
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan coment...
...♨️...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...♨️...
...# Back on #...
Wanita dengan gaun merah bertali spaghetti hitam itu diseret keluar katedral dengan dua orang anggota Beta dibawah intrusi Ryuga.
"Ryuga lepaskan aku! apa-apaan kau ini?!" Margaretha,yah.
Wanita bergaun merah menggoda itu adalah Margaret.
Ryuga menatap wanita itu dengan ekspresi jijik.
"Tanyalah pada dirimu sendiri mengapa kau diperlakukan begini....."Ryu bersidekap dada dan melirik kedua anggotanya untuk melepas Margaretha.
Margaretha tersenyum manja,mendekati Ryuga dengan wajah memelas.
"Ryu..kenapa kamu kasar sekali? bukankah sekarang aku juga adalah bagian dari Luksius? itu artinya aku juga saudari kalian....setidaknya perlakuan aku sama seperti Archana atau Acella... kenapa kamu justru membiarkan para anggotamu menyeretku begini...lihat..gaunku jadi berantakan...." Dengan kedipan mata manja nan menggoda,Margaret mendekat pada Ryu yang menatapnya tanpa ekspresi .
"Kau tau? kau terlihat seperti apa sekarang? " Ryuga mundur saat melirik sosok yang perlahan mendekat dari belakang tubuh Margaretha.
"Mami....." Ryuga berucap dengan senyum lembut saat menyapa salah satu ibunya itu.
Deggg...
Tubuh Margaret menegang,perlahan berbalik dan menatap satu sosok yang menatapnya dengan tatapan dingin.
Wanita baya ini....!
"Mami la-"
Glek.....
Margaretha terdiam kaku saat telapak tangan itu terangkat tanda baginya untuk diam.
"Kau fikir siapa aku?"
Deggg...
Margaretha bahkan tak berani bersuara saat suara lembut itu terdengar mengancam.
"Siapa aku Margaretha? kau fikir saat nafasku masih ada,aku akan biarkan kau mengacau pada pernikahan kedua putraku? kau fikir aku tidak tau bagaimana kelakuanmu selama ini demi menarik perhatian Raino? sadarlah....jika bukan karena memandang silver dan Samantha kau fikir kau pantas berkeliaran disekitar kami?" Kayra berucap sembari tersenyum manis,senyum yang bahkan tak sampai kemata.Hanya lengkungan bibir penuh kepalsuan.
Margaretha terdiam,kedua tangannya terkepal erat saat lonceng katedral berbunyi nyaring pertanda ikatan suci telah sah dimata hukum dan agama.
Raino,pria itu telah menjadi milik wanita lain!.
"KENAPA?! KENAPA SEMUA MENGHALANGI JALANKU?! AKU SUDAH MEMBIARKAN PUTRI LUKSIUS ITU MENIKAH DENGAN AYAHKU! HARUSNYA KALIAN BIARKAN AKU MERAIH RAINO!! DIA UNTUKKU DAN AKU UNTUKNYA! KENAPA KALIAN SEMUA TAK MENGER-"
PLAKKKK.....!
Brukhhhhh....!
Margaretha yang berteriak penuh amarah seketika terdiam saat wajahnya tertampar dan tubuhnya jatuh seketika.
Terdiam membeku,kayra meraih sapu tangan yang diberikan Ryuga padanya dan mengelap telapak tangannya segera.
Margaretha memandang dengan gigi bergemeratuk keras.
"Dengar... siapapun bisa menjadi menantuku,selama mereka mampu membuat para putraku mencintai mereka...aku tidak butuh wanita hebat yang diakui dunia! aku hanya butuh wanita yang punya sikap dan harga diri! punya hati nurani meski perbuatan mereka terlihat keras dihadapan dunia.Bagiku,tidak butuh etika dan moral palsu yang pada kenyataannya hanya topeng busuk yang ditutupi wajah cantik dengan pendidikan tinggi!" Kayra berucap dengan wajah dingin hingga ekspresi wanita baya itu sulit ditebak.
Kayra berbalik dan kembali berucap dengan nada rendah.
"Kau tau mengapa aku membiarkan Victoria menjadi bagian dari hidup putraku meski dia adalah seorang pembunuh?" Kayra meraih sebuah bunga Bougenville yang mekar sempurna di cabang pohon bagian belakang katedral.
"Kami sama..dan aku tau karakter apa yang tersembunyi dibalik sikap buruknya.Membunuh untuk bertahan hidup! tidak seperti dirimu yang membunuh para wanita itu karena obsesi! Margaretha.... hatimu sudah hitam sejak kau bahkan masih anak-anak! tapi Victoria....dia tidak punya banyak intrik untuk menarik cinta seperti kalian para gadis kaum sosialita....kau dan dia berbeda Margaretha.Dia kartas putih meski ternoda merah! tapi kau.....kau memang sudah terendam tinta hitam sejak lama! jadi ..ubah hidupmu sebelum kamu tidak bisa lagi menatanya lagi!" Kayra meremat kelopak bunga itu dan pergi setelah menjatuhkan kelopak itu dibawah kakinya.
Ryuga segera menyusul tanpa kata, meninggalkan Margaretha sendiri menyaksikan mobil-mobil iringan pengantin melaju pergi dari katedral menuju hotel dimana malam nanti akan dilaksanakan pesta resepsi pernikahan.
...# Back off #...
Para tamu mulai tiba satu persatu,dua orang penjaga memeriksa setiap undangan yang dibawa para tamu dan setelah selesai,tamu akan digiring masuk.
Meja-meja prasmanan besar telah siap dengan segala hidangan yang memanjakan mata.
Alarik sudah siap dengan segala perangkat digitalnya, puluhan drone terbang kesegala penjuru hotel dengan Ryu memeriksa undangan para tamu.
Diego dibagian belakang mengecek konsumsi agar tidak ada hal yang buruk dapat terjadi.
"Dengar bunda ya Shura..kamu jangan nakal dan jangan banyak tingkah! ayah sama bunda mau bergabung sama yang lain kalau mau makan,makan saja jangan bikin rusuh!" Sakura memberi peringatan pada anak semata wayangnya itu.
Shura mendengus dan mengangguk sembari mulai menatap gunung dessert dengan binar.
"Sayang sekali kak archa sudah ada gandengan! yah..mau bagaimana lagi terpaksa semua camilan ini masuk perut shura!" anak laki-laki dengan jas senada dengan sang ayah itu berucap dramatis.
"Alahhhh....kau senangkan?! dasar anak badak..." Gerry berucap sembari menatap geli putra Tristan itu.
Yah,Gerry sahabat Brixton sang putra mahkota yang telah mandat.
"Iri bilang bos.....anak badak? imut nan tampan begini disamakan dengan badak..bukan seperti anda...jelek dan...pasti anda buta ya.....?" Gerry mendelik jengkel,Simon menahan tubuh sahabatnya itu yang hendak menerjang dan mencukur habis rambut keriting anak nakal itu.
"Sabar ger...... anak-anak jangan bawa perasaan!" Ucap Simon menahan tawa.
"Dia bilang aku jelek..dan buta!!!" Raung Gerry kesal, Brixton disisi ketiganya hanya menggeleng miris.
__ADS_1
Malam terasa hangat penuh suka cita,Arkansas dan para ayah duduk sembari bercengkrama ria.
Reuni tepatnya.
Disisi lain para tetua, Rafendra hanya duduk bersama Bimo,Alex juga lingga.
"Hanya kita...rasanya lumpuh sebelah tubuhku! sahabatku dan istriku sudah pergi duluan....hah....nasib malang...." Bimo berucap sendu.
"Bersyukurlah..kau masih bagus bisa berdiri dengan dua kaki sehat! aku...?lihat aku bahkan harus pakai kursi roda sekarang.....masa tua memang tidak bisa dilawan!" Lingga berucap sembari tertawa renyah.
"Diantara kita..hanya Rafendra yang masih cukup bugar! aku curiga kau pasti tanda tangan dengan iblis!"
PLAKKKK...!
Lingga seketika menampilkan wajah masam saat sebuah tangan melayang pada wajahnya.
"Bos... bos...sudah tua masih saja main kekerasan! tapi sakit juga..." Alex meraup wajahnya getir.
Lingga ini walau sudah mau masuk tanah masih saja bodoh dan pintar membuat orang lain darah tinggi!.
Dilain tempat.
"Lihatlah wajah-wajah merona ini!" Kayra berucap heboh.
"Nah...saatnya sudah tiba..." Amber berucap dengan senyum teduh.
Para gadis yang sudah siap dengan gaun resepsi itu bangkit dari kursi rias mereka.
.........
Raider, Raino,Dixon,Gion juga Maxim berdiri dengan jas senada didepan pintu aula ballroom.
Bersiap menanti para istri mereka.
Deg... Deg...deg...
Para pria tampan itu menyentuh dada mereka yang terasa berdegup kencang.
Pagi saja para istri mereka begitu cantik! lalu bagaimana malam ini dipesta resepsi?!.
"Aku takut jatuh tak sadarkan diri saat Victoria datang.....!" Raino berucap nanar.
"Aku takut mengalami mimisan seperti dirimu pagi tadi! itu memalukan..." Maxim menimpali.
Raino meraup wajahnya gusar.
"Ini membunuhku!" Gion berdecak kesal.
"Aku rasa..aku butuh inhaler..."
Semua mata kita terarah pada raider yang terkesan keluar dari karakternya yang tenang.
Rion terkikik geli.
"Be brave...your a man...not a baby girl....take a breath be gentle!" Xain ikut memberi dukungan,yah.Meski wajah kalemnya itu sangat bertolak belakang!.
Ingin sekali raino memukul wajah lempeng itu!.
"Kakiku lemas....." Dixon membatin nanar.
Hingga....
Takhhhh....takhhhh...
Suara sepatu hill terdengar mendekat.
DEGGGG..
Manik demi manik saling menatap panas.
Para gadis itu itu terdiam dengan wajah memerah menatap wajah suami mereka.Dengan jas serupa namun aura berbeda.
...( El kasih toksedo yang sama supaya kena tema black and white )...
"What the hell!!!!" Raino memekik shock.
Victoria-nya sangat cantik bak Rapunzel didalam buku dongeng anak-anak!.
Victoria menunduk malu,ini sangat menyiksa jantung!.
"So...so beautiful...." Raider berucap dengan senyum lebar.
Raels terkekeh renyah atas pujian dengan ekspresi berlebih suaminya itu.
"Istriku pasti seorang malaikat bukan manusia...." Dixon berucap dengan senyum teduh berusaha menyembunyikan dentuman keras jantungnya.
Acella menunduk dengan wajah memanas.
Mulut pria memang manis!.
"Jihan...kenapa kau begitu cantik?! aku...aku mimisan!!!" Pekik Maxim panik.
Jihan meringis kala Rion dengan wajah frustasi memberikan tisue demi tisue pada Maxim yang kini mimisan !.
Rion rasanya ingin menangis,pagi tadi raino dan kini Maxim?! ya Tuhan ...
Kuatkan dirinya sebagai ayah !.
"Silau......" gumam Gion linglung.
Naomi tersenyum malu atas tatapan panas dokter cintanya.
Para pria tampan itu segera meraih tangan mempelai mereka masing-masing.
Para mempelai dengan wajah bahagia itu berdiri didepan pintu.
Dan....
Kriettt......
"Lagu ini saya persembahkan dari para istri untuk para Hero mereka..para suami yang berjuang untuk kebahagiaan istri dan keluarga mereka..bersama dengan kedatangan para mempelai kita....!"
Deggg...
Para pria generasi Rayga menoleh kearah panggung,langkah para pengantin terhenti .
Rayga sendiri,pria itu terdiam linglung kala suara indah istrinya terdengar jelas.
Disana,diatas panggung megah yang dibangun dengan puluhan lampu sorot .
__ADS_1
Dua orang adiknya, arshenio dan Archana .
Bersama sang istri,asline dengan pakaian selaras putih memukau.
Victoria tersenyum,dan kembali melangkah diikuti oleh para sahabat juga suami mereka dalam senyum haru.
Segera sebuah lagu dari Mikey Cyrus terdengar dengan dentingan piano dari sosok tampan bersurai silver.
...Everybody needs inspiration...
...Everybody needs a song...
...Beautiful melody...
...When the night so long...
...Cause there is no guarantee...
...That this life is easy...
Archana membuka lagu dengan senyum teduh,bukan.
Archara menatap semua kakak laki-lakinya.
Kakaknya yang satu demi satu akan memulai perjalanan rumah tangga mereka.
...Yeah.....
...When my world is falling apart...
...When there's no light to break up the dark...
...Thats when i..i i look at you...
Tatapan sayu nan penuh rasa terimakasih asline jatuh pada sosok yang berdiri kokoh menatapnya dengan tatapan mata yang dipenuhi senyuman hangat.
...When the wave are flooding the shore...
...And i can't find my way home anymore...
...Thats when i..i i look at you...
...When i look at you...
...I see forgiveness i see the truth...
...You love me for who i am...
...Like the star hold the moon...
...Right there where they belong...
...And i know i'm not alone...
...Yeah.....
...When my world is falling apart...
...When there's no light to break up the dark...
...Thats when i..i i look at you...
Air mata asline jatuh,mengingat segala bahaya yang dihadapi suaminya untuknya.
Satu fakta yang asline sembunyikan dari semuanya.
Bayinya....
Dia menyadari saat mimpi itu datang,namun melihat wajah tampan yang dipenuhi kesabaran dan rasa sakit yang terpendam sendiri.
Rayga bukan sebuah batu karang meski dia terlihat kokoh tak tergoyahkan.
Asline sadar,suaminya dan seluruh keluarga menyimpan itu agar hatinya baik-baik saja,meski pada akhirnya semua orang merasakan sakitnya juga!.
...When the wave are flooding the shore...
...And i can't find my way home anymore...
...Thats when i..i i look at you...
Archara melihat kakak iparnya dengan senyum teduh,mengambil alih suara.
...You appear just like a dream to me...
...Just like kalaidoscope colors that cover me...
...All i need every breath that a breathe...
...Don't you know you're beautiful...
...Yeah...yeah.....
Dan tak lama,suara bas gitar listrik terdengar jelas.
Brixton bermain dengan bibir terulas senyum sembari menatap Archana ,atau archara.
Keduanya tersenyum lembut tak menghiraukan pekikan para tamu wanita atas drama manis ini.
Rayga naik,menghapus air mata asline dan menutup mata mendengar suara manis nan indah itu.
...When the wave are flooding the shore...
...And i can't find my way home anymore...
...Thats when i..i i look at you...
...I look at you........
...You appear just like a dream to me.......
"Terima kasih.... terimakasih telah menjadi suami terbaik bagiku..aku...aku tak berarti apa-apa tanpa dirimu...." Asline berucap lirih,Rayga tak menahan dan hanya meraih tubuh lembut itu dan membawanya kedalam pelukannya.
"Kamu lebih berarti...aku bahkan tak sanggup berkata kalimat terimakasih atas hadirmu .. tanpamu....aku hanya robot tanpa jiwa.... terimakasih telah mengembalikan hatiku...." Rayga berucap lembut,keduanya sukses membuat para tamu bertepuk tangan dan para orang tua menitikan air mata haru.
Sementara para pengantin pria sudah sibuk mengusap air mata istri mereka.
Ini mengapa jadi lautan air mata?!
Mana tawa bahagianya?!.
Mau marah tapi tak tau marah pada siapa?!.
Menahan big bro dan saudari ipar mereka justru mencuri semua kilau malam ini?!.
Tapi ya sudahlah....
Selama ada senyum ditengah tangis bahagia, pernikahan ini telah menjadi kesuksesan besar dalam perjalanan penuh darah dan air mata ini.
....TBC....
__ADS_1