembakan yang luas juga akurat.


Raino meringis disisi lain bangunan,raider memapah tubuh saudara kembarnya itu dengan Diego yang segera bekerja mengeluarkan peluru yang menembus perut putra kedua Rion itu.


"Ini yang aku tak suka jika arshenio masuk! dia tidak memandang siapapun jika sudah dikuasai amarah.Ingat anggota polisi yang rumahnya habis terbakar saat kasus Erwin dulu? anak itu benar-benar hanya mematuhi brother Rayga . Bahkan Daddy dan kakek sekalipun tidak bisa merantai kelakuanya!" Raider berucap nanar,Diego mengangguk tanpa menatap.


Dokter itu sibuk menjahit luka tembak Raino yang sudah disterilkan dan bekerja dengan cepat.


"Biarkan saja dia..." gumam Raino malas sembari meringis menahan sakit.


Dan kini.....


Isabela tertawa menggila, Tigress.


Raja rimba itu berdiri dengan punggung koyak akibat pedang tajam Isabela.


Keangkuhan sang raja hutan tak berkurang.


"MATI KAU BINATANG TERKUTUK!!" Isabela meraung,Asline berlari menerjang dengan sisa tenaganya sembari menutup mata bersiap melindungi harimau kesayangan suamimu.


Hingga.......


Wushhhh....


Tubuh rapuhnya melayang dengan sepasang tangan kekar yang memeluk pinggangnya dengan lembut.


!!!!!.....


Dalam mata tertutup,Aroma hangat sang dominan dengan sentuhan kelembutan yang luar biasa.


Itu......


"Rayga!!! hiks..kau..kau datang!!?!" Asline akhirnya menangis dengan keras,dalam hangatnya pelukan sang kasih.


Rayga membekap tubuh mengenaskan itu dengan hati sakit bak sebuah pisau tak kasat mata tengah mengiris hatinya.


Sementara itu...


Tubuh Isabela terpental oleh satu kick off kuat.

__ADS_1


Acella berdiri menatap jijik dengan kepala terangkat angkuh.


"Mati kau wanita ja*ang!!!!" Acella bersama Tigres yang kembali merasa kuat begitu melihat sang tuan datang.


Keduanya menyerang ganas.


Tigress mengoyak tangan kanan dan acella memotong kaki kiri Isabela dengan sebuah pedang.


Raungan terdengar bak jeritan dari neraka!.


Rayga memeluk tubuh sang istri tenggelam dalam gendongan ala bridal.


Pria itu berbalik melihat kondisi keempat serigala miliknya.


Demon menarik lepas kepala seekor an*ing berwarna hitam kecoklatan.


Devil mengigit leher anj*ng lainya hingga leher binatang itu hampir terlepas.


Lucifer,serigala termuda itu terlihat tengah mengoyak perut anj*ng yang terluka kaki depannya oleh asline sebelumnya.


Dan Hades,Serigala hitam itu terlihat berdiri gagah diatas mayat seekor an*ing yang sudah terbelah dua.


Rayga menyeringai puas.


"Great boys!" Rayga terkekeh rendah.


Asline menatap wajah tampan yang tengah berjalan cepat menjauhi lokasi dengan mata memburam.


"Ray...Rayga....senang melihat..melihatmu lagi..tolong juga dokter flair..di-"


" Sttttt..jangan bicara lagi amour..aku akan menolong siapapun yang telah menolongmu,dan aku akan habisi siapapun yang telah menyakitimu..tidurlah sayang...tidurlah cintaku...." Suara rendah penuh rasa sakit itu mengalun dibalut kasih sayang .


Pupil tajam itu memerah melihat kondisi sang istri.


Tubuhnya dihiasi darah sang istri,kulit cantik itu telah rusak oleh koyakan benda tajam dan wajah indah itu dihiasi lebam.


Asline tersenyum lemah,baik fisik maupun batin wanita itu sangat ingin beristirahat.


Merasakan kehadiran pria yang sangat dirinya rindukan telah membawa seluruh ketakutan juga bebannya.


Kini dirinya bisa menutup mata tanpa ketakutan .


Sebuah mobil range Rover telah menunggu dengan alarik yang berdiri membuka pintu,yah.


Alarik telah bekerja keras demi menemukan lokasi spesifik keberadaan asline.


Melihat kondisi asline,pupil alarik bergetar namun bibirnya terkunci rapat.


kulit paha wanita cantik itu koyak dengan luka yang sama pada pinggang juga lengan kiri.


Wajah dipenuhi lebam dan darah akibat sayatan.


Alarik tak bisa berkata-kata!.


Tak lama alarik melihat acella yang datang dari belakang dengan sedikit luka berdarah dengan empat ekor serigala dan seekor harimau yang berjalan ditengah luka mengangga pada punggung sang harimau.


Dan


Satu sosok yang terseret tak bernyawa oleh empat serigala dan harimau itu.


Jantung alarik berdebum keras,inikah lawan sang istri dari Zeus?! wanita yang tertinggal raga yang telah hancur ini?!.


Rayga masuk kedalam mobil sambil menggendong tubuh asline dengan penuh kehati-hatian.


Boneka cantik ini hampir hancur!.


Rayga dengan tangan gemetar meraih kapas di dashboard mobil dibantu gerakan cepat alarik juga acella.


Alarik menghidupkan mobil untuk segera keluar dari hutan.


"Hati-hati Rik!" Acella berucap saat melihat tangan alarik yang menegang memegang setir kemudi.


"Aku belum pernah melihat wanita bertarung seperti itu cel....kau lihat betapa mengerikan kondisi asline?" Alarik berucap rendah setelah sebuah pembatas naik dari kursi penumpang.


Rayga menutup akses penglihatan kedua kembar Axel itu.


"Mengemudi saja jangan sampai brother Rayga membunuhmu karena emosinya!" acella melotot ngeri sembari memberi peringatan pada saudara kembarnya.


Alarik mengangguk paham dan segera melaju menuju mobil ekspedisi mereka terparkir.


Sementara perawatan asline bisa dilakukan disana dengan bantuan Gion juga Diego.


Segera,mobil melaju cepat meninggalkan hutan.


.........


Sebuah padang yang cukup luas,tiga helikopter dan satu buah brangkar sudah menunggu kedatangan pemimpin mereka.


Gion,dengan meraup wajahnya nanar berdiri disisi Diego yang terlihat pucat.


Mereka telah mendengar apa yang telah terjadi,mereka adalah dua orang dokter utama di organisasi maupun dalam keluarga mereka


Para inti menjaga agar keduanya tak mendapat luka yang serius,arshenio berdiri dengan gusar .


"Kita tak bisa berharap alarik akan mengemudi dengan cepat kemari.Dari laporan acella,kondisi asline sudah sangat berbahaya jika dibawa melaju dengan kecepatan tinggi dengan luka seperti itu.Lagipula,jalanan didalam hutan itu masih berbatu bukan aspal yang mulus.Tenanglah!" Diego berucap sembari menahan kedua bahu arshenio.


"Bagaimana jika nenek dan juga archa melihat nanti? aku saja yang belum melihat langsung sudah merasa ini sangat mengerikan! bagaimana dengan adikku?" Arshenio berucap nanar.


Para pria tampan itu berdiri didepan helikopter yang sudah mulai dihidupkan bersiap lepas landas.


"Raider... anggota?" Xain bertanya saat melihat raider turun dari helikopter.


"Yang terluka sudah dibawa kembali ke ibukota bersama Gerry juga Maxim.Aku menyuruh mereka kembali mengingat max dalam kondisi lebih parah dari kita semua! kata Diego tulang rusuknya patah saat melawan seorang ahli karate dari Malaysia,jadi kuminta Gerry membawa max dan anggota yang terluka parah kembali.." Raider berucap dengan wajah dingin.


"Raino?" Xain bertanya kembali, ekspresi wajah terlihat kurang baik.


"Dia tak mau kembali tanpa saudari ipar asline..dia di heli bersama Brixton,kuminta Diego membiusnya,peluru hampir mengenai jantungnya!" Xain menghela nafas panjang.


Hingga..



Sebuah mobil range Rover berwarna hitam metalik keluar dari hutan dengan kecepatan cukup tinggi,dan.


"DIEGO...GION BERSIAP!!" Suara alarik seketika membaut telinga para inti berdengung,pria itu berteriak panik melalui earpeace yang tersambung ditelinga masing-masing dari mereka.


Bergerak cepat, baling-baling helikopter mulai bergerak disusul brangkar rawat yang sudah menunggu siap,tepat didepan garasi belakang heli yang sudah terbuka.

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2