
...Vote,like dan komentar ya 🌹...
...♣️.....♣️...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...♠️.....♠️...
Bulir keringat dingin terlihat menghiasi kening sepasang suami istri itu,Dante terus berjalan mondar-mandir dengan kedua tangan terkepal erat.Sementara Lucinda duduk dengan manik bergetar ketakutan.
Hanya dengan sebuah panggilan telpon,masa depan mereka kini benar-benar berada di ujung tanduk!.
"Pa..... Bagaimana ini?! Mengapa CEO WJC itu mendorong kita terlalu jauh?! apa kesalahan kita padanya? dia hanya memberi kita waktu satu minggu sebelum rapat para pemegang saham! " Lucinda gemetar panik,nafas wanita paruh baya itu menderu dengan kilatan rasa takut yang begitu besar.
Dante terdiam,namun sejuta cara tengah ia fikirkan dengan matang.
"Tenang Lucinda! aku masih punya sebuah cara untuk menyelamatkan kita dari jatuh miskin! meski akhirnya aset yang kita miliki semua terampas,papa masih punya suatu hal yang bisa menolong kita!" Dante duduk,berbisik dengan wajah penuh keyakinan.
Manik Lucinda membola,dan mulutnya terbuka horor.
Wanita itu menatap sekeliling,lalu mendekat semakin rapat pada suaminya.
Berbisik.
"Bagiamana bisa?!" Lucinda, maniknya berkedip dengan binar penuh kesenangan.
"Yang dibawa oleh dokumen legal tuan muda Lumiro itu adalah nilai aset gradian yang selama ini papa kelola di mata hukum! tapi....selama bertahun-tahun,papa telah berhasil memindahkan berbagai aset properti bernilai ratusan juta dollar atas nama Grizela! ini papa lakukan untuk berjaga-jaga" Dante berbisik,bangkit dan berjalan menutup pintu kamar mereka dengan rapat.
Kembali duduk di sofa kamar tidur mewah itu.
"Yah,meski aset yang dibawah nama Grizela yang papa berhasil sabotase sendiri pada dasarnya adalah warisan dari nyonya tua,gradian.Tapi...apa salahnya papa menyabotase itu semua untuk grizela putri kita! para orang tua itu terlalu pelit...apa masalahnya jika aku hanya anak angkat? apa itu mengizinkan mereka untuk memberlakukan diriku bias?! lihatlah .. bagaimana aku telah mengambil warisan untuk cucu perempuan mereka? dan semua akan menjadi milikku meski dibawah nama Grizela! hahaha...biarlah kalau tuan muda Alzeus itu mengambil aset gradian hotel,papa akan lakukan apapun untuk menyembunyikan aset warisan nyonya tua!" Dante terkekeh dingin.
Lucinda menyeringai licik.
"Tapi pah....aset yang mereka akan akuisisi itu bernilai milyaran dollar! dua hotel berbintang 3 di Moskow dan satu hotel berbintang 5 yang baru dibangun di kota ini! pah... masing-masing hotel itu kita memiliki saham sebanyak 10%. Jika kita menundanya menandatangani surat perjanjian penyerahan,maka Asline tidak akan memperoleh apapun dengan mudah! benar dia telah mengepalai hotel berbintang 5,lalu tanpa saham dari kita,Apa yang bisa gadis itu lakukan?! dia fikir dengan kekuatan WJC,kita akan menyerah? hah.....mimpi!" Lucinda terkekeh bengis,rasa takutnya hilang setelah mendengar aset yang tersembunyi dibalik tangan Dante dibawah nama Grizela, miskin? Lucinda merasa begitu lega kala kata itu perlahan menjauh dari masa depannya.
Dante meremas buah da*a Lucinda dengan seringai licik,mengecup bibir merah itu dengan manik berkilat.
"Jangan cemas sayang...selama tidak ada yang tau aset itu,maka begitu kita telah menjual semua di pasar saham nanti.Kita bisa pergi dan hidup mewah di suatu tempat setelah membunuh putri Santanu itu! hahaha...biarkan mereka berfikir kita telah jatuh,saat kita lari dengan semua harta itu...maka semua akan menjadi pesta kemenangan kita!" Dante menarik Lucinda duduk dipangkuan nya.
Keduanya mulai panas dengan pakaian berantakan,Lucinda gemetar hebat saat bagian bawahnya di tusuk keras oleh Dante yang telah terbakar gair*h.
Keduanya begitu terbakar,hingga tak tau seberapa kejamnya seseorang yang kini mengintai mereka,dengan perlahan dan sejuta cara paling kejam di dunia.
...........♣️...........
Manik berbingkai kaca mata bening itu melirik wajah dingin pria tampan yang duduk angkuh dibelakangnya.
"Sudah selesai?" Rayga,pria tampan dengan kemeja coklat dengan dua kancing atas terbuka dan celana kain hitam panjang jahitan tangan itu duduk,sorot mata dingin nan angkuh begitu terasa memenuhi seluruh aura yang dipancarkan oleh putra Hades itu.
Alarik mengangguk santai,berbalik menatap lima orang sahabatnya yang duduk terfokus padanya.
" Apa hatimu sudah yakin dengan gadis itu Rayga? kau bahkan menyuntikan racun milik Gion untuk menyabotase imun tubuhmu,kau bahkan menyuruh Alarik menyelami seluruh aset gradian dari awal keluarga itu berdiri! apa yang akan kau lakukan saat semua berjalan sesuai keinginanmu?" Raider bertanya dengan manik berkilat penuh selidik.
Ryu meraih sebuah apel diatas meja dan mengangguk setuju atas ucapan raider.
"Kau bahkan tidak berfikir dua kali saat mengambil satu suntikan virus demi menguji gadis itu? aku tau gadis itu memang cukup menarik! tapi....kau biasanya tak perduli dengan kehidupan disekitarmu selain Archa,lalu apakah semua tindakanmu ini bukan hanya karena rasa penasaran saja? apa yang kau lakukan akhirnya nanti?" Gion ikut menimpali,pria itu mengelus bulu kucing kesayanganya,spinx.
"Kau tidak sedang mencari mainan baru bukan boss?" Raino memicing tajam.
Rayga menyeringai dingin,menatap kelima saudaranya yang kini mereka tengah berada di ruang kontrol markas.
"Mainan? tidak ada mainan seperti itu dalam hidupku ! aku sudah mengetahui apa yang sebenarnya aku inginkan...aku ingin dia....asline adalah calon nyonya Wiguna yang baru.....calon istriku!!" Ucap rayga dengan senyum simpul yang terasa sebagai suatu keajaiban langka!.
"Nyonya Wiguna baru?!!" Raider menggeleng tak percaya.
"Istrimu.... calon istrimu?!" Raino meringis takjub.
"Astaga ini tidak pernah masuk bahkan dalam mimpi sekalipun! wah.....kau memberi obat yang salah padanya Gion!!"Ryu menatap wajah horor Gion dengan wajah dramatis.
Alarik menggeleng geli, sudah dirinya duga!.
Perasaan Zeus itu tidak sederhana.
Dan kini tinggal menunggu berita yang akan mengguncang seluruh kota!.
__ADS_1
"Nah....boss, everything is all ready! kita bisa lakukan semua kapan saja!" Alarik berucap ditengah ocehan heboh Raino dan Gion.
Rayga mengangguk samar,bangkit dan menatap dinding kaca yang memperlihatkan seluruh pabrik senjata di bawah ruang monitor mereka,berjalan dan membuka pintu menatap segalanya dari pagar pembatas.
"Raino....sudah berapa persentase proyektil yang akan dikirim ke Amerika?" Rayga bertanya kala maniknya berpusat pada tumpukan box besar berwarna hitam yang ditumpuk di sudut ruangan pabrik.
Raino berdiri disisi sang bos,menatap kesibukan dibawah sana.
Cristian dan Maxim terlihat memberi instruksi dibawah.
Meski bukan tim inti,namun keduanya adalah anggota aktif yang sesekali datang kemarkas ditengah kesibukan mereka.
Maxim telah menggantikan posisi CEO di Houston Intertaiment.
"80%. Lusa semua peti senjata api dan peluru itu akan dikirim lewat jalur pelabuhan 50 peti,sisanya akan dikirim melalui helikopter!" Jelas Raino yang mengikuti langkah Rayga turun mengecek kwalitas senjata.
"Siapa yang datang sebagai wakil pembayaran?" Rayga bertanya kala tangannya meraih sebuah senjata api Laras panjang,salah satu dari beberapa model senjata api yang kini mereka produksi.
"Pihak militer Amerika mengirim jendral Hugsment untuk mengecek semua senjata ini! ini,lihatlah beberapa tipe yang telah siap kirim!" Raino memberi sebuah cetak biru dengan beberapa tipe senjata api telah siap.
Rayga meraih cetak biru yang diserahkan oleh raider setelah Raino berlalu.
Mengangguk,Rayga mulai mengisi selongsong.
Berjalan menuju area uji coba.
Sebuah papan berbentuk manusia dengan dua titik merah.
DORRRRR...
DORRRRR...
Wushhhh......
Dua tembakan beruntun,sekali bidikan dan tanda merah area jantung tertembus peluru.
"Bagus....kurangi gaya tekan pada pelatuk!" Rayga menyerahkan senjata itu pada raider yang mengangguk paham.
Rayga menatap tajam kearah sasaran tembak yang berada jauh didepanya.
Menyeringai dan berbalik pergi dengan wajah penuh kegelapan.
Ada begitu banyak musuh yang harus dirinya bersihkan .
Biarkan mereka berfikir telah bebas,biarkan musuhnya bersenang-senang menikmati kehidupan bergelimang nikmat dunia, sebelum akan dirinya hancurkan hingga tak bersisa!.
........♣️........
Great Mansion Wiguna .
"Kak Archa cepat!! nanti kue buatan mama hilang dimakan kak Raino! cepat mumpung tidak ada orang dewasa cerewet yang akan melarang kita makan kue! hihihi....Shura mau makan kue yang mama angel bawa tadi sampai habis! " Shura,anak kecil berusia 10 tahun itu terkekeh penuh keyakinan.
Archana mengangguk semangat,dia juga ingin makan black forest buatan mama angelnya itu.
Salahkan saja,siapa suruh kedua ibu mereka yang tinggal bersama mereka tak pandai memasak apapun.
Tidak kayra....
Tidak Amber.....
Bahkan sakura!...
Tidak ada satupun yang tau memasak! bahkan memasak air saja gosong!
Archana sungguh bersyukur jika salah satu ibu mereka yang lain datang dan membawa kue atau masakan rumahan lain.
Keduanya telah keluar dari lift,melihat kekiri dan kanan mansion.
Huft......
Aman....
Keduanya saling melirik penuh kenakalan.
Sementara itu disebuah ruangan didalam salah satu perusahaan besar di kota London.
Arkansas hanya menampilkan raut wajah datar melihat kelakuan dua bocah minus akhlak itu .
Satunya adalah putri polos namun begitu ia sayangi, sementara satu lagi adalah bibit setan kecil putra tunggal Tristan.
Si sumber otak kenakalan putrinya.
Bagiamana remaja manis itu bisa tertular penyakit akward putra kecil Tristan itu?.
Arkansas menghela nafas panjang.
Menatap layar laptopnya dengan senyum geli yang tak kuasa ia tahan.
Mansion.....
Kedua anak manusia berbeda gender dan usia itu berdiri didepan sebuah kulkas besar dua pintu,saling melirik dengan wajah penuh binar.
"Kak cepat buka kulkasnya! nanti kak Raino dan mami kayra pulang...kita tidak akan puas hanya dengan sepotong saja!" Shura berbisik,Archana mengangguk cepat dan dengan perlahan membuka pintu kulkas.
Ini jam rehat sebelum dapur akan kembali sibuk membuat makan malam.
__ADS_1
"UWAHHHH!!" pekik keduanya heboh,kue manis bertabur bubuk cokelat juga buah Cerry segar penuh lelehan krim lembut.
"itu lagi kak...kue dari mama Daisy...ambil kak ambil!!" Shura semakin ribut dengan air liur hampir menetes.
"Ambil kak...ambil cepat!!" Heboh Shura kegirangan.
Archana terkekeh dan mengeluarkan dua cake besar penuh krim itu dengan semangat.
Duduk di lantai dapur dengan dua porsi besar kue di depan mata membara keduanya.
"Kak kita makan dimana kue ini? kalau di ruang keluarga nanti ketangkap basah sama mami kalau mami dan papi pulang... kalau dikamar nanti ketahuan Daddy Arkansas, kalau kita sembunyikan di rooftop pasti kak Raino menemukan kita dengan mudah seperti biasanya! lalu kita makan semua kue ini dimana?" Shura bertanya dengan tangan mulai mencomot asal bagian kue yang diikuti oleh Archana yang sibuk berfikir.
Tingggg...
Seketika setelah dua potongan besar masuk dimukut kecilnya,Archana tertawa riang.
"Kakak tau!! kita makan disana saja,pasti aman!" Archana menunjuk bawah meja makan yang tertutup kain penutup meja yang menjuntai.
" Let's go!!" Shura bangkit membawa piring kue angel,sedang Archana membawa piring kue Daisy .
30 menit kemudian.....
"UWAHHHH...ENAK......Aaaaaaa.....aduh...aduh..siapa ini?!!!" Teriakan puas Shura terganti pekikan kaget saat kerah belakang bajunya ditarik keras.
Tubuh anak laki-laki itu terseret keluar dari bawah meja.
Archana membola horor,merangkak keluar dan bulu kuduknya seketika berdiri melihat beberapa orang dewasa yang kini berdiri bersidekap dada menatap mereka berdua tajam.
"Hehehe..mami...papi...Daddy...ada kakak juga! kapan pulang?" Archana terkekeh kikuk.
Shura sendiri sudah nampak pucat kala manik tajam kedua rubah betina telah menusuk tubuhnya.
Kayra juga sakura!...
Para orang dewasa itu menatap jengah kelakuan kedua bungsu mereka.
pipi dan sekitarnya mulut penuh noda coklat,tangan,pakaian bahkan rok putih Archa telah kotor oleh noda krim.
Bahkan ada noda krim di rambut coklat gelap Shura!.
"Bagus ya!!! dua porsi besar untuk satu keluarga habis kedalam perut gentong kalian berdua!!" Kayra melotot kesal,wanita paruh baya cantik itu menggeleng miris membayangan kadar gula yang masuk kedalam tubuh mungil putri juga putra kecil mereka.
"Ih..mami masa perut kecil kita disamakan dengan gentong! perut kak Raino itu yang gentong!!" Balas Shura tak terima.
Raino mendelik jengkel!.
Apanya yang perut sixpack begini disebut gentong?.
Buta ini anak Tristan!.
"Heh... sembarang perut berotot kakak kamu samakan gentong! lihat itu perut kamu....sudah maju seperti ibu hamil!" Balas Raino dengan senyum provokasi.
Puft.....
Archana yang sibuk melihat perut buncit Shura seketika menggeleng miris,sementara Shura langsung mengangkat wajah kearah kedua pria paruh baya yang sibuk menahan tawanya.
Rion dan Tristan,ayahnya sendiri!.
"AYAH!!.....HUAAAA... BUNDA,AYAH TERTAWA SHURA DI EJEK SAMA KAK RAINO!! HUAAA... PUKUL AYAH,BUNDA AYAH JAHAT!!" nah kan,anak laki-laki imut licik itu mulai menangis.
"Cengeng... perut gentong...nakal...muka cemong,sudah sama macam gembel!" Ejek Raino semakin menjadi.
HUAAAA...
Dan pecah sudah tangisan itu semakin keras.
Archa menutup telinganya dan Arkansas segera menarik tangan putrinya dengan tatapan tajam.
"Daddy......"Cicir Archana takut.
Arkansas mengeleng miris.
Tidak sadarkah putrinya, bahwa noda coklat di tangan kecil itu hampir mengotori rambutnya!.
"Naik keatas! mandi,dan ganti pakaian kotor kalian berdua! cepat....jangan harap ada makanan manis selama bulan ini!" Titah Arkansas kejam.
Duarrrr...
Tangisan Shura berhenti dan manik indah Archa menbola tak terima.
"DADDY....ARCHA DAN MAKANAN MANIS ADALAH PASANGAN HIDUP! DADDY.... JANGAN PISAHKAN ARCHA DARI SWEETY!!" Teriakan dramatis Archa disambut masa bodoh oleh ayahnya yang telah memasuki lift ,sakit kepala akan tingkah akward kedua bungsu itu.
Rion tergelak sakit perut,raider menggeleng geli dan Tristan masih asik menahan tawa.
Kedua ibu?.
Mereka sudah menarik tubuh kedua anak nakal itu untuk membersihkan diri dari noda coklat.
...🍁...
...TBC...
El gak minta banyak,vote aja kalau gak sempat komen...kalau komen juga El bakal like balik!.
So....El butuh jejak kalian ya 🌹
__ADS_1