Queen Of Zeus

Queen Of Zeus
Kakek kembali


__ADS_3

...Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya 🌹...


Vote,like dan komen kasih juga ulasan buat pembaca baru bisa lihat review kalian tentang novel ini..


Thanks for read this story.


Ps : mulai bab ini semua dialog artyzia El ubah dengan tulisan baku ya, soal di MT semua harus di revisi ulang kalau end nanti jika tidak sesuai EYD.


So..semua dialog sebelumnya akan El revisi semua nanti pakai bahasa baku,mohon maklum ya semua ini sudah konsekuensinya!.


...🥀...


...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...And...


...Keep spirit...


...🥀...


Asline tersenyum lembut sembari membuka mulutnya menerima suapan buah dari sang suami.


"Mom...masih....sakit?" Arez bertanya dengan gugup,sungguh dia tak bisa membayangkan tubuh lembut ibunya didera sakit!.


Asline tertawa renyah,melambai pada putra keduanya agar mendekat.


Arez mendekat dengan wajah gugup, asline rasanya ingin tertawa melihat wajah mungil itu.


Sementara itu,dipangkuan sang Rayga.


Zia kecil duduk sembari mengunyah apel yang disuapkan kakak sulungnya.


"Mommy...." Batita cantik itu bertanya dengan wajah fokus yang membuat para orang tua disana tak kuasa menahan tawa.


Tapi,jika mode seperti saat ini ada yang berani tertawa.Sudah pasti batita manis itu akan marah!.


Yah,meski bukannya menakutkan.Tapi lebih baik tahan dari pada ,pada akhirnya si manis kecil itu mengabaikan mereka!.


"Ya sayang..z mau apa ?" asline mengelus pipi montok itu lembut, disampingnya Arez berbaring sambil memeluk tubuh sang ibu hati-hati.

__ADS_1


Melihat keluarga harmonis itu.


Sosok paruh baya di balik pintu ruang rawat tersenyum samar.


"Z..tadi mim-"


Klik......


Suara pintu terbuka mengalihkan atensi semua anggota keluarga Wiguna.


Dan,seketika itu mata setiap menantu dan putra mereka terbelalak.


"KAKEK KANSAS!!" pekik rexion dan para saudaranya horor.


"DAD!" Para menantu Wiguna segera berdiri dari duduknya,menghampiri sosok baya yang sudah lama tak jumpa.


Arkansas tersenyum samar,menepuk pundak para putranya yang mendekat dan menatap dengan senyum miring para cucu laki-laki yang sibuk bersembunyi dibalik tubuh ibu mereka.


Ketakutan!.


lebih tepatnya takut mengingat ulah mereka terakhir kali!.


"Kakek!!" Zia memekik riang,turun dari pangkuan sang ayah dan berlari dengan kedua kaki kecilnya kearah Arkansas yang sudah berjongkok merentangkan kedua tangannya.


Huphhhh...


"Hahahaha cucu kakek sudah semakin berat...." Jenaka Arkansas sembari tertawa jahil.


Zia merenggut,menepuk kesal pipi kakeknya dengan wajah marah.


Arkansas semakin tertawa,bukan sakit hanya seperti gigitan semut!.


"Dad...." Rayga menyapa sang ayah,keduanya tak bisa berpelukan melepas rindu.


"Line... bagaimana keadaanmu nak?" Arkansas bertanya lembut sembari mengusap kepala menantunya itu.


Asline tersenyum dan mengangguk.


"Baik dad...tinggal tunggu luka jahitan kering.." Asline menerima buket bunga mawar putih yang diberikan oleh James,yah.


Pria baya itu mengekor tepat di belakang Arkansas.


"Cepat sembuh line...maaf ya istri papa tidak bisa datang,dia sedang flu" James memberi tahu tak enak.


"Hahah..tidak apa,papa datang saja line sudah senang" Asline menerima buket pemberian James dengan suka cita.


"Dad...papa bawa oleh-oleh,Daddy belum bangkrut kan sampai jengukin line tidak bawa apa-apa?" Victoria berceletuk dengan wajah jahilnya.


Arkansas menatap menantunya itu jengah.


Tidak rexion...


Ibu dan anak sama-sama pembuat drama!.


Sabar....


Raino sudah menutup wajahnya malu.


Astaga demi tuhan,Raino berharap diberi wajah setebal tembok demi menanggung kelakuan istrinya.


"Ini..." Asline menaikan kedua alisnya binggung.

__ADS_1


Sebuah amplop putih kecil,disodorkan sang ayah mertua padanya.


" Apa ini dad?" asline bertanya sembari menerima,Arkansas mengangkat bahu santai.


Duduk di sofa sembari memangku Zia kecilnya.


Asline membuka amplop itu perlahan.


Dan seketika...


"Daebak!! kakek Kansas sekalinya memberi tidak tanggung-tanggung!!" Maiden memekik heboh begitu melihat isi amplop itu.


Cek bank!.


"I..ini apa dad?" Asline menatap ayah mertuanya itu sakit kepala.


Sementara yang kini ditatap bukan hanya oleh asline,namun seluruh menantu Wiguna beserta putra dan cucu-cucunya tengah sibuk menyuapi buah untuk cucu perempuan kesayangannya.


"Dad...." Rayga memanggil jengah.


Orang tua ini,begitu datang sudah merampok putrinya!.


"Oh...Daddy malas bawa barang untuk oleh-oleh..jadi..tulis saja berapa nominal di cek itu dan belanja sepuasnya ajak saudarimu yang lain Daddy tidak punya waktu memilih barang untuk dibawa pulang....so...Daddy punya banyak uang jadi,anggap saja itu oleh-oleh" Victoria hampir saja menjatuhkan piring buah yang ia pangku mendengar ucapan tanpa beban dari ayah mertuanya itu.


Devinisi orang kaya.....


"Jadi itu bukan hanya untuk line dad? kami juga?!" Victoria yang memang pencinta uang bertanya dengan senyum yang sukses membuat suaminya bergidik.


"Hm..." Arkansas hanya berdehem acuh.


"Yes..shopping kita sis...." Raels tertawa terbahak-bahak melihat betapa girang Victoria jika menyangkut uang!.


"Shoping....line saja belum sehat mi..." Raino menarik pipi istrinya geram.


Victoria meringis, menampik tangan kekar itu sinis.


" Ya tunggu sehat dulu juga kali,papi....." Balasan sinis itu sukses membuat Raino mengelus dada sabar,Kayra tak kuasa menahan tawa melihat interaksi putra dan menantunya.


Jadi ingat masa muda!.


"Jadi...sudah selesai masalahnya?" Arkansas bertanya begitu berhasil membuat Zia tertidur dengan jempol diemut-nya.


Sangat imut!.


"Hm.... hanya-"


Dilaporkan,sejumlah 200 dari 1000 tamu undangan dari politikus Sanches Luzh tidak diketahui keberadaannya..sedangkan sisa dari tamu undangan dikabarkan koma! belum dapat dipastikan apa yang menjadi sebab dari kasus ini,namun diduga ini adalah konflik politik mengingat sebentar lagi akan diadakan pemilihan umum untuk menduduki kursi kepresidenan! sekian laporan dari News daily.


Arkansas mematikan siaran televisi, sukses membuat Rayga malas menyambung ucapanya.


"Wah..cepat juga berita ini masuk berita Nasional! Alarik terlalu licik merangkai fiktif menjadi fakta...ini perusahaan berita xain yang terbit awal?" Raino berucap begitu meletakkan putranya yang sudah terlelap disisi raindres,disebuah sofa yang cukup lebar.


"Ya...hari itu juga Alarik bekerja membingkai dan entah siapa yang nanti jadi kambing hitamnya?!" Raider menjawab malas.


Arkansas menatap para putranya,helaan nafasnya terdengar panjang.


"Rayga..... Sanchez kalian sapu rata....sudah pasti akan ada ekor dibelakangnya nanti..kau tau pria itu adalah hyena di dunia para politikus? kematiannya pasti menimbulkan dampak bagi rekan-rekan nya,mereka itu adalah sekumpulan hyena...binatang yang lebih hina dari rubah! kematian Sanchez pasti menimbulkan kerugian besar apalagi musim ini adalah puncak kampanye! keep watching.." Ujar Arkansas dalam,Rayga terdiam dengan wajah tanpa ekspresi berarti.


"Para tikus berperut buncit itu..coba saja....masih ada benteng Red Eagle yang harus dilewati dulu,baru BE!"


"YO MY BRO... ARSHEN!"

__ADS_1


.....TBC.....


__ADS_2