Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Wedding day


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...


...♨️ Happy reading ♨️...


...Youre always on my mind...


...Since i've have this feeling...


...I found in you a dream...


...I've believed to be true...


...Finally you got me falling like this...


...I don't wanna end a felling like this...


...You know i want you...


...Share my world with you...


...I promise to you...


...My feeling will never change...


...Forever live in this moment...


...I wanna spend the rest of my life...


...With you i do...


...Dreaming of a life...


...A happy ever after...


...I couldn't imagine...


...If it wouldn't be with you...


...Each day is like a fairy tale come true...


...I wouldn't ask for more that being with you...


...With you i do...


.........


Mempelai wanita telah masuk satu demi satu,para tamu pria terdiam mematung dengan manik berkedip takjub.


Visual ini memang pantas bersanding dengan para pewaris!.


Kecantikan ini bukanlah kecantikan yang terbiasa bergelut dalam dunia sosialita penuh intrik.


Ini kecantikan murni namun punya harga untuk pemikiran!.


Raels berjalan paling depan,disusul Victoria kemudian Acella lalu jihan dan terakhir Naomi.


Berjalan penuh senyum haru menatap para pria mereka yang terlihat gugup dengan reaksi lucu mereka masing-masing.



Keheningan terjadi saat para mempelai pria mulai meraih telapak tangan calon istri mereka masing-masing.


Victoria menunduk malu saat wajah jenaka raino berganti wajah teduh nan penuh cinta.


"Sekarang aku tau apa arti dari menangis karena melihat seorang gadis Ria!" Raino berbisik penuh kasih,menggenggam erat telapak tangan berbalut sarung tangan brokat putih itu.


"Sejujurnya...cinta dan ketulusanmu menghapus semua rasa sakitku,aku mencintaimu .."


Victoria menunduk dengan hidung yang terasa masam,membalas bisikan raino dengan lirih,senyum haru raino akhirnya terbit dengan lebarnya.


Haru nan cinta yang begitu besar dari pria yang dijuluki sebagai playboy Eropa ini benar-benar menyentuh sanubari.


Raider disisi lain menatap raels dengan lembut.


" Jangan lagi senyum pahit untuk kehidupan Raels...kini kehidupan akan memberi rasa hormat bukan penghinaan lagi...kamu istriku dimasa depan dan mereka akan ingat itu" Raels mengangguk haru,membalas genggaman raider dengan satu keyakinan.


Dia bukan lagi raels si anak yatim piatu yang menghadapi kerasnya dunia seorang diri! kini,dirinya adalah Raels.Istri masa depan dari tuan muda kedua Wiguna,Raider Leander Wiguna!.


Dan disisi Maxim.


"Terima kasih sudah membuatku merasa menjadi pria paling bodoh di dunia.. terimakasih telah membuatku selalu bermimpi indah dan melihat wanita di dunia ini sangat lusuh selain kamu... terimakasih mengajarkan aku arti dari cinta dan ketulusan!" Jihan mengangguk dengan tetesan bening yang tersapu lembut oleh sebuah ibu jari,Maxim mengusap wajah cantik itu penuh cinta.


Dixon menatap Acella dengan rasa cinta yang membuncah,menatap perut dimana anak-anak akan tumbuh dan lahir ke dunia.


"Hari demi hari mengingatmu,membawa kenangan indah meski terpisah jarak dan setitik waktu,sentuhan lembut mu dan rambut indah mu...terima kasih mau memaafkan orang sepertiku dan menerima segala penyesalanku..my cella....aku cinta kamu dan anak-anak kita!" Acella mengangguk dan menutup mata saat Dixon mengusap perutnya yang tertutup gaun pengantin.


"Kamu begitu cantik Naomi...sifatmu dan karaktermu.Terima kasih karena telah memasuki hatiku,menembus batas hidupku dan mau membagi beban bersamaku,kau adalah keindahan...kau adalah anugerah Tuhan bagi pria seperti diriku!" Gion menatap Naomi yang tertunduk dengan senyum haru,dia tak lagi sendiri menanggung beban kehidupan.


Gion ada untuknya,membantu dan mengayomi dirinya.


Rafendra dihadapan para cucunya ini tersenyum haru,didikan keras disertai kasih sayang dan pengertian telah berhasil membentuk para generasinya.


Sang pendeta menatap para muda yang akan dirinya ikatkan dalam ikrar suci dalam keharuan.


Tuhan tidak pernah gagal memberi rahmatnya.


Para pria muda ini dikenal dunia sebagai tiran dan tidak punya sisi manusiawi kecuali dalam lingkaran keluarga!.


Kini Tuhan bahkan masih memberi para iblis muda ini pasangan yang terlihat begitu tulus,bak jalinan benang takdir memang tertulis atas nama mereka.


"Baiklah....mari mulai prosesi ikrar suci...para tamu silahkan tenang!"


Hening seketika.


"Mempelai pertama....silahkan berdiri dihadapan saya...." Pendeta dengan sebuah Alkitab ditanganya itu berucap dengan senyum teduh.


Segera,Raider dan Raels bergerak maju.

__ADS_1


"Anda... Raider Leander Wiguna...apakah bersedia menerima Raels Amaira sebagai istrimu dalam susah dan senang,sehat dan sakit hingga maut memisahkan kalian berdua?"


Raider menatap mata raels intens lalu menatap sang pendeta tegas.


"Yes..i do!"


"Nona Raels Amaira..apakah anda bersedia menerima Raider Leander Wiguna sebagai suami anda dalam sehat dan sakit,susah dan senang hingga maut memisahkan kalian?"


"Yes i do!"


Sang pendeta mengangguk puas.


"Silahkan pasangan kedua berdiri dihadapan saya.."


Segera Raino dan Victoria bergerak setelah raels dan raider sedikit bergeser.


"Raino Leander Wiguna..apa anda menerima Victoria Grisham sebagai istri anda dalam sehat dan sakit,sudah dan senang hingga maut memisahkan kalian?"


Dengan senyum lebar Raino menjawab tegas.


"Yes i do!"


"Victoria Grisham...apakah anda menerima Raino Leander Wiguna sebagai suami anda dalam susah dan senang sehat dan sakit hingga maut memisahkan kalian?"


Victoria menatap calon suaminya itu geli kala senyum itu semakin lebar .


"Yes i do"


Proses ikrar terus berlanjut hingga pasangan terakhir,Naomi dan Gion.


Setelah mengikat janji,sang pendeta mengangguk puas .


Menatap para tamu.


"Jika ada yang merasa keberatan atas ikrar suci ini...segera berbicara atau diam untuk selamanya!" Sang pendeta berucap tegas,tanpa siapapun sadari.


Seorang wanita diseret keluar dengan cepat oleh anggota Beta Be.


Melihat keheningan,pendeta mengangguk puas.


"Silahkan bertukar cincin..." ucap sang pendeta.


Asline,Aira,Rubi,Archana juga Sera diberi tanggung jawab membawa nampan berisi kotak cincin untuk masing-masing mempelai.


Raider mengangguk terima kasih saat asline tersenyum senang saat sebuah kotak beludru diatas nampan yang ia bawa telah terbuka.


Raider meraih lembut tangan lentik raels dan segera memasangkan sebuah cincin emas bermata berlian putih.



"Atas nama Tuhan...kau sekarang istriku Raels...." Raels mengangguk haru dan segera memasangkan raider cincin satunya lagi.



Rubi tersenyum haru saat jemari Victoria kini terpasang cincin emas berlapis berlian yang hanya berbeda model dari milik Raels.



Dixon menempa sendiri batu turmaline itu menjadi sepasang cincin untuk pernikahan mereka,dan Aira bahagia untuk adik iparnya itu.



Archana menatap Jihan haru, akhirnya kakaknya berhasil meminang sahabatnya ini.


Cincin emas putih bertabur berlian asli dari perusahaan perhiasan Benedick jewelry, perusahaan paman mereka.


Mathew!.


Maxim bahkan terbang ke Amerika sendiri demi meminta Mathew menempa berlian murni itu menjadi cincin pernikahannya!.


Archana bangga,Maxim tidak lagi terjerat kebebasan dunia dengan para wanita asing diluar sana.


Sera tersenyum saat Gion mengusap pucuk kepalanya saat nampan cincin yang ia bawa di raih oleh kakak dari kekasihnya itu, Arshen.



"Terimakasih Sera..." Gion membuka kotak beludru,mengecup punggung tangga Naomi sebelum memasang cincin yang ia desain sendiri untuk istri masa depannya itu.


Jika Maxim berlian bening murni,maka Gion memiliki berlian seindah lautan untuk Naomi sebagai cincin pernikahannya.


Akhirnya, asline dan para saudarinya mundur setelah cincin telah terpasang pada masing-masing mempelai wanita.


"Dan kini...atas nama Tuhan saya men-sahkan kalian sebagai pasangan suami dan istri! mempelai pria silahkan mencium istri kalian..." Sang pendeta tersenyum dan mundur.


Para gadis muda yang kini telah berganti status sebagai istri itu menutup mata.


Segera riuh sorak bahagia mengisi seluruh katedral.


Dan malam akan berlanjut dengan pesta menyambut status baru!


.........


Rayga berduduk tenang sembari menatap jam rolex berlapis diamond ditanganya.


Pria tampan dengan toksedo hitam itu terlihat begitu gagah penuh aura bak seorang pangeran dari negri dongeng!.



Para pelayan wanita menunduk tak mampu menatap betapa sempurnanya sosok majikan mereka itu.


Malam ini pesta pernikahan diatur dengan tema Black and white.


Maka dari itu Rayga memakai toksedo yang asline sang istri pilihan sendiri untuknya dengan bangga.


Taph....taph...


Suara ketukan hill segera bergema keluar dari lift manor.

__ADS_1


DEGGGG...



Rayga mematung dan senyum puas segera terbit kala melihat betapa elok istrinya.


Gaun itu terlihat sederhana tanpa banyak sulaman berlebihan dan itu cukup membuat puas Rayga atas gaya sang istri,asline terlihat lebih indah juga anggun dengan gaya sederhana itu.


Yah,meski sedikit panas melihat dua gunung kembar itu terlihat mengintip malu dari belahan gaun sang istri.


Rayga menghela nafas panjang.


"Kenapa?" Asline maju dengan wajah panas oleh tatapan mata bak predator itu.


"Tidak ada..." Jawab Rayga pasrah,segera merangkul pinggang ramping itu dan membawanya keluar manor.


"Tidak ada tapi wajahnya mendung begitu?" Asline berujar menatap wajah tampan itu kesal.


Rayga kembali menghela nafas kemudian dengan gemas menarik hidung mancung istrinya.


"Kenapa suka sekali memakai baju terbuka begini?! aku tidak rela ya tubuh ini jadi santapan para buaya liar!" Akhirnya kekesalan Rayga atas gaya gaun asline terucap.


Asline terkekeh geli,mengecup dagu suaminya pasrah.


Yah,salahkan saja mengapa Zeus ini begitu tinggi?!.


Memakai hill saja asline hanya bisa mencapai dagunya!.


"Mau bagaimana lagi..aku suka, lagipula ini masih wajar hubby...bukanya hanya sedikit...." Asline berucap dengan wajah memelas.


Rayga tak kuasa menatap mata berkedip nakal itu dengan senyum diatas bibir ranum yang begitu menggoda iman!.


"Fine....jangan salahkan aku jika malam ini kamu akan rasakan penderitaan Victoria dan semua mempelai wanita lainya...." Rayga menyerigai bengis,asline bergidik namun tak sanggup memberontak!.


Dasar suami ganas!.


Dan kini Asline harus bersabar atas apa yang ia lihat.


"Limo? are you kidding me?! kenapa tidak pakai Alphard saja?" Asline menghela nafas panjang atas kelakuan suaminya itu.


"Why? aku hanya ingin istriku nyaman dalam perjalanan menuju hotel nanti! jarak Marioot hotel dengan manor jauh dear....di dalam limo kamu bisa berbaring..." Jawaban santai membuat asline ingin sekali memukul kepala suaminya itu!.


Jauh apa?! hanya butuh 30 menit dengan mobil dari ibu kota!.


"Berbaring?! kamu ingin riasanku hancur?!" Pekik Asline jengkel.


Bagaimana cara Zeus ini berfikir?!.


"Ya sudah tidak jadi pergi ..." balas Rayga santai.


PLAKKKK..!


Rayga meringis kala kulit lenganya disambar tamparan keras sang istri.


Rayga meraih telapak tangan itu dan meniupnya panik.


Asline tertegun.


"Amour..sakit tidak? lain kali pakai apapun selain tangan indah ini untuk memukulku...lihat tanganmu merah!" Asline dengan senyum lembut memeluk suaminya itu.


Betapa bersyukurnya dirinya mendapat suami yang begitu penuh kasih ini.


"Maaf..." Ucap asline lirih begitu mereka memasuki mobil dengan morio sebagai supir semalam.


Rayga mengecup kening istrinya dalam.


"Minta maaf apa? kamu boleh lakukan apapun padaku tapi jangan pernah membuat tubuhmu sakit sendiri ....ingat kamu sakit aku yang lebih sakit!" Asline mengangguk dengan erat memeluk lengan kekar itu yang dibalas usapan lembut pada rambutnya.


"Morio jalan.....perlahan saja" Ucap Rayga begitu istirnya duduk dengan nyaman bersandar padanya.


.........


Gedung besar hotel hasil kolaborasi Gradian universe dan Wiguna corp kini menjadi pusat perhatian seluruh dunia.


Kini berita prihal resepsi para pewaris digelar disana didalam ballroom hotel yang telah didekor oleh para wedding organizer terbaik di seluruh tanah Eropa atas titah sang pemimpin generasi ketiga.


Siapa lagi jika buka sosok Rayganta Alzeus?!.


Nampak panggung megah berdiri dengan lima pasang kursi para mempelai.



Terlihat suasana yang terkesan mewah dan elegan terlukis disetiap pilar begitu tamu hotel mulai datang satu persatu.



Asline dan kayra bekerja sangat efektif dan cepat dalam mengontrol kerja para wedding organizer.


"Tempat ini begitu indah...."


"Benar...nuansa yang begitu apik membawa mimpi bak kenegeri dongeng!"


"Biaya yang dibutuhkan tidak main-main!"


"Tentu saja...yang menikah ini para putra Wiguna! tentu saja tuan muda sulung tidak mau pernikahan para saudaranya tidak berkesan!"


"Aku merasa iri...."


Kayra yang mendengar gumaman para tamu mengangkat wajahnya bangga.


Tentu saja, pernikahan para putranya harus menjadi sumber ke irian pada manusia bodoh itu!.


Manusia penjilat yang suka menilai status orang lain.


Dan.


pintu ballroom terbuka....

__ADS_1


...TBC...


see you next time 😘


__ADS_2