
...Vote,like dan komentar ya...
...🍃...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🍃...
Satu hari telah berlalu,kini rombongan para tamu ekslusif akan kembali diterbangkan ke negara mereka masing-masing dengan menggunakan jet pribadi clan Rayga itu.
Dan kini,restoran tempat dimana sarapan terakhir dihotel ini berlangsung tengah dipenuhi aura hitam.
Yah,mata para elang muda nan buas itu tengah menatap satu sosok laki-laki yang kini dengan tidak tau malunya menampilkan wajah tak berdosa,dengan melempar senyum pada para wanita keluarga mereka dan seringai pada pria keluarga mereka!.
Definisi malaikat bermuka dua!.
Benar!....
"Lihat ular jantan itu! ingin sekali kukoyak lehernya!" Desis Raino menatap wajah Brixton,sang putra mahkota yang baru saja memasuki pintu masuk resto bersama kedua orang tuanya.
"Benar...lihat bagaimana dia melempar senyum pada nenek namun mata buayanya menatap adik kita!!" Maxim berujar sarkasme.
"Jika tidak ada para ibu..apalagi gadis kita,sudah kubuat delta menyeretnya ke kandang Tigres!!" Desis Diego kesal melihat bagaimana adik kecil mereka yang polos dengan nyata menjadi incaran sang pangeran yang dengan kurang ajarnya mereka beri julukan ular jantan dan buaya!.
Rayga menatap dingin dengan seringai andalannya.
Sementara Raider,xain,Gion juga Alarik memakan makanan mereka sembari melirik ekspresi para gadis.
"Honey..ingat jangan lihat setan gila itu!" Desis raider kala melihat manik raels yang mencuri-curi pandang kagum pada sosok tampan bersurai blonde itu.
"Ck..kamu itu sopan sedikit kenapa sih?! dia itu putra mahkota Inggris! lihat yang good looking sedikit tidak boleh! dasar menjengkelkan..." Delik Raels pada pria yang kini menutup matanya dengan satu telapak tangan besarnya.
Raider menggeleng mantap.
"Putra mahkota? i don't care..dia hanya buaya bermuka dua.. lihat senyum licik itu..." Tunjuk raider pada wajah tampan Brixton dengan dagunya.
"Kenapa Raider? senyum prince Brixton tampan loh....jadi ingin dilempar semyum olehnya...." Ucap Aira dengan bertopang dagu.
Hingga....
"Apa sih?!! tangan kamu itu mau ku mutilasi?!!" Amuk Aira kala tangan besar alarik meraup wajahnya geram.
Gadis itu menghempas tangan kokoh itu menjauh dari wajahnya,Aira menatap alarik sinis.
Sungguh pasangan yang lucu..
"Sebelum kamu mutilasi aku sayang..si Brixton itu yang akan kumutilasi duluan!! jangan lihat dia dengan pandangan memuja!! aku tidak suka!" Alarik berucap jenaka namun seringai iblis diwajahnya sukses membuat bulu kuduk Aira berdiri!.
"Dasar posesif!! mata juga punya aku..ya suka-suka akulah mau lihat siapa! belum jadi suami saja susah posesif minta ampun..apalagi sudah jadi suami,bisa terkurung aku!!" Batin Aira miris.
Sementara itu,Ryu menatap Rubi yang terus menunduk memakan makanannya heran, teman-teman gadisnya sibuk menatap dan mengomentari sang putra mahkota hingga berdebat dengan para saudaranya yang semuanya begitu posesif.
"Sayang...Kamu tidak tertarik melihat Brixton juga seperti para sahabatmu?" Ryu memancing dengan senyum tidak masalah.
Asline terkekeh melihat interaksi mereka,gadis cantik bergaun putih selutut itu bersendar dilengan kokoh suaminya yang sibuk mengusap rambut panjang miliknya,sungguh kelembutan rambut asline sukses mengontrol kemarahan Rayga yang melihat dimana kini pria itu duduk, disamping ibunya kayra dan tepat disisi lain sang adik duduk!.
Bahkan karena itu,ibunya tega mengusir suaminya sendiri pindah.
Yah,Rion yang malang....
__ADS_1
Rubi mengangkat wajahnya menatap wajah semua inti juga para sahabatnya yang kini menatap dirinya.
"Huft...." Rubi menghela nafas.
"Kalau aku bilang tidak tertarik kamu percaya? lagipula baru lirik saja ujung-ujungnya nanti kamu akan mengomel sampai telingaku sakit! jadi lebih baik aku makan saja..." Ucap Rubi malas.
Ryu melongo mendengar jawaban acuh calon istrinya,sedang para gadis itu seketika terbahak nista sembari menatap wajah -wajah nelangsa para kekasih mereka.
" Kalian lucu sekali... Brixton tampan..jadi wajar saja jika kami para gadis meliri-"
"Dear...aku masih disini..jangan sampai kulepaskan para wolf mencabik wajah yang kau katakan tampan itu....."
Degggg..
Asline menoleh patah-patah,sial dia lupa ada raja iblis pencemburu disini!.
Rayga menyerigai jenaka,mengusap pipi asline dengan ringan selembut bulu.Hingga aliran listrik itu sukses membuat tubuhnya meremang!.
"Dengar sayang...malam ini persiapan kan dirimu..jangankan melihat pria tampan selain aku ...berjalan saja kamu mungkin tidak akan bisa selama beberapa waktu..jadi.... memujilah pria lain sepuasnya..tunggu hukuman mu sayang.." Bisik Rayga serak,Asline duduk tegak nan kaku.
Sialan....
Jantungnya seakan lari maraton mendengar suara berat nan serak berbahaya itu!.
Diam..
Asline hanya bisa diam dengan wajah memerah bak kepiting rebus!.
"Line...kamu demam? wajahmu kenapa merah pekat begitu? padahal baru buka segel..apa Zeus itu main kasar?" Dengan frontalnya Victoria bertanya sembari menatap intens wajah cantik tersipu asline.
Asline,gadis itu melotot horor sembari melirik kaku wajah-wajah jahil para pria yang kini menatap dirinya iba dan menatap Rayga bangga!.
Bangga?...
Dasar pria gila!!.....
"Tidak disangka!! big bro malam pertama ganas juga!!" Decak kagum Maxim terdengar.
"Gaya apa kira-kira dipake big bro?" Raino terkekeh jenaka.
"Pasti 69 ad-"
"Bagaimana mau malam pertama..istriku sudah down duluan akibat kelelahan.." Rayga memotong ucapan frontal Gion santai sembari mengangkat gelas ekspresso miliknya.
Para inti saling menatap satu sama lain, sebelum.
Bwahahah......
Pecah sudah tawa para pria muda itu,bahkan meja dimana mereka berkumpul sudah menjadi pusat perhatian kelurga mereka yang lain.
"Gila....hahahaha...mati aku kalau jadi kau big bro!!" Gelak maxim heboh.
"Hahaha..ya..ya...mati karena tidak bisa belah duren!!" Diego bahkan memukul bahu alarik bringas,sungguh dia mengingat malam pertama hebatnya bersama Deliana.
Dan sayang sekali Rayga tak bisa merasakan hal luar biasa dari diri asline dimalam pertama!.
Sungguh malang....
Bahkan para inti yang biasa berwajah kalem tak mampu menahan tawa!.
Rayga mendengus,menatap jengah wajah-wajah iblis menahan tawa itu dengan manik perlahan menajam.
"Baiklah...baiklah semua berhenti tertawa!! ingat jika kalian masih tertawa mungkin saja besok kalian tak bernyawa!!" Gelak xain akhirnya mendapatkan kembali kewarasannya.
Disisi para orang tua...
"Sudahlah Rion..kau itu sudah tua! berhenti menatap orang lain sebagai musuh!!biarkan prince Brixton duduk disamping archa!" Kayra memelototi sang suami yang sungguh wajahnya kini dipenuhi awan mendung.
Rion menghela nafas,menatap wajah istrinya melas.
"Honey....aku ini suami kamu! masa kamu suruh aku minggir dan anak itu yang duduk ditempat ku? tega sekali....." Ucap Rion dramatis.
Kayra merotasi bola matanya jengah.
"Aku bosan melihat wajah jelekmu! biarkan Brixton duduk disini disampingku dan archa..kalau dia duduk ditengah-tengah para pria tua seperti kalian...aura anak tampan ini akan sirna oleh awan mendung kalian semua! Axel..kau! berhenti tersenyum culas seperti itu!! Gabriel!! apa-apa tatapan matamu itu pada Brixton?! Angel..lihat suamimu itu! tatapannya bahkan membuat ayam tetangga mati berjamaah!!" Omel kayra panjang kali lebar,dan orang-orang yang mendapat siraman rohaninya hanya bisa mengelus dada sabar.
Bahkan Rion malu sendiri atas kelakuan istrinya.
Dan yang membuat para ayah itu meradang adalah senyuman penuh kemenangan sang putra mahkota!.
"Sialan anak itu!!". Batin Rion menatap sengit wajah bahagia Brixton yang kini mendapat kehormatan atas kursi yang disediakan kayra disamping archa untuknya.
"Kalau tidak ada istriku...sudah kutebas kepalanya!!" Batin Ryu kala melihat bagaimana Angel,istrinya yang lembut kini menatapnya tajam demi membela Brixton.
__ADS_1
" Anak bedebah itu menatap putri kami layaknya predator!" Batin Axel jengkel.
" Bajingan tengik! dibawah ketiak para istri kami dia berani tersenyum remeh?! akan kukuliti dia!!"Batin Gabriel dengan mencengkram pisau pemotong stik daging miliknya.
" archa jangan tersenyum padanya princess!!"Arkansas mendesah frustasi.
Batin ayah tiga anak itu benar-benar tak rela melihat bagaimana senyum polos anak gadisnya terbit.
Brixton tersenyum,duduk sembari bertopang wajah menatap intens wajah manis archana yang melihatnya dengan kedipan mata polos.
"Kakak kenapa tatap archa begitu? jangan lihat archa terus nanti para kakak tampan archana mengamuk!!" Ucap gadis manis itu dengan polosnya.
Brixton terkekeh geli,mengulurkan tangannya mencoba menyelipkan anak rambut gadis itu ditelinga imutnya.
namun...
Plak...
"Jauhkan tangan kotormu dari adikku!"
Semua mata menoleh cepat kala sosok dengan kaos hitam dan celana training datang dan menyentak tangan kokoh Brixton dari tujuannya.
Arshenio....
Pria yang baru kembali setelah joging pagi itu menatap sengit,berbalik dan meraih sebuah kursi dimana pemilik dari kursi itu telah pergi karena telah selesai sarapannya.
Brukhh..
Archana berkedip cepat kala sang kakak kembar duduk ditengah antara kursinya dengan kursi sang pangeran.
Tentu saja dengan kecepatan kepekaan
Gabriel,yang menggeser kursinya dan menarik sedikit jarak kursi duduk archana dengan mudah untuk memberi ruang agar kursi Arshen bisa masuk!.
Hebat bukan betapa kompak para pria clan itu?!.
Gabriel terkekeh dan beradu gepalan tangan ala lelaki dengan sang putra.
"Good job Boy!!" Gelak Gabriel puas kini mata anak gadis mereka akan kembali bersih dari sosok predator.
Brixton memdengus namun tak lama senyumnya kembali terbit.
Sementara para ayah yang lain sudah mengacungi jempol dan mengangguk bangga!.
"Lihat sepertinya putraku akan menghadapi banyak rintangan!" Brizian berucap jenaka, Arkansas mendengus dingin menatap raja Inggris itu tak minat.
"Bukan hanya rintangan dari para ayah posesif ini, suamiku... tapi lihat meja disana! para tuan muda itu...hahaha..mereka seperti ingin menerkam Brixton! ah... putra kita yang malang..." Ucap sang ratu dramatis.
Anggi mengangguk setuju,melirik wajah suaminya yang bahkan lebih gelap dari awan mendung.
Rafendra terlihat begitu intens memandangi wajah tampan sang pangeran,bukan hal yang baik.Karena Anggi tau tatapan jahat nan licik seperti apa yang kini dikeluarkan oleh suaminya.
"Rafen....ingat umur suamiku...jangan banyak gaya nanti kena darah tinggi!!" Kesal Anggi akan kelakuan suaminya itu.
Rafendra mendengus kesal,melirik istrinya dengan tatapan protes.
"Dia menatap boneka cantik keluarga kita sayang!! lihat tatapannya bahkan seperti ingin melahap boneka cantik yang dibesarkan dengan cinta itu!! " Rafendra berucap penuh protes keras,Anggi menghela nafas panjang.
Benar...
Tidak dipungkiri,archana memang menghabiskan sebagai besar masa kecilnya dibawah kasih sayang dan penjagaan sang kakek,bahkan Arkansas sebagai ayah sendiri harus mengalah akibat keras kepala pria tua itu!.
Rafendra mengurus archana dengan tangannya sendiri dulu,kala Arkansas berada dalam masa terpuruk hidupnya.
Pria tua itu benar-benar membuat cerita masa kecil archana bak boneka cantik dengan istana mini sebagai rumahnya.
Bahkan sedikit saja luka dari tubuh mungil itu akan membuat kemarahan Rafendra bak badai topan yang menerjang,bahkan Anggi sebagai istri tak terkecuali akan terkena dampak meski tak separah anak bahkan cucu laki-lakinya yang lain.
"Rafen dengar....archa bukan lagi boneka kecil seperti dulu bagaimana kalian semua memperlakukan dia...dia sudah remaja sayang...jangan terus mengekangnya dibalik sikap posesif berlebih kalian...biarkan dia berteman dengan banyak orang..biarkan dia mengenal dunia! bahkan rupa uang saja dia hanya tau black card...platinum...dan segala jenis credits card yang kalian semua jejalkan padanya..kapan archa akan tau dunia luar seperti apa? come on Rafendra ....dia seorang gadis remaja dan dia butuh kehidupan nyata seorang gadis!" Ucap Anggi sabar.
"No! dunia terlalu hitam untuk cahaya terakhir dari istriku mom! kita tidak butuh archa untuk tau dunia! aku bahkan bisa membuat putriku hidup berkecukupan bahkan hingga dia menua! aku dan para putraku sudah cukup sebagai tameng dan sumber kehidupan Archa! aku tak butuh orang lain memasuki hidup putriku! dia bukan gadis biasa! putriku spesial...dia tidak butuh kehidupan bebas seperti gadis liar diluar sana!!" Arkansas menjawab ucapan sang ibu dengan tegas,tidak terbantahkan dan tidak ingin dibantah.
Brizian menghela nafas melihat betapa kerasnya sikap Arkansas!.
Pria seusia dirinya itu benar-benar diktaktor! bahkan dalam mengendalikan hidup putrinya sendiri.
"Terserah kalian!!" Anggi berucap jengkel.
Arkansas mengangguk puas dengan senyum kemenangan Rafendra.
"Cobaanmu berat putraku...ibu harap mentalmu kuat!!" batin sang ratu miris.
...🍃...
__ADS_1
...TBC...