
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan komen...
...🥀 Happy reading and keep spirit 🥀...
"Mommy....z lindu cekali.....ta unda ommy cakit ya makanya Dy culuh unda lawat z sampai mommy cembuh?"
"Ommy cekalang macih cakit? gaimana cekalang? ommy dah peliksa doktel? culuh papa Diego cama papa gabliel peliksa mommy ya..danan cakit lama-lama nanti z cedih.."
Disebuah kamar dengan dekorasi elegan berselimut cat dinding berwarna biru dan sedikit gradasi hitam.
Terdengar suara lucu yang bersumber dari sebuah laptop.
Asline,wanita cantik itu tersenyum paksa mendengar suara lucu nan polos putrinya.
Sakit?.
Astaga demi Tuhan!.
Begitu putus asanya adik iparnya itu mencari alasan demi menahan putrinya tetap tinggal,archana bahkan sampai menyebut sakit sebagai alasan!.
Entah asline rasanya ingin membelah kepala adik iparnya itu dan melihat apa isinya!.
"Hahaha...baby mommy sekarang sudah sehat....bunda Cha sama ayah Rixton mana sayang? " asline mengelus pipi putrinya dari balik layar penuh kerinduan.
Oh tuhan,rasa rindu seorang ibu itu sangat menyiksa.
Gadis kecil manis dengan pipi bulat seakan ingin tumpah itu mengerjap,jari telunjuknya yang kecil menepuk dagu dan maniknya yang bak mata boneka itu bergulir keatas,terlihat berfikir.
Asline tertawa gemas,astaga betapa lucu putri kecilnya ini!.
Meski bicaranya masih cadel dan terkesan tidak lancar penuh kalimat yang kurang bisa dipahami oleh orang lain.
Namun inilah daya pikat bayi perempuan Wiguna.
Dibalik kekurangan akan tumbuh kembangnya,Zia adalah gadis kecil yang cerdas juga penuh empati.
"Unda gi macak cama paman koki,ommy.kalau yah,ayah cedang antar tata Aldian dan tata selgio kembali ke balak...libul tata cudah habis...ommy...z bocan tata z ada banyak...tapi cemua dibawa cama opa Kansas! huh...pokoknya z malah cama opa!"
Asline kembali dibuat tertawa oleh aduan putrinya itu,yah berharap saja ayah mertuanya.
Arkansas tidak panik saat mengetahui dia sudah jadi target kemarahan cucu kesayangannya!.
"Mommy..dali tadi z bicala telus...tapi mommy hanya tertawa caja...ommy sepeltinya macih cakit! ommy bilang cama z..apa yang bisa z buat cupaya ommy cepat cembuh?"
Gadis kecil nan manis itu terlihat bertekad dengan pipi bulat yang semakin merona.
Asline terkekeh geli,kemudian menatap buah hatinya penuh cinta.
"Coba baby z cium mommy..."
Asline menggeleng menahan tawa melihat raut wajah bingung si kecil.
__ADS_1
Tanpa keduanya sadari, seorang pria dewasa yang wajahnya begitu tampan dengan usia yang semakin matang itu,berdiri di ambang pintu menatap kedua malaikat kesayangannya dalam diam.
Istri juga putrinya yang manis.
Rayga menarik senyum dibibirnya,ingin mendengar balasnya putrinya.
"Tapi ommy....cium dari z butan obat..gaimana mommy bica cembuh?"
Ucapan polos bernada sedih itu terdengar menggemaskan.
Asline menutup mata dan bibirnya menahan tawa.
Sementara dibalik punggungnya rayga,sang suami sudah sibuk meraih ponselnya.Berbalik keluar dari kamar menutup pintu.
Tut.....
Ponsel tak lama terhubung.
" Bagaimana big bro?"
Suara Alarik terdengar ditengah dentingan suara sendok dan piring yang terdengar beradu.
Sepertinya kepala ITE Z'industries itu tengah makan malam bersama keluarganya.
"Katakan pada Ryu..siapkan helikopter malam ini!"
"What?! kemana kau akan pergi malam-malam begini big bro? tidak ada ekspedisi yang harus dikawal... tidak ada juga bisnis trio yang mendesak menga-"
"Jangan ribut dan siapkan saja!"
Tut...
Saudara laknat memang.
Rayga kembali membuka pintu kamarnya di mansion utama Wiguna itu.
Istrinya masih menikmati Vidio call bersama putri kecil mereka.
"Benalkah dengan z cium mommy cakit mommy akan cembuh? "
Manik bulat itu semakin membulat tanda tak percaya.
Asline menganggukkan wajah seyakin-yakinnya .
"Benar..sayang...maka dari itu mommy minta Baby cium mommy....pasti mommy sembuh,karena Zia adalah obat terbaik untuk mommy dan semua orang di keluarga kita!" Ucap asline dengan senyum lembut penuh kasihnya.
Asline mengeryit bingung begitu melihat tingkah putri kecilnya kemudian.
Zia,gadis kecil itu memajukan wajahnya yang chubby kearah ponsel pintar yang ia genggam,ponsel archana tepatnya.
Asline tertawa begitu kamera ponsel itu tertutup sepenuhnya oleh pipi montok putrinya,dan yah.
Layar laptopnya tak terlihat apapun pada akhirnya,hanya kulit putih sang putri yang memenuhi layar.
Ya Tuhan bagaimana bisa ada anak perempuan semanis putrinya?!.
__ADS_1
"Baby buat apa sayang?" Akhirnya,suara berat namun terkesan lembut itu memecah keharmonisan sepasang ibu dan putrinya itu.
"Dy!! ommy itu Dy-nya Zia? Dy .....lindu cekali pada Dy!!!!"
Suara pekikan lucu terdengar riang menyambut wajah tampan Rayga yang kini ikut bergabung pada panggilan Vidio ibu dan putrinya itu.
Rayga tertawa,duduk disisi istrinya dan merangkul mesra tubuh ramping itu.
Asline tersenyum lembut dan mencubit perut penuh delapan kotak itu gemas.
Datang tiba-tiba tanpa suara siapa yang tidak terkejut ?.
"Daddy juga rindu...sangat...sangat rindu pada princess Daddy! sekarang katakan pada Daddy...z buat apa tadi?" Rayga berucap penuh kasih sayang.
Zia menatap wajah tampan ayahnya murung.
"Tadi mommy culuh Zia cium mommy..tapi dy...Zia dah cali lewat mana dali ponsel unda cupaya Zia bica cium wajah mommy...tapi ndak bica...hiks...telus cium-nya gaimana? hiks..maaf mommy ponselnya nakal ndak mau kacih keluar mommy dali sana cupaya bica Zia cium...."
Rayga dan aslien saling melirik dengan ekspresi wajah gemas luar biasa kala mendengar jawaban putri kecil mereka.
Pantas saja kamera ponsel itu bergerak kemana-mana!
Astaga,keduanya lupa betapa polos bayi kecil mereka ini!.
Yah,selamanya Zia akan terus menjadi bayi mereka.
"Princess...do you wanna meet mommy and Daddy?" Rayga bertanya dengan seringai miring.
Asline menatap curiga senyum suaminya itu .
"Hubby kamu buat rencana apa?" Asline bertanya rendah.
"Stttt...kamu tenang saja dear...bukankah kamu rindu bayi kecil kita? serahkan saja semua sama aku dan kamu tinggal terima beres!" Ucap Rayga jenaka.
"Temu Daddy...mommy juga? benel? ndak tipu-tipu?!!"
Suara pekikan riang si kecil terdengar semangat.
Senyum iblis Rayga semakin terbit.
Asline bergidik sendiri.
"Yes princess...sekarang dengar Daddy...jangan bilang pada siapapun apa yang kita lakukan hari ini...apa yang Daddy katakan dan ini adalah rahasia kita bagaimana? " Rayga bertanya dengan senyum membujuk.
Anggukan antusias pria tampan itu dapatkan dari putrinya.
"Unda..ayah...papa alsen....mama sela..tata...opa juga ndak boleh tau juga Dy?"
"Benar sayang....jangan kasih tau siapapun Daddy akan datang!" Rayga mencium pipi putrinya walau hanya bisa melalui layar.
Zia kecil tertawa riang,memberi gerakan mengunci bibir kecilnya rapat.
Rayga semakin tertawa dibuatnya dengan asline yang terlihat pasrah.
Sudahlah biarkan saja!.
__ADS_1
.....TBC.....