
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan coment ya...
...🍹 Happy reading 🍹...
Dipagi hari dengan cuaca yang sedikit mulai menghangat,langit terlukis biru dan awan putih menebar keseluruhan bagianya.
Asline dan para sahabatnya duduk di butik Samantha,bersama Acella para perempuan milik hak paten para pria Wiguna itu duduk dan berbincang hangat.
"Jadi pernikahanmu dan Dixon sudah disetujui papa Axel,cela? dan itu disatukan dengan hari pernikahan raider dan yang lainnya begitu? wah...tidak terbayang bagaimana para ibu heboh nanti mempersiapkan semua dalam waktu satu hari!" Raels berucap sembari meraih sebuah apel merah di meja tamu butik.
"Ya iyalah raels..ini bunda bahkan kelimpungan buat gaun pengantin kalian nanti! tapi bagus juga karena uang yang mengalir di kantong bunda semakin gemuk! hahaha...rasanya seperti dapat durian runtuh!" Samantha ikut bergabung dengan para calon menantunya,sayang sekali dirinya tak memiliki anak selain anak dari silver bersama mendiang istri dari pernikahan pertamanya.
Seorang gadis,hanya saja gadis itu menetap bersama keluarga mantan istri suaminya itu di Kanada.
"Yeee..kalau itu memang maunya bunda!" Archana berucap sembari tersenyum geli melihat wajah malu samantha.
"Hahaha..namanya uang sayang...siapa coba yang tidak mau?" Samantha membalas dengan senyum kikuk.
Para gadis itu seketika tertawa renyah,lucu sekali ibu mereka satu ini.
"Nah asline sayang...karena kamu yang mendapat kepercayaan untuk segala urusan pernikahan ini bersama Archana dan Kayra,coba beri tahu bunda.Sudah dapat ide gaun pengantin? Itu adalah hal pertama sebelum kalian mengurus konsumsi dan dekorasi!" Samantha menatap wajah istri cantik Rayga itu dengan senyum teduh.
Asline menarik sebuah katalog wedding dress.
"Sudah bunda, Victoria dan yang lainya sudah memberi pilihan contoh lewat katalog musim semi tahun lalu.....gambar yang sudah line lingkar sudah diberi keterangan dan beberapa perubahan bentuk!" Asline menyodorkan buku besar itu pada Samantha.
"Jadi Victoria...kamu suka model gaun dengan bawah sedikit mengembang ala kerajaan? Raels....kamu suka model gaun long dress press body? dan Jihan...kamu mau pakai kebaya? impresif! Cella kamu mau buat sendiri? its okey....Naomi kamu mau dress tradisional China begitu? ini cukup rumit....tapi tak masalah bunda bisa! Dan Sera...kamu dimajukan setahun ya? hahaha..memang gila putra Liora satu itu! Pernikahan seenak dia....sabar ya..." Samantha tertawa renyah dibawah wajah merona Sera.
Benar,sangat benar!.
Arshen memberikan sistem belajar kebut semalam! itu semua demi memangkas satu tahun pendidikan Sera dan kemudian dia bisa langsung menikahi gadis itu,Sera bisa apa?.
Bersyukur Arsenio sendiri yang menjadi guru private dadakan dan Sera yang memang memiliki otak encer!.
"Tapi tak apa....kamu bisa rencana saja siapa tau tiba-tiba arshen berubah fikiran dan kalian ikut menikah bulan depan! Summer akan tiba tidak lebih dari beberapa Minggu lagi,jadi semua harus siap agar para calon suami kalian tidak meraung! hahaha....bunda jadi teringat saat Daddy kalian Arkansas dan pernikahan serempak para saudaranya! benar-benar sehari semalam tanpa tidur!" Samantha bernostalgia,wajah wanita paruh baya itu tersenyum penuh kebahagiaan.
"Baiklah.....bunda jangan kembali ke masa lalu lagi! lihat jadinya mau menangis kan? tatap masa depan saja!" Victoria memberi sebuah tisue wajah dan Samantha tanpa sadar mengusap pipinya yang basah.
Manik wanita paruh baya itu menatap wajah sendu Archana tak lama,lalu mengusap lembut rambut putri kesayangan clan Wiguna itu.
"Archa sangat mirip dengan mommy kalian Liora! warna mata...rambut, wajah dan sifat lembut ini.... itulah mengapa Daddy kalian,Arkansas sangat menyayangi Archana melebihi apapun yang ada di dunia ini! Maka dari itu...archa harus ingat satu hal.Jangan pernah kecewakan Daddy kamu ya sayang....kasihan,meski dikelilingi seluruh keluarga besarnya,tapi hatinya kesepian...bila perlu.Saat Archana nanti menikah dengan tuan muda Brixton,cobalah untuk selalu memberi Daddy kamu perhatian...jangan lupakan dia!" Nasihat Samantha lembut.
Archana menunduk dengan wajah dipenuhi kesedihan.
Asline menatap semua itu dengan wajah sendu.
"Bunda jangan cemas...line ada! saat Daddy semakin menua kami akan selalu ada untuknya memberi dia perhatian ekstra,tidak ada kesepian yang akan datang saat nanti cucu-cucu Daddy lahir! " Victoria mengangguk sambil tersenyum samar menyetujui ucapan asline.
"Alright! stop drama sedih ini...mari kita lanjutkan....!"
..........
__ADS_1
Sementara itu di markas Be.
Maxim bergidik,pria tampan berdarah Korea Inggris itu menatap wajah gelap raino saat ponsel pria itu masih bertengger apik di telinganya.
Ada-apa? tidak biasanya wajah jenaka itu dipenuhi kemarahan yang tertahan! apa yang membuat second comand BE yang biasa terlihat santai itu tiba-tiba seperti ini?
" Bagaimana hanya beberapa tahun kau tidak mengenal suaraku,Ano?"
"Jangan main-main! kau tidaklah begitu penting hingga aku harus tau siapa kau?! katakan!"
Maxim mengerutkan kening saat nada dingin nan acuh itu terdengar.
Hanya satu pemikiran dari putra Houston itu,dia.
Hanya dia yang bisa membuat raino menjadi begitu tidak sabar.
Maxim bahkan tak berani bersuara menyampaikan maksud kedatangannya,tunggu saja dulu.
Hening dari sambungan sana, Raino terdiam dengan wajah menggelap.
"Who is you? don't you dare to call me Ano! your are nothing!"
"Haha..baru beberapa tahun saja kita tak bertemu kamu sudah lupa padaku? mantanku....padahal dari semua wanita penghias hidup Casanova-mu hanya aku yang bertahan hingga setahun lamanya...masih lupa?
Raino terkekeh rendah,pria itu bangkit dari kursinya dan berjalan keluar dari ruangannya.Menatap kebawah dimana pabrik senjata itu tengah melakukan produksi besar untuk pengiriman ke US.
"Mantan? bagiku tidak ada mantan..kamu sama saja seperti mainanku yang lain...hanya karena aku bermain terlalu lama bukan berarti kau menjadi favorit! kau bukan mantan...mantan hanya terjadi saat hubungan pernah ada! jangan membuat lelucon...."
Setelah itu,suara gertakan gigi terdengar.
Tak lama Gion datang.
"Kenapa kau?" Gion menatap ngeri saat Maxim tiba-tiba tertawa rendah,suaranya itu hampir menyamai kikikan kuntilanak!.
Setan viral dari Indonesia itu!.
"Diamlah...dan lihat saja raino!" Gion mengangkat bahu acuh dan ikut duduk.
"Kamu jangan keterlaluan Raino! asal kamu tau aku masih mencintaimu sampai sekarang meski dengan kepribadian brengsek mu itu! "
Raino tertawa keras,pria itu melirik Gion dan Maxim yang menonton dengan senyum konyol sembari memangku semangkuk Pop corn dan sekaleng soda.
"Heh....sayang sekali cinta tidak ada dikamusku untuk wanita seperti dirimu! jangan bermimpi terlalu jauh....ingat...kamu sendiri yang dulu mendekatiku seperti ampas permen karet! menjijikan dan konyol...jangan menelpon ku lagi...."
Raino bersiap mematikan sambungan dan memblokir nomor hingga.
"Apa karena kamu akan menikah? "
Ekspresi acuh Raino berubah gelap kembali.
Kali ini jauh lebih pekat.
"Jadi? "
Sang penelpon terdiam menahan emosi, Raino benar-benar pintar membuat orang lain darah tinggi!.
__ADS_1
"Bukan apa-apa...aku baru saja melihat data dari calon istrimu itu.....aku hanya bertanya-tanya, apa yang menarik dari gadis ini hingga kau begitu mudah melupakan wanita seperti aku? mengapa kau membuang-buang waktu bersama gadis tidak beretika ini? "
Raino menatap foto besar yang terpasang di dinding.
Tersenyum lembut saat sosok di foto itu telah mengembalikan suasana hatinya, dan mulai menjawab kembali sang penelpon.
"Kau tanya mengapa? akan kuberi tau...kau adalah hal kepalsuan....segala hal dalam dirimu adalah palsu bernilai tak lebih dari sekotak tisu toilet...tapi dia...dia tak ternilai! kau mengerti?"
Perempuan itu bungkam tak mampu berkata-kata,betapa kasar dan arogan putra ketiga Wiguna ini?!.
Hingga...
Kemarahan terdengar.
"Tisue?! toilet? kasar sekali! jika begitu mengapa kau harus bersamaku selama setahun yang lalu?! bahkan kau rela membelikan apapun yang aku inginkan?! jangan terlalu banyak melewati batas raino!"
Raino melepas ponsel dari telinganya,memasang headset bluetooth dan duduk sembari meneguk soda yang disodorkan max.
"Kau bodoh ternyata...masih bodoh seperti wanita cantik tak berharga diluar sana....tentu namanya permainan laki-laki....kalau kau terbawa perasaan memang itu salahku?"
"Raino Leander Wiguna!!"
Wanita itu membentak, Raino mencibir jijik.
Tut....
Raino mematikan sambungan telepon sebelum sang wanita kembali membalas sengit.
"Dia?" Maxim berucap begitu Raino menatapnya bertanya.
"Hm...sudahlah malas aku ,bukan berarti apapun juga.." Raino menyahut acuh sembari meraih map yang diberikan Gion padanya.
"Tapi....dia wanita nekat no! Jika tidak mengingat ayahnya...mungkin sudah lama dia mati! Kau ingat bukan bagaimana dia mencelakai wanita-wanita yang dekat denganmu dulu? dan kau tau juga perangkai Victoria? jika mereka bertemu dan wanita itu memprovokasi......mengingat bagaimana kalian dulu cukup lama menjalin hubungan...No... saranku sebaiknya kamu memberitahu Victoria masalah masalalumu dengan dia....ini cukup sensitif" Maxim menjelaskan dengan hati-hati.
Yah,dirinya dan Raino dulu terkenal sebagai Casanova-nya London! Hampir setiap bulan keduanya mengganti pasangan kencan bak mengganti pakaian!.
Namun sejak menjalin hubungan partner kencang dengan dia! Maxim melihat,setiap wanita yang coba mendekati Raino akan berakhir menghilang tanpa jejak!.
Max yakin raino sadar dan tau,tapi dasarnya pemain wanita.Saudaranya itu tak perduli hingga hubungan mereka berakhir beberapa tahun dan Raino berjumpa Victoria.
Pria itu perlahan berubah.
"Jangan sampai dia memancing ria,no! mereka pasti akan saling membunuh! Victoria punya harga diri... bagaimana jika dia meninggalkan dirimu? kau tau prinsip para sahabat asline? mereka tak suka berseteru hanya karena pria! dan kitalah yang harus tegas jika tidak ingin ditinggalkan....No..percaya padaku! urus perempuan itu...Kudengar dia pulang!" Ucap Maxim tegas.
Yah,inilah sebab dirinya datang menemui raino.
Setelah salah satu ibunya memberi tahu dengan cemas,Maxim melaju dari perusahaan miliknya ke markas be.
Sebenarnya ibunya ingin menelpon Raino sendiri,tapi siapa sangka Raino tengah menerima telpon dari dia?!.
Raino terdiam,maniknya menajam.
"Ck... benar-benar benalu satu itu!" Gion berucap jengah.
"Aku pergi!" Raino bangkit meninggalkan Maxim dan Gion yang saling menatap penuh makna.
__ADS_1
.....TBC.....