Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Bidak catur 2


__ADS_3

...Vote,like dan komentar ya...



...Part ini masih flashback ya🌹...


...🍃...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...🍃...


Dari balik salah satu pilar,berdiri seorang wanita dengan seringai jahat terpatri dibibir berpoles lipstik berwarna merah darah,gaun pesta yang terlihat begitu terbuka dengan sebuah gelas sampanye ditangannya .


"Kau lihat saja asline..satu persatu sahabatmu akan kujadikan tumbal! memang kenapa jika mereka adalah kekasih para tuan muda itu?! kalian semua sekumpulan j*lang murahan yang berlagak suci didepan semua keluarga kaya itu!! Dan pertama....Aira Brihana Thompson! Cucu sang jendral.....Aku akan nikmati waktu yang tersisa dari para bidak sebelum rajaku melahap ratu kalian! hahahaha..setelah itu....sang raja,King of Zeus Will be my mine!!!" gelak wanita bergaun merah terbuka itu dengan tawa penuh kelicikan.


Grizela....


Wanita itu adalah Grizela Alfarezho Gradian.


Melirik sosok laki-laki berpakaian jas formal pesta berwarna hitam yang melangkah menjauh setelah menyuntik sesuatu pada lengan Aira.


Dan sosok Lydia yang berjalan mendekat dengan dua pria bertubuh besar dikiri dan kanan wanita itu.


Grizela menyerigai sinis,dirinya tau seperti apa Aira yang berwajah polos selama ini,gadis itu nyatanya lebih tangguh dan penuh kewaspadaan dari pada asline maupun raels sendiri,yang dirinya tau begitu keras dalam pertahanan diri.


Tapi Grizela tak takut rencana ini gagal,karena dua kubu telah masuk dan menjadi kepala rencana dan juga eksekusi dari segala rencana jahat mereka.


Asline begitu bangga pada para sahabatnya juga para kekasih mereka bukan?.


Lalu mengapa?! saat kepolosan para gadis itu berhasil mereka rusak,Grizela.


Wanita itu ingin tahu,apakah para tuan muda clan kaya itu masih mau menerima para gadis yang sebentar lagi akan mereka rubah menjadi para wanita kotor!.


Tertawa...


Grizela melirik Lydia yang juga telah berdiri didepan Aira yang mulai terlihat tak baik!.


Disisi lorong..


Aira dengan tubuh bergetar, nafasnya yang terdengar berat dan keringat yang mulai menghiasi wajah berpoles make up tipis itu.


"Kakak..kau kenapa menatapku seperti itu? apa kau sakit? jika kau sakit....hm....bolehkah aku menggantikan dirimu menemani pria tampan yang datang bersamamu itu? siapa nama si tampan itu?...ahhhh...yahhh..Tuan muda Alarik Alexio Lumiro! kau tau..." Lydia bermain dengan kata-katanya,wajah polos palsu itu terlihat begitu berbinar penuh semangat dan Aira menatap wajah itu dengan tatapan dingin,meski nafas Aira memburu.Namun dengan mati-matian gadis itu tetap menjaga ekspresi wajahnya agar tetap tenang.


Aira tau,disini tersulut emosi akan membawanya pada kehancuran!.


Lydia tersenyum culas,mengusap wajah cantik Aira yang selama ini membuatnya begitu iri.


"Kau tidak pantas bersama tuan muda Lumiro itu! aku akan membuatnya menjadi milikku seperti bagaimana ibuku merebut ayahmu dari ibumu yang penyakitan i-"


Plakkkkkk.....


Brughhhhh...


"Nona Lydia!!"


Pekik kedua pria yang memegang lengan Aira sebelumnya,dan entah kapan pegangan mereka pada gadis itu terlepas dan Aira dengan emosi yang tertutupi manik berkilat dingin itu berhasil menampar keras pipi Lydia hingga tubuh dengan gaun yang tak mampu menutupi lekukan tubuh wanita itu terjerembab.


Sudut bibirnya sobek dengan cairan darah yang mulai terlihat.


"JA*LANG!! BERANINYA KAU! APA YANG KALIAN BERDUA LAKUKAN?! PEGANG DIA!!" Lydia meraung sembari bangkit dan mengusap pipinya yang terlihat jelas memerah akibat tamparan keras dari kekasih alarik itu.


Aira dengan kepala mulai berkunang-kunang mundur dengan senyum dingin,dan dengan cepat meski tubuhnya melemas menarik sebuah belati yang terselip di pahanya.


"Maju..aku tak takut meski menumpahkan darah kotor kalian disini..." desis Aira sembari mengacungkan belati tajam yang baru saja keluar dari sarangnya.


Ujung belati itu berwarna hitam.


Jelas disana ada racun!.


Dan kedua pria itu sadar hingga mundur perlahan.


Hitam, benar-benar hitam.


Dan itu jelas racun yang sangat berbahaya!.


Lydia berdecak jengkel.


Menyingkirkan tubuh kedua pria itu dan maju dengan senyum ponggah.


"Hahaha..kau fikir bisa lari kemana kau dariku Aira! apa kau terkejut? kau fikir dengan segala kemampuan dan backinganmu aku akan takut? lihat dirimu? kau sebentar lagi akan menjadi mainan para pelangganku! nikmati saja dan lihatlah bagaimana aku akan membuat tuan muda Alarik akan tidur denganku setelah melihatmu bermain gila dengan para pria itu!!!!" Lydia berseru semakin menggila akibat euphoria bayangan tubuh atletis alarik yang akan memanjakan miliknya,menghabiskan malam panas dibawah penderitaan Aira.


Lydia menjadi gila hanya dengan memikirkan itu!.


Aira terhuyung,bertumpu pada sisi dinding lorong,belati di tangannya semakin tercengkram erat.


Ini senjata terakhirnya.


"Kau ternyata begitu berani Lydia....rupanya tidak cukup dulu saat senior high school aku hah..... hanya mematahkan satu kakimu...harusnya aku buat kau lumpuh dengan wajah hah...hancur.....hama tidak tau diri....." Desis Aira dengan pandangan matanya menyorot dingin sosok Lydia yang tertawa didepan tubuh kedua bodyguard nya.


Hahahaha...


Lydia tertawa semakin keras,bahkan air mata sampai jatuh dari sudut matanya.

__ADS_1


"Kau fikir bisa melawanku dengan tubuh lemasmu yang sekarang? mari lihat...saat kau nanti akan menjadi boneka **** para predator dan saat itu akan ada banyak wartawan yang masuk memotret kalian...lalu....bom!! Berita utama 'Nona sulung dari mantan Jendral Jason Brihana Thompson menghabiskan malam panas dengan sekumpulan pria,para pebisnis beristri' Dan well...lihat bagaimana nanti kau akan menunjukkan wajahmu didepan semua orang! dan setelah semua itu..aku..aku akan berakting menjadi saudari lemah lembut yang mengasihani sang kakak hingga akhirnya,kasih sayang kakek,ayah juga tuan muda Lumiro akan menjadi milikku!! hahaha..selamanya!!!" Aira menggeleng miris.


"Hatimu sudah terlalu kotor hingga hah....hah...kini kau tak lebih hah...dari seorang wanita gila!" Desis Aira sembari menutup matanya yang perlahan mengabur.


Tawa Lidya semakin menjadi.


"Terima saja akhirmu kakak tiri ku tersayang....dan biarkan seluruh Eropa melihat saat kau pada akhirnya nanti akan menjadi pemeran utama di sebuah tayangan live 21+!" Lydia dengan senyum culas menyentak belati ditangan bergetar Aira dengan tas miliknya hingga benda itu terpelanting jatuh.


"Tangkap dan seret dia masuk ke kamar hotel di mana para bos investor filmku menunggu! cepat!!" Seru Lydia kala melihat kesempatan begitu tubuh Aira hampir limbung.


"JANGAN SENTUH AKU! BERANINYA!!" Aira memaksa kesadarannya pulih,gadis itu bahkan menekuk jarinya kuat agar rasa sakit datang membawa kembali sedikit kesadarannya.


Tanpa Aira sadari,cengkraman salah satu pria itu berhasil melepaskan gelang titanium yang dipasangkan alarik dipergelangan tangan gadis itu.


Gelang itu jatuh dan tanpa sadar terinjak oleh pria satunya lagi.


Sensor telah hancur tanpa disadari.


" Aira...Aira...kau kini tak ubah seekor kelinci yang akan disantap oleh sekumpulan hyena lapar!!" Lydia menatap wajah Aira yang begitu cantik dengan keringat serta rona merah pekat dikedua pipi mulus itu.


"LYDIA!! KAU AKAN MENERIMA PEMBALASANMU! KEJAHATANMU.....HUKUM DAN DIA AKAN MENCABIKMU!" Raung Aira dengan degup jantung menggila,memikirkan para predator dengan mata lahar membakar tubuhnya dan wajah tampan alarik.


Rasa sakit menghantam hatinya,aira.Untuk pertama kali setelah dirinya beranjak dewasa,gadis itu menangis.


Melihat Aira menangis dengan putus asa.


Tawa penuh kemenangan Lydia pecah.


"Aira..sang cucu kebanggaan tuan besar Keluarga Thompson! begitu dipuja saat remaja bahkan hingga sekarang oleh banyak pria berkelas tinggi! membayangiku sepanjang waktu! kini lihat...aku akan hancurkan kebanggaan pria tua itu! jendral Jason yang terhormat akan melihat bagaimana cucu kesayangan hancur ditanganku!" Lydia menjerit histeris,tawanya semakin menjadi kala melihat pintu kamar hotel dimana seluruh rencananya akan dimulai.


.......🍃.......


Lobby...


Ballroom party....


Degggg..


Alarik tersentak,telapak tangannya naik dan menyentuh jas tepat dimana kini jantungnya entah mengapa berdegup kencang.


"Kenapa ini?" Batin alarik tak memperdulikan ocehan pangeran Brlion.


Menaikan sedikit ujung lengan jasnya.


Manik berubah cepat.


Kilat dingin bergemuruh bak badai es yang datang dengan cepat.


Brrrr..


Brlion mundur kala merasakan udara disekitarnya perlahan turun drastis.


"Alarik? what's going on?" Brlion mundur dan bertanya hati-hati.


Diam...


Alarik meraih ponsel pintar disakunya dengan cepat.


Aira...


Jemari kokoh itu dengan lincah mulai bekerja.


...Sorry..Your diamond is gone...


DEGGGGG..


Suara mesin dari pencari sensor membuat seluruh tubuh alarik membeku.


Langit serasa bergemuruh dengan suara petir yang tak berwujud.


Rahang pria berkacamata berteknologi tinggi itu mengeras.


Wajahnya terangkat menyisir seluruh ballroom yang begitu bising dan penuh sesak.


"Kau tau Brlion....selama ini aku selalu menggunakan otakku tapi kini...saat sehelai rambut saja dari calon istriku jatuh...."


Glek...


Brlion menegang kaku,rasa takut menyapa kala alarik dengan manik memerah perlahan melepaskan kaca matanya.


"Al... alarik? there's something wrong?" Brlion bertanya dengan segala rasa takutnya,pemikiran bahaya yang entah apa?.


Alarik menyerigai buas.


Inikah dia...


Kaki tangan sejati sang Zeus!.


"Akan ku pastikan tidak ada matahari dan semua orang yang terlibat.... akan mati!" Ucap alarik dengan ekspresi wajahnya yang kini terlihat berbeda.


Sangat mengerikan.


Mengutak-atik ponsel itu,hingga tak lama.


Bankkkkkkk..


AAAAAAA....


Teriakan panik tak lama terdengar.


Sungguh kacau balau.


Suara alarm bahaya berbunyi keras.


"Beta team ready!!"


Degggg..


Brlion menoleh patah-patah kala mendengar suara berat penuh ancaman dari balik tubuhnya .


Demi Tuhan!


Ada begitu banyak pria dengan rompi dan masker hitam berdiri dengan senapan ditangan mereka,wajah kaku dengan manik tajam.


"Fine my Aira! hancurkan mereka yang menyentuhnya!'

__ADS_1


Meraih semjata api Laras panjang miliknya yang diserahkan oleh salah satu anggotanya.


"Semula aku tak ingin mengotori imangeku didepan calon kakek mertuaku nanti..tapi...khe..khe..khe..rupanya mereka tak tau diri!" Alarik terkekeh dan berjalan dengan senjata api ditanganya.



Hancur...


Pesta hancur dengan riuh ketakutan semua orang saat anggota Beta dari BE itu menerobos naik kelantai atas.


Bersiap menyisir seluruh gedung hotel demi menemukan calon ratu dewa IT mereka.


"Bertahan Aira..aku tau calon istriku pasti kuat! jangan jatuh sayang....jangan jatuh!" Batin alarik yang berlari dengan kalap mengusuri lorong kamar demi kamar bila perlu akan ia bawa badai demi menemukan calon istrinya.


Sementara itu,dibalik pilar lantai dua hotel.


Lydia dengan tubuh mengigil melihat kemarahan yang terpancar dari wajah alarik.


Pria yang terlihat jelas mulai mencari keberadaan Aira.


Alarik bak seekor cheetah yang melesat,aura membunuhnya bahkan terasa dari jarak jauh!.


Bagaimana ini?!...


Tidak!..


Dirinya tidak boleh terekspos atau semua rencana gagal!.


Tapi bagaimana cara dia membawa alarik memasuki kamarnya saat pria itu bahkan tak menyentuh minuman apapun?!.


Jika dirinya memaksa,bukankah itu akan membuat kecurigaan akan timbul padanya?.


"Sebaiknya kubiarkan dulu tuan muda Alarik melihat keadaan Aira setelah digilir para predator buas itu..setelah itu perlahan mendekatinya dengan lembut seperti yang mama ajarkan saat berhadapan dengan pria yang tengah terbakar amarah! haha.. lagipula siapa laki-laki yang mampu menolak saat aku membuka pakaian didepan mereka? kurasa tuan alarik pun pasti sama saja! cukup bertingkah polos seakan tak tau apapun,menggoda dia dan berakhir mengandung anaknya! hahaha..astaga memikirkan saja sudah membuatku basah! Alarik...aku menunggumu sayang...." Lydia mengigit bibirnya penuh damba.


Pria ini...


Harus dirinya dapatkan!...


......🍃......


Aira mengepalkan kedua tangannya,maniknya berkilat buas layaknya kelinci yang tengah mempertahankan diri dari sergapan para predator.


Ruangan tamaram ini penuh aroma asap rokok dan alkohol dosis tinggi!.


Ada beberapa pria berbeda usia disini,kebanyakan mereka terlihat mulai kehilangan kendali dengan pakaian sudah tak pada tempatnya.


"Oh..lihat kelinci yang begitu cantik ini!! "


"Lihat rona merah diwajahnya,lihat tubuhnya basah oleh keringat yang begitu beraroma manis!"


" Dia sangat panas! lihat kulit putih terlihat lembut itu! aku ingin menciptakan tandaku disana!"


"Bagus sekali lydia..wanita ja*ang itu benar-benar memberi kita barang bagus!"


"Ahhhhh...aku sudah tidak tahan! bawa dia kemari!"


"TIDAK!!!"


PRANKKKKK..


AKHHHHH....


Dan pada akhirnya,ruangan itu terisi oleh suara pecahan kaca,jeritan serta lolongan penuh kesakitan.


Aira,dengan seluruh kepasrahan hidup dan mati.


Meraih asbak juga botol berisi alkohol dan melemparkannya telak hingga menghantam kepala dua orang pria sekaligus.


Kemarahan terbakar naik.


Tiga pria yang tersisa meraung murka.


"Baik...maju....dan kita mati bersama!!" Aira berdiri dengan kaki bergetar memegang dua botol alkohol yang telah pecah dengan ujung meruncing tajam.


Sungguh mengenaskan.


Pakaian gadis itu sudah koyak oleh tarikan sebelumnya,rambutnya yang tergerai indah telah kusut serta wajah lebam akibat tamparan Lydia sebelum memasuki kamar itu.


"Kami akan menghabisimu dasar ja*ang tidak tau diri!!"


Brakhhh..


Hingga suara itu datang ditengah ambang batas kekuatan Aira mempertahankan mahkotanya.


Pria yang berdiri ditengah para anggota Beta itu.


Tatapannya begitu tajam mencabik,merusak hingga ketulang dan daging.


"Binatang!! siapapun yang berani menyentuh gadisku....lihatlah aku bahkan bisa meminjam cakar iblis untuk memisahkan daging dan menumpahkan darah busuk kalian!!! bedebah!!!!!"


Para pria yang berada didalam kamar itu seketika menegang,mereka tau siapa pria berwajah mengerikan yang baru saja meraung dengan penuh amarah.


Sang putra tunggal dari Clan Lumiro!.


Dewa teknologi penghancur!...


Brukhh.


Aira,tersentuk lemah dan jatuh dengan kecepatan alarik berhasil meraih tubuh rapuh itu .


"Alarik..kamu dat.. datang...."


Mata indah itu tertutup dengan satu kalimat yang mampu mencabik hati alarik.


"Matilah !!!"


Malam itu,separuh tamu hotel benar-benar lenyap tanpa bekas.


Seluruh manusia yang berada dilorong lantai dua habis kala alarik dengan bringas menembak semua orang.


Hingga Gion datang dan menyuntik bius dosis tinggi untuk meredam jumlah korban kemarahan sang dewa IT.


...# Back off #...


...🍃...

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2