
...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...
...Vote,like dan komen...
...♣️...
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...And...
...Keep spirit...
...♣️...
Tokyo.....
16.30 sore.
Angin segar berhembus, padang bunga dandelion terhampar luas memanjakan mata.
Diantara kelopak-kelopak itu,dijalan setapak seorang wanita dewasa dengan gaun coklat madu berjalan sembari mendorong sebuah kursi roda.
Disana,duduk seorang pria baya yang menatap hamparan bunga dandelion dengan tatapan teduh.
__ADS_1
"Cella....apa kamu hari ini tidak bekerja? papa tidak masalah kalau harus bersama suster Maria " pria baya itu berucap tersenyum menatap lurus kearah jalan setapak.
Acela.
Wanita dewasa yang kini telah hilang dari kesan tomboy masa remajanya itu.
Wanita dewasa anggun dengan garis lembut feminim.
Tersenyum lembut,mendorong kursi roda dimana ayah mertuanya duduk.
"Hari ini di butik tidak banyak kerjaan papa..jadi cela rasa menemani papa jalan-jalan sebentar lebih baik.Bagaimana perasaan papa? butuh sesuatu?" Cella bertanya dengan senyum lembutnya.
Berhenti disebuah kursi panjang yang menghadap padang bunga dandelion itu.
"Papa tidak butuh apa-apa...cella,terima kasih kamu sudah merawat papa sejak tiga tahun yang lalu..kalau tidak ada kamu,papa tidak tau apa yang akan terjadi pada papa dan Dixon! kami beruntung memilikimu nak...papa rasanya ingin kembali ke masa lalu dan meminta maaf bahkan jika harus menukar hidup papa pada keluargamu...mereka berhasil mendidik keturunan mereka....cella...papa bersyukur atas kehadiran dirimu...bahkan,keluarga istri papa meninggalkan papa dan Dixon disaat kami terpuruk!" Hyuga berucap dengan senyum getir.
Cella meraih telapak tangan ayah mertuanya dengan senyum teduh.
"Papa...saat kita mendapatkan cobaan.Saat itulah Tuhan ingin menunjukkan pada kita,siapa yang benar-benar ada untuk kita dan dimana kita harus menempatkan hati kita! Kakek rafen selalu mengajarkan kami...kita jatuh untuk selalu diberikan lagi kekuatan lebih besar untuk berdiri...jangan ingat mereka yang meninggalkan kita,tetaplah maju meski dunia tidak perduli lagi...seperti papa dan Kak Dixon kini,bukankah setelah tragedi...kak Dixon berhasil bangkit dan kita bisa menjadi begitu besar sampai kini? papa...Wiguna tidak pernah meninggalkan siapapun yang telah menjadi bagian dari keluarga nya!"
Hyuga tertunduk,merasa malu jika mengingat dirinya dulu.
Disaat terpuruk.
Wiguna,dan seluruh keluarganya adalah pihak yang mengulurkan tangan!.
Inikah dunia sekarang,terkadang manusia berwajah malaikat adalah iblis yang menggunakan topeng.Dan begitu pula sebaliknya,manusia yang dikecam iblis sebenarnya-lah yang menggunakan topeng malaikat!.
Namun terkadang penampilan adalah tipuan terbesar yang menutupi mata!.
"Kamu benar cella...papa sekarang tidak bisa berbuat apa-apa.Hanya mengandalkan kamu dan Dixon saja..maaf cella...seandainya papa tidak begitu bodoh percaya pada keluarga mendiang ibu Dixon,semua tidak akan terjadi!" Hyuga meratap,kegetiran diwajahnya yang terlihat semakin menua membuat cela merasakan sakit.
"Papa berhenti berfikir seperti itu! Apapun yang terjadi memang tugas anak adalah menopang orang tua mereka,dan sebagi istri.Sudah tugas cella berdiri disisi kak Dixon apapun yang terjadi!" Ucap cella teguh.
Hyuga tersenyum lega.
Dirinya cukup bersyukur,sangat.
Putranya,Dixon memiliki pasangan hidup yang telah dengan latar belakang yang begitu baik.
Siapa yang mengira,musuh masa lalu menjadi sosok penyelemat dan keluarga yang begitu berarti dimasa depan? itulah yang kini Hyuga rasakan.
Sosok Dixon berdiri tak jauh,bersandar di sisi mobil ditepi jalan.
Tersenyum lembut atas sosok istrinya yang cantik.Wanita yang begitu baik hati,sosok yang sudah memberinya dua orang putra !.
"Honey..papa,saatnya kembali sudah hampir senja.."
Keduanya menoleh,melihat sosok Dixon yang berjalan mendekat dengan sebuket bunga mawar hijau!.
__ADS_1
Bunga kesukaan putri dari Axel itu.
Acela tersenyum,menerima buket mawar hijau dari suaminya dan memeluk tubuh tegap itu erat.
"Sudah pulang?" Cella berucap dengan wajah penuh cinta dan kerinduan.
"Hm...aku rindu istriku...." Ucap Dixon sembari mengecup kening istirnya lembut.
Acela tertawa renyah,memukul dada bidang berlapis coat hitam itu dengan pukulan main-main.
"Khem...papa masih disini ya..." Hyuga berucap jengkel.
Dixon tertawa jenaka,memeluk tubuh ayahnya sembari membungkuk.
"Kaki papa bagaimana? ada kemajuan terapis?" Ucap Dixon sembari berjongkok dan menekan perlahan lutut ayahnya.
Hyuga tersenyum samar,mengusap puncak kepala putra semata wayangnya itu.
"Masih sama..tapi papa tidak apa selama kalian bersama papa..papa punya menantu yang baik, cucu-cucu yang sangat manis juga putra yang berbakti..apa lagi keluhan papa? "Hyuga berucap sembari tersenyum menatap Dixon dan Acela.
"Oh iya...kapan cucu-cucu papa akan kembali dari penyiksaan daddy-mu itu cella? hahahaha..tidak bisa papa bayangkan betapa anak-anak nakal itu bisa bertahan sampai 5 tahun!" Acela tertawa renyah.
Ketiganya berjalan menuju mobil dengan Dixon yang menorong kursi roda ayahnya.
"Satu bulan lagi papa,kak rik sudah memberi tahu,setelah anak-anak berhasil dalam mempelajari senjata api dan memperoleh sertifikat penggunaan senjata dari sekolah dasar militer yang dipimpin arshenio,maka mereka bisa pulang..." ucap acela,kini mereka telah tiba di sisi mobil Alphard hitam milik Dixon,pria dewasa itu membantu ayahnya duduk dengan cela yang membawa masuk bagasi kursi roda ayah mertuanya.
Semua telah siap duduk di dalam mobil tak lama,Hyuga kembali berucap.
"Hahahaha..Arkansas memang terlalu keras dalam mendidik! tapi....dunia keluarga kita memang kejam,kita butuh para pewaris yang tangguh.Ah...papa ingin sekali berkunjung ke London..bukankah bayi perempuan Rayga pasti kini sudah besar? terakhir..papa hanya sempat berkunjung saat asline melahirkan dulu.. kecelakaan ini membuat papa tidak bisa kemana-mana! bagaimana rupa bayi kecil itu sekarang?" Dixon dan cela saling melirik, sebetulnya merekapun sama.
Sudah bertahun-tahun sejak mereka berkunjung melihat keluarga di London.
"Cella..Dixon...maukah kalian beri papa cucu perempuan? papa tidak bisa kalah dari Arkansas itu! dia begitu sombong memamerkan bayi manis itu saat itu...papa iri! bahkan papa ingat,dia tidak mengizinkan papa bahkan untuk menggendong bayi perempuan manis itu sekali saja! dia sangat pelit.... serakah juga sombong! Dixon ..cella....kalau bisa twin kan sudah 7 tahun...apa kalian tidak mau mempertimbangkan punya anak lagi?" Dixon mencengkram stir kemudi dengan wajah penuh getir.
Acela menunduk sambil tersenyum nanar.
Bukan dirinya ataupun suaminya tidak mau,tetapi.
Mereka tidak bisa!.
Wanita itu....
Wanita yang dulu hampir menjadi istri Dixon,wanita jahat yang sudah mendorong acella hingga twin harus lahir melalui cecar.
Hal yang tidak pernah diketahui oleh Hyuga.
Rahim cella telah cacat!.
...TBC...
__ADS_1