Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
New training generation


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...



Vote,like dan komen kalian sangat berarti.


Jangan lupa kasih juga El ulasan ya..


...🥀...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...And...


...Keep spirit...


...🥀...


5 tahun kemudian.....


New Wiguna great mansion.



Sudah lima tahun berlalu sejak para pria generasi ketiga Wiguna mengganti status menjadi seorang ayah.


Sudah lima tahun juga para putra mereka dikirim pergi bersama Arkansas menjalani masa pelatihan dasar para pewaris.


Dan mansion Wiguna yang baru direhab belum lama ini terasa sepi.


Di kursi gapura halaman depan mansion.


Duduk seorang wanita baya dengan mengelus seekor Siberian Husky yang nampak terlelap damai dalam usapanya.


"Hais.....sudah lima tahun sejak permainan dadu yang hampir membuat perang besar didalam mansion ini! bagaimana bisa Arkansas membawa pergi cucu-cucuku begitu lama? Malang sekali nasib wanita tua ini.....biarpun cucu-cucuku sudah seperti anak kera yang begitu nakal...mereka tetap saja cucuku! sepi sekali tanpa kenakalan anak-anak itu! " Monolognya seorang diri.


"Mi....kenapa malam-malam malah melamun disini? masuk mi...line sudah masak untuk makan malam bersama raels didalam!"


Tak lama, seorang wanita dewasa cantik dengan dress santai rumahan keluar dari dalam mansion.


Menghampiri wanita baya yang tengah melamun itu dengan kekehan geli.


"Tega sekali si Arkansas itu! masa sudah bawa cucu laki-lakiku semua, ini ditambah lagi sudah dua tahun dia bawa triplet ke Amerika ditempat Archana! mami dikira tidak kesepian apa?! benar-benar Hades licik itu! "


Victoria tertawa,yah.


Wanita dewasa yang kini sedikit berubah lebih feminim itu adalah dirinya,istri dari Raino putra ketiga Wiguna.


Dan wanita baya yang sibuk dengan drama kesepian-nya itu adalah Kayra Arion Wiguna.


"Hahahaha..sabar lah mi...Saudara Rayga saja tenang-tenang masa mami yang mengamuk?" Victoria tertawa terbahak-bahak atas wajah masam ibu mertuanya itu.


Mendudukkan dirinya di samping sang ibu mertua,keduanya menatap bulan yang kini bersinar terang.


"Tapi ya mi... kira-kira anak-anak itu sudah tumbuh sebesar apa ya? apakah mereka masih nakal seperti dulu? ria sebenarnya rindu sekali...apa Rex dan saudaranya semua makan dengan baik? apa dia masih suka menangis drama? mereka sudah tumbuh setinggi apa?" Tak sadar setetes air mata kerinduan jatuh membasahi pipi istri dari Raino itu.


..........


Sementara itu...


Pegunungan dengan lembah yang dihiasi pohon-pohon tinggi dan tanah basah dengan batu-batuan ditutupi lumut.


Aroma tanah basah dan dedaunan yang diguyur embun semalam.


Beberapa bayangan hitam melesat dengan cepat,bayangan kecil dengan cepat melintasi hutan meski matahari belum sepenuhnya naik.

__ADS_1


Meski terlihat kecil,namun gerakan mereka sangat gesit,penuh kewaspadaan.


Setiap langkah bak hembusan angin yang menerpa jejak basah ditanah juga helaan daun kering yang ikut tercecer jatuh oleh setiap langkah.


Manik demi manik tajam menembus kegelapan lembah,mereka layaknya serigala kecil yang ganas dengan manik setajam elang yang memindai mangsa.


"Ambil sisi kiri...tembak rusa itu!"


"Aku tau kau diam saja!"


"Lihat ada beruang Hitam! pasang formasi!"


"Bagus....dengan itu perburuan kita akan selesai cepat!"


"Jangan banyak bicara cepat bergerak atau kakek Kansas akan mengulang hukuman kita!"


"Cerewet! ia..ia ini kami cepat!"


Suara-suara kekanakan namun terkesan terarah mengalun melalui earpeace yang terpasang di telinga masing-masing dari 9 bayangan hitam kecil yang tengah melesat memencar kesegala arah itu.


"Ready...? Rino...lion....Gyo...Shino...tangkap rusa dan bunuh hyena itu! Rex..rain... danzuar...Maiden ready to get down the black bear? ingat...jika kalian lengah maka mati saja!"


"We are ready Al! "


"Go!!"


...........


Sementara itu disisi lain lembah.


Ngik!!!...


Brakhhhh!!!


Seekor bab* hutan sebesar 250 kg tumbang dengan jeritan mengerikan.


Dan seorang anak lelaki berusia 5 tahun menatap hewan itu dengan ekspresi dingin yang mengerikan diwajahnya yang terlumur darah.


Anak itu berjalan dengan sebuah belati bermata dua ditangannya ,belati yang berhasil merobek perut hewan berbulu hitam itu dari bawah dengan sayatan panjang!.


"Well...time's up! mommy... sebentar lagi we are meet you again!" Smirk diwajah kecil itu benar-benar tak sesuai dengan umurnya.


Anak laki-laki berusia 5 tahun dengan tubuh sebesar anak-anak berusia 6-7 tahun!.


Mulai bergerak memotong bagian demi bagian dari hewan yang besarnya bahkan berkali lipat dari tubuhnya!.


.........


Pria baya itu menguap malas.


Brukhhhh..


"ASTAGA!! hei kurang ajar kalian ini,mau buat opa jantungan?!" Pria baya itu memaki pada 9 cucunya.


"Opa Rion jangan ribut! ini buruan kami!" Anak laki-laki dengan darah memenuhi separuh wajahnya itu berucap jengah.


"Bagus..bagus...wah black bear? bagus ini opa b-"


"Opa jangan macam-macam! bulu beruang ini untuk adik kecil kami Zia! kalau mau opa cari sendiri!" anak laki-laki dengan sebuah busur yang baru ia hempasan itu berucap sinis.


Rion mengelus dada sabar.


Pelit sekali cucunya itu!.


"Opa itu lelah sudah datang begitu jauh buat mengawasi kalian! opa minta sedikit saja tidak kamu kasih? benar-benar!!" Dengus Rion jengkel


"Opa Kansas kemana?" Anak laki-laki dengan kaca mata 3d itu bertanya begitu melepas earphone dan mematikan tap-nya.


"Dia turun lembah! melihat sikembar A!" Jawab Rion malas.


"Mereka belum selesai?" Anak laki-laki lain dengan tombak berlumur racun bertanya begitu meletakkan tiga kelinci hasil buruanya.


"Heh..kalian itu berburu berkelompok! si kembar adik kalian itu berburu masing-masing! berani bertanya lagi?!" Sembur rion jengkel.


Anak laki-laki dengan tombak ini terkekeh kikuk.


Apa salahnya bertanya coba? kakeknya satu ini benar-benar buat dirinya malu saja!.


.........


Sementara di sebuah danau..


Seekor buaya muara besar dan seorang anak laki-laki berusia 5 tahun saling berhadapan.


Anak laki-laki itu,dengan lengan penuh darah. Dengan luka gigitan yang hampir membuat dagingnya koyak.


Manik anak itu berkilat tajam, wajahnya yang tampan begitu mempesona dengan sedikit percikan noda darah yang membuat warna air danau berubah.

__ADS_1


"Mommy......Zia.... sebentar lagi!"


Buaya itu melesat dengan ekor yang sudah hampir putus separuh.


Dan anak laki-laki itu,dengan sebuah tombak dan sebuah tameng baja ditanganya.


Brakhhhh!!!


Ekor penuh darah itu menghantam tameng,tombak melesat berusaha menusuk bagian perut buaya muara itu.


Buaya adalah hewan dengan kulit sekeras baja! Hanya bagian perut saja yang sedikit lunak!.


"Sialan!!"


Anak laki-laki itu,jangan remehkan tubuhnya yang kecil.


Dengan wajah tampan tanpa ekspresi,anak itu dengan tamengnya menekan perut buaya itu dan melemparnya jauh kesisi lain danau.


Suara kecipak air terdengar keras.


"Aku harus tusuk mata buaya itu!" Ucapanya penuh tekad.


Demi ibunya demi adiknya!.


Demi pembuktian di mata kakek juga ayahnya!.


Tubuh kecilnya tidak berarti apa-apa jika dia bisa menjadi kuat!.


Dia menginginkan pelukan ibunya lagi!.


Dia ingin melihat senyum lucu adiknya lagi!.


Pertarungan sengit kembali terjadi,dibawah drone yang terbang mengawasi.


Tombak berhasil menancap pada mata kiri buaya,setelah anak laki-laki itu berhasil menaiki punggung sang aligator.


Dibawa berenang semakin dalam!.


Anak itu melepas tusukan tombak di mata buaya dan berenang menjauhi tubuh sang buaya.


Buaya perlahan kehilangan kontrol tubuh.


Mata adalah salah satu kelemahan aligator itu.


Archer,dengan tombak berlumur darah yang sudah menyatu dengan air danau.


Kembali berenang mendekati buaya,dengan sebuah revolver yang dirinya ambil dari saku celana.


DORRRR...


Didalam gelapnya air danau.


Desingan suara peluru terlepas terdengar.


Buaya itu mati dengan jantung tertembak!.


Begitu lawannya tumbang,archer.


Anak laki-laki berwajah bak dewa Zeus versi mini itu mengeluarkan kepalanya dari dalam air danau.


Menatap satu sosok yang berdiri bersidekap dada ditepi danau.


Dengan tiga ekor serigala besar berwarna putih.


"Well done boy!" Pria baya itu menyeringai puas melihat sebuah bola mata diujung tombak.


Archer berdecih,menatap sang kakek tak minat.


"Waktumu sudah hampir habis pria tua! kirim kami kembali!" Arkansas tertawa renyah,lihat.


Betapa sopan bukan cucu kebanggan-nya ini?.


Manik itu menyorot dingin,keduanya saling menatap dengan ekspresi wajah setenang air.


"Soon...."


Arkansas berucap penuh arti,berbalik pergi saat archer mulai naik ke daratan.


Para serigala mengibaskan ekor mereka senang,Archer tersenyum samar membelai kepala tiga serigala peliharaan nya.


Yah,serigala berusia 2 tahun yang ia selamatkan dulu saat badai salju.


Mereka tumbuh bersama dan akhirnya menjadi kawan.


Zeus, Hades dan Lucifer!.


Tiga serigala putih jantan!.

__ADS_1


.....TBC.....



__ADS_2