Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Hati yang merindu


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya...



Sebelum mulai baca,cek lagu Shayne Ward No promises.


El dapat feel lewat lagu ini,dan lumayan menguras emosi kalau didengar sembari baca chapter ini..


...Happy listening...


...🍃...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🍃...


Perlahan manik tajam berwarna coklat gelap itu terbuka,menunduk dan mendapati sang adik yang terbangun menantap balik matanya dan memeluknya.


Arshenio dan archana,kedua kakak beradik itu menatap pintu yang baru saja tertutup,manik pria muda yang biasa melihat tajam tak berminat itu kini menyendu, sebaliknya.Archana,manik gadis itu telah berkaca-kaca.


"Ka.. hiks..kakak..kasihan Daddy pasti merindukan mom...Tidak hanya dad...Hiks..archa juga rindu mommy....." Arshenio mendekap erat tubuh bergetar sang adik,membiarkan piyamanya mulai basah akibat air mata sang adik.


"Mom..we all really miss you...can you here and see when we crying?..." Batin Arshenio lirih.


"Kakak...." Archana mendongak,Arshenio berdehem lembut dan menghapus air mata adiknya itu.


"Mari susul Daddy..archa ingin kita tidur sama-sama lagi seperti kita kecil dulu..archa ditengah dengan kak arshen memeluk sisi kiri,dan karena kak Rayga tak mungkin tidur bersama kita lagi..mari ajak daddy tidur sama-sama..biarkan Daddy tidur ditengah dan kita memeluknya!" Archana berucap riang dengan selingan isakannya yang terdengar lirih.


Arshenio tersenyum dan mengangguk lembut,bangkit dari tidurnya lalu turun dari ranjang disusul oleh sang adik yang berlari kecil mengikuti langkahnya untuk keluar kamar inap hotel mereka.


Kedua anak kembar itu berjalan menuju lorong kamar sang ayah.


"Kak ketuk dulu! jangan asal masuk


saja.. bagaimana jika Daddy sudah tidur?!' Geram archana kala melihat sang kakak yang hendak membuka pintu dengan key card seenaknya.


Yah, ketiga putra Arkansas memang memiliki kartu akses untuk kekamarnya,yah.Hanya anak-anaknya saja.


Arshenio menghela nafas dan mengacak rambut sang adik gemas.


"Baiklah..baiklah tuan putri..." Gurau Arshen memecah kesedihan diantara mereka.


Tok...tok...tok...


"Dad..are you sleep?" Arshenio memanggil pelan.


Sungguh ini jam 3 pagi!...


Beruntung tidak ada anggota keluarganya yang lain membuka pintu kamar mereka.


Nihil...


Kedua anak kembar tak seiras itu saling menatap,mengeryit dalam.


"Kak buka saja..tapi pelan-pelan jangan membuat daddy terkejut!" Interupsi archana diangguki pasrah oleh Arshenio.


Klik....


Kunci akses terbuka dan keduanya perlahan masuk.


"Dad......" Panggil Arshen dengan manik menjelajah.


Kamar ini sangat gelap....


Gelap sekali bahkan cahaya bulan saja tak nampak meski siluet saja.


Arshenio bergerak perlahan menggenggam tangan sang adik,yah.Archana fobia gelap oleh karena itu gadis mungil itu setiap berjalan dibelakang sang kakak dengan menggenggam erat ujung piyama Arshen sedang tangan lain berada di genggaman pria itu.


Sayang sekali mereka tak membawa ponsel sekedar untuk penerangan .


Takh...


Lampu kamar menyala setelah saklar dihidupkan.


"Mana Daddy?" Archana menatap ranjang kosong itu dengan bingung.


"Mari keluar saja,cari Daddy..mungkin dia ada dikamar kakek..atau di pantry bawah,mungkin saja Daddy mengambil air..lihat gelas airnya kosong.." ucap Arsenio berusaha menghilangkan kegundahan sang adik .


Archana menatap gelas kosong itu dan mengangguk samar meski tak yakin


Akhirnya keduanya memutuskan mencari sang ayah dikamar kakek mereka, namun.


Didepan sebuah pintu putih yang mereka hampir lewati.


Dengan perasaan campur aduk,Arshenio membuka pintu bertulis Music room.


Degggg...


"Daddy...." batin Arshenio dengan senyum nanar.


Sementara Archana sudah membekap mulutnya dengan kedua telapak tangannya,manik itu bergetar dengan wajah menahan tangis.


Disana...


Ayah mereka,sosok tangguh berhati baja yang bahkan rela memberikan nyawa untuk kebahagiaan anak-anak serta keluarganya.


Pria yang dunia sebut sebagai seorang Hades itu tengah menangis,menangis dibalik sebuah piyano hitam yang terlihat begitu menyayat hati.


Iblis itu benar-benar menangis,tangis dalam diam yang lebih menyakitkan dari luka apapun.


Tanpa keduanya sadari,terlalu larut dalam kesedihan melihat sang ayah.


Sosok dengan piyama tidur hitam berdiri dibelakang keduanya dengan kedua tangan terkepal dan hati mencelos sakit.


"Kerinduan memang menyakitkan ...tapi mommy berkorban untuk kamu dek...mommy ingin kamu hidup dan Arshen tidak akan kehilangan seorang adik...mom berkorban untuk anak-anaknya ...mom..apakah semua yang kita lakukan ini benar?" Batin sosok itu nanar.


Rayga,yah.


Pria itu adalah kakak sulung dari Arshenio dan archana.


Awalnya hendak turun mengambil air untuk istrinya yang terbangun karena haus,namun.Siapa yang menyangka sebelum memasuki lift dirinya melihat kedua adik kembarnya berdiri terpaku didepak sebuah ruangan musik dengan sosok menyedihkan sang ayah yang terlihat menangis dalam diam.


Kini ketiga anak-anaknya Arkansas dan Liora itu berdiri dengan perasaan campur aduk,hingga.


.......🍃........


Sinar sang rembulan menyinari setiap sudut dari sebuah ruangan yang terisi oleh berbagai jenis alat musik yang masih terbungkus kain putih, alat-alat baru yang bahkan belum tersentuh didalam ruangan yang baru selesai dipersiapkan untuk pembukaan resmi hotel pertama bertema romansa itu nanti.

__ADS_1


Hotel belumlah dibuka untuk publik kini,hanya untuk pernikahan saja hotel mewah itu dibuka, sementara.


Yah,hotel yang dibangun Rayga sebagai hadiah untuk sang istri.


Kini,Arkansas memasuki ruang penuh dengan alat-alat musik itu dengan senyum sendu.


"Sayang aku rindu kamu...kamu bahagia disana hm? aku sakit disini tanpamu Liora... anak-anak kita satu persatu akan pergi nanti saat mereka telah temukan jalan masa depannya..dan tinggallah aku sendiri sayang ..aku kesepakan ditengah keramaian ini tanpa kamu..." Arkansas berucap nanar,duduk lemah disebuah kursi dengan sebuah piano klasik didepannya.


Membuka tutup tuts piano dengan helaan nafas panjang penuh kesedihan.


🎶........


Jemarinya mulai menekan tuts hitam putih itu dengan senyuman penuh kerinduan.


...Hey baby when we are together...


...Hai kasih tiap kali kita bersama...


...Doing things that we love...


...Lakukan yang kita suka...


...Everytime you're near...


...Tiap kali kau didekatku...


...Rasanya aku berada di surga...


...Feeling high...


...Begitu bahagia...


...I don't want to let go girl...


...Tak ingin kulepaskan kasih...


...I just need you to know girl...


...Kuhanya ingin kau tau kasih...


Manik tajam itu perlahan tertutup,kesedihan yang menyakitkan membuat bahu kokoh itu bergetar.


...I don't wanna run away...


...Aku tak ingin lari menjauh...


...Baby you're the one i need to night...


...Kasih kaulah yang ku butuhkan malam ini...


...No promise...


...Bukan janji...


...Baby now i need to hold you tight...


...kasih sekarang kuingin mndekapmu erat...


...I just wanna die in your arms...


...Kuingin mati didalam dekapmu...


Tes.....


Runtuh sudah,air mata kerinduan itu jatuh dari manik yang selalu menatap dengan dingin tanpa ekspresi.


...Here to night...


...Disini malam ini...


...Hey baby when we are together...


...Doing things that we love...


...Everytime you're near...


...Feeling high...


...I don't want to let go girl...


...I just need you to know girl...


...I don't wanna run away...


...Baby you're the one i need to night...


...No promises...


...Baby now i need to hold you tight...


...I just wanna die in your arms...


...I don't wanna run away...


...Aku tak ingin lari menjauh...


...I want to stay forever...


...Aku ingin tetap disini selamanya...


...Thru time and time...


...Dari waktu ke waktu...


...No promises...


Arkansas,terus memainkan melody yang begitu menyayat,menutup mata dan membiarkan keheningan malam diruangan itu menyelimuti dirinya yang perlahan tenggelam oleh memori.


...I don't wanna run away...


...I don't wanna be alone...


...Aku tak ingin sendiri...


...No promises...


...Baby now i need to hold you tight...


...Now and forever my love...


...Saat ini dan selamanya kekasihku...


...No promises...


...I don't wanna run away...


...Baby you're the one i need to night...


...No promises...


...Baby now i need to hold you tight...


...I just wanna die in your arms...


...Here to night...


...I don't wanna run away...


...Baby you're the one i need to night...

__ADS_1


...No promises...


...Baby now i need to hold you tight...


...I just wanna die in your arms...


...Here to night...


" baby....i...i really miss you so bad..... apa yang harus aku lakukan hm? rindu ini membunuhku....." Lirih Arkansas dalam kesedihan.


Drap....drap...drap...


Grephh..


"Hiks...Daddy.... don't crying please...." Tubuh pria paruh baya itu mematung, membalikkan tubuhnya dan mendapati sosok mungil putri bungsunya menangis dan memeluk tubuhnya erat.


Arkansas tersenyum teduh,mengusap pipi basah putri kesayangannya.


Maniknya kemudian terangkat dari wajah sang putri dan beralih menatap wajah kedua putranya dan berdiri dengan manik memerah


"Here boys...hug me..." Arkansas tersenyum lembut dan membuang segala gengsinya.


Grephh...


Arshenio,untuk ketiga kalinya menangis.


Yah.


Pertama menangis saat kematian ibunya,kedua menangis saat sang adik jatuh sakit dan ketiga saat ini.Saat pelukan sang ayah meruntuhkan dinding tegarnya.


Jendral muda itu menangis dalam diam,hanya air mata yang mengalir deras .


Rayga tersenyum lembut,menengadah menghalau kristal bening yang begitu kurang ajarnya ingin jatuh.


Berjalan dengan cepat.


Grephh...


Akhirnya,meruntuhkan segala gengsi yang ada.


Arkansas tersenyum dibalik pelukan kedua putranya dan putrinya yang kini memeluk tubuhnya erat.


Meski tanpa sosok ibu.


Namun...


Wushhhh....


Angin sejuk membawa aroma manis vanila datang.


Arkansas dan ketiga anak-anaknya menutup mata.


Bayangan putih dengan senyum teduh memeluk mereka dari belakang.


Arkansas tersenyum merasakan pelukan hangat sang istri,begitupun Rayga dan kedua adiknya.


Ibu mereka ada..


Ada disetiap kerinduan,setiap nafas,setiap air mata dan setiap waktu mereka mengingat sosok bak malaikat itu.


"Mommy selalu mencintai kalian.. anak-anak mommy...Arkansas ...suamiku.....jaga hati,jagalah diri kalian....aku selalu ada disini...melihat kalian anak-anak mommy tumbuh....Arkansas..terima kasih sayang sudah menjadi ayah juga suami yang hebat... cintaku selalu bersama kalian..keluarga kecilku..."


Wushhhh....


Bisikan lembut nan samar terbawa angin.


"We love you to mom..." Archana membuka mata,menatap wajah ayah juga kedua kakaknya yang mengangguk lembut.


Pelukan telah terurai dengan wajah memerah malu Arshenio,terlebih Rayga.


Arkansas terkekeh.


Putra-putra kutub-nya yang bergengsi tinggi.


Yah,like father like son right?.


"Terima kasih telah menjadi anak-anak Daddy terima kasih menjadi obat dihari tua Daddy..Daddy sayang kalian meski kalian telah berumah tangga sekalipun..kalian tetaplah anak-anak kesayangan Daddy...jangan pernah mendengarkan dunia..hanya lihat Daddy dan keluarga kita saja...boleh?" Arkansas menatap teduh wajah es kedua putranya juga wajah menggemaskan putrinya.


Mengangguk riang,archana kembali memeluk tubuh tegap sang ayah dengan senyum tulus.


Rayga berdehem dan mengangguk samar,Arshenio terkekeh rendah.


"Daddy.. tersenyumlah mulai sekarang...karena dirimu aku justru disini memeluk kalian...harusnya aku kini memeluk istriku..jadi harus drama sad romance dengan orang tua dan jendral gila seperti kalian...kalau archa tidak masalah..nah kalian? buang-buang waktu saja!!" Ucap Rayga mencoba bergurau,yah.Meski tak singkron sama sekali dengan wajah flat miliknya.


Archa mengerjai linglung,Arshenio menatap horor.


Dan Arkansas terkekeh renyah.


"Kak apa dunia sudah terbalik hingga kau mau berbicara begitu panjang pada aku dan Daddy?" Arshenio bertanya takjub.


Archana mengangguk polos menatap wajah tampan sang kakak sulung cerah.


Rayga berdecak kikuk,sial dirinya malu!.


Berbalik dan melangkah cepat meninggalkan tawa pecah bernada ledekkan ayah juga adik laki-laki nya.


"Hahaha...anak itu benar-benar menggelikan!" Tawa Arkansas setelah Rayga pergi dengan bantingan keras pada pintu .


Sedang kedua anak kembarnya hanya bisa tertawa.


Zeus yang gengsinya sangat tinggi....


Rayga tersenyum lembut begitu pintu menutupi tubuhnya dengan sempurna.


"Rayga...."


Degggg..


"Dear....."


Sosok cantik dengan piyama senada dengan piyamanya itu berdiri dengan senyum lembut menatapnya.


"Daddy baik saja?" Asline bertanya dengan manik yang terlihat memerah.


Rayga mendekat dan memeluk tubuh sang istri dengan lembut.


"Yah..dad okey now...dia hanya butuh pelukan..dia merindukan cintanya..ibu kami.." Ucap Rayga dengan senyum sendu.


Grephh..


Asline balik memeluk tubuh tegap Rayga dengan erat.


"Cinta mereka abadi..aku percaya keduanya akan bersatu entah dikehidupan yang akan datang...tuhan punya rencananya" Ucap Asline dengan wajah mendongak dan menatap wajah tampan suaminya dengan teduh.


"Terima kasih sayangku...kamu penawar kesedihan untukku..kamu bahagiaku..tolong cintai aku seperti aku mencintaimu...aku tak butuh apapun lagi.." Rayga mengusap wajah cantik itu lembut.


Asline mengangguk dan membenamkan wajahnya di dada bidang nan hangat itu.


Hingga..


"Khem..tolong Daddy masih punya putri polos yang harus dijaga..kalau mau romantis dikamar saja..tidak tau tempat!" Sarkas Arshenio yang tiba-tiba sudah keluar sembari bersidekap dada sementara Archana berada di gendong ala Arkansas, archana yang menatap keduanya berbinar.


"Astaga Daddy...." Cicit asline malu.


Sementara Rayga hanya mendengus masa bodoh.


"Ini istriku ! mau romantis dimana saja terserah kakak! istri siapa yang ribut siapa!' dengus Rayga yang menarik tubuh Asline dan membawanya ala bridal meninggalkan wajah horor sang ayah yang menutup mata archana kala Rayga dengan sembarangan mencium bibir asline begitu saja, juga wajah jengkel Arshenio menatap kelakuan frontal sang kakak.


"Dasar gila!!"

__ADS_1



...TBC...


__ADS_2