
...Vote,like dan komentar ya...
...🍂...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...🍂...
Ruang kediaman Thompson begitu hening.
Manik istri kedua dari Kailas Thompson bergetar oleh rasa euphoria luar biasa begitu melihat dua sosok lelaki idaman sejagat Britania raya!.
Bukan hanya tuan muda clan Lumiro!.
Tapi....
Ini adalah tuan muda clan Wiguna!.
Pria Triliuner muda paling diincar menurut majalah Forbes!.
Mengapa dua dewa tampan ini bisa berada di kediamannya?!.
Mimpi apa dirinya semalam hingga tuhan membiarkannya melihat secara dekat sang kaisar bisnis Eropa itu?!.
Ya Tuhan....
Tifani melirik kearah Lydia yang menatap pada salah satu pria muda luar biasa itu dengan tatapan memuja.
Mengikuti arah pandangan putrinya dan bibirnya menyeringai culas.
Yah..
Tifani tau,meski dia ingin.
Tidak mungkin bagi mereka untuk melirik tuan muda clan Wiguna itu,karena seluruh negara bagian Eropa pun tau bahwa pria itu kini bukan lagi berstatus single,namun suami!.
Lebih tepatnya suami dari perempuan cantik yang terlihat sibuk membantu Aira,anak tirinya itu berdiri.
Manik dengan bulu mata palsu yang tebal nan hitam itu memicing sinis.
Kedua perempuan ini sangat mengganggu mata!.
Sementara itu..
Aira menunduk merasa malu kala alarik,dan pasangan muda Wiguna itu melihat aib keluarganya!.
Tidak ada keharmonisan...
Tidak ada rasa kekeluargaan!...
Asline melirik pasangan ibu tiri juga saudari Tiri Aira itu dengan tatapan mata dingin.
Asline sudah lama mendengar hubungan buruk antara Aira dengan ayah,ibu juga saudari tirinya.Dan itu semua berkat bibir heboh Rubi yang selalu menceritakan kisah bak dongeng betapa jahat dan manipulatif-nya ibu tiri Aira sahabat mereka itu.
Dan kini asline melihat sendiri bagaimana hanya dengan sedikit kalimat licik dari Tifani dan Kailas akan dengan mudah terhasut!.
Sungguh menyedihkan!.
Rayga menarik pinggang sang istri,dan tanpa dipersilahkan pria berwajah dingin itu membawa tubuh asline duduk dikursi utama sembari mengusap rambut panjang asline dengan sayang.
"Alarik..aku menunggu tontonan darimu.." Rayga menyerigai dengan manik menyorot dingin.
Asline menghela nafas,sudahlah!.
"Tentu.." Balas alarik dengan senyum penuh makna.
Pria itu,alarik.
Mengganti posisi asline sebelumnya dan kini ia yang memapah tubub tegang Aira.
Bekas tamparan Kailas tercetak jelas di kulit putih gadis itu.
Dan manik alarik berkilat oleh badai besar yang tak kasat mata.
"Tuan..tuan... Rayga dan tuan muda Lumiro..ada apa sekiranya anda berdua datang kemari?" Kailas bertanya dengan senyum kaku,sebagai pebisnis yang melangkah jauh dari jalur kehidupan militer keluarganya.Kailas sudah sangat paham arti dari mimik wajah seseorang!.
Dan ekspresi wajah kedua pengusaha muda besar itu sudah cukup membawa alarm bahaya bagi dirinya!.
"Rara....kamu tidak apa sayang? pipinya sampai bengkak begini...pasti sakit?..." Mengindahkan ucapan Kailas,alarik lebih sibuk mengusap bekas tamparan Kailas dipipi Aira dengan sakit hati.
Sialan!..
Jika bukan ayah dari wanita kesayangannya,alarik sudah pasti tidak akan sungkan menebas tangan kurang ajar yang sudah merusak kecantikan wanita lembut dipelukannya ini!.
Tercengang!..
Kini bukan hanya Lydia dan ibunya saja yang tertampar wajah oleh sikap lembut alarik pada Aira.
Bahkan Kailas dan seluruh pekerja kediaman Thompson itu merasa sangat terkejut!.
Ini tuan muda Lumiro....!
Pria yang sama tak tersentuh oleh wanita manapun sama halnya dengan tuan muda sulung clan Wiguna!.
Bencana!..
Bukan hanya bersikap sangat lembut?!.
Tapi pria ini juga tersenyum!..
Bukan senyum mengerikan layaknya seringai tuan muda Wiguna kini,namun senyum teduh penuh kasih sayang!.
Mengigil!..
Kailas mundur menatap Istrinya Tifani dan Lydia menuntut.
__ADS_1
Rayga terkekeh dingin,menyilang kan kedua kakinya angkuh dan menatap wajah gugup lydia yang masih berlindung didalam pelukan ibunya.
"Amour..mau lihat triller langsung?" Rayga meraih segenggam rambut istrinya lembut dan memutarnya dengan jarinya yang panjang dan kokoh.
Asline terkekeh suara tawa samar yang begitu lembut memasuki pendengaran sang Zeus.
Pria tampan itu tak perduli apapun meraih tubuh asline dan mendudukkannya diatas pangkuannya!.
"Rayga....malu....turunkan aku!" Asline mendesis geram tepat ditelinga rayga yang kini wajahnya nampak mengulas senyum geli yang samar.
"Jangan gerak-gerak sayang...adikku bangun!!" Balas rayga dengan geraman rendah mengerikan.
Deggg..
Asline mendongak dan melotot ngeri kala melihat kabut panas dimanik gelap itu.
"Damn! si cab*l yang tak tau kondisi ini!! untung saja suami..jika tidak sudah KUPOTONG BURUNGNYA!!' Batin asline kesal.
Yah,dia merasakan jelas benda itu diantara belahan surgawi miliknya.
Astaga!!!....
Sementara alarik melirik kelakuan bucin sang big boss dengan ekspresi jengah.
Alarik kini menatap ibu kandung dari sosok wanita pemilik hatinya.
Wanita paruh baya yang duduk diatas kursi roda dengan senyum teduh.
Dibalik cacatnya,terpancar kebaikan hati juga kebijaksanaan!.
Aira menatap senyum alarik dengan manik bergetar menahan air mata.
Alarik membawa tubuh Aira kearah nyonya Nuela,ibu kandung dari Aira.
Menurunkan tubuhnya,alarik bertumpu pada satu lutut dan menggenggam kedua tangan wanita paruh baya itu.
"Ibu Nuela..aku mencintai putrimu.Aira Brihana Thompson..dan...Pria tidak jelas yang menghabiskan malam bersama Aira yang dikatakan oleh suamimu juga istri keduanya itu adalah aku! " Alarik menekan setiap kalian terakhir,melirik tubuh menegang tak percaya Kailas juga Tifani dan lydia.
Nuela,wanita itu tersenyum dengan manik memerah haru.
Tuhan telah mengirim berkah melalui pria yang kini mencintai putrinya dengan tulus!.
Alarik yang tengah bersimpuh,begitu menunjukkan rasa hormat pada sosok Nuela sungguh membuat hati Tifani meradang.
Kenapa bukan putrinya?!.
"Ibu Nuela..karena Aira kini adalah milikku,nyonya muda clan Lumiro yang baru. maka....." Alarik berdiri sembari merangkul tubuh linglung Aira,pria tampan itu menatap dingin tiga serangkai didepannya dengan senyum miring.
"Tu..tuan muda l-"
Deggg..
Kailas menegang begitu melihat telapak tangan itu terangkat bertanda agar ia berhenti bicara!.
Rayga terkekeh puas.
"1"
Sosok Zeus itu mulai menghitung dengan senyum kepuasan menatap sikap alarik.
"2"
"Karena Aira adalah milikku...aku tidak akan pernah membiarkan dirinya dilihat dalam keadaan menyedihkan dihadapan orang asing! sekalipun itu adalah... keluarganya!"
Duarrrr...
Entah mengapa,bagai petir menyambar langsung telak hatinya!.
Sendu?!.
Suara sarkastik dari alarik yang begitu tenang,menyembunyikan cakar iblis sekaligus menunjukkan sikap protektif yang tidak mampu ditembus bahkan kasih seorang ayah kandung sekalipun!.
"Alarik..cepatlah mami amber sudah menunggu!" Suara malas asline terdengar menyentak kemurungan Tifani dan Lydia.
Amber?...
Bukankah itu adalah nama dari nyonya besar clan Lumiro?!.
Habis sudah....!
Alarik mengangguk menatap jengkel wajah malas istri saudaranya itu.
Tidak bisakah istri Zeus itu membiarkannya bicara dulu?!.
"Sabar alarik...sabar....!" Alarik menghela nafas berat.
Dan pria itu akhirnya kini berjalan,membawa tubuh Aira bersamanya berdiri didepan sosok Kailas langsung.
"Kakak...kenapa kamu bisa melakukan ini pada keluarga kita? tidaklah bermoral bermalam bersama seorang pria asing meski pada akhirnya nanti kalian mengatakan akan menikah...kak Aira...kakak tidak kasihan pada mama Nuela juga ayah ?" Suara bernada lembut terdengar,hingga manik alarik yang semula telah tenang kembali bergemuruh hebat.
"sayang lihat calon mainan baru alarik itu? bukankah dia sudah siap mati?" Rayga berbisik sensu*l ditelinga sensitif asline,gadis muda itu mencubit pinggang kokoh sang Zeus dengan jengkel.
Berbisik memang...
Tapi tak perlu menji*at daun telinganya juga!..
"Lydia Brihana....aku berfikir untuk membiarkanmu pergi karena calon istriku sepertinya enggan untuk berbicara lebih...tapi kamu...ternyata datang sendiri padaku!"
Suara alarik terdengar berat layaknya geraman seekor predator buas.
Aira menatap saat alarik melangkah mendatangi kursi dimana Lydia dan Tifani duduk.
Lydia yang berpikiran dangkal tersipu,tak menyadari niat iblis dari sosok tampan yang berjalan mendekat.
Dalam fikiranya,pria itu mendekat karena tertarik oleh sikap lembut juga kecantikannya!.
Sayang sekali...
"Mengapa kamu tersipu? apa kamu fikir aku akan tertarik oleh barang bekas pakai seperti dirimu?"
Duarrrr...
"TUAN MUDA LUMIRO!!!" Kailas berteriak murka,pria itu tak akan membiarkan putrinya dihina didepan matanya!.
Alarik tertawa rendah.
Meraih dagu Lydia dengan cengkraman kuat,membaut tubuh ramping dengan dress rumahan berwarna putih itu mengigil.
Tampilan layaknya seorang peri kecil manis yang polos...
Namun,alarik tidak akan tertipu!.
Wanita ini tak lebih dari ular betina yang begitu menjijikan!.
"Apakah kamu fikir kamu layak berada sejajar dengan Aira ku?! DIA SATU-SATUNYA BERANINYA KAU MEMBIUS CALON ISTRIKU?!!!!"
Deggg...
Aira menegang,terlebih Lydia.
__ADS_1
Wanita itu mematung kala suara menggelegar itu sukses membawa hawa kematian.
"Bagaimana.. bagaimana alarik tau bahwa Lydia yang membius? aku bahkan tak bicara apapun!" Batin Aira tercengang.
"CUKUP TUAN ALARIK! SAYA MENGHORMATI ANDA SEBAGAI ORANG TUA,TAPI BUKAN BERARTI SAYA MENGIZINKAN ANDA MEMFITNAH PUTRI SAYA! LYDIA GADIS BAIK DIA TAK AKAN PERNAH MELAKUKAN HAL KOTOR SEPERTI ITU..LEPASKAN PUTRIKU!" Kailas melihat betapa alarik menggunakan kekuatan hingga dagu putrinya itu pasti akan membiru nanti.
Bibir tipis alarik mengulas senyum sinis.
"Saya bukan orang bodoh dan naif tuan Kailas..saya memperlakukan orang sesuai sifat mereka....dan putrimu sudah masuk daftar hitam seluruh clan kami! Kau fikir dia putri yang baik?! dia tak lebih dari teratai putih busuk!" Alarik mencengkram erat rambut belakang Lydia dan menyeretnya ketengah aula keluarga dengan teriakan panik Tifani yang tak mampu menggapai tubuh putrinya
Brakhhhh....
Prankkkk..
AKKHHHHH.....
Lydia menjerit kala rasa sakit menghantam punggungnya.
Alarik dengan tanpa iba menghempas tubuh wanita itu hingga menghantam pada deretan guci dengan sebuah lemari pajangan besar dibelakangnya .
"LYDIA!!!" jerit Tifani berlari menuju putrinya yang terkapar mengenaskan.
Tidak pernah terbayangkan!.
Krakhhhh...
"Aku paling benci melihat drama ibu dan putri tiri yang mencoba mengambil tempat putri sah...dan dengan beraninya putrimu mencoba mengganti tempat calon istriku! bukan hanya dikeluarg ini...tapi dia dengan sombong berkata ingin naik keranjang ku? tidak tau malu!!" Desis alarik dengan sebuah baretha yang sudah teracung mengunci target.
"AKHHH.. TIDAK TUAN MUDA JANGAN SEPERTI INI...HIKS.. PASTI ADA KESALAHAN DISINI.. LYDIA ADALAH GADIS POLOS YANG BAIK!" Tifani menangis ngeri.
Pistol berwarna hitam bergaris emas itu sukses membawa rasa dingin hingga ke tulang.
Dorr...
Ledakan!..
"AKKHHHHH...MAMA TOLONG AKU!!" Lydia menjerit kala sebuah timah panas menembus paha kirinya.
Lubang mengangga dengan darah segar merembes deras.
Alarik tertawa rendah.
Psikopat !!!
"Aku tidak butuh omong kosong mu!" Jenaka alarik sudah hilang kendali.
Rasa sakit Aira malam itu...
Kehormatan yang gadis itu lepaskan dalam kesakitan...
Juga tamparan!..
Alih-alih memberikan gadisnya pelukan semangat juga kasih sayang pengertian,mereka justru menyakiti!.
Alarik sudah tak perduli apapun,hanya ada pembalasan!.
"LYDIA!!" Kailas juga Tifani berteriak shock.
Merangkul dan memeluk tubuh bergetar nan kesakitan lydia dengan hati berdenyut.
Tanpa tau dua pasang mata yang menatap Kailas nanar.
"Cukup tuan muda....kenapa kau menembak dan menyakiti putri kami seperti ini...?" Suara getir Kailas tumpang tindih dengan suara tangisnya Tifani.
"Kenapa?" Alarik bertanya dengan senyum jenaka.
Dorr...
"AKKHHHHH....SAKIT!! PAPA TOLONGLAH AKU!!!!" Lydia menjerit kala sekali lagi timah panas itu menembus kulitnya.
Bahu kanannya tertembus.
"Hiks...cukup..cukup....jangan bunuh anakku!!puas kamu gadis murahan!? puas kamu melihat pria itu menembak putriku?!" Tifani meraung murka,tangisannya tak membuat Aira bergeming.
"Alarik sudah nak..hentikan jangan tumpahkan darah di rumah ini..." Nuela akhirnya mampu membuka mulut,wanita itu duduk menggigil kala untuk pertama kali melihat tindakan kejam seperti ini.
"Tidak ibu....ini baru dessert...dan kini aku akan menunjukkan menu utama!" Alarik terkekeh rendah.
Kailas bangkit dan menunjuk wajah tampan alarik dengan kemarahan.
"PERGI...IBLIS KAU... TINGGALKAN RUMAHKU!!" Kailas berteriak dan berdiri menjadikan tubuhnya tameng menutupi Tifani dan Lydia yang sudah jatuh tak sadarkan diri.
Alarik tertawa dengan menggelegar,mengerikan!.
Pria itu melirik rayga yang nampak duduk acuh sembari menyuapi anggur pada asline yang duduk bersandar malas di dada bidang iblis tiran itu.
Mengangguk malas,alarik menyerigai bengis.
Taphhh...taphhh
Langkah kaki terdengar ribut.
Deggg..
Kailas menegang.
"Seret dia menjauh!" Titah Rayga pada beberapa anggota delta.
Para pria muda berwajah tersembunyi dibalik masker putih itu mengangguk patuh.
Menyeret tubuh Kailas menjauh dari Tifani dan Lydia.
"Baiklah Nyonya Tifani ,ada pesan terakhir untuk suamimu? " Alarik bertanya dengan senyum manis,melempar pistolnya dan menggantikannya dengan sebuah senapan .
Mengisi dan mengokang peluru pada senjata itu tak perduli jerit tangis dan ratapan Tifani yang memohon sembari membangunkan putrinya.
"ALARIK...HENTIKAN ITU DASAR KAU IBLIS!! LEPASKAN ISTRI JUGA PUTRIKU.... LEPASKAN AKU!!" Kailas meraung pedih.
Hidup dan mati istri juga putrinya kini tepat segaris tipis sebuah benang!.
Tubuhnya melemas oleh suntikan bius dosis tinggi.
"HAHAHA..HIKS..HARUSNYA AKU MEMBUNUH JA*ANG NUELA DAN PUTRINYA SEDARI DULU! HARUSNYA AKU MEMBUNUH MEREKA HINGGA NASIB INI TAK TERJADI!! HAHAHAHA..SAYANG...KAILAS BANGUN...LIHAT JAL*NG ITU DIAM SAJA MELIHAT AKHIR KITA!" Tifani menggila,tertawa dan menangis bersamaan sembari menunjuk wajah nanar Nuela dan acuh Aira.
Sudah berakhir kah?
Semua perjuangan menjadi wanita higs class dengan memanjat ranjang pria beristri?!.
DORRRRRRRRRRR....
Dua tembakan telak menembus jantung.
Kegelapan datang dan senyum iblislah yang terkahir dirinya lihat sebelumnya mati!.
...🍃...
...TBC...
__ADS_1
Bahagia????
Puas tidak akhir bagi Lydia? dan untuk selanjutnya akan tergantung mood juga invote 😝