Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
someone


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya ❣️...



...🔱..........🔱...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🔱..........🔱...


Raels berlari mencengkram lengan kirinya yang kini sudah dialiri darah dari luka sabetan sebuah belati.


Salahkan dirinya yang memilih tinggal di sebuah apartemen yang terletak di pinggiran kota.


...#Back on#...


Raels tengah memasuki sebuah bar tempat dulu ia bekerja part time sebelum bergabung bersama Asline.


Yah,gadis itu hanya mampir untuk minum sedikit dan bertemu dengan teman-temanya dulu.


Gadis itu menatap sekitar dengan senyum tipis kala melihat teman-temannya masih sibuk mengantar minuman kesana-kemari.


"Yoooo Raels!! datang lagi kau?!!" Seorang bartender muda,sekilas seusia denganya menyapa ramah.


"Haha..hay Steve... bagaimana anak-anak?! kulihat bar kecil ini semakin ramai?" Gelak Raels sembari mulai duduk di sebuah kursi depan meja sang bartender.


Steve,pria yang berasal dari panti asuhan yang sama dengan Raels itu terkekeh dan kembali sibuk meracik minuman .


"Biasalah.... ngomong-ngomong terimakasih ya kau sudah mau menyuntikan dana untuk bar kecilku ini" Raels menggeleng santai.


Gadis itu menatap Steve dengan senyum kecil diwajah cantiknya.


"Kita ini teman senasib seperjuangan brother! nasibku lebih baik dari nasib anak-anak panti lainya, kau pun sama.Jika kau tidak kerja keras dari nol,bar ini tidak akan jadi semaju seperti saat ini.Yah, berhubung aku punya sedikit uang tidak masalah bukan membantu saudara lainya? Steve...jangan lupa untuk menyisihkan pendapatanmu untuk suster panti,musim semi tinggal menghitung hari kita harus pastikan mereka dapat makanan dan pakaian yang pantas" Steve mengangguk mantap,menyodorkan segelas tequila.


"Minunan ini mahal,ganti saja dengan Tequila yang biasa" Ucap Raels menolak halus.


Steve menggeleng keras.


"Raels,ini racikanku yang baru..rendah alkohol hingga aman untukmu yang punya toleransi rendah pada alkohol" Ucap Steve membujuk.


"Dan yang paling penting...ini gratis!!" Ucap Steve terkekeh geli melihat wajah berbinar Raels.


Dasar maniak gratisan!.


"Hehehe..gracias!" Raels meminum gelas Tequila itu dengan wajah berseri.


"Uwahhhhh.....ini enak sekali Steve!! kau memang terbaik!!" Ucap Raels senang.


Steve menggeleng dan tertawa geli melihat ekspresi wajah menggemaskan Raels yang sibuk menghayati rasa dari hasil racikan nya.


"Setelah ini kau harus pulang Raels... apartemenmu itu jauh dan sepi! jangan cari perkara dengan pulang larut malam!!" Peringat Steve tegas.


Gadis itu mengangguk pasrah,sibuk dengan rasa pening yang mulai menusuk meski tak terlalu parah.


Sedang disisi salah satu kursi bar sisi lainya.


Pria tampan dengan mantel hitam dan masker yang menutupi setengah dari wajah tampan nya itu terlihat duduk dengan tenang.


Mengamati sosok yang cukup menarik perhatiannya sejak pagi tadi,hingga dirinya berakhir menjadi penguntit.


Tak ia perdulikan wanita-wanita berpakaian seksi yang berlalu lalang mencoba menggoda atau mendekat.


Tatapan tajamnya cukup membuat sudut tempat ia mengamati dipenuhi aura gelap yang membuat siapa saja tak berani lebih mendekat.


"Gadis ini....kau terlalu tidak awas girl!!" batin pria itu menyerigai dingin.


Sementara itu diluar bar....


Tiga orang pria dengan jaket tebal dan masker hitam mendekati sebuah mobil sedan putih yang terlihat cukup tua.


Seorang pria mulai mencongkel pintu mobil dengan hati-hati.


Klik.....


bergerak dengan perlahan dan tak berapa lama ketiganya selesai dengan senyuman penuh kelicikan.


"Setelah ini tinggal satu tugas lagi dan kita akan mendapatkan 30 juta dolar!" Pria dengan anting salip ditelinga kiri mengunci kembali pintu mobil dan yang lainya sudah kembali memasuki mobil lain dan menunggu.


Raels keluar dengan sedikit perlahan dalam melangkah.


Sial!!


Dia memang tak mampu pada alkohol sekecil apapun kadarnya.


Andai saja suasana hatinya tidak buruk akibat bertemu tiga medusa itu,sudah pasti Raels tidak akan minum malam ini.


Raels berdiri sejenak menatap mobil tua yang berhasil ia beli dengan susah payah.


"Sepertinya ada yang aneh?" Ucap Raels menatap mobilnya dengan kepalanya yang sedikit pusing.


"Tadi kaca mobil sudah tertutup rapat tidak ya? masa ia aku biarkan kacanya terbuka setengah seperti ini?" Raels bermonolog,merasa aneh pada kaca mobilnya yang biasa tertutup rapat saat ia tinggalkan kini justru terbuka setengah.


Pusing akan tebakannya.


Raels membuka pintu mobil dan mulai menjalankan mobil itu kembali ke apartemennya.


Tepat kala memasuki jalanan sepi,mobil tiba-tiba berhenti mendadak.


Raels mengumpat kesal.


Deg........


Gadis itu tanpa sengaja menatap kearah depan kala merasa frustasi.


Mengapa mobil Jeep hitam itu ikut berhenti? dan tepat didepannya!.

__ADS_1


Mengurungkan niat untuk keluar kala melihat tiga pria dengan wajah jahat keluar menuju mobilnya.


Brakhhhh..


Raels tersentak kaget begitu salah satu dari mereka menghantam bamper depan mobil dengan pukulan keras.


"Keluar!!" Ucap pria dengan sebuah rokok yang terapit di jari tanganya.


"Sialan!! keadaan yang sial!!" Raels mengumpat .


Kepalanya pusing dan dia hanya ingin tidur pulas malam ini.


Raels tersentak kala pintu mobilnya terbuka paksa dan pria itu menarik dirinya keluar.


"Lepaskan!!" Ucap Raels tajam.


"Wow!! lihat ternyata dia gadis pemarah juga!!" Gelak pria dengan topi hitam terbalik .


"Kami hanya ingin memberi kau rasa nikmat dan malam yang tak terlupakan nona...jadi menurutlah karena kami dibayar untuk menyiksamu dalam kenikmatan!!" Gelak pria yang kini sibuk menghisap rokoknya dan menghembuskan tepat di depan wajah cantik Raels.


Raels mengeram.


Duakhhhhh...


"ARKHHHH...GADIS SIALAN!!" Raung pria perokok tadi setelah satu tendangan kuat Raels mendarat di aset pribadinya.


"Mam*us!!" Sarkas Raels puas.


Sethhhh.....


"ARKHHHHHHH...BEDEBAH!!" Raels tersentak dan menjerit kala lengannya tersayat tiba-tiba oleh sebuah belati yang dikeluarkan oleh pria dengan anting salip itu.


"Kau terlalu banyak membuang waktu nona!! ikut kami...kalian cepat seret dia!!" Raels menegang,menyentak kuat tangan yang dicengkam oleh pria bertopi hitam sedang pria yang ia tendang asetnya itu masih mengaduh mengurangi rasa sakitnya.


Srakhhhhhh...


"Akhhhh...lepaskan aku!!!" Raels meraung kala pakaian atas dibagian dadanya di robek paksa oleh belati pria itu.


"Tidak masalah jika tidak ingin ikut!! disini saja biar kau bisa mendesah sembari menikmati udara terbuka...hahaha cepat pegangi dia dengan kuat!!" Raels menggeleng dan melihat kesempatan kala pria itu dan kedua rekannya masih tertawa.


Berlari.......


Raels berlari kala tubuhnya saat ini tak bisa digunakan untuk melawan.


Air matanya tumpah ruah pening dikepalanya bertambah kala darah yang keluar semakin banyak, belum lagi rasa dingin akibat pakaian yang sudah terlihat berantakan.


"Hiks...tolong aku... siapapun!!" Isak gadis itu menyesali keputusannya untuk minum malam itu.


...#back off#...


Berlari dan terus berlari,bahkan sepatu boots yang ia pakaian sudah mulai rusak beradu dengan kerikil dan batu yang tersebar dijalan yang menuju pinggir kota.


Duakhhhhh...


Grephhhh.....


Raels tersentak,menahan nafasnya kala merasakan menabrak seseorang yang kini menahan lengan dirinya erat.


"Kamu baik-baik saja?" Raels yang masih terisak mengangkat wajahnya perlahan .


DEGGGGGGGGG....


Maniknya membola melihat siapa yang kini tengah berdiri di depan dirinya.


Seorang pria yang begitu tampan,auranya yang tenang bak seorang pria bangsawan di masa lalu.


Pria yang tengah menatap Raels itu mengangkat wajahnya melihat tiga orang pria dewasa yang nampak terengah-engah sehabis berlari.


Tubuh Raels bergetar hebat,gadis itu memeluk tiba-tiba tubuh tegap pria itu dengan gelengan keras memohon .


"Hiks...tolong jangan...jangan biarkan aku tertangkap mereka!" Isak Raels dengan nanar.


Menegang....


Tubuh tegap itu menegang dengan jantung berdebar.


Tidak pernah ia sedekat ini dengan perempuan selain ibu dan adiknya!.


Dengan ragu-ragu,pria berwajah tampan itu mengangkat tangannya dan mengusap puncak rambut Raels dengan lembut.


Tidak sia-sia ternyata dirinya mengikuti gadis itu hingga larut malam seperti ini.


Entahlah? seakan ada sebuah alarm bahaya yang menghinggapi alam bawah sadarnya untuk terus mengikuti gadis asing itu dan memastikannya tiba sampai tujuan dengan selamat hari ini.


Dan terbukti! firisatnya tidak pernah salah.


"Baiklah...jangan menangis lagi!" Bak mantra ajaib,Raels yang biasanya anti dengan orang asing apa lagi laki-laki kini mengangguk dan perlahan menghentikan tangisannya .


" Sialan!! Hai bedebah.....jangan main-main dan serahkan mangsa kami!!" Pria bertopi hitam memaki emosi melihat adegan manis yang tengah dilakukan pria asing itu.


Acuh,pria itu tersenyum tipis melihat wajah sembab yang terlihat begitu indah dimatanya.


"Kamu lihat mobil BMW itu? sekarang pergilah dan masuk kesana setelah itu tutup mata dan telingamu,mengerti girl?" Ucap sang pria tampan dengan senyum teduhnya.



Raels mengangguk,menatap sekilas mobil mewah yang terparkir dibelakang tubuh pria itu dengan perasaan lega dihatinya.


Tapi,mengapa ia harus menutup mata dan telinga?.


Dengan perlahan Raels melepas pelukannya pada pria asing itu,berjalan sembari sesekali menoleh kebelakang dengan wajah penuh kecemasan.


Pria itu tersenyum tipis,meski merasakan ada setitik perasaan kehilangan kala tubuh beraroma Jasmine itu perlahan hilang dalam dekapannya.


Sialan!....


Hatinya tak terima entah mengapa!.


"BEDEBAH KAU MENANTANG KAMI?!!" Pria beranting salip itu meraung murka.


Dua dari mereka maju mengejar Raels dengan brutal.


WUSHHHH...


Krakhhhhh....


ARKHHHHHHH......


Semua terjadi begitu cepat hingga akhirnya yang terdengar adalah suara jeritan kesakitan.


Raider.


Yah,pria tampan yang berdiri sebagai benteng Raels itu adalah Raider sang second leader of Blood Eagle.


Bergerak dengan cepat dan meraih kedua tangan dari dua orang yang berbeda,memutar mereka dan menghempas keduanya jatuh .


"Ku beritahu pada kalian para tikus....jangan mengganggu gadis itu.she's mine!!" Smirk Raider dingin.

__ADS_1


Katakan dirinya gila karena mengklaim seorang gadis yang dalam sekali pandangan.


Tapi masa bodoh! siapa yang bisa menolak kala rasa jantung berdebar dengan europoria yang begitu menyenangkan mengisi seluruh tubuhnya?.


"HAHAHAH...KAU MELAWAK DUDE?!! MINE HAH? BAIKLAH.


AKAN KAMI BERIKAN DIA CUMA-CUMA SETEKAH AKU DAN TEMAN-TEMANKU MERASAKAN-"


BUGHHHHH...


Pria beranting salip itu terhempas jauh dengan sekali pukulan pada wajahnya.


"BANG*AT!! CEPAT SEKALI DIA!!" Pekik pria bertopi hitam itu dengan ngeri.


Raider bergerak dengan amarah membumbung,tak membiarkan pria itu selesai berbicara dan langsung menghantamkan pukulannya pada begundal itu.


Srakhhhhhh...


Raider mengeluarkan sebuah tangkat kecil dari balik jas yang tertutup mantelnya.


Krakhhhhh....


Raider menekan sebuah tombol sekilas seperti batu Cristal biru ditengah tongkat layaknya tombak kecil itu.


Dan...


Manik ketiga pria itu membola begitu tongkat itu perlahan berubah bentuk.


"Inilah yang kusuka dari senjata rancangan Ryuga! tipis...tajam...dan ringan!" Raider menyerigai begitu pedang ramping yang terbentuk dari sebuah tongkat layaknya tombak kecil itu selesai.



"BEDEBAH!!" Umpat para pria itu emosi sekaligus takut.


Sungguh,mereka hanya membawa masing-masing belati yang ukurannya saja tak seperempat dari pedang yang kini berada di tangan pria itu,raider.


"Baiklah jangan buang waktu!!" Raider menyerigai,dan.


WUSHHHH....


Tranggggg...


Para pria itu berusaha mempertahankan diri hanya dengan belati ditangan masing-masing.


Tapi siapa yang bisa melarikan diri saat.


Sang iblis bertopeng malaikat baik hati dari Blood Eagle itu beraksi.


ZRAHHHHH..


ARKHHHHHHH...


"BEDEBAH...TANGANKU!!!"


Pria bertopi hitam itu ambruk,menjerit dengan raungan keras begitu tangan kirinya terpisah dengan darah yang berceceran dimana-mana.


"PRIA... PRIA ITU MONSTER!!" Pria dengan bibir hitam kecanduan rokok itu menjerit ngeri.


Hingga...


ARKHHHH....


"Kemana matamu pergi?!" Smirk dingin raider yang sudah menebas pinggang pria itu hingga tubuhnya terpisah menjadi dua.


Brughhhhh....


Pria dengan anting salip itu jatuh terduduk dengan lemas.


Tubuhnya bergetar dan belatinya terjatuh begitu saja.


Ini terlalu mengerikan .


Jlebbb...


Raider dengan buas menancapkan katana itu di jantung pria yang tubuhnya telah menjadi dua.


Wajah pria itu tetap tenang,membantai dengan wajah begitu tanpa emosi.


Berbalik,Raider berjalan menuju pria dengan tangan telah hilang satu sembari menyeret katananya bak iblis pencabut nyawa.


"TIDAK...JANGAN MENDEKAT!! PERGI... AMPUNI AKU...BIARKAN AKU HID-"


ZRAHHHHH...


Raider tak berbelas kasih.


Jangan menganggap remeh para anggota mafia Blood Eagle Generasi ketiga.


Rayganta memang brutal dan sadis,namun para saudaranya sekalipun akan sama brutalnya jika menyangkut sesuatu yang mereka anggap penting.


Dan Raider adalah satu yang cukup terkenal sadis,pria yang menyembunyikan kekejaman dalam cover seorang psikiater sekaligus wakil presiden direktur WJC Coorporation.


Bahkan,sebelum pria itu selesai berteriak memohon.


Kepalanya telah terpisah dengan sekali tebasan cepat.


Raider terkekeh melihat pria bertindik yang sudah berlari menjauh seorang diri.


Berlari meninggalkan mayat kedua temannya yang sudah tak akan tertolong.


Raider terkekeh dingin,melirik kerah mobil dengan senyum tipis.


Mobil yang dirinya telah ubah ke mode gelap.


Bagian dalam mobil akan terlapisi serat hitam di bagian kaca yang tak tembus pandang,kaca dimana gadisnya tak akan melihat apa yang telah ia lakukan diluar .


Sayangnya,mobil itu tak kedap suara.


Hingga akhirnya raider memutuskan membunuh dengan cepat dan tenang.


Dan hanya sisa satu mangsa lagi,mangsa yang tidak akan ia bunuh sebagai penyampai pesan.


Cukup membuat pria itu cacat!.


Bergerak cepat,Raider berlari dengan kecepatan tinggi mengejar sisa lagi mangsanya.


"Tidak...biarkan aku pergi!!" Pria beranting salip itu berteriak ketakutan,saat melihat sosok raider telah berada tepat dibelakangnya dengan pedang terseret.


Tolonglah....


Pria itu ketakutan setengah mati!.


Raider menggeleng jenaka.


Dan......


.......🔱.......

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2