
...Jangan lupa vote,like dan coment ya 🌹...
...Don't be a silent reader!...
...🍷...
...H...
...a...
...p...
...p...
...y...
...r...
...e...
...a...
...d...
...i...
...n...
...g...
...🍷...
Smith puri....
...( Bayangkan saja sudah ada salju )...
Matahari pagi bersinar cerah,kepingan salju pertama mulai turun dengan setiap halaman rumah-rumah penduduk mulai terhias pohon cristmas.
"Hoam.......dingin sekali......." Gion menguap malas kala angin dingin mulai masuk melalui tirai dan jendela yang telah dibuka dengan senyum tajam sang ibu.
"Mi....ini masih pagi,apa pula mami harus paksa Gion bangun?" dokter muda itu menarik selimut dengan malas menatap wajah jengah sang ibu.
"PAGI? KEPALA BAPAKMU ITU PAGI! BANGUN GION!! INI SUDAH JAM 10, BAGAIMANA KAMU MAU DAPAT JODOH SEPERTI SAUDARA-SAUDARAMU YANG LAIN KALAU KAMU MASIH LEMBEK SEPERTI INI?!! MAMI PUSING GION KAMU ITU MAU JADI PERJAKA TUA?!" Daisy meraung jengkel.
Keluar sudah logat Indonesia-nya!.
Beginilah rutinitas pagi di kediaman Smith,Daisy yang selalu berteriak membangunkan putranya yang malas.
Gion memang seorang jenius medis,namun kemalasan pria itu sudah mendarah daging.Entah sifatnya itu mengambil dari mana?.
"Aduh mi... Bapakku di bawah sedang minum kopi..apa pula mami sebut-sebut kepala bapak! nanti bapak Gabriel mengamuk baru tau rasa mami..tak dikasih uang belanja nanti menangis....." Gabriel ikut bermain,pria itu memunggungi sosok Daisy ibunya dengan wajah mengantuk.
Daisy merotasi kedua bola matanya semakin jengkel.
"GION!!! BANGUN TIDAK? PERCAYA MAMI AKAN BUANG SI SPINS KUCING KESAYANGANMU INI!" Daisy sudah menggendong sosok kucing cantik berbulu campuran putih dan abu-abu.
Gion segera melompat dari tempat tidur dan menatap ibunya itu geram.
"PAPI LIHAT ISTRIMU!!" Gion memekik sembari menerjang berusaha mengambil kucing kesayangannya yang sudah lemas di bekap oleh Daisy ibunya.
"Mami berikan putraku! kasihan si spinx mati dia nanti..." Gion hampir menangis melihat mata berkaca-kaca kucing jantan kesayangannya.
"Putra..putra...makanya menikah sana! kerjamu cuma kerja,makan,tidur! kapan kamu susul si Maxim itu?! dia yang playboy cap kadal saja laku! kamu? percuma wajah tampanmu juga gelarmu!!! mami mau cucu Gion!!!!" Raung Daisy jengkel sembari melempar spinx kecil yang malang,beruntung Gion segera melompat dan menangkap kucing malang yang menjadi kambing hitam ibunya.
Gabriel masuk dengan kepala menggeleng lelah.
Istri pemarah plus putra pemberontak,Gabriel K.O!.
Daisy pergi meninggalkan kamar putranya itu dengan hentakan kaki penuh emosi.
"Papi...coba beri obat penenang mami! apa-apaan Gion terus yang kena sembur...lelah hati ini...." Gabriel mendengus mendengar ratapan dramatis putranya yang sibuk menciumi wajah jengah kucing Persia itu.
"Jangan berdrama kamu! mami kamu itu benar Gion,kamu itu sudah hampir 30 kapan mau menikah? kami itu butuh cucu yang manis dan imut,bukan anak amit-amit sepertimu!" Gabriel mencela dengan seenaknya,berbalik dan pergi dengan bantingan daun pintu.
Gion mengelus dada sabar.
" 30 apa? aku ini 26! dasar pasangan drama.." Dengusnya tak terima.
Punya orang tua seperti Gabriel dan Daisy adalah suatu kemalangan!.
"Cucu? kekasih saja tak punya,cucu darimana coba?" Dengus Gion berdecak malas.
"Benar kan Spin?" Gion mengyapa kucing gembul itu meminta pembelaan.
Kucing itu menatap miris majikannya!.
..........
Daisy keluar dan mulai memetik bunga dan buah yang masih bisa dipetik di halaman depan rumahnya.
Hingga..
Spinx si kucing gemuk itu melompat dan berlari kearah vila sebrang Puri mereka.
Daisy yang hendak menangkap kembali kucing kesayangan putranya itu mengernyit heran.
"Eh? sejak kapan vila disebelah rumah ada penghuninya?" Daisy meletakkan gunting pemotong dahan,berjalan mendekat kala mobil terakhir pengangkut barang pergi.
"OH ASTAGA......PUTRA MAHKOTA!!!"
__ADS_1
Wanita paruh baya itu menjerit heboh.
Gabriel juga Gion keluar saat mendengar jeritan heboh sang nyonya Smith.
Gion meraih tubuh spinx yang terangkut pagar puri.
"Kau diusir dari istana, Brixton?" Tanya Gion dengan santainya sembari menggendong spinx.
...( Abaikan warna mata,El tak sempat edit )...
Senyum ramah Brixton yang semula menatap sopan pada Daisy luntur seketika.
Kakak dari kekasih kecilnya ini sangat pandai membuat orang kesal!.
"Tidak!" Balas Brixton singkat,padat dan tak jelas.
Gion mendengus.
"Gion...mami peringatkan! jangan begitu pada tetangga baru!" Daisy mendelik tajam,Gion berdecak malas sembari meletakkan kucing kesayangannya diatas sebuah ayunan kayu .
"Anak papi disini dulu ya..papi mau kerja buat beli wisk*s kamu! lihat badan kamu sudah hampir mirip seperti ba*i peliharan Mr jenskin!" Gion meraup gemas wajah bulat kucingnya dengan gemas.
"Lihat anak kamu papi?! masa kucing disamakan dengan anak? mami tak kuat setiap hari menyaksikan kegilaan putramu itu!" Sentak Daisy pada Gabriel yang sudah menghela nafas,lagi.
"Anak mami juga itu..." Balas Gabriel frustasi.
Daisy mendengus dan mendekati Brixton yang sibuk mengawasi para pekerja yang membawa masuk barang-barangnya.
"Putra mah-"
"Maaf nyonya Smith..tolong panggil saja saya Brixton!" Brixton memotong dengan senyum manis.
"Em.. baiklah.." Daisy mengernyit heran merasakan senyum manis yang terlihat nanar itu.
"Kamu pasti lelah....datanglah berkunjung ke Puri dan bibi akan memasak makan siang nanti..kita bisa makan bersama.." Daisy menawarkan dengan senyum lembut.
Gabriel yang hendak masuk mobil demi pergi bekerjapun urung.
"Apa-apaan mi?! no..no..no...pencuri ini tidak boleh memasuki Puri kita!" Tolak Gion sengit.
Plak...
"ADUH.....MAMI KALAU MAU KDRT JANGAN SAMA GION.. PAPI SANA!" Gion meringis,sungguh tangan ibunya benar-benar seperti lempengan besi saat menampar kulitnya!.
"Diam kamu! pencuri apa?! mana ada orang tampan dan kaya seperti Brixton jadi pencuri?! kalau bicara itu mikir!!!" Geram Daisy atas mulut asal putranya itu.
"Adalah mi...dia..pencuri hati adik kami!" Ucap Gion sengit sembari menunjuk wajah dengan senyum culas Brixton,sial andai ibunya bisa melihat wajah licik itu!.
"Sudah kalau kamu tidak mau Brixton jadi tamu mami..kamu sana yang pergi! dasar anak bodoh!" Daisy dibawah tatapan nelangsa Gion menarik tubuh Brixton juga Gerry dan Simon yang sedari awal sibuk menjadi penonton,Gabriel menghela nafas berat.
Bagaimana reaksi para putra juga saudaranya yang lain jika tau kini putra mahkota menjadi tetangga baru dari Puri Smith?!.
Gabriel tak lagi bisa berfikir waras!.
"PAPI..JANGAN MELAMUN MASUK!" Gabriel segera berlari kecil memasuki Puri saat suara menggelegar Daisy terdengar .
Gion yang ditinggalkan sendirian,meratap.
"Ya Tuhan..bisa tidak orang tua hamba di ganti saja dengan sebungkus tic Tac?" gumaman bodoh lepas dengan lancarnya.
"GION PERGI KERJA SANA! KAMU FIKIR RUMAH SAKIT ITU YANG AKAN MENDATANGIMU?! KERJA SANA!!"
Sekali lagi Gion mengelus dada sebelum akhirnya melompat masuk kedalam mobil.
Nasib berasa anak tiri!.
.........
Wiguna mansion...
"Mandi..mandi sendiri..."
"Makan malam sendiri...."
"Urus diri sendiri....malangnya nasibku....."
Raino, Raider juga Archana.
Ketiganya berdiri sembari menahan tawa melihat satu sosok kecil yang sibuk berkaca didepan cermin sembari memakai pakaian santainya,bocah itu begitu imut dengan jumpsuit berkarakter Winnie .
Anak laki-laki dengan rambut keriting itu nampak memasang wajah masam.
Dan itu sukses membuat perut para tuan muda mansion sakit perut akibat menahan tawa.
Lihatlah bagaimana anak itu bernyanyi dengan suara sumbang dan wajah penuh derita sembari berpose penuh gaya didepan sebuah cermin full body.
Shura.
Putra tunggal pasangan Tristan dan sakura itu menoleh dan menatap sinis ketiga kakaknya yang masuk ke kamar pribadinya tanpa izin,ditambah wajah menahan tawa mereka atas deritanya.
BWHAHAHA...
"Sumpah geli!!" Tawa raino juga Archana pecah melihat pipi putih anak laki-laki itu memerah jengkel.
Raider mmggeleng geli akan tingkah putra salah satu ayahnya itu.
"Kenapa ? wajahmu sudah jelek dek,jangan tambah di buat jelek begitu!" Raider mengusak rambut kriting anak tampan itu dengan gemas.
Plak...
"JANGAN SENTUH! AKU TIDAK SUDI KAU SENTUH MAS..." sentak shura dramatis sembari meraih sebuah sisir dan kembali menyisir rambutnya dengan bantuan gel khsus rambut.
"BWAHAHAHAH...GILA ANAK INI BENAR-BENAR DRAMA KING!" tawa Raino semakin menjadi,lihatlah bagaimana anak itu mencoba berdrama dengan logat Indonesia yang terdengar aneh!.
__ADS_1
"Ada apa? ini bahkan belum waktunya tidur sudah drama saja kamu ini?!" Raino duduk diatas ranjang sembari mengusap air mata sisa tawanya.
Shura menatap kedua kakak kembarnya,menghela nafas panjang layaknya orang dewasa dengan banyak beban.
Hingga...
"Duwe ibu sing orang peka..duwe bapak sing ditresnani...duwe sedulur mung bisa ngguyu karo laraku..tak pasrahke marang takdir.." Shura berucap dengan wajah tertekan,anak laki-laki manis itu bahkan mulai menyisir kembali rambutnya yang sudah licin oleh gel rambut.
"BWAHAHAHAH...ASTAGA SEJAK KAPAN ANAK INI BERBAHASA JAWA?! AMPUN SAKIT PERUT KAKAK DEK!! " raino langsung pecah dengan tawanya,wajah pria itu memerah dengan tubuh berguling diatas lantai kamar shura,kamar khusus bagi anak itu saat menginap di mansion Wiguna...
Shura menatap sinis wajah raino,Archana bahkan sudah berlari keluar kamar tak kuasa menahan tawa melihat wajah drama putra Tristan itu.
Hingga..
"Raino.....nenek suruh kamu untuk panggil shura turun untuk makan! kenapa kamu justru menggila disini? ini lagi kamu raider! buat apa ikut-ikutan disini? mau tertular gila seperti raino kamu?!" Kayra masuk dengan tangan menarik daun telinga raino,putranya ini kalau tidak segera ditangani maka akan terus tertawa sampai giginya kering!.
"Aduh...!! mami putus telinga no.... papi lihat istrimu!!!!" Bibir kayra berkedut jengkel.
Lihatlah betapa kurang ajar anaknya yang satu ini?!.
Plak!!!..
"Astaga! mami apa-apa main pukul! kalau raino adukan ke Komnas perlindungan anak baru menyesal...!" Raino memasang wajah tersakiti.
Kayra mendelik setelah puas menampar bibir lemas putranya itu.
Raider sudah berlalu menggandeng shura,malas dirinya melihat dua orang tukang drama itu!.
"Aduh..duh...mi.....lepas kenapa mi? mami lagi Pms ya? tidak bisa diajak bercanda tidak seru ah!!! PAPI HELP......." raino kembali menjerit,kali ini bukan kupingnya,tapi kulit pinggangnya yang terpelintir sadis.
"Tutup mulutmu itu! lama-lama mami suruh ria putuskan kamu! laki-laki apa kamu? baru disentil sudah menjerit,anak perawan kamu?!" Kayra meracau sinis.
Raino pundung!.
Disentil apa coba? sudah dijewer,di cubit dan ditampar! apa lagi yang kurang coba?!.
"Ibu kandung rasa ibu tiri ya begini..nasib..nasib !" batin Raino meratap.
Rion hanya menggeleng lelah,dia sudah jera berurusan dengan kayra yang dalam mode senggol bacok!.
"Kalian ini benar-benar ya....pusing kepala nenek!" Anggi yang tengah sibuk menyiapkan sarapan pagi menggeleng lelah,tapi inilah hangatnya mansion Wiguna saat kasih sayang mereka ditunjukkan dengan apa adanya.
"Sudah..sudah kemari dan cepat turun!" Arkansas menghela nafas melihat kekonyolan anak-anaknya.
"Turun buat apa dad?" dengan polosnya raino bertanya.
Raider menatap datar wajah saudaranya,Rion memijit pelipisnya pening dan kayra yang sudah menampar kembali tengkuk belakang raino,begitu kesalnya ia.
"Mandi!" Balas shura asal.
Mengapa kakaknya ini cosplay jadi idiot man?!.
Archana terbahak dengan frustasi.
Jawaban apa itu? mandi diruang makan?!.
"Nuwun sewu edan.. wong-wong teka ing ruang makan arep mangan..kang edan...nuwun sewu mami kayra anake edan..."
Krik..krik...
Semua mata menatap intens wajah mengiba shura, Rafendra menatap istrinya horor.
"Shura sejak kapan bisa bahasa Jawa?" Anggi bertanya dengan bibir bergetar menahan tawa.
Beruntung kayra dan Rion tak paham jika tidak? sudah anggi yakini,kayra akan semakin jengkel!.
"Kamu bicara apa shura? mami tidak paham?!" Kayra menjerit jengkel.
"Oke google..nah mami cari saja translate,shura lapar mau makan!" Akhirnya anak itu tenggelam dalam mangkuk sup ayam miliknya tak perduli wajah frustasi kayra juga wajah nelangsa raino.
Yah,malam yang semarak bukan?.
..........
Sementara itu..
Bayangan pada cermin sebuah kamar mandi,gadis dengan rambut hitam panjang itu menatap sebuah test pack ditanganya dengan manik bergetar dan wajah pucat pasi.
Gadis? apakah dirinya masih bisa disebuah seorang gadis?.
"No.....ini tidak boleh terjadi?! apa ..apa yang sudah kau lakukan Acella?! bagaimana ini bisa terjadi?! bagaimana kamu akan menghadapi ayah dan ibumu?!" Acella,gadis itu.
Tidak,wanita muda tepatnya.
menatap dua garis merah yang kini terpampang jelas di matanya.
Pantas saja beberapa Minggu ini tubuhnya selalu merasa lemas dan mudah lelah.
Suasana hati yang selalu berubah-ubah dan datang bulan yang tidak datang pada waktunya,bahkan hampir dua bulan!.
Tubuhnya merosot,dan air mata mengalir deras dengan senyum nanar.
"Bagaimana aku bisa sebodoh ini? siapa? siapa ayahnya?!" Acella meratap dengan kedua tangan membekap mulutnya,mencegah suara tangis agar tak sampai terdengar oleh ibunya.
Tanpa Acella sadari,nan jauh dari kota London.
"Apa kau sudah mencari informasi tentang gadis dua bulan lalu?" Pria tampan dengan wajah dipenuhi penyesalan itu menatap wajah asisten pribadinya.
"Dia...Acella Alicia Lumiro, putri dari raja kilang anggur axel dan saudara kembar dari Raja IT Wiguna coorporation,Alarik aluxio Lumiro! Gadis yang dalam kesalah pahaman menjadi partner one night stand anda saat kunjungan bisnis di Jepang saat itu!" Pria dengan kaca mata membingkai manik hijaunya itu memberi laporan teliti.
Dan pria yang duduk di kursi CEO itu terdiam,merenung dalam keheningan setelah informasi terserap jelas.
"Acella ya...gadis di bandara waktu itu.....betapa besar kesalahanku!" Gumam pria berdarah Amerika Jepang itu penuh penyesalan.
Andai waktu bisa berputar kembali,dirinya tak akan begitu bodoh sampai merusak masa depan seorang putri clan Lumiro itu.
...TBC...
__ADS_1