
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya ๐น...
...Vote,like dan komen...
...๐ Happy reading and keep health ๐...
Jalanan sepi menjadi saksi bisu dimana manusia benar-benar saling membantai.
Mobil hitam itu oleng,pengemudinya telah tewas dengan kepala berlubang tertembus timah panas.
Brakhhh....
Mobil yang kehilangan kendali menghantam pembatas jalan lereng,tapi sebelum itu para penumpangnya melompat keluar dengan wajah pias.
DUARR!!...
Dibawah lereng yang begitu gelap,mobil hitam itu meledak dengan suara ledakan keras disertai semburan api dengan serpihan body mesin yang terhempas ke segala arah.
Para assassin yang berhasil keluar dari mobil berdiri di tepi pembatas,menatap kebawah dengan ekspresi ngeri.
Mobil Hurucan itu berhenti dibelakang para assassin yang menatap kosong dimana mungkin saja rekan mereka telah menjadi abu!.
Raino keluar dari mobil,tertawa jahat dengan senapan yang ia sangga dibahu-nya.
"Well...game hampir berakhir..." Raino menatap tiga pria yang tersisa.
Benar-benar pembunuh bayaran cukup mumpuni!.
Mereka bahkan mampu menghancurkan mobil miliknya dan merusak separuh body mobil Zeus!.
Raino menarik nafas panjang.
Rayga keluar dari mobil,lidahnya bermain didalam rongga mulut sejalan dengan manik tajamnya yang memindai bengis.
Pria dengan lengan kiri tertembak itu terhenyak menatap jelas siapa yang selama ini mampu mengemudi mobil Hurucan itu dengan sangat lugas.
Kecepatan tinggi 200 km / jam,menghindari tembakan dan tetap melaju dengan stabil.
Itu bukan keahlian berkendara biasa!.
"Tiga mobil... masing-masingnya diisi 4 orang penembak jitu.15 trail dengan masing-masing motor diisi dengan 2 orang petarung! begitu banyak orang dan kalian semua hanya tersisa 3! taukah kalian...what is that mean? " suara rayga mengalun rendah,amunisi masing-masing pihak tanpa sadar telah habis terpakai.
"Hahahaha..cih! sombong sekali kau?! menyerah saja maka kami akan membiarkan satu orang pergi!"
Pria dengan senapan angin ditangannya itu mencibir sinis,menatap Rayga dan Raino remeh.
"Dark Swan? right?!"
Deggg...
Ketiga pria itu mematung kala nama organisasi mereka terucap dari bibir yang selalu lurus segaris tanpa riak.
"Hahaha..lihat wajah bodoh mereka big bro?! " Raino tertawa sarkas.
"Dark Swan... organisasi pembunuh bayaran paling sadis yang berasal dari Italia...sudahkah pemimpin kalian memindai calon korban kalian? taukah bos kalian pada siapa dia mengirim anak buahnya?" Raino kembali terkekeh rendah.
"Omong kosong!! kepala masing-masing putra Wiguna bernilai 100 juta dollar! kecuali anak sulung... pemindai menghargai kepalanya seharga 200 juta US Dollar! bagus juga si sulung datang sendiri...jadi kami bisa kerja sekali mendayung!"
"Benar! kalian hanya para pengusaha muda yang hanya tau bersenang-senang! memang apa yang bos kami perlu takutkan?!"
"Buang-buang waktu saja! sebaiknya kalian mati dengan tenang dan jangan melawan! rekan kami yang tewas bagus juga sehingga yang hanya perlu kami bagi tiga! jangan berfikir hanya karena kalian tau bermain senjata kalian menganggap remeh kami! hahaha..."
Ketiga pria itu masih saja terbang setinggi awan,tanpa tau bahaya yang datang.
"Pernah dengar organisasi Blood Eagle? di dalam underground...pernah dengar sebutan nama untuk seorang pria pembantai? Zeus... Ragnarok?" Raino tersenyum seakan tak berdaya.
Hening...
__ADS_1
Senyum ponggah diwajah tiga pria itu sirna.
Pupil matanya bergetar.
Brukhhhh...
Senjata salah seorang dari ketiga assassin itu jatuh.
"Z..Zeus? Ragnarok? hahaha...tidak mungkin! Blood eagle sudah lama tidak terdengar sejak pemimpin mereka Hades turun dari dunia bawah! Zeus hanya legenda yang tidak pernah menampakkan wajahnya! kau jangan m-!!!"
ZRAHHHHHH.....!!
Begitu cepat...!
Begitu tiba-tiba...!
Dan begitu telak...!
Kepala itu jatuh terpisah dari tubuhnya!.
Raino meringis ngeri.
Rayga menendang tubuh tanpa kepala itu jatuh kebawah lereng!.
Dua assassin yang tersisa melompat jauh,menghindari sosok mengerikan dengan wajah ternoda darah dari rekan mereka dan pedang tajam ditangannya!.
Pedang yang digunakan rekan mereka sebelumnya untuk menebas sosok Raino kini berpindah tangan!.
"Hm... legenda? biar kuperlihatkan sosok legenda itu... bagaimana Zeus ini akan membunuh kalian dengan cepat... adalah mimpi jika kalian bisa keluar hidup-hidup dari sini..." Rayga menyeringai,menyeret ujung pedang hingga menggores aspal.
Menghasilkan suara yang begitu mencekam.
"Sudah kukatakan...sekarang menangis lah..." ejek Raino yang juga mengambil salah satu pedang dari seorang pengendara trail yang sudah tewas.
Tepat disampingnya .
Peluru habis,maka kedua assassin itu terpaksa meraih pedang dari rekan mereka yang telah tewas.
Segera.
Suara pedang yang beradu terdengar memecah malam yang mendekati fajar.
Trankkkk....!
Srashhhh....
"Aku tak punya banyak waktu....katakan siapa yang membayar organisasi kalian?!" Raino berucap bengis setelah berhasil menyambar perut lawan-nya.
Sementara itu...
Rayga menatap assassin yang bahkan memegang pedang itu saja sudah gemetar.
Bukan karena tak bisa menggunakan pedang,namun assassin itu terlalu takut akan aura kejam dari sosok pemimpin organisasi mafia yang sudah hampir menjadi legenda dunia bawah.
"Tidak perlu buang waktu...siapa?"
Brukhhhh...
Pria itu jatuh bersimpuh.
Ketakutan terlalu besar kala tangan tak kasat mata seakan mencekiknya sampai mati!.
" Kenapa kau tidak bunuh saja big bro?" Raino tiba dengan senyum jenaka.
Assassin itu melirik tubuh rekanya yang sudah dipenuhi sabetan.
Sementara sosok Raino sendiri hanya terluka di bagian lengan kiri cukup panjang namun tidak dalam.
"Hanya hadiah... pergi dan katakan pada bos kalian... datang dan kirim semua pembunuhnya..maka aku...akan mengirim kembali kepala mereka...." Rayga tersenyum dengan mata menajam.
__ADS_1
Pria itu bangkit dengan kaki melemas.
Gemetar hebat dan berlalu pergi sebelum Zeus itu berubah fikiran.
Melihat assassin itu pergi dengan kekalahan.
Raino menatap suadaranya curiga.
"Berdasarkan sifatmu..kau tidak mungkin membiarkan korban mu hidup...." Raino berucap sembari melempar pedang berlumur darah itu kedalam jurang.
"Dia sudah ditandai...begitu dia kembali kita akan tau siapa dalangnya.." Rayga berucap penuh arti.
Raino tercengang.
"Kau luar biasa!!" ucapnya kagum.
Rayga berbalik,memasuki mobilnya yang setengah hancur.
Menekan radio penghubung.
"Eagle here...what wrong brother?"
Suara Ryu terdengar lelah.
"Lihat cctv area west street...kirim tim bersihkan area bakar semua!"
Bipp....
Menutup sambungan radar,rayga memutuskan kembali setelah yakin semua aman bagi Raino untuk kembali menuju markas.
Raino menatap mobil Rayga yang perlahan meninggalkan dirinya sendiri menunggu kedatangan Ryu dan tim-nya.
Pria itu terkekeh,menatap telapak tangannya yang penuh darah.
"Sialan!" memaki emosi.
"Lihat saja..akan kuberi siksaan padamu Margaretha...hadiah yang bahkan tidak akan kau bayangkan akan terjadi padamu! lihat saja...!"
Raino melepas kemejanya yang basah dan lengket oleh darah,menyisakan tubuh atletis yang polos dihiasi enam kotak yang begitu kencang.
Segera....
Lima mobil Lexus mendekat diiringi sinar fajar yang menyapa dunia.
Ryu datang dengan cepat,membawa tim delta untuk menyisir dan membersihkan area disepanjang jalan.
"Kau mau pamer body di sini?" Cristian menyeru jijik akan penampakan naas Raino.
Berdiri di sisi pembatas lereng,tanpa pakaian yang layak juga tubuh penuh darah.
Raino mendengus.
Berlalu memasuki mobil dan duduk disisi Ryu.
" Bau-mu seperti burung Falcon! " ucapan Ryu sukses membuat Raino pundung.
"ini aroma jantan! kau tidak lihat berapa banyak mayat yang kusapu habis?!" Balas Raino geram.
Cristian yang berdiri disisi mobil bersiap menaiki motornya mencibir.
"Kusapu habis? cih..lagakmu...taukah kau berapa perbandingan kecepatan tempurmu dengan big bro? sudahlah jangan drama cepat kembali ke markas dan tuntaskan urusanmu kita harus kembali ke Mansion untuk melihat kondisi semua orang..." Ryu berucap jengah.
Raino mengangguk samar,senyumnya sirna
.....TBC.....
Sorry ya El pendek up hari ini..soal El lagi mau nonton sinetron B samudra nih....
Yang nonton kita satu server๐
__ADS_1