Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
last step


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...


...Vote,like dan coment...


.........


...♨️...


...Happy reading...


...and...


...Keep health...


...♨️...



Tangan bercat kuku merah darah itu gemetar,meraih laci meja kamarnya dan mulai mengambil sebuah paket amplop berwarna coklat berisi paspor dan visa miliknya.


"Aku tidak perlu membereskan pakaianku,aku..aku akan beli saja nanti setelah keluar dari negara ini dulu! sebaiknya aku cepat sebelum dua pria itu kembali dari hotel! Sagara dan Willie...mereka akan mencurigai ku jika melihatku pergi membawa tas! Setelah ini akan kubereskan perhiasan juga uang sisaku di bank..akan kutarik semuanya disini!" Grizela berucap dengan wajah pias.


Grizela meraih sebuah koper yang berukuran sedang dari atas lemarinya,kemudian meletakkan benda itu dilantai dan segera membuka lemari bagian bawah.


Sebuah brangkas berisi uang dan perhiasan miliknya,harta yang bahkan tidak diketahui kedua orang tuanya.


Dengan tangan gemetar dan tergesa-gesa,grizela melempar semua benda itu kedalam koper.


Setelah pagi tadi,Vidio pembantaian Aubrie oleh Arshenio.Vidio yang dikirim oleh salah satu pelayan di vila Sebasta,Grizela segera mengambil tindakan.Dirinya tak ingin berakhir sama!.


Setelah semua telah masuk,grizela segera memasuki kamar mandi dan sedikit membersihkan diri,ia tak ingin saat keluar semua pelayan kediaman tua gradian ini melihat kondisinya yang tengah kacau.


..........


Sebuah mobil Pajero sport terlihat memasuki kawasan halaman depan kediaman tua gradian.



Sagara keluar dan tak lama disusul oleh Willie yang kini sudah dapat kembali berjalan setelah melakukan operasi besar ekstrim yang dilakukan oleh Gion juga Diego pada kedua kakinya.


Kaki yang terbuat dari besi berbalut kulit silikon itu kini membuat pria baya itu dapat kembali berjalan lagi meski tak sebaik kaki alami manusia normal.


"Apa maksud Tuan sulung Rayganta meminta kita pulang segera meski ini bahkan belum lama lewat jam makan siang? apa paman tau?" Sagara berucap sembari melepaskan jas kerjanya.


Wilie menggeleng samar,pria baya itu berjalan perlahan disisi Sagara yang menyesuaikan ritme jalan sang paman.


"Apa ini ada kaitannya dengan insiden line? Rayga ingin membicarakannya disini mungkin? paman juga tidak tau pasti....Rayga ini terlalu banyak memiliki sisi lain yang orang seperti kita tidak akan bisa pahami.Semoga dugaan paman tidak benar!" Willie berucap sembari mengangguk kala kepala pelayan tuan Hansel menyambut keduanya.


"Tuan Willie anda ingin secangkir teh?" Hansel berucap sembari meraih mantel hitam yang Willie lepaskan.


"Boleh paman Hansel...teh mawar,Sagara kau ingin teh?" Willie bertanya saat keduanya sudah duduk di sofa santai.


"Boleh...teh camomile dengan sedikit madu" Hansel mengangguk,dan dua orang pelayan wanita segera melangkah mundur.


Dan tak lama...


Tak...tak...tak...


Suara langkah cepat menuruni tangga.



"Mau kemana kamu?" Sagara segera berucap dengan intonasi dingin.


Grizela menoleh dan raut terkejut nan panik segera tertangkap oleh manik kedua pria berbeda generasi itu.


Wanita itu segera menenangkan diri, tersenyum jengah dan berucap sarkas.


"Well...apa peduli anda,tuan Sagara?" Ucap grizela sinis,tas besar ia letakkan diatas lantai .



Pria ini,pria inilah yang selalu memberikan punggung dingin dan membela musuhnya,asline!.


Sagara menerima secangkir teh yang diberikan Hansel dan kembali menatap grizela sembari menyesap seteguk cairan hangat beraroma bunga camomile itu.


"Perduli? tentu saja tidak aku hanya bertanya-tanya,mau kemana kau membawa tas yang terlihat cukup berat itu? kau...merasa takut atas insiden asline....?" Sagara berucap sembari tersenyum miring.


"JANGAN ASAL BICARA KAU! INSIDEN APA?! APA YANG TERJADI PADANYA APA ITU URUSANKU? SALAHKU? MENGAPA KAU SELALU MEMOJOKKAN DIRIKU?! MESKI KAU MEMBENCI IBUKU KARENA KEMATIAN IBUMU,JANGAN SEGALANYA KAU LIMPAHKAN SEGALANYA PADAKU!" Grizela meraung emosi,menunjuk wajah Sagara dengan kilatan kebencian.


Sagara mengangguk santai.


"Mengapa kau harus marah? grizela....apapun yang kau katakan,kau harus tau satu hal!" Sagara bangkit,berjalan mendekat kearah grizela .


Kini keduanya saling berhadapan dengan kilatan berbeda.


Sagara menatap dingin acuh tak acuh.


Grizela menatap penuh permusuhan dan kebencian!.


"Wanita yang lahir dari wanita j*lang dengan segala keserakahan dunia akan menghasilkan benih yang sama busuknya! kau hidup saja sudah salah...mengapa tidak mati saja? kau adalah sampah!"


Sagara berucap dingin,meraih tas disamping kaki grizela dengan cepat.


"JANGAN!!" Grizela meraung panik.


Tas itu terbalik dengan isi yang berserak dilantai.


Segera,semua mata terbelalak.

__ADS_1


Bukan hanya Willie dan Sagara yang menatap tak percaya,para pelayan Gradian pun sama.


Mereka menatap perhiasan-perhiasan yang terbuat dari emas dan beberapa batu mulia itu terbelalak.


"Mau kemana kau dengan semua uang dan emas ini?" Willie akhirnya berucap dengan wajah gelap.


Grizela dengan panik memunggut uang dan semua emasnya,memasukan kembali kedalam tas koper miliknya.


"JAWAB GRIZELA PUTRI DANTE DAN LUCINDA!" Raung Willie hingga grizela tersentak kaget dan terduduk membeku sembari memeluk tas miliknya.


"Aku..aku akan menyusul papa dan mamaku! apa itu hakmu bertanya padaku?! jangan halangi aku!!!" Grizela membalas dan dengan panik mencari kunci mobilnya didalam tas yang isinya sudah berantakan .


"Oh....kau mau menyusul kedua orang tuamu...atau....kau ingin menyusul Aubrie?"


Deggggg......


Semua mata kini terarah pada pintu masuk kediaman Gradian.


Disana.


BRUKHHH.....


Grizela gemetar hebat,tepat didepan matanya.


Patricia yang sudah terikat seluruh tubuhnya dilempar kepadanya!.


Mulut wanita baya itu tertutup lakban,matanya terlilit kain,tanganya terborgol dan kedua kakinya terantai!.


Dan dua orang pria yang melempar wanita baya itu adalah,Raider juga Raino!.


Kembar iblis Ragnarok itu menyerigai bengis.


Tak lama sosok yang paling ditakuti oleh grizela berjalan masuk,setelah hanya suara yang membuat seluruh bulu kuduk berdiri.Kini sosok itu benar-benar menampilkan dirinya!.


Rayganta Alzeus!.


Pria itu berjalan dengan mantel hitam menutupi tubuh atletisnya,wajahnya yang dingin tanpa ekspresi serta aura gelap yang ia bawa disetiap langkah kaki jenjangnya menapak.


Mengigil...!


"Bukankah begitu nona....Grizela Alfarezho? menyusul orang tuamu...apa...kau sudah tak sabar menemui Aubrie dineraka?"


Rayga berdiri tepat menjulang tinggi dihadapan grizela yang sudah gemetar tak percaya.


"Apa..apa yang anda katakan tuan muda? saya...saya hanya ingin berlibur dan menghabiskan waktu bersama kedua orang tua saya...anda..anda bicara apa? Aubrie siapa? saya...saya tidak mengenal siapa Aubrie itu?" Grizela menarik mundur tubuhnya ,butuh keberanian besar membalas ucapan dengan intonasi bak lautan es yang menenggelamkan seluruh tubuhnya!.


Pria ini terlalu berbahaya!.


Rayga melirik Raider dan Raino.


GREPHHHH......!


PLAKKKK..!


Raider menampar kuat wajah grizela,dan wanita itu kembali jatuh bersimpuh dibawah kaki Rayganta.


"Beraninya kau mempermainkan nyawa istriku dan calon menantu Wiguna lainya... ternyata kau sudah bosan hidup!"


Rayga dengan manik berkilat dingin berucap,sepenggal kalimat yang sukses membuat seluruh dunia grizela bergetar !.


"TIDAK! AKU TIDAK TAU APA-APA AKU TIDAK LAKUKAN APAPUN! KALIAN TELAH SALAH!" Grizela dengan lelehan air mata ketakutan memekik,tubuhnya gemetar hebat ketakutan bak tangan tak kasat mata mencekiknya sampai mati!.


Bukhhhh....!


"Masih mengelak?! sialan ini ingin mati dengan cepat!!" Raider yang sudah emosi mengingat keadaan raels segera menendang tubuh grizela hingga wanita itu berguling dan menabrak tubuh Patricia.


Patricia hanya mampu berteriak tak jelas saat bahkan mulutnya terkunci rapat!.


Rayga mengeluarkan sebuah tongkat yang terbuat dari besi.


Crazhhhh....


Tongkat itu terayun dan tak lama sebuah pecut yang terbentuk dengan kulit terlingkar kawat berduri.


Grizela dan Patricia terbelalak ngeri,keduanya menyeret tubuhnya menjauh sembari menggeleng panik.


Patricia lebih menyedihkan,bergerak saja begitu sulit saat seluruh tubuhnya terkunci oleh rantai dan borgol.


Ctashhhh....!


"AKHHHHHHHH...AKU KATAKAN BUKAN AKU! MENGAPA KAU MENCAMBUK TUBUHKU?!! HENTIKAN!!!" Grizela meraung saat cambuk mengerikan itu menyambar tubuhnya.


Crash.....!


Kulitnya robek dengan darah yang tercecer dan daging yang tercabik!.


Rayga tak bersuara,tapi tangannya terus bekerja.


Cambuk itu terayun cepat.


"AKHHH...HENTIKAN BUKAN AKU... BUKAN AKU!!" Grizela meraung kesakitan,cambuk dengan gerigi tajam itu menyambar wajahnya.


"AKHHHHHHHH!! YA TUHAN TOLONG AKU!!" Grizela meringkuk dan berguling sengsara begitu wajah kirinya hancur dengan kulit membelah.


"Hahaha...kau berani menyebut Tuhan saat bahkan kau berniat membunuh orang lain? lucu sekali!!!" Raino berucap sembari menonton betapa brutal saudaranya itu mengayunkan cambuk.


Cambuk itu bahkan jika untuk memukul seekor badak sekalipun akan terkoyak! lalu bagaimana dengan kulit wanita yang menghabiskan uang jutaan dollar demi perawatan?!.


Raino menatap kasihan.

__ADS_1


Patricia disisi lain mengigil,treamor hebat begitu melihat darah dan daging grizela yang tercabik saat cambuk itu terayun.


"Jangan menatap orang lain saat nasibmu sendiri akan berakhir!"


Deggg..


Patricia menoleh,menatap Raider yang berjalan dengan sebuah gergaji mesin ditanganya.


Grakhhhh...


Tuas ditarik dan benda itu berbunyi nyaring.


Patricia tak mampu berteriak,maniknya memerah dengan lelehan air mata menderas.


"Pertamanya...putramu ingin membunuh Victoria,calon saudara kembarku! kini kau dan otakmu mengincar calon istriku! kurasa manusia seperti kau ini yang harus dibasmi! " Raider berucap sembari tersenyum miring.


Krakhhh...


"Mphhhhhhhh!!!"


Patricia melotot dengan wajah memerah dengan bibir memucat saat kaki kirinya terpotong cepat.


Willie dan Sagara membeku,para pria muda Wiguna itu begitu kejam!.


Rayga terkekeh rendah.


Melirik Gion dan Diego yang sigap menyuntik adrenalin kedalam tubuh mengenaskan grizela dan Patricia.


"Kau tau sumpahku saat membawa pulang istriku?" Rayga menarik dagu grizela kasar akan mendongak.


Gion bergidik.


Zeus ini selalu melakukan apa yang dia katakan!.


Seringai mengerikan itu terbit kala alarik berjalan masuk sembari mengangguk.


.........


5 Buah drone terbang disebuah jalan dengan sisi dihiasi tebing.


Sebuah mobil sport Bugatti Veyron berwarna hitam dengan dua rantai tebal dibagian belakangnya.


Rantai besi yang mengikat dua buah tubuh yang hampir berada diujung maut! .


Namun obat-obatan terlarang telah disuntikkan kedalam tubuh mengenaskan itu hingga nyawa mereka terkunci sampai beberapa waktu hingga sang Zeus puas.


Brrmmmm... brrmmmm....brmmm....


Asap putih nan tebal keluar dari knalpot mobil,Rayga duduk disisi kemudi dengan senyum iblis diwajahnya yang tampan.


Tak jauh,para serigala melolong lapar.


Brmmmmmm...


Akhirnya mobil melaju diatas 200km/jam.


Menyeret grizela dan Patricia dibelakang dengan tubuh langsung bertemu aspal jalan yang panas.


"AKHHHHHHHH......BUNUH SAJA AKU JANGAN MENYIKSAKU SEPERTI INI! KAU IBLIS..MONSTER.....AKU MENGUTUK KALIAN!!" Grizela meraung,wajahnya hancur dengan kulit dan daging mulai lepas dari tubuhnya,para serigala berlari girang dibelakang menyambar daging dengan rakus.


Yah,para serigala baru yang dilatih Rayga sendiri.


Bukan demon,devil atau Lucifer!.


Para serigala muda ini adalah generasi baru yang diambil langsung dari tanah Alaska!.


Para serigala ini dibuat berpuasa selama sehari penuh dan kini dengan daging grizela dan Patricia para binatang itu berbuka!.


Patricia yang sudah berusia baya mati dengan cepat!


Tubuhnya terlempar dari jalan raya sirkuit dan para serigala lapar langsung mengoyak dengan ganas.


Tangan yang terantai itu putus menemani grizela yang perlahan menarik nafas terakhirnya ditikungan menuju danau tempat taksi yang menjebak aslien dan raels tenggelam.


Rayga melirik dari spion semabri menyerigai,wanita itu sudah mati dengan wajah tak terbentuk lagi.


Tubuhnya bahkan sudah tercecer bagian demi bagian tersisa tubuh bagian kirinya saja.


Rayga melepas kendali mobil,memasang mode kemudi otomatis dengan tujuan terkunci.


Membuka pintu mobil dan melompat dengan mantap.


Tubuhnya yang telah terlatih mendarat dengan sempurna meninggalkan mobil yang melaju menuju danau.


Byurrrrr.......


Jasad grizela tenggelam bersama mobil seharga jutaan dollar itu.


Lihat,Zeus itu bahkan tak tanggung-tanggung dalam berbuat!.


Rayga menyerigai puas melihat potongan tubuh Grizela yang telah menjadi santapan para serigala muda itu disepanjang jalan.


Tidak lupa 5 buah drone yang mengambil Vidio pembantaian sadis itu dan menjadikannya sebagai film peringatan untuk para musuh Wiguna di dunia bawah .


Jangan pernah mengusik milik Wiguna!.


Atau...


Mati dengan cara paling sadis yang pernah diterima manusia!.

__ADS_1


.....TBC.....


__ADS_2